Home / Romansa / Alur Baru Sang Selir Ketiga / Chapter 50: Keluarga Cemara

Share

Chapter 50: Keluarga Cemara

Author: KIKHAN
last update publish date: 2026-01-17 23:09:29

Rhys dan Garrick berjalan beriringan menuju bangunan utama setelah pertemuan dengan para pengawal, membahas kembali insiden penyusupan yang sempat mengguncang kediaman Rhys.

“Markas mereka sudah ditemukan,” ujar Garrick. “Akan kita bawa ke Istana atau—”

“Habisi langsung di tempat,” potong Rhys tanpa ragu, suaranya dingin dan tegas.

Garrick mengangguk, paham sepenuhnya. “Baik, Tuan.” Ia segera berbalik arah, melangkah pergi untuk memimpin pasukan yang ditugaskan menyergap markas kelompok pembero
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 129: Akhir yang Tak Pernah Usai

    “Aku bertemu ayah dan paman Tuan Dylen. Mereka membicarakan inti magis emas bersama kami, tetapi Nona Eira sedikit kesal.” Alverine sengaja menekankan kata sedikit.Raven tampak terkejut. Ia kemudian menepuk bahu Alverine dengan lembut. “Aku selalu bilang Nona Eira sangat menyayangimu. Pasti ada alasannya sampai ia kesal.”“Sedikit, Dame.”“Ya, maksudku sedikit kesal, sayang.”Alverine tersenyum lebar. “Baiklah. Aku mau mandi dulu, lalu istirahat sebentar sambil menunggu Papa pulang.”Ia berhenti sejenak sebelum kembali bertanya, “Kapan Papa pulang?”“Para pengawal bilang sebelum senja.”“Oh.” Mata Alverine berbinar. “Berarti sebentar lagi, ya?”Dame tertawa pelan. “Masih ada lima jam lagi.”Eira tidak sempat melakukan apa pun setelah memasuki kamar.Ia langsung merebahkan tubuh di atas kasur dan, begitu kepalanya menyentuh bantal, tertidur. Energi sosialnya benar-benar terkuras setelah seharian berhadapan dengan keluarga Caelmont.Namun, bahkan dalam tidurnya, Eira tidak benar-benar

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 128: Sampai di Mansion

    Eira tersenyum miring. Apa pun yang dikatakan Dytheron sama sekali tidak membantunya.“Lebih baik tutup mulutmu jika tidak bisa mencari solusi. Hidupku yang dipertaruhkan di sini, tetapi kau dan Dylen terus membicarakan sesuatu yang hanya membuatku semakin terganggu.”Dylen, Dytheron, bahkan Garrick dan Alverine yang telah duduk di dalam mobil, tercengang mendengar ucapan Eira kepada Dytheron.Jika orang lain mendengarnya, Eira sudah pasti akan menjadi buah bibir masyarakat. Ia bisa dicap tidak sopan karena berani bersikap demikian kepada penyihir tertua di Morwenia—seseorang yang begitu disegani, bahkan oleh para murid Marindor.Namun, bagi Eira, Dytheron memang sudah menyebalkan sejak dulu. Tanpa memberi salam ataupun hormat, Eira langsung berbalik dan masuk ke dalam mobil. Tak lama kemudian, mobil itu melaju meninggalkan mereka.Setelah mobil telah berjalan cukup jauh, Dylen meremas dadanya sambil memasang wajah tersakiti dengan ekspresi yang begitu dramatis.“Sakit sekali hatiku m

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 127: Ada Alasan KIsah Eira Terulang Kembali

    Alverine mendongak, sementara Dylen menundukkan kepala sejenak, seolah baru teringat sesuatu.“Mereka belum mengatakan alasan ingin bertemu denganku, Tuan Dylen,” ujar Alverine.Dylen langsung mengangkat wajahnya. “Oh, iya.” Ia menoleh kepada ayah dan pamannya. “Ayah, Paman, kalian bilang ingin bertemu Alverine. Alverine baru saja menanyakannya.”“Kami mendengar bahwa inti magismu telah bangkit,” ujar Dyvar.Alverine menatap Dylen, seolah bertanya apakah dialah yang memberitahukan hal tersebut kepada ayah dan pamannya. Dylen hanya tersenyum kepadanya.“Jawab saja. Tidak apa-apa.”Eira menyimak percakapan itu dalam diam. Entah mengapa, ia sudah bisa merasakan bahwa akan ada sesuatu yang hendak mereka sampaikan—dan firasatnya mengatakan, itu bukan sesuatu yang menyenangkan.Alverine menggenggam ibu jari Eira. “Benar, Paman.”Eira segera menggenggam balik tangan kecil itu. Ia tahu Alverine sedang gugup.“Apa kau sudah bersedia mempelajari sihir?” tanya Dytheron.Dylen segera angkat bicar

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 126: Alverine Mendadak Pemalu

