Home / Fantasi / Ampun Tuan, Aku Lemas! / Bab 104 Sembur Wajah Suami++

Share

Bab 104 Sembur Wajah Suami++

Author: Tristar
last update Last Updated: 2026-02-26 13:02:00

Setelah sensasi nikmat itu berlalu, Tante Yuna mencabut batang Ares dari apemnya.

"Tante... ayo kita lanjut!" ajak Ares sambil menarik Tante Yuna turun dari tempat tidur, lalu membawanya ke sisi suaminya.

"Mau gaya apa yang kamu pakai menantuku?" tanya Tante Yuna dengan nada manja.

Tanpa berkata-kata, Ares menggendong Tante Yuna, dengan posisi tubuh wanita itu membelakanginya, kedua kakinya di lebarkan, sehingga ape
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 116 Ajak Desi Ke Vila

    Ares duduk di sofa, mengambil cerutu dari kantung celananya, lalu menyalakan. Asap indah di hembuskan, mata Ares memandang wanita yang tampak kelelahan itu dengan sorot mata puas. "Gimana cantik, apa kamu puas?" tanya Ares dengan nada main-main. "Sangat puas!" balas Desi. Wanita itu perlahan membalikkan tubuhnya. Karena posisi pahanya sedikit terbuka, Ares bisa melihat jelas, cairan putih mengalir keluar dari apem wanita itu. "Cantik, vaginamu sudah sangat penuh," ucapnya dengan nada nakal. Desi menatap Ares dengan tatapan genit. "Gimana gak penuh! tuan muda terus menerus keluar di dalam," "Hehe..." Ares tertawa kecil. "Ya sudah, kamu istirahat dulu! setelah kamu pulih, kita pergi dari sini!" "Pergi? ke mana?" tanya Desi bingung. "Tentu saja memberikan apa yang kamu mau! kamu ikut dulu ke vilaku, nanti kita bicarakan bisnis yang kamu mau di sana," Ares menjelaskan. Desi tampak sangat gembira. Dia berusaha bangkit, lalu memeluk tubuh Ares. "Makasih, tuan muda," Ares menga

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 115 Pemula Rasa Ahli++

    Ares meningkatkan kecepatan gerakkannya. Sehingga, suara benturan antara kulit pahanya dan kulit paha wanita itu menimbulkan suara yang cukup keras. "Ahh... tuan muda... sangat enak... terus, ahh... ahh..." Desi tampak semakin menikmati. Tangan Ares berpindah dari pinggang Desi ke payudaranya, lalu dia memberikan remasan di sana. Mendapatkan serangan di dua titik sensitifnya, membuat Desi kewalahan. "Ahh... terus tuan muda, enak banget, ahh..." Gerakan Ares semakin lama semakin cepat. Dia bawah serangan cepat itu, Desi merasa semakin nikmat. Suara desahan, benturan kulit, dan racauan keduanya bergema di dalam ruangan saling bersahutan. Suhu di dalam ruangan terus meningkat, mengikuti peningkatan intensitas permainan keduanya. "Cantik, milikmu sangat nikmat!" ucap Ares dengan suara berat. "Ahhh.... milik tuan juga sangat nikmat, ahh... aku gak pernah menyangka, bercinta akan senikmat ini," Ares menurunkan tubuhnya, lalu mencium bibir wanita itu dengan ganas. Wanita itu l

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 114 Desi Sudah Sangat Pandai++

    Ares menarik wajahnya dari area apem wanita itu. Dia pun duduk sambil menonton Desi yang sedang menikmati puncaknya itu.Setelah rasa nikmat itu berlalu, Desi membuka matanya, bangkit, lalu duduk.Ares menyandarkan tubuhnya, lalu memberi kode kepada wanita itu, dengan cara menunjuk batangnya.Desi berpikir sejenak untuk memahami kode itu, akhirnya dia mengerti apa maksud dari kode tersebut.Desi menyunggingkan senyuman tipis. Dia bergerak turun dari sofa, lalu berlutut di hadapan Ares. Mata indahnya itu terus menatap Ares dengan sorot mata panas. Kemudian tangan lembutnya mencengkeram batang Ares, lalu mulai mengocoknya naik turun."Aku kira... kamu gak ngerti," ucap Ares dengan nada main-main."Aku banyak belajar dari video dewasa! tentu saja mengerti," balas Desi dengan nada genit."Aku ingin melihat.... seberapa jauh kamu belajar! kalau kamu berhasil membuatku nikmat, berati kamu sudah sangat pandai," ujar Ares."Baiklah, akan aku tunjukkan," balas Desi.Desi menjulurkan lidahnya,

