Share

Bab 800

Auteur: Celine
Ini tentang beberapa hal antara aku dan Ardi.

Hal-hal ini sudah lama ingin aku tanyakan, tetapi Hasan sedang dalam kondisi koma. Jadi, aku tidak bisa bertanya.

Sekarang Hasan sudah menunjukkan tanda-tanda akan sadar, aku tentu harus pergi menemuinya.

Ardi tidak menahanku. Lima belas menit kemudian, dia menemaniku keluar.

Di dalam dadaku seperti ada rusa kecil yang bergerak dengan liar. Bahkan ketika aku duduk di samping Ardi, aku tidak bisa tenang untuk waktu lama.

"Sayang, tenanglah, kamu jangan khawatir. Kondisi Ayah sudah stabil. Kemarin lusa malam aku melakukan operasi darurat untuknya. Sekarang tidak ada masalah dengan kesehatannya, jadi kamu jangan panik." Ardi mengulurkan tangan untuk memegang tanganku.

Ternyata dia mengira aku gelisah karena khawatir tentang kondisi Hasan.

Sebenarnya, aku tidak mengkhawatirkan tentang kondisi Hasan.

Dia tinggal di ruang perawatan terbaik di rumah sakit, mendapatkan perawatan berstandar tertinggi, juga dirawat oleh perawat terbaik di seluruh rum
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 946

    Langkahku kembali terhenti.Ayah mertuaku ternyata memiliki pendapat yang berbeda. Dia tidak setuju membantu Keluarga Tanadi. Ini membuatku kembali terkejut.Ibu mertuaku tidak terburu-buru, tetapi dia kembali membujuk dengan sangat sabar, "Johan, aku tahu kalau kamu marah pada Tommy, marah karena dia menyerang anak kita, membuat anak kita hampir kehilangan nyawanya. Aku juga tahu kamu tidak akan memaafkannya. Tapi di Keluarga Tanadi tidak hanya ada Tommy saja. Tommy tidak bisa sepenuhnya mewakili Keluarga Tanadi.""Johan, aku mohon pertimbangkan lagi."Benar, orang di Keluarga Tanadi sangat banyak, tidak hanya Tommy seorang saja.Jika Tommy jatuh, Nyonya Amelia akan mendukung keturunan lain yang sama baiknya seperti Tommy untuk bangkit, kembali memulihkan Keluarga Tanadi.Bagaimanapun juga, Keluarga Tanadi sudah berdiri selama 20 tahun. Meskipun mereka kehilangan satu Tommy, mereka tidak bisa sepenuhnya mengorbankan Keluarga Tanadi hanya karena Tommy.Lagi pula, apa yang dilakukan Tom

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 945

    Tidurku sangat nyenyak dan memuaskan.Saat aku terbangun lagi, hari sudah gelap. Di tempat tidur tidak ada sosok Ardi, hanya tersisa aroma dan sisa kehangatannya. Aku menyalakan lampu di samping tempat tidur, melihat lipatan di seprai sampingku. Aku tahu dia menemaniku tidur di sampingku.Sekarang dia mungkin sedang keluar untuk mengurus hal lainnya. Aku melihat jam, terkejut ketika menyadari bahwa saat ini sudah pukul setengah sembilan malam.Tidak aku sangka aku tidur selama lebih dari empat jam. Pantas saja perutku mulai merasa lapar, ternyata aku melewatkan makan malam.Sejak hamil, awalnya aku menderita mual-mual yang hebat. Namun, setelah melewati bulan keempat, rasa mual itu hilang, digantikan dengan nafsu makan yang melonjak tajam. Selera makanku berubah. Aku menjadi lebih cepat lapar dan sering kali ingin makan sesuatu.Saat baru bangun tidur tadi aku belum merasakan apa-apa, tetapi sekarang rasa lapar sudah muncul. Aku bangkit dari tempat tidur, ingin turun untuk melihat apak