    Eira mengangkat wajah hingga tatapan mereka bertemu.“Maukah kau ikut masuk bersamaku?”Garrick terkekeh kecil. “Aku bukan tidak mau. Tapi tidak bisa. Sudah menjadi tugasku untuk menjagamu dan Alverine dalam jarak tertentu.”Eira semakin gelisah. Jemarinya bahkan mulai meremas ujung pakaian yang dikenakannya.Garrick menangkap perubahan itu.Ia terdiam sejenak sebelum akhirnya menghela napas kecil.“Baiklah. Aku masuk.” Ia menunjuk ke belakang Eira. “Tapi aku akan berdiri di belakangmu saja. Bagaimana?”Wajah Eira seketika melunak. Ia tersenyum lega. “Terima kasih, Garrick.”Garrick hanya mengangguk, lalu mengikuti Eira masuk ke dalam ruangan.“Oh, Garrick. Kau datang juga.” Dyvar Caelmont menyapa begitu melihat Garrick berdiri di belakang sofa. Garrick hanya menundukkan kepala sebagai tanda hormat.“Ini pertama kalinya aku melihat putri Duke Rhys Vance.” Tatapan Dyvar kemudian beralih kepada Alverine. “Dylen bilang namamu Alverine, ya?”Alverine mengangguk malu. Separuh wajahnya bahk

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 125: Alverine Mengunjungi Akademi Marindor

    Di dalam mobil yang melaju dengan kecepatan sedang, Alverine berkali-kali melirik Eira yang sibuk memandangi pemandangan di luar jendela. Mereka duduk berdampingan, tetapi jarak di antara keduanya terasa cukup jauh karena tidak ada percakapan.Alverine kemudian meraih botol minumannya yang berbentuk seperti ransel kecil berwarna merah muda, lengkap dengan penutup menyerupai kepala beruang dan tali yang tersampir di bahunya. Ia meneguk air di dalamnya tiga kali sebelum kembali menatap Eira.“Mami merindukan Tuan Dylen?”Pertanyaan spontan itu langsung membuat Eira menoleh.“Hah?” Eira mengerjap. “Tentu saja bukan begitu maksud kedatanganku.”“Papa bilang begitu,” jawab Alverine polos.Eira masih belum memahami maksudnya.“Papa selalu menemui Mami karena merindukan Mami.”Eira terdiam sesaat, lalu tersenyum geli. “Tidak selalu seperti itu, Alvie.”Alverine memiringkan kepalanya, seolah masih belum percaya. “Benarkah?”Eira hanya terkekeh kecil, lalu kembali memandang ke luar jendela. “P

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 124: Diizinkan Pergi ke Marindor

    “Aku tidak diam-diam pergi ke Akademi Marindor,” bela Eira. “Saat itu aku hendak meminta izin, tetapi Papa Rhys dan Tuan Garrick tidak ada. Jadi aku terpaksa pergi sendirian.”“Ada puluhan pengawal di rumah kita, Mami.”Eira terdiam.Garrick yang sejak tadi hanya menjadi penonton akhirnya turun tangan. “Kalian berdua sudah. Jangan berdebat lagi.”Alverine dan Eira sama-sama menoleh kepadanya, lalu mengembuskan napas pendek.Garrick hanya menggeleng pelan. Dua orang ini benar-benar memiliki bakat luar biasa dalam mencari alasan untuk membela diri.“Ya sudah. Aku mau meminta izin kepada Papa.” Alverine hendak berbalik ketika Eira tiba-tiba berkata, “Aku ikut.”Alverine menoleh.“Kebetulan aku juga punya keperluan dengan Dylen,” lanjut Eira. “Aku bisa membantumu berkeliling di akademi.”Wajah Alverine langsung berbinar. Ia mengangkat kedua ibu jarinya. “Diterima!”Senyum keduanya bertahan sampai mereka benar-benar menemukan Rhys.Senyum itu seketika menghilang.Di teras mansion, Rhys sed

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 4 : Eira yang Lain

    Ketika Rhys sudah berdiri di hadapannya, Velian justru bergeser menutupi sebagian tubuh Garrick dengan tubuhnya sendiri. Garrick mengerutkan dahi, tak mengerti dengan sikap aneh itu.Jika ada yang paling mengenal Rhys, maka itu adalah Velian—karena dialah pencipta tokoh pria ini dalam dunia asliny

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 3: Lepas Kendali

    Pundak Rhys tak setegang biasanya, seolah bersiap mendengar permintaan Eira. “Jika ingin bepergian, bawa saya atau Garrick untuk menemani.” Velian hampir mendengus. Bukankah sama saja? Rhys dan Garrick bagai pinang dibelah dua. “Kalau sendiri, tidak boleh?” tanyanya hati-hati. “Jika kamu ping

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 2: Masuk ke Tubuh Selir Ketiga

    “Nona Eira.” Mata masih terpejam, Velian merasa seperti ada yang memanggil. “Nona Eira.” Suara itu terdengar lagi. Velian sudah terbiasa mimpi tokoh-tokoh dari novelnya. Biasanya pertanda sudah siang, seakan-akan mereka membangunkannya. Dengan malas, ia membuka mata. Seketika terkejut, buru

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 1: Kerajaan Morwenia

    Sebuah negeri di ujung peta dunia berdiri dengan megah: Morwenia. Rakyatnya hidup tenteram di bawah naungan istana, tunduk sepenuhnya pada aturan kerajaan. Negeri itu dipimpin oleh Raja Aethelred IV dan Ratu Isolde VI, pasangan penguasa yang dikenal bijaksana sekaligus berwibawa. Di tangan mereka,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status