Share

Bab 100

Author: Rizu Key
last update publish date: 2026-02-17 20:31:09

Pagi itu, kediaman Bagaskara terasa lebih dingin dari biasanya. Sinar matahari yang menerobos masuk melalui jendela besar di ruang makan tidak mampu mencairkan kebekuan yang tercipta di antara Ibra dan Aya.

Suara denting sendok yang beradu dengan piring porselen menjadi satu-satunya melodi yang terdengar. Ibra duduk di ujung meja dengan setelan kerja yang rapi. Sementara Aya duduk di samping Putra, membantu mengambilkan lauk untuk bocah itu.

Putra, yang biasanya cerewet menceritakan kegiatannya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 291

    "Menangislah kalau mau menangis, Mas. Nggak papa... keluarin semuanya," bisik Gina di telinga Niko sembari terus mengusap punggung dan rambutnya berulang kali. "Kamu nggak perlu pura-pura kuat di depan aku. Dan kalau kamu nggak mau, kamu nggak perlu pulang. Di sini saja, aku akan selalu menemanimu."Niko melingkarkan kedua tangannya di pinggang Gina, memeluk wanita itu dengan sangat erat seolah Gina adalah satu-satunya pegangan hidupnya di tengah badai yang kembali datang menerjang. Ia menyembunyikan wajahnya di dada Gina, membiarkan rasa sesak di dadanya perlahan terurai melalui helaan napasnya yang berat dan bergetar."Aku capek, Sayang... Aku capek selalu jadi yang terakhir bahkan tidak dianggap di keluargaku sendiri. Aku capek cuma diingat kalau mereka lagi kesusahan seperti ini," gumam Niko dengan suara yang teredam di dada Gina.Gina menarik napas lalu mengembuskannya perlahan sebelum membalas. "Aku tahu, Mas. Aku tahu banget betapa sakitnya posisi kamu," sahut gadis itu dengan

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 290

    [Mamah]Gina yang menyadari perubahan raut wajah kekasihnya ikut melirik ke arah layar ponsel. Ia bisa melihat guratan kecemasan sekaligus luka lama yang tiba-tiba mencuat di wajah tampan Niko."Siapa, Yang?" tanya Gina pelan, meskipun dia sebenarnya sudah bisa menebak dari reaksi kaku Niko."Mamah...." jawab Niko lirih. Suaranya terdengar tercekat di tenggorokan. Sudah berbulan-bulan lamanya wanita yang melahirkannya itu tidak pernah menghubungi nomornya. Bahkan saat dirinya pergi ke luar negeri untuk melakukan pengobatan, tak ada satu pun yang peduli.Niko menatap ponselnya dengan bimbang, seolah-olah benda persegi itu adalah bom yang bisa meledak kapan saja dan melukainya. Jarinya menggantung di atas tombol berwarna merah, berniat untuk mengabaikan panggilan tersebut dan mematikan ponselnya.Namun, Gina segera menahan pergelangan tangan Niko. Gadis itu menggelengkan kepalanya dengan lembut. "Angkat aja, Mas. Siapa tahu ada hal yang benar-benar penting atau darurat."Niko menatap Gi

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 289

    Niko meletakkan cangkirnya ke atas meja. Ia memutar tubuhnya menghadap Gina. Tatapan matanya yang semula teduh kini berubah menjadi sangat dalam dan penuh kesungguhan. Ia meraih salah satu tangan Gina, menggenggam jemari lentik itu dengan kedua tangannya yang lebih besar."Kamu tenang saja, Sayang. Untuk sekarang aku baik-baik saja. Setidaknya aku sudah merasa lega karena meminta maaf pada Kak Ibra dan keluarganya," jawab Niko sembari menatap kedua mata Gina.Gina tersenyum. "Iya, Sayang. Aku juga ikut lega mendengarnya. Tapi... semua itu bukan salah kamu. Jadi kamu jangan merasa bersalah, Sayang," ucapnya mencoba menenangkan sang kekasih."Tapi darah Pramana juga mengalir di dalam diriku," balas Niko.Gina membalas menggenggam tangan Niko dengan erat dan hangat. Gadis itu menatap wajah Niko dengan tulus. "Kamu berbeda, Sayang. Kamu lebih mulia dari mereka. Lagian... maaf... kamu sudah terlalu lama menderita karena mereka. Jadi kamu nggak pantas menanggung dosa ayah dan kakakmu."Niko