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 944

    Ardi jelas tidak menyangka aku akan menanyakan pertanyaan seperti ini. Dia juga tertegun sejenak, tetapi segera tersenyum.Ardi mengulurkan tangan untuk mencubit pipiku. "Kenapa tiba-tiba kamu teringat pada wanita tua itu? Wanita tua itu sama sekali tidak imut."Nyonya Amelia bukan hanya tidak imut, dia bahkan agak menyeramkan. Matanya seolah membawa pisau yang ingin mencabik-cabik daging dan darahku.Namun, fokus perhatianku sama sekali bukan pada wanita tua itu, melainkan pada hubungan Ardi dengan wanita tua ini. Aku ingin tahu, seperti apa sebenarnya hubungan Ardi dengan Nyonya Amelia.Aku memeluk lehernya, lalu kembali bertanya dengan suara rendah, "Jadi, apa sebenarnya hubunganmu dengannya? Apa kalian sangat dekat?""Sama sekali tidak. Aku hanya memanggilnya Nenek Amelia karena sopan santun. Siapa sangka wanita tua ini akan begitu tidak tahu diri sampai benar-benar menganggapku cucunya sendiri?" kata Ardi dengan sangat santai dan alami.Sepasang mata hitamnya tampak jernih dan ten

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 943

    Namun, sekarang kandunganku sudah memasuki bulan kelima, jadi kondisi janin sudah stabil. Ardi tidak lagi merasa puas hanya dengan hal seperti ini. Dia selalu memohon padaku.Semalam dia memohon agar aku mandi bersama dengannya. Namun, kenyataannya itu sama sekali bukan mandi biasa. Saat mandi dia langsung mengangkat dan menempatkanku di pangkuannya.Awalnya hanya kecupan halus yang lembut, yang kemudian berubah menjadi ciuman yang dalam dan menuntut. Tak lama kemudian, bibirnya berpindah dari bibirku, menyusuri leherku hingga turun ke bawah. Sentuhan bibirnya yang halus dan lembut bagaikan percikan api yang menyulut seluruh tubuhku, membuat jantungku berdetak kencang.Hormon kehamilan benar-benar menakutkan. Hormon ini bisa membuat emosi wanita menjadi lebih tidak stabil, juga bisa membuat seseorang memiliki hasrat yang lebih besar dari biasanya.Tubuhku sendiri juga merasa haus, jadi aku begitu mudah terpancing oleh godaan Ardi, hingga sulit mengendalikan diri. Di dalam bak mandi ya

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 942

    Pipiku seketika memanas, sementara pandanganku juga menjadi tidak tenang. Aku tidak berani menatap mata Ardi.Ardi sudah mengerti bahwa aku sengaja menyingkirkannya untuk mendengarkan pembicaraan ibu mertuaku dengan tamu.Namun, Ardi tidak membongkar rahasiaku. Sebaliknya, dia tersenyum lagi sambil berkata, "Istriku memang sangat perhatian. Dia khawatir Ibu belum menyiapkan buah untuk tamu, jadi dia sengaja mengantarkan buah untuk Ibu.""Benar sekali, Raisa memang sangat perhatian." Ibu mertuaku tersenyum sambil menyetujui, lalu mendesak Ardi, "Tapi dia sudah berdiri terlalu lama. Cepat bawa dia naik untuk beristirahat. Jangan lupa untuk memijat kakinya, jangan sampai kakinya bengkak.""Baiklah, Bu, kamu tenang saja. Aku akan menjaga Raisa dengan baik." Ardi tersenyum sambil merangkul bahuku, lalu melambaikan tangan pada ibu mertuaku. "Ibu sebaiknya segera pergi untuk menjamu tamu. Jangan membuat tamunya merasa tidak nyaman. Kami akan naik ke atas untuk beristirahat."Ardi merangkulku,

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 941

    Namun, aku bukan ibu mertuaku. Dari sudut pandangku, aku tidak berharap Keluarga Wijaya memiliki keterkaitan dan hubungan apa pun dengan Keluarga Tanadi.Karena Tommy adalah musuh yang sudah membunuh orang tuaku.Kejayaan Keluarga Tanadi ternoda oleh darah orang tuaku. Ini adalah dendam berdarah yang mendalam, jadi aku tidak mungkin melupakan, apa lagi memaafkan mereka.Namun, aku tidak bisa mendengar pembicaraan selanjutnya. Karena pada saat itu aku mendengar suara pelayan, "Nyonya Raisa, kenapa kamu ada di sini? Buah-buahannya sudah aku cuci. Kamu ingin makan di mana?"Pelayan itu mengejutkanku, juga mengejutkan ibu mertuaku dan Nyonya Amelia yang sedang berbincang di ruang teh kecil.Pembicaraan di dalam terhenti mendadak, lalu pintu terbuka, menampilkan sosok ibu mertuaku di ambang pintu. "Raisa?""Aku ... aku datang mengantarkan buah untuk kalian." Aku sedikit panik, tetapi aku segera tersadar dan mencari alasan untuk menutupi.Kebetulan pelayan berjalan mendekat pada saat itu. Ak

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status