LOGINKeysha menatap Ares dengan tatapan kesal. "Pria nakal, kamu benar-benar membuatku malu!" teriak Keysha, keanggunan dan ketenangannya benar-benar runtuh. Keysha ingin melempar Ares oleh dokumen yang ada di mejanya, tapi Ares langsung menahannya. "Cantik, kamu jangan galak-galak oke," ucap Ares, sambil menahan kedua tangan Keysha. Keysha memberontak. "Lepaskan aku! aku ingin memukulmu," Ares tertawa, dia bangkit berdiri, lalu berjalan ke belakang tubuh Keysha. Dengan berani, Ares memeluk Keysha dari belakang, dagunya di letakkan di bahu wanita itu. Keysha yang awalnya kesal, seketika menjadi tenang. Dia berkata dengan suara pelan. "Kamu, mau apa?" tanyanya, sambil melirik sedikit ke arah wajah Ares beberapa. "Aku hanya ingin memelukmu, karena ini merasa menyenangkan," Ares menjawabnya dengan nada lembut. "Awas...awas kamu, kalau berbuat...yang tidak-tidak!" ucap Keysha, dengan nada kaku, sambil mengalihkan pandangannya lagi ke laptopnya. Untuk mengusir kegugupannya, Keysha k
Ares mengikuti lokasi perusahaan, yang Keysha kirim kepadanya. Beberapa saat kemudian, dia sampai di perusahaan Keysha. Kedatangan mobil sport edisi terbatas, membuat para karyawan perusahaan heboh. Mereka menatap mobil Ares dengan tatapan kagum dan penasaran."Pagani Zonda! pasti dia orang penting," ucap salah satu karyawan."Ingat, jangan sampai menyinggungnya!" ucap karyawan, yang terlihat senior di sana. Karyawan itu mengingatkan karyawan lainnya. Bagaimana pun orang yang berstatus tinggi, tidak boleh di singgung dengan mudah.Ares turun dari mobil dengan gerakan santai, tapi di mata para karyawan, gerakan Ares itu terlihat keren. Apalagi para wanita, saat melihat wajah tampan Ares, mereka langsung berbunga-bunga."Wow, sangat tampan! apa dia seorang pangeran?" ucap karyawan wanita, dia hampir lemas, hanya melihat wajah tampan Ares.Are berjalan dengan santai, senyuman selalu menghiasi wajahnya.Seorang pria berjas rapi, menghampiri Ares, lalu menyapanya dengan sopan."Selamat d
Ares mengeluarkan 3 kalung dan 3 cincin dari dalam cincin penyimpanannya. Ketiga wanita itu menatap dengan tatapan kagum. "Kok bisa muncul 3 kalung dan 3 cincin, apa kamu sedang sulap?" tanya Stevani, dengan bingung. Ares menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum. Dia menjawab. "Ini bukan sulap! kalung dan cincin ini berasal dari cincin ini," Ares menunjuk ke sebuah cincin di jari tangannya. "Apa itu cincin penyimpanan?" tanya Meli. Tentu dia tahu, karena dia seorang kultivator tidak seperti Stevani yang masih seorang manusia fana. Ares mengangguk. "Cincin penyimpanan itu apa?" tanya Stevani penasaran. Ares menjelaskan, jika cincin penyimpanan itu adalah cincin yang di gunakan seorang kultivator untuk menyimpan suatu barang. Stevani mengangguk mengerti. Walau dia bukan seorang kultivator, dia sudah mengetahuinya, bagaimana pun juga di berada di lingkungan kelas atas yang pastinya tahu tenang hal-hal seperti ini. Ares memberi tahu jika cincin penyimpanan sangat langka keberad
"Ternyata artis kita sudah di taklukkan," ucap Sisil, dengan ekspresi menggoda. Stevani hanya tersenyum, tidak menyangkalnya sama sekali. Ares sangat senang, dia memeluk wanita itu meletakkan dagunya di bahu wanita itu.Beberapa menit kemudian, para wanita selesai memisahkan pakaian mereka masing-masing.Meli dan Sisil mengeluarkan masing-masing lingerie seksi, sambil menunjukkannya kepada Ares."Tuan muda, apa kamu ingin melihat kita memakai ini?" tanya Meli, dengan nada menggoda."Tentu saja," balas Ares tanpa berpikir panjang.Kedua wanita itu terkikik genit."Kalo gitu, setelah makan ayo kita pergi ke kamar, kami akan memakai ini untuk malam sekarang," ucap Sisil, dengan nada penuh godaan.Stevani yang sedang bersandar di tubuh Ares, memutar bola matanya dengan menggoda."Kalian benar-benar mesum!" ucap Stevani, sambil menatap kedua wanita itu."Stevani sayang, tidak lama lagi kamu akan seperti kami," balas Meli, dengan nada main-main.Stevani hanya mendengus cantik.Meli bangk
Tangan Stevani menyentuh rambut Ares, lalu dia mengelusnya dengan lembut. Ares yang merasakan itu sangat senang. "Cantik, akhirnya kau luluh juga!" ucap Ares di dalam hati.Ares menghirup aroma harum tubuh wanita itu, dia si buat mabuk. Ares membalikkan wajahnya menatap ke atas kembali, tentu yang di tatap Ares bukan wajah Stevani, melainkan dada besar yang berjarak beberapa senti dari wajahnya.Stevani yang sadar arah tatapan Ares ke ke mana, dia tidak memberontak, dia hanya menatap Ares dengan tatapan nakal, lalu dia berkata dengan nada curiga."Hey, pria nakal, kamu menatap ke mana?"Ares terkekeh, lalu menjawab tanpa malu sama sekali."Tentu saja ke dadamu, lihat dada ini begitu begitu besar," Ares menyentuh dada itu dengan jari telunjuknya.Sentuhan itu membuat Stevani seperti di sengat listrik. Dia buru-buru menahan tangan Ares agar tidak menyentuh dadanya lagi."Kamu pria nakal, sangat berani!" pekik Stevani, rona merah menghiasi pipinya."Cantik, kamu sangat pelit!" Ares cem
Sampai di tempat parkir mobil, Ares melihat mobilnya di jaga beberapa petugas keamanan, sementara banyak orang dari arah depan mobil sedang menonton dan memfoto mobilnya.Ares mendekat ke arah mobil, dia di hentikan salah satu petugas keamanan itu."Tuan, maaf tidak boleh mendekat ke mobil ini!" ucap Petugas itu dengan sopan."Saya pemilik mobil ini Tuan," balas Ares, sambil memperlihatkan kunci mobil lalu mengklik tombol alarm mobil itu berbunyi.Bip BipPara penonton menatap Ares dengan tatapan bersinar. Di antara mereka ada yang melihat Ares saat di pameran mobil."Dia pemiliknya, buruan ambil foto!" ucap salah satu penonton."Itu kan tuan muda Ares! sudah aku duga, mobil ini pasti miliknya," ucap seorang pria, sambil menatap Ares dengan kagum."Siapa Tuan Muda Ares?" tanya penonton yang tidak tahu, kejadian di pameran mobil."Hey, dia adalah orang kaya tahu! tadi di pameran mobil dia membeli banyak mobil sport mewah yang harganya ratusan miliar! dia juga memiliki aset berupa mobil