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 113 Imbalan, Modal Usaha++

    "Apa yang kamu inginkan?" tanya Ares dengan nada santai. Dia tak keberatan dengan permintaan wanita itu. "Sebenarnya aku ingin membuka usaha sendiri. Aku ingin berkembang, tidak mau selamanya menjadi pekerja," ucap Desi dengan tegas. "Itu bukan masalah! sebutkan saja berapa yang kamu butuhkan! aku akan memberikannya," ujar Ares dengan nada santai. Tangan nakal pria itu sudah merambat area payudara wanita itu, dan perlahan membuka kancing kemeja di area tersebut. Desi membiarkan apa yang di lakukan Ares, dia tampak fokus berpikir. "Aku ingin membuka tempat pemandian air hangat dan sekaligus tempat pijat! aku belum sih kalau masalah modalnya," ucap Desi. "Gak masalah! aku akan memberikan modal yang cukup untukmu membangun tempat pemandian dan tempat pijat yang mewah," Ares berkata dengan serius. Desi menggelengkan kepalanya. "Gak perlu terlalu mewah, tempat sederhana sudah cukup! kalau terlalu mewah, aku akan sulit mengembalikan uang tuan muda," ucap Desi buru-buru. Be

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 112 Wanita Cantik Menghampiri

    Ares mengambil ponselnya di kantungnya celananya, kemudian dia mengambil beberapa foto token tersebut, lalu mengirimkannya ke anggota di pusat Organisasi Star Moon.Ares menelepon seorang anggota pusat. Dia memberi instruksi untuk mencari tahu tentang token kunci tersebut.Tak lama, telepon berakhir."Masalah token selesai. Sekarang tinggal mengatasi masalah hasratku ini! kalau gak di atasi bisa bahaya," ucapnya dengan nada nakal.Ares bangkit, lalu melangkah pergi keluar dari ruangan tersebut. Tak lupa, dia menutup pintu ruangan itu.====Ares berkeliling di dalam gedung perusahaan. Sepanjang jalan dia bertemu banyak karyawan wanita, namun tak ada satupun yang menarik perhatiannya."Gak ada satupun yang menggugah selera," gumam Ares di dalam hati dengan nada pahit.Ares berpikir, jika dia tak menemukan wanita cantik di sini, dia akan pergi ke Club Moon Light untuk meminta jatah kepada Meli atau Sisil.Saat dia hendak masuk ke dalam lift dan turun ke lantai bawah, tiba-tiba ada seoran

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 111 Gagal Enak Lagi

    Tiba-tiba, notifikasi pesan memecah suasana. Notifikasi pesan tersebut berasal dari ponsel Cantika. Cantika segera meraih ponselnya dan membuka pesan yang baru saja masuk itu. Setelah membacanya, Cantika berkata, "Ares, aku harus pergi! ada pekerjaan yang harus aku urus," ucap Cantika dengan nada lesu. Ares mengelus rambut bergelombang wanita itu dengan lembut sambil membalas, "Kalau kamu merindukanku, hubungi saja aku! aku pasti menemuimu." Cantika mengangguk, sambil menyunggingkan senyuman cerah. Cantika melepaskan pelukannya, mengambil tasnya, lalu bangkit. "Bu, aku pergi yah!" ucap Cantika kepada Tante Sandra. "Iya, hati-hati di jalan," balas Tante Sandra dengan nada lembut. "Dah... pria tampan, sampai berjumpa kembali," Cantika melambaikan tangannya ke arah Ares, lalu melangkah pergi dari ruangan tersebut. Cantika tak menanyakan kenapa Ares masih berada di sana. Entah karena dia lupa, tau tidak memedulikan hal tersebut. ==== Setelah Cantika sudah pergi jauh.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status