Alpha Ciandra, The Vengeful Outcast

Alpha Ciandra, The Vengeful Outcast

last updateLast Updated : 2023-04-23
By:  kerrynOngoing
Language: English
goodnovel16goodnovel
10
7 ratings. 7 reviews
142Chapters
4.7Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

The Vagabond Pack was destined to protect, be mate-less, and be unaffected by the heating season. When Alpha Ciandra's period arrived, she left immediately, leaving behind the pack under her beta's leadership. Aware of the cruelty of the alpha she was fated to protect, she was confident she would manage, after all, she was strong and focused, little did she know she was walking into forever damnation. With his cruel, noxious, and possessive traits, he needed a strong warrior to guard him and not some feeble wolf who would crumble under his command. Alpha Alphonso got more though, a second chance mate, and hell, he couldn’t miss the opportunity of turning her into a mere wolf by defiling her against her wish. Once the elders learned of their ‘relationship’, Alpha Alphonso blamed and rejected her. The elders cast her out, turning the once great Alpha Ciandra into a broken wolf. With her previous pack shunning her, she fled only to be captured by Alpha Alphonso's men and went through hell inside the Dark Shadow Pack. Once she managed to escape, she promised herself to return to avenge herself and make everyone pay, even the moon goddess who betrayed her by giving her a mate she never asked for. She was going to, no matter what it took.

View More

Chapter 1

No News From Alpha Craton

Tiga tahun menikah dengan Roman Alister, pewaris tunggal keluarga Valeriano, Sabiya tidak pernah diajak ke acara publik.

Meski begitu, ia tidak pernah merajuk atau menuntut. Sabiya percaya sang suami melakukan itu sebagai bentuk cintanya yang luar biasa.

"Klan musuh selalu mencari kelemahanku, Sayang," kata Roman suatu malam, sambil mengusap rambut Sabiya yang hitam pekat. 

"Mereka tidak segan menculik orang yang kucintai. Aku tidak bisa mengambil risiko kehilanganmu."

Sabiya hanya mengangguk patuh, karena ia tak mampu menjawab dengan suara. 

Roman selalu menjaganya. Memberinya rumah megah di pinggiran kota yang tenang, dikelilingi taman mawar yang Roman tanam sendiri.

Sang suami membelikannya gaun-gaun mahal, perhiasan, dan mobil mewah meski Sabiya tak pernah memintanya. Bahkan seluruh keluarga tahu betapa Roman memanjakannya.

Sabiya tidak pernah merasa kurang. Ia adalah gadis bisu yang beruntung karena dicintai pria sehebat Roman.

Namun, malam ini, Sabiya melanggar kepatuhannya untuk pertama kali. Ia ingin memberikan kejutan pada suaminya, di perayaan pengangkatan Roman sebagai pemimpin tertinggi keluarga Valeriano.

Sambil memegang kotak beludru berisi pin platina dengan ukiran nama Roman, Sabiya melangkah menyusuri koridor Hotel Victoria. 

Dengan wajah yang tersamar di balik syal sutra dan topi hitam, Sabiya memilih memutari hotel menuju pintu belakang. Ia sengaja menghindari anak buah Roman yang berjaga di sekitar lobi utama.

Sambil berjalan cepat, Sabiya merasakan jantungnya berdebar kencang. Bukan hanya karena ia melanggar perintah untuk tetap diam di rumah, tetapi karena ia membawa hadiah yang jauh lebih besar dari sekadar perhiasan.

Setahun terakhir, Sabiya menjalani terapi wicara yang menyiksa secara diam-diam.

Dokter Evelyn, seorang spesialis terapi langka di kota Aldena, terkejut saat Sabiya menuliskan permintaannya.

"Anda ingin mencoba terapi pita suara? Tapi, prosesnya akan sangat menyakitkan."

Sabiya menulis : “Saya tidak peduli. Saya ingin suami saya mendengar suara saya.”

Akhirnya, dimulailah ritual bulanan yang mengerikan. Dokter Evelyn menyuntikkan cairan kortikosteroid langsung ke pita suara Sabiya, menimbulkan rasa terbakar yang menjalar dari tenggorokan hingga ke dada.

Ada kalanya Sabiya muntah-muntah di kamar mandi, menahan tangis agar asisten rumah tangga tidak mendengar. Terkadang, ia bahkan tidak dapat menelan apa pun selain bubur dan air hangat.

Meski begitu Sabiya tetap bertahan. Setiap kali rasa sakit itu datang, ia membayangkan wajah Roman saat pertama kali mendengar suaranya. Ia yakin sang suami akan terkejut, lalu memeluknya penuh rasa haru.

Malam ini, Sabiya akhirnya bisa mengeluarkan suaranya yang telah mati selama lima belas tahun, sebagai persembahan cinta untuk Roman.

Tanpa pikir panjang, gadis itu berjalan menuju ruang private party yang terletak di lantai paling atas. Sabiya cukup mengenali seluk-beluk Hotel Victoria, karena ia dan Roman pernah merayakan ulang tahun pernikahan di sini.

Sabiya tahu di area private party, Roman tidak mengizinkan anak buahnya berkeliaran. Meski begitu, tangan kanannya tetap meremas kotak hadiah dengan gugup,

Setelah menyusuri koridor yang sepi, Sabiya akhirnya tiba di ambang pintu ruang pesta. Namun, langkahnya terhenti sejenak.