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 288

    Acara tujuh bulanan Aya dan Ibra pun selesai. Satu per satu tamu mulai pamit undur diri, menyisakan ruang tamu keluarga itu yang kembali tenang.Di parkiran luar, Niko dan Gina berjalan beriringan menuju mobil SUV putih milik Niko. Sore itu pun terasa hangat, atmosfer di antara mereka juga terasa hangat dan penuh kenyamanan yang tak terucapkan setelah Niko meminta maaf kepada keluarga Bagaskara."Aku antar kamu pulang," ucap Niko sembari tersenyum lembut.Gina diam sejenak sebelum membalas. "Mas... Aku nggak usah pulang ke rumah ya malam ini?" ucapnya tiba-tiba, tepat saat Niko membukakan pintu mobil untuknya.Niko sempat terpaku sejenak, tangannya masih memegang gagang pintu. Kedua alisnya terangkat, menatap Gina dengan tatapan menyelidik namun lembut. "Eh? Tapi ini sudah petang, Sayang. Kak Hendra nanti nyariin. Aku bisa antar kamu pulang dulu sekarang, baru aku balik ke apartemen."Gina tersenyum manis. Ia melirik ke arah mobil sang kakak yang sudah lebih dulu

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 287

    Setelah mengatakan hal itu, Ibra kembali menatap Aya. Tangannya pun mengelus perut wanita itu dengan lembut. "Setidaknya dia berjasa dan aku tidak akan membiarkan siapa pun mencelakainya," tegas pria itu."Iya, Mas. Kita harus berterima kasih dan tahu balas Budi pada mereka berdua," sahut Aya sembari tersenyum manis. Dewi pun ikut tenang mendengarnya dan wanita paruh baya itu memilih mendekati sang cucu dan mengajaknya duduk, menjauh dari anak dan menantunya."Eh? Dia... Dia menendang," bisik Ibra dengan ekspresi penuh keterkejutan. Kedua alis tebalnya bahkan terangkat ke atas dan pria itu tampak senang. Tangan kanannya masih berada di perut Aya, merasakan pergerakan di dalam sana."Anak kita pintar sekali, kan? Dia tahu kalau ayahnya baru saja melakukan hal yang hebat," bisik Aya sembari menengadahkan wajahnya, menatap Ibra dengan penuh cinta."Ehem." Ibra berdeham pelan. Tampak samar bahwa pria itu salah tingkah. "Aku hanya melakukan apa yang harus dilakukan oleh seorang kepala kelu

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 286

    "Aku nggak meminta kalian untuk melupakan semuanya dengan mudah karena kesalahan mereka terutama Papah yang tidak bisa dimaafkan," lanjut Niko dengan mata yang mulai berkaca-kaca. "Tapi sebagai anak dan adik, aku merasa memiliki kewajiban moral yang harus kutunaikan sebelum aku menata kembali hidupku yang baru. Aku ingin kalian tahu bahwa aku mengutuk keras apa yang telah mereka lakukan. Aku sangat, sangat menyesal...."Ibra terdiam selama beberapa saat. Lalu pria kaku yang biasanya tidak banyak bicara itu menatap Niko dengan pandangan yang perlahan melunak. Ibra melangkah satu langkah ke depan, menghapus jarak di antara mereka. Alih-alih melayangkan amarah atau kata-kata makian, Ibra justru mengulurkan tangan kanannya ke arah Niko.Niko tertegun menatap telapak tangan Ibra yang terbuka di depannya."Tegakkan kepalamu, Niko," ujar Ibra dengan nada suara baritonnya yang tegas, namun sama sekali tidak ada nada permusuhan di dalamnya. "Semua itu bukan kesalahanku, dan jelas

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 47

    "Tenanglah," ucap Ibra dingin, suaranya tetap datar meski jantungnya sempat berdesir mendengar suara parau wanita itu. "Putra aman bersamaku. Dia lebih baik di sini daripada kontrakan sempit dan panas itu.""Tapi aku ibunya! Aku yang mengandung dan membesarkannya! Kamu nggak punya hak merebut apa l

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 43

    Putra kembali masuk ke dalam mobil mewah ayahnya. Bocah itu membuka pintu sendiri, namun ternyata kekuatannya kurang dan pintu masih tertutup. Ibra mengamatinya dalam diam. Lalu pria itu membukakan pintu tersebut untuknya."Makasih," ucap Putra ketus sembari duduk di bangku belakang.Ibra

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 46

    Bertambah satu hari. Aya tak bisa tidur sama sekali. Terlihat dari wajah lelahnya dan juga lingkar hitam di bawah kedua matanya. Wanita itu terus memikirkan keberadaan anaknya. Dan Ibra sama sekali tak bisa dihubungi.Wajah Aya pucat pasi, seperti tanpa tenaga. Bahkan ada lingkar hitam yang m

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 44

    Seseorang turun dari sebuah mobil mewah. Aya menyadari kehadirannya dan segera mendongak. Kedua matanya membulat saat melihat siapa yang saat ini berlari ke arahnya."Aya!"Sebelum wanita itu sempat merespon, tubuhnya dipeluk erat."Aya... astaga... Aku benar-benar rindu padamu, Ay... Bagaimana kab

    last updateLast Updated : 2026-03-21
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status