Share

Bab 1237

Penulis: Erlina
Hayden sama sekali tidak mengkhawatirkan keselamatan nenek buyutnya.

“Binatang buas di sekitar mengenali Nenek Buyut. Beberapa binatang buas yang pernah dia tolong merasa berterima kasih padanya. Selain nggak akan mencelakainya, mereka juga akan melindunginya. Lagian, yang ingin melukai Nenek Buyut juga nggak akan sanggup melakukannya.”

“Nenek buyut memang nggak kuasai ilmu bela diri, tapi dia bisa meracuni orang. Racunnya jauh lebih mematikan daripada peluru, juga bisa buat binatang-binatang buas itu hidup sengsara. Jadi, mereka takut padanya dan nggak berani menantangnya.”

Caden pun terdiam. Memang benar. Nenek bahkan bisa membuat para pemburu bersenjata itu pingsan dengan mudah. Itu sudah cukup untuk menunjukkan seberapa hebat kemampuannya melindungi diri dan seberapa mematikan serangannya.

Caden menatap Kakek Kedua dan bertanya, “Biasanya, Nenek pergi berapa lama?”

“Nggak tentu. Dia mungkin akan pulang sore atau malam. Dalam keadaan normal, dia nggak akan bermalam di luar. Kecuali,
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2455

    Setelah Hayden mengomel dengan kesalnya, dia mengirim pesan kepada Caden. [ Papa, Putih sudah menemukan tempat persembunyian mereka. Ada lima orang di dalam ruang makam dan ada banyak obat terlarang di dalamnya! ]Caden membalas. [ Aku sudah mengerti. Kamu dan Putih pulang dulu. Sisanya serahkan kepada pihak kepolisian saja. ]Hayden membalas dengan tidak rela. [ Oke. ]Setelah beberapa menit kemudian, Hayden telah kembali ke Vila Maison. Begitu melihat Caden, Braden, dan Rayden, dia pun mulai mengomel, “Kata Putih, mereka telah menumpuk banyak obat terlarang di dalam ruang makam. Kalau sampai obat-obatan itu beredar di Kota Jawhar, bukannya ada banyak orang yang akan celaka! Menjengkelkan sekali!”“Selain itu, mereka semua angkuh sekali. Mereka bahkan kepikiran untuk memberi pelajaran kepadaku dan Papa! Kalau bukan karena takut akan merusak rencana pihak kepolisian, aku pasti nggak akan melepaskan mereka!”Braden berkata, “Kamu memang bukan bermaksud, tapi mereka memang merasa waswas

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2454

    “Bos, gimana kalau kita sekalian habisi si Caden?”“Ada begitu banyak orang di pasar gelap yang ingin membeli nyawanya. Kita habisi dia saja. Kita juga bisa dapat pemasukan tambahan.”Anjas sedang menggantung rokok tebal di dalam mulutnya. Di tangannya pun terlihat sebuah cincin giok besar. Tatapannya kelihatan sangat meremehkan. “Nggak usah hiraukan dia dulu. Bos Eza sangat mementingkan transaksi kali ini. Kita bahas lagi setelah misi kali ini selesai.”Para bawahan segera mengangguk. Salah satu di antaranya berkata, “Ada lagi bocah tengik yang bernama Hayden itu. Dia juga mesti diberi sedikit pelajaran. Dia yang sudah membuatku takut selama ini!”“Bocah itu memang harus diberi pelajaran! Serahkan kepadaku. Aku akan biarkan dia merasakan apa yang dinamakan hidup bagai di neraka!”Anjas mengisap rokok. Tatapannya seketika kelihatan galak. “Kelak kita akan punya kesempatan untuk beri pelajaran kepadanya!”Hayden sedang berdiri di atas pohon sembari menggigit bibirnya. Para berengsek itu

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2453

    Hayden diam-diam berjalan ke depan sejenak. Dia tidak berani sembarangan berjalan lagi. Ada anjing di dalam desa yang sedang menggonggong. Dia takut akan menghebohkan situasi.Hayden mengamati sekeliling. Dia menyadari ada sebatang pohon besar. Matanya seketika berkilauan. Dia segera memanjat ke atas pohon untuk mengamati. Dengan berdiri di ketinggian, dia pun bisa mengamati seluruh isi desa.Desa ini tidaklah besar, hanya terdiri dari belasan penghuni saja. Kebanyakan di antaranya sudah memadamkan lampu dan beristirahat, hanya tersisa sedikit rumah yang lampunya masih menyala.Tidak lama kemudian, tatapan Hayden tertuju pada suatu tempat, yaitu di sebuah rumah yang paling dekat dengan Gunung Giana.Lampu rumah itu bukan hanya sedang menyala saja. Ada banyak orang yang diam-diam menjaga di sekitarnya.Hayden tidak bertindak gegabah langsung menerobos untuk melakukan penyelidikan. Dia takut akan menghebohkan massa, nantinya malah akan merusak rencana mereka.Hayden membuka jam tangan pi

