Share

Kita Sudah Sepakat

last update Last Updated: 2026-02-02 00:19:35
Jayden tersenyum sinis, matanya memandang Edgar dengan rasa leceh. "Uang?"

Dahi Andien berkerut, ia kebingungan dengan sikap Jayden yang seolah tidak paham maksudnya.

"Apa yang kamu lihat dari kekasihmu ini, Andien?" tanya Jayden mengalihkan pembicaraan.

Edgar yang tampak tenang itu, tiba-tiba tersenyum dingin. "Kamu ingin tahu siapa aku, Jayden?"

Andien menahan tangan Edgar, agar suaminya itu tidak terpancing dengan sikap lancang Jayden.

Jayden mengangkat alis, "Apa? Kamu cuma pr
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Aku Yang Dikhianati Mendadak Nikah Dengan Presdir    Kita Sudah Sepakat

    Jayden tersenyum sinis, matanya memandang Edgar dengan rasa leceh. "Uang?" Dahi Andien berkerut, ia kebingungan dengan sikap Jayden yang seolah tidak paham maksudnya. "Apa yang kamu lihat dari kekasihmu ini, Andien?" tanya Jayden mengalihkan pembicaraan. Edgar yang tampak tenang itu, tiba-tiba tersenyum dingin. "Kamu ingin tahu siapa aku, Jayden?" Andien menahan tangan Edgar, agar suaminya itu tidak terpancing dengan sikap lancang Jayden. Jayden mengangkat alis, "Apa? Kamu cuma pria kasihan yang kebetulan jadi pacar Andien. Dilihat-lihat tidak ada yang spesial dari penampilanmu." Jayden menarik tangan Bianca membantunya berdiri, kemudian memberikan dompet di tangannya kepada Bianca. Dalam hati Jayden tidak mau terlihat miskin di depan Andien. Dia ingin menunjukkan kekuasaannya untuk mendominasi Andien. Jayden mengangkat dagu angkuh. Kemudian meminta Bianca selingkuhannya itu untuk menceritakan kebesaran nama baik dan perusahaan miliknya. "Ceritakan tentang peru

  • Aku Yang Dikhianati Mendadak Nikah Dengan Presdir    Syaratnya Berikan Aku Anak

    "Apa maksudmu? Aku ini suamimu!" "Ahh... maksudku kita terikat pernikahan sah!" Edgar mengingatkan Andien tentang status mereka.Andien menghela nafas pendek, menjawab dengan nada datar, "Kau jangan lupa, kita menikah terpaksa dan segera bercerai, Edgar.""Tapi... sekarang ini bukan membahas pernikahan kita, Edgar. Aku cuma perlu butuh bantuanmu malam ini, selesai." Edgar terdiam sejenak, kemudian menatap dalam wajah Andien. "Apa yang kau katakan pada Jayden tentang kita?" tanyanya pelan."A-aku tidak mengatakan apapun padanya. Jayden tidak bertanya soal itu.""Lalu, kenapa kau tidak jujur saja padanya, Andien?""Edgar, apa kau lupa perjanjian kita?" Andien balas bertanya seolah mengingatkan Edgar."Yah, aku ingat! Tapi kau harus memikirkan kesehatan nenek." Beberapa saat Edgar terdiam, matanya menelisik di wajah Andien, pelan bertanya, "Jangan bilang, setelah kita bercerai nanti, kau berniat ingin kembali kepadanya. Apa itu rencanamu?""Aku rasa itu bukan urusanmu. Sekarang kau

  • Aku Yang Dikhianati Mendadak Nikah Dengan Presdir    Permintaan Andien

    Andien bergeming, bibirnya seakan terkunci rapat, ia hanya terdiam melihat Bianca berdiri di depannya. Andien mencoba menyembunyikan rasa cemburu dan amarah yang seketika membara di dalam hatinya, berhadapan dengan wanita yang telah menghancurkan hubungannya dengan Jayden. "Ahh, maaf, apa kita bisa bicara?" tanya Bianca terdengar basa-basi. Nada suaranya dibuat-buat bersahabat. "Aku Bianca," ujarnya memperkenalkan diri dengan memberikan senyum manisnya. Mengulurkan tangannya ke depan untuk berjabat tangan dengan Andien. Sial! Andien seakan-akan terjebak di sana. Mau tak mau ia terpaksa menerima jabat tangan Bianca, "Andien," jawabnya pendek tanpa ekspresi. "Aku sekretaris baru Jayden." Andien tersenyum kecil, berusaha terlihat tidak peduli. "Oh." Bianca melanjutkan dengan antusias, "Jayden memintaku untuk menggantikan posisi kamu untuk sementara di perusahaan. Dan, karena dia tertarik dengan kinerjaku yang sangat bagus, dia pun mengajakku liburan kemari sebagai reward."

  • Aku Yang Dikhianati Mendadak Nikah Dengan Presdir    Menerima Tawaran Sang Mantan

    Sontak Andien berbalik badan, dadanya bergemuruh, ia langsung gugup."Edgar?" Wajah Andien sedikit memutih dan gelisah. Ia takut Edgar melihat dirinya bertemu dengan Jayden, mantan kekasihnya tadi.Melihat Andien seperti ketakutan melihat dirinya. Edgar menatapnya dalam-dalam dan bertanya, "Andien, kau tidak apa-apa, 'kan?" Andien menggeleng cepat, segera menguasai dirinya. "Tapi... kenapa kamu kemari?""Menyusulmu! Kau seharusnya mengabariku datang berbelanja kemari," tegas Edgar seperti memperingatkan.Edgar lagi berkata, "Aku menunggumu di kamar hotel, dan mencarimu di supermarket lantai dasar hotel, tapi tidak ada. Maka aku kemari." "Apa kau pikir aku mau melarikan diri!" ujar Andien tertawa kecil untuk menghilangkan rasa gugupnya.Santai Edgar menaikkan salah satu alisnya, "Apa kau sudah siap menerima konsekuensi dari nenek?""Aku rasa nenekmu juga tidak akan bisa mencariku di negara seluas ini," ujar Andien dengan tawa mengejek.Andien bergeser ke samping sembari mengekorkan s

  • Aku Yang Dikhianati Mendadak Nikah Dengan Presdir    Diremehkan Mantan

    "J-Jayden," desis Andien mengepal kuat telapak tangannya. Tubuhnya bergetar hebat berhadapan dengan pria tampan tersebut. Andien berusaha tetap berdiri tegak di lorong supermarket, matanya tidak lepas dari pria di depannya. Jayden, mantan kekasih yang telah menghancurkan hatinya, kini berdiri di depannya dengan senyuman yang mempesona. Seolah dia tidak merasa bersalah dengan semua yang sudah dilakukan terhadap Andien.Andien merasa seperti ditampar, rasa sakit dan kemarahan yang telah lama dipendam kembali muncul ke permukaan. Sekilas melihat wanita yang kebingungan di samping Jayden. "Maaf, anda menghalangi jalan saya," ucapnya memutar balik. Ia berusaha untuk tetap tenang, pura-pura tidak mengenalinya, dan bergegas pergi dari sana. Namun, Andien tidak bisa menghilangkan rasa penasaran dan kemarahan yang seketika bergejolak di dalam hatinya. Andien segera mengirimkan pesan kepada sahabatnya, meminta konfirmasi tentang keberadaan Jayden di tempat itu. ["Kamu tahu, kenapa Jayd

  • Aku Yang Dikhianati Mendadak Nikah Dengan Presdir    Dikagetkan Seseorang

    "Tahu apa dia? Aku bahkan tidak mengenalnya!" Andien menjawab ketus. Edgar menghela nafas pendek. Dia tak ingin membahasnya lagi. Dia hanya perlu bicara dengan Margaret nanti untuk menanyakannya."Iya. Aku percaya padamu."Andien dan Edgar tiba di sebuah hotel mewah dengan pemandangan laut yang indah. Mereka sengaja memesan kamar hotel tersebut untuk kenyamanan perjanjian mereka sebelumnya."Kau sudah mengabari nenek kalau kita berbulan madu kemari?" Andien bertanya seraya sibuk merapikan isi kopernya."Tidak perlu. Ini juga untuk kenyamanan kita yang tidak perlu nenek tahu.""Kau tahu nenek punya mata-mata yang bisa saja melaporkan ini kepadanya, Edgar!" peringat Andien berpindah duduk dekat Edgar. "Apa kau yakin keputusanmu ini tidak mempersulit perceraian kita nanti?" tanya Andien, sambil memandang Edgar dengan rasa ingin tahu. "Kau mau menanggung resiko terburuk dari nenek?"Edgar menghela nafas berat. Seolah tengah memikirkan hal yang rumit."Aku sudah memikirkan itu, Andien.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status