Khawatir kehadirannya akan mengganggu, Sabiya memutuskan untuk mengintip lebih dulu melalui kaca kecil yang terletak di atas pintu.

Sedikit berjinjit, ia melayangkan pandangan ke dalam ruangan.

Mata Sabiya langsung tertuju pada sosok Roman yang menjadi pusat perhatian. Namun, suaminya itu tidak duduk sendirian sebagai pemilik pesta.

Di samping Roman, ada seorang wanita cantik yang menempati kursi kehormatan. Wanita itu mengenakan gaun merah marun yang menonjolkan lekuk tubuhnya dengan sempurna. 

Sabiya sempat menarik napas.

Ah, Roman mengajak Clara lagi. Wajar saja, sebab kakak tirinya itu masih berduka usai kehilangan suaminya enam bulan lalu. Roman hanya ingin menghiburnya.

Selain itu, Clara juga bekerja sebagai karyawan baru di Valeriano Corp. Tidak ada yang aneh bila dia ikut serta dalam pesta ini.

Sabiya sudah hampir mendorong pintu untuk memberi kejutan. Ia ingin Roman melihatnya di sini, melihat betapa ia berusaha keras untuk hadir di momen penting sang suami.

Akan tetapi, percakapan yang ia dengar dari dalam ruangan, membuat Sabiya membeku di tempat.

"Bersulang untuk Roman dan Clara! Pasangan paling serasi di kota Aldena!" seru Marco, rekan bisnis sekaligus teman baik Roman. “Sepertinya, takdir memang berpihak pada kalian."

Tawa riuh langsung memenuhi ruangan. Clara hanya tersenyum malu-malu, tanpa ada nada bantahan. 

"Jangan bicara begitu," ucapnya lembut sambil melirik Roman, "Bagaimanapun, Roman ini adik iparku. Dia masih menikah dengan adikku, Sabiya."

"Ayolah, Clara! Untuk apa kalian membohongi diri lagi?" sela Dimitri, sahabat Roman sejak kecil. Ia menepuk bahu Roman penuh semangat. 

"Jangan membuat diri kalian menderita hanya karena wanita seperti Sabiya. Kau pantas bahagia, Roman."

Ruangan menjadi hening sejenak. Roman menggenggam gelas wine-nya dengan ekspresi yang sulit dibaca.

Lutut Sabiya mendadak terasa goyah. Apa maksud perkataan teman-teman Roman itu?

"Benar," timpal Diana, adik sepupu Roman yang sejak dulu selalu bersikap sinis padanya. 

"Kak Clara, kau tahu kenapa Roman tidak pernah mengajak adikmu ke pesta? Bukan karena dia bisu, tapi Roman tidak ingin orang-orang tahu kalau Sabiya adalah Nyonya Valeriano."

Air mata mulai menggenang di pelupuk mata Sabiya. Ucapan Diana kali ini telah menghantamnya seperti pukulan telak di ulu hati.

"Sampai sekarang Roman juga tidak punya anak dengan Sabiya.” Diana melanjutkan dengan nada mengejek. "Itu karena dia selalu setia padamu, Kak Clara. Roman cinta mati padamu."

Clara tampak terkejut, matanya berkaca-kaca menatap Roman. "Roman, benarkah itu?"

Marco langsung menimpali sebelum Roman sempat menjawab. "Clara, kami akan memberitahumu sebuah rahasia besar. Roman menikahi Sabiya hanya agar dia bisa dekat denganmu.”

Beberapa teman Roman mengangguk bersamaan sebagai tanda persetujuan mutlak.

"Pengorbanan Roman selama tiga tahun ini sangat banyak. Sudah saatnya kalian berdua bersatu."

Saat itu juga, rongga dada Sabiya terasa sesak. Seluruh tubuhnya menggigil, meski udara di luar tidak terlalu dingin.

Ingatan demi ingatan berhamburan di kepalanya bagaikan serpihan kaca yang retak.

Setiap senyum Roman, setiap pelukan hangat di malam hari, setiap kali ia mengatakan "Aku mencintaimu", apakah semua itu hanya bagian dari sandiwara?

Di balik pintu, Sabiya masih menunggu Roman membela dirinya. Ia menunggu Roman mengatakan bahwa semua itu bohong. 

Namun, suaminya hanya terdiam, membiarkan setiap kata hinaan itu menguliti harga dirinya di depan semua orang. 

Roman justru menikmati setiap detik di mana ia menjadi bahan tertawaan dan olok-olok di antara teman-temannya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviewsMore

Laizah Ruth
Laizah Ruth
I love the start, character development and the plot I'm general...i can't wait to see what happens next
2023-03-06 17:07:54
1
0
Sumpto Midway
Sumpto Midway
Interesting book. Particularly invested in Ciandra's story.
2022-12-13 05:49:37
2
0
Surreal Ink
Surreal Ink
Catchy beginning. Loving this book already.
2022-12-03 17:49:59
2
0
Mide_writes
Mide_writes
Nice plot and storyline. The synopsis was also a good catch. Description ... plot ... character development ... All in all a good read.
2022-12-03 16:41:55
3
0
Daniell
Daniell
This book is getting more interesting than I thought. Ciandra already met with her mate. cool. Is he going to accept her? I can't wait. upload more. EXCELLENT WORK..
2022-11-26 05:15:58
3
1
142 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status