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2452

    Anjas berkata, “Nggak usah cari lagi. Hubungi Shian, suruh dia langsung ambil barang di sini malam ini juga!”Bawahan merasa syok. “Malam ini?”“Emm! Biar kita nggak hidup dalam rasa waswas terus. Lagi pula, kita juga nggak perlu cari tempat baru untuk menyembunyikan barang transaksi malam ini.”“Tapi ….” Bawahan merasa cemas. “Kalau mengubah jam dan lokasi transaksi secara tiba-tiba, sepertinya Shian akan merasa curiga, belum pasti dia akan bekerja sama dengan kita.”Anjas berkata, “Nggak apa-apa. Aku akan hubungi Bos Eza, biar Bos Eza ngomong sama dia. Dia memang nggak percaya sama kita, tapi dia pasti percaya sama Bos Eza.”“Emm!”“Oh ya, apa kamu sudah mengutus orang untuk mengawasi Caden?”“Sudah, tadi dia lagi makan malam di rumah mertuanya. Seharusnya dia sudah pulang ke rumah saat ini.”“Apa nggak ada gerak-gerik lain lagi?”“Sementara ini masih belum ada.”Anjas menghela napas berat. Tatapannya dipenuhi dengan amarah. “Dia memang cari masalah! Kalau ada kesempatan nanti, aku p

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2451

    Pada saat yang sama, di rumah seorang petani di dekat Gunung Giana.Anjas menggebrak meja dengan telapak tangannya. Dia sungguh merasa murka saat ini.“Sialan, si Caden itu benar-benar nggak tahu diri. Dia pikir setelah membunuh Winston, dia bisa berkuasa penuh sendirian? Kalau bukan karena didukung oleh polisi Negara Carika, sebesar apa juga kemampuannya sampai berani bertingkah di Segitiga Emas?”“Bos Eza kita bukan buronan seperti Winston. Kalau dia berani menghalangi jalan rezeki kita, Bos Eza bisa membunuhnya kapan saja!”“Bukan cuma dia saja, sisa keturunan Keluarga Juanda itu juga akan mati dengan sangat mengenaskan!”Bawahan berkata dengan kening berkerut, “Masalah terasa agak janggal. Hari ini bukan Pak Caden naik ke gunung, yang naik gunung itu putra keduanya, namanya Hayden, tahun ini dia baru berusia enam tahun saja.”Raut wajah Anjas menjadi murung. “Apa dia naik gunung sendiri?”“Emm.”“Apa … kamu yakin? Anak kecil mana yang akan main di gunung terlantar sendirian? Apa si

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2450

    Tidak masalah jika mengabaikan diri sendiri, intinya tidak boleh mengabaikan anggota keluarga. Andrew tidak ingin membuat Tiara bersedih.Selain itu, ada Caden dan pihak kepolisian di Kota Jawhar. Sepertinya tidak masalah juga kalau Andrew tidak pulang.Andrew mengangkat tangannya mengusap kepala Tiara dengan perlahan. “Aku nggak usah pulang. Aku telepon dulu.”Tiara merasa gembira. “Emm, kamu telepon saja. Aku tunggu kamu.”Ujung bibir Andrew melengkung ke atas. “Oke.”Di Kota Jawhar.Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Caden mengangkat sebuah telepon. “Halo, Pak Caden, aku Rudy, kepala tim pemberantasan obat terlarang. Tadi Andrew sudah telepon aku dan memberi tahu apa yang terjadi. Apa kita bisa bicarakan dengan detail?”“Emm ….”Beberapa saat kemudian, Caden mengakhiri panggilan, lalu kembali ke ruang baca.Hayden segera bertanya, “Apa katanya?”Ekspresi Caden kelihatan serius. “Aku sudah berhubungan dengan pihak kepolisian. Polisi bukan hanya mau menangkap orangn

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status