Mag-log inKehilangan sang kakak dan dikhianati sang pacar, seketika mengubah hidup Andien Clouwi jadi begitu menyedihkan. Ditengah kesedihannya, Andien malah dipertemukan dengan Edgar Mathew, pria mengesalkan. Yang tanpa sengaja keduanya bertabrakan saat di dalam kereta api. Akibat insiden kecil tersebut, Andien melakukan kesalahan kecil, berujung dituntut oleh Edgar dengan memberi dua pilihan sulit. Kira-kira kesalahan apa, ya yang dilakukan Andien? Penasaran, pilihan sulit apa yang diberikan Edgar untuk Andien? Yukk, temukan di; Aku Yang Dikhianati Mendadak Nikah Dengan Presdir
view moreJayden tersenyum sinis, matanya memandang Edgar dengan rasa leceh. "Uang?" Dahi Andien berkerut, ia kebingungan dengan sikap Jayden yang seolah tidak paham maksudnya. "Apa yang kamu lihat dari kekasihmu ini, Andien?" tanya Jayden mengalihkan pembicaraan. Edgar yang tampak tenang itu, tiba-tiba tersenyum dingin. "Kamu ingin tahu siapa aku, Jayden?" Andien menahan tangan Edgar, agar suaminya itu tidak terpancing dengan sikap lancang Jayden. Jayden mengangkat alis, "Apa? Kamu cuma pria kasihan yang kebetulan jadi pacar Andien. Dilihat-lihat tidak ada yang spesial dari penampilanmu." Jayden menarik tangan Bianca membantunya berdiri, kemudian memberikan dompet di tangannya kepada Bianca. Dalam hati Jayden tidak mau terlihat miskin di depan Andien. Dia ingin menunjukkan kekuasaannya untuk mendominasi Andien. Jayden mengangkat dagu angkuh. Kemudian meminta Bianca selingkuhannya itu untuk menceritakan kebesaran nama baik dan perusahaan miliknya. "Ceritakan tentang peru
"Apa maksudmu? Aku ini suamimu!" "Ahh... maksudku kita terikat pernikahan sah!" Edgar mengingatkan Andien tentang status mereka.Andien menghela nafas pendek, menjawab dengan nada datar, "Kau jangan lupa, kita menikah terpaksa dan segera bercerai, Edgar.""Tapi... sekarang ini bukan membahas pernikahan kita, Edgar. Aku cuma perlu butuh bantuanmu malam ini, selesai." Edgar terdiam sejenak, kemudian menatap dalam wajah Andien. "Apa yang kau katakan pada Jayden tentang kita?" tanyanya pelan."A-aku tidak mengatakan apapun padanya. Jayden tidak bertanya soal itu.""Lalu, kenapa kau tidak jujur saja padanya, Andien?""Edgar, apa kau lupa perjanjian kita?" Andien balas bertanya seolah mengingatkan Edgar."Yah, aku ingat! Tapi kau harus memikirkan kesehatan nenek." Beberapa saat Edgar terdiam, matanya menelisik di wajah Andien, pelan bertanya, "Jangan bilang, setelah kita bercerai nanti, kau berniat ingin kembali kepadanya. Apa itu rencanamu?""Aku rasa itu bukan urusanmu. Sekarang kau
Andien bergeming, bibirnya seakan terkunci rapat, ia hanya terdiam melihat Bianca berdiri di depannya. Andien mencoba menyembunyikan rasa cemburu dan amarah yang seketika membara di dalam hatinya, berhadapan dengan wanita yang telah menghancurkan hubungannya dengan Jayden. "Ahh, maaf, apa kita bisa bicara?" tanya Bianca terdengar basa-basi. Nada suaranya dibuat-buat bersahabat. "Aku Bianca," ujarnya memperkenalkan diri dengan memberikan senyum manisnya. Mengulurkan tangannya ke depan untuk berjabat tangan dengan Andien. Sial! Andien seakan-akan terjebak di sana. Mau tak mau ia terpaksa menerima jabat tangan Bianca, "Andien," jawabnya pendek tanpa ekspresi. "Aku sekretaris baru Jayden." Andien tersenyum kecil, berusaha terlihat tidak peduli. "Oh." Bianca melanjutkan dengan antusias, "Jayden memintaku untuk menggantikan posisi kamu untuk sementara di perusahaan. Dan, karena dia tertarik dengan kinerjaku yang sangat bagus, dia pun mengajakku liburan kemari sebagai reward."
Sontak Andien berbalik badan, dadanya bergemuruh, ia langsung gugup."Edgar?" Wajah Andien sedikit memutih dan gelisah. Ia takut Edgar melihat dirinya bertemu dengan Jayden, mantan kekasihnya tadi.Melihat Andien seperti ketakutan melihat dirinya. Edgar menatapnya dalam-dalam dan bertanya, "Andien, kau tidak apa-apa, 'kan?" Andien menggeleng cepat, segera menguasai dirinya. "Tapi... kenapa kamu kemari?""Menyusulmu! Kau seharusnya mengabariku datang berbelanja kemari," tegas Edgar seperti memperingatkan.Edgar lagi berkata, "Aku menunggumu di kamar hotel, dan mencarimu di supermarket lantai dasar hotel, tapi tidak ada. Maka aku kemari." "Apa kau pikir aku mau melarikan diri!" ujar Andien tertawa kecil untuk menghilangkan rasa gugupnya.Santai Edgar menaikkan salah satu alisnya, "Apa kau sudah siap menerima konsekuensi dari nenek?""Aku rasa nenekmu juga tidak akan bisa mencariku di negara seluas ini," ujar Andien dengan tawa mengejek.Andien bergeser ke samping sembari mengekorkan s






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu