LOGINNova Scott is a 23 year old scientist. She's strong, beautiful and one of the best scientists you'll ever find. One mistake and she gets caught up in a time warp which takes her 5 centuries backwards. She's mistaken for the princess and forcefully betrothed to the most cold, ruthless and dangerous King in history. Will she fight back? Will she survive and get out of there before it's too late? Or will she follow her destiny?
View MoreSeorang wanita mematung dan membeliak kaget saat mendengar suara menjijikan di kamar calon suaminya. Suara dua insan yang sedang--
'Akkhh ....' Dadanya berdenyut nyeri bak tersayat duri. "Dion, kamu sudah melamar anak haram itu, serius mau menikahinya?" Wanita itu menajamkan rungunya. Ya, mereka sedang membicarakannya. "Aku menikahinya? Buat apa? Aku bertahan sama dia selama ini cuma buat kamu, Vio. Bukannya kamu mau lihat dia hancur? Aku buat dia jatuh cinta sampai gila, lalu aku lamar, dan setelah itu aku buang." Tawa remeh mereka membuat dada wanita itu semakin sesak. Amber-wanita 26 tahun itu kini telah berdiri mematung di dalam apartemen kekasihnya. "Dion? Viona?" Amber tajamkan rungunya, berharap suara-suara itu hanya ilusi, tapi ternyata ... nyata. Amber membawa satu kotak cake kecil yang dia hias sendiri. Dua tahun bersama dan malam ini, sebenarnya dia ingin memberi kejutan kecil untuk kekasih yang juga bisa dibilang calon suaminya. Akan tetapi, yang menyambut bukan pelukan hangat, melainkan suara menjijikan. Langkah Amber pelan, berusaha tanpa suara. Dia mendekat ke pintu kamar yang tidak ditutup rapat. Suara dua insan jadi semakin jelas dan membuatnya merinding. Dua tangannya terkepal kuat. "Dion, apa kamu pernah menikmati tubuh Amber?" "Jangan bercanda. Aku mana bisa bergairah sama wanita seperti Amber." Amber terdiam di balik tembok sebelah pintu. Napasnya tertahan. Tangannya mencengkram kuat kotak cake. 'Bukannya Viona hampir menikah? Apa calon suaminya tahu soal apa yang saat ini Viona lakukan?' batin Amber. Viona adalah kakak tirinya. Wanita yang selalu menatapnya seperti duri, kalau berbicara padanya selalu tajam. Dan bila tersenyum, seperti racun. Lalu, Amber mendorong kuat pintu kamar itu, membuat daun pintu membentur tembok. "Bagus! Luar biasa! Kalian memang pasangan brengsek!" Dion sontak melotot kaget. "Amber! Bagaimana kamu bisa ada di sini?!" Dion cepat melepaskan diri dari Viona, memungut celana yang tergeletak di lantai lalu mengenakannya tergesa. Amber menyipitkan mata, terkekeh sinis. "Jangan buru-buru, Dion. Nikmati saja hasil kebusukan kalian." Viona menggeram keras sambil menarik selimut menutupi tubuhnya. "Dasar wanita nggak tahu malu! Ganggu kesenangan orang saja!" Lalu, Dion mendekat cepat. "Sejak kapan kamu datang, Amber?" Amber tersenyum miring, sorot matanya tajam. "Sejak aku sadar kalau kamu adalah pria terbrengsek di dunia ini yang tidur dengan calon ipar." Dion melotot diam. "Ini buat waktu dan ketulusanku yang terbuang sia-sia selama ini!" Tangan Amber langsung terangkat. Satu tamparan keras mendarat di pipi Dion hingga meninggalkan bekas merah menyala. "Amber!" Dion meraung geram, memegang pipinya. Dada Amber naik turun menatap tajam. "Apa?" Saat tangan Dion terangkat ingin membalas, tapi Amber cepat mengambil box cake yang tadi dia bawa. Dengan cepat cake itu dilemparkan tepat ke wajah Dion. "Dan ini aku bawa spesial buat kamu!" Wajah Dion seketika berlumur cream. Viona menjerit. "Amber! Kurang ajar kamu!" Amber tersenyum getir, matanya menatap Viona yang hendak bangkit, tapi urung karena tubuhnya masih tak berbalut kain. Dia memungut sisa cake yang tercecer, lalu melemparkan ke arah Viona. "Ini juga spesial buat wanita tak tahu diri sepertimu!" Viona menjerit makin kesal. "Amber! Aku pasti akan membalasmu nanti!" Dia menggeram mengusap cream di wajahnya. Amber menatap dingin. "Silakan. Aku justru menunggu kapan kamu berani keluar dari sarang tikusmu!" Lalu, Amber cepat berbalik. "Silahkan lanjutkan permainan kalian!" Dia melangkah pergi. Dion mencoba menahan tangan Amber saat dia hendak pergi. "Amber, tunggu dulu!" Amber menghempaskan tangan Dion kasar. "Lepas! Mulai sekarang, kita nggak ada hubungan apa pun lagi. Nggak akan ada juga pernikahan!" Wanita itu melanjutkan langkahnya menuju pintu. Sesaat sebelum melangkah keluar, dia menoleh sedikit. "Vio, ambil sampah itu. Aku nggak butuh pecundang seperti dia!" Setelah keluar dari apartemen, Amber cepat masuk lift. Beruntung hanya ada dia seorang. Dia lekas mengangkat dagunya agar hatinya lebih kuat. Sorot matanya kosong. Dia berdiri mematung. Punggungnya pelan bersabar lemas, lalu perlahan merosot. "Dion ... Viona ... Akhhh. Kalian benar-benar tak tahu malu." Dia memukul-mukul dadanya sendiri. "Aku benar-benar bodoh! Bodoh sampai nggak paham dengan gelagat kalian berdua!" Napasnya pendek-pendek, bak tercekik di tenggorokan. Jantungnya berdetak terlalu keras, dadanya terasa makin sesak. "Anak haram?" Amber tertawa miris ditengah derai air matanya. Amber adalah anak dari istri siri ayahnya. Dan masuk keluar itu dengan status anak angkat. Miris bukan, tapi demi ibunya, dia diam menahan penghinaan selama ini. Yang lebih menyesakkan. Dion--pria yang dia pikir akan jadi pelabuhan terakhirnya. Pria yang dia percaya, dia pertahankan, bahkan saat semua orang bilang Dion hanya numpang hidup di hati dan dompetnya. Kini malah menertawakannya dari balik selimut bersama Viona. ------ Seorang pria tampan berbadan tegap berdiri di depan cermin tinggi. Setelan jas pengantin hitam arang membingkai tubuhnya yang sempurna. Tangannya merapikan jasnya. Sorot matanya tajam pada pantulan dirinya. Sang asisten masuk mendekat dan berbisik, "Pak Rey, pengantin wanitanya kabur." Tangan Reyvan, pria 30 tahun itu berhenti di dua sisi jas. Tatapannya tidak bergeser dan makin tajam. Atmosfer mendadak menegang. "Ulangi!" Suaranya rendah menekan. "Tuan besar memutuskan pernikahan tetap berjalan, tapi mempelai wanita akan diganti." Mata Reyvan melirik tajam. "Siapa?" "Anak angkat keluarga Dinata." Senyum sinis tipis muncul di bibir Reyvan. "Anak haram itu?" Prama mengangguk. "Bukan anak haram, tapi hasil pernikahan siri Tuan Dinata yang tak diakui." Reyvan menahan napasnya tiga detik. Lalu mendesis pelan. "Jadi mereka pikir aku ini boneka keluarga Dinata yang bisa seenaknya saja mereka permainkan? Heh! Mengganti mempelai?" "Tuan besar ingin menjaga kehormatan keluarga, Pak." Reyvan membalikkan tubuhnya. Tanpa kata lagi, dia keluar kamar dan berjalan menuju kamar mempelai wanita. Dan tanpa mengetuk, dia membuka pintu. Seorang wanita kaget dan sontak menatap arah pintu. Matanya menatapku lekat pria tampan yang kini juga menatapnya intens tajam. Amber tahu dia siapa. Reyvan Kalingga--CEO di perusahaan tempat dia bekerja. Amber memang dilarang bekerja di perusahaan keluarganya sendiri karena Viona. Dia dianggap akan merebut harta kekayaan keluarga Dinata. Sorot mata tajam Reyvan langsung memindai sisi ruang. Lalu, dia tersenyum tipis. "Kenapa kalian masih di sini?" Tuan muda Reyvan menatap tajam pada mua di sana, dan tak butuh waktu lama mereka keluar tergesa. Hanya tersisa wanita dengan wajah datar dan tatapan kosong. Amber kini berdiri anggun dengan balutan gaun pengantin warna putih menjuntai anggun. Dia diam menatap pantulan wajahnya. Dari cermin itu, dia dapat melihat sosok Reyvan yang pelan mendekatinya. "Bagus. Jadi ini yang katanya pengganti pengganti?"It was the first time I was feeling like a real princess with a lovely dress and pretty hair.I had worn a coral coloured gown with frills flowing downwards and a sweetheart neckline on the top. I walked towards the dining room nervously but also with a hint of excitement only to find Cassandra kissing Nicholas, which was like a huge blow to the face.I guess fairy tales do no really exist. It was rather a harsh cruel reality which knocked be back into my senses. The sight in front of me was too much to bear, so I ran. I simply ran back towards my chambers without looking back. I had to get out of here, hence I ran.My vision was clouded with fresh tears but I didn’t dare blink. I couldn't let them fall, I knew that. I sprinted across the hallways like an emotional wreck until I bumped into someone and lost my balance. Before I could hit the ground the pers
An unknown anger seethed through my veins after witnessing the scene in front of me. I took a good look at the woman who had just walked in. She was quite tall, with sleek platinum blonde hair cascading down her waist and had thick eyebrows with luscious lips. She was dressed in ostentatious clothes and expensive ornaments which indicated she was royal.She flashed her eyes towards me and an expression of distaste overtook her face. Nicholas had the usual cold expression on his face and he didn’t even attempt to push her as she clinged to him like a lizard.I didn't like that, at all!“What are you doing here, Cassandra?” Nicholas asked her,“Am I not allowed to visit you, my darling Nik?” she said puckering her lips which made me cringe in disgust, “You can visit anytime, make yourself at home” he replied solemnly.I cannot believe he j
Have you ever felt like today’s your last day on this planet?As if you had committed a major sin and you would get executed for it?That was exactly how I felt at this moment, except I didn’t know what my sin was.The Devil walked towards me stealthily with a deadly expression on his face which absolutely terrified my soul. And I knew I was doomed. He stopped at an arm’s length from me. I gathered the last pieces of courage I had and asked,“What’s wrong? Why are you angry?”He let out a growl as he slammed me to the wall with such a force that the back of my head collided with the wall painfully. He took both of my wrists and held it behind me which made me wince in pain. His long fingers enveloped my throat gripping it firmly, while his other hand was enough to secure my wrists in place.“You have the nerve to ask me what is wrong? Why don’t you ask your lover boy Sebastian?” he yelled angr
He settled down on the soft grass, resting his back against the tree. I walked towards him slowly and hesitantly. He kept his eyes on me all the time, observing my every movement. His eyes didn't flicker for a second, as he gazed at me without any expression."So...now what?" I asked trying to break the awkward silence.He held my wrist and in a swift motion pulled me towards him, so that I was now sitting on his lap. I panicked and wriggled, trying to get up, but he gripped my hips with both of his hands, preventing me from moving."Don't move, or I won't be responsible for what I might do next" he said seriously, his eyes darkening every passing second.I stayed still. But on the inside I was nervous and excited. Various reactions were exploding inside my body from being in close proximity with him. I could not look into his eyes and meet his intense gaze, so I looked down at my hands. I'm sure my
I went inside the closet and changed into my nightgown. When I came outside I found King Nicholas standing right outside the door which made me shriek in surprise. Before I could say anything he spoke with an angry tone “You were avoiding me. Why?” 
jewels along with the white diamond?” “Still, not enough” King Nicholas said without any emotion. I was pissed. How much more does this asshole need? Without thinking I got up and said “King Nicholas! If you think that giving up
I woke up in an unfamiliar place. I took in the surroundings and saw I was in a dense woods with tall dark trees around me. My head started pounding as I tried to get off the ground. I felt like I was hit by a bus. I tried to remember what happened. It took a few moments then
“Dr Scott! These equations are theoretically correct but it’s impossible to practically implement them” said Dr Roberts. I knew this was going to happen, like always. Past two months of my life I had literally scratched my brains finding a solution to stabilize subato
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviewsMore