Share

Bab 160

Auteur: Rizu Key
last update Date de publication: 2026-03-18 22:00:48

Di dalam kelas, Putra bergabung dengan teman-temannya seperti biasa. Ia adalah anak yang cerdas, selalu cepat menangkap penjelasan guru dan sangat kooperatif saat bermain kelompok dari pada teman-teman sebayanya. Namun, saat jam istirahat tiba, sebuah percakapan mengubah segalanya.

"Putra." Tiba-tiba seorang temannya datang memanggil.

"Ya?" Putra menoleh. Ia sedang duduk di bangku taman sekolah, membuka kotak bekalnya yang berisi onigiri buatan ibunya.

"Putra, Bunda kamu perutnya
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 167

    "Syukurlah...."Aya tersenyum puas, ada binar kemenangan di matanya. "Mas tadi harusnya lihat ekspresi mereka waktu aku beri mereka dua pilihan, mau kembali bekerja dengan gaji yang sekarang, atau silakan berhenti dan menyerahkan kembali seragam mereka ke HRD. Mereka bubar dalam waktu kurang dari lima menit."Ibra menatap istrinya dalam diam. Ada kilat kekaguman yang ia simpan rapat-rapat di balik wajah datarnya yang dingin. Ia selalu tahu Aya adalah wanita yang cerdas, namun melihat bagaimana istrinya menangani krisis internal perusahaan dengan ketegasan yang dibalut kelembutan tetap membuatnya terkesan."Begitu?" Ibra berkomentar singkat, mencoba menjaga nada suaranya agar tetap netral. "Baguslah kalau sudah selesai. Setidaknya mereka tahu perbedaan posisi mereka dan kamu.""Ya. Dan posisi istri Presdir tidaklah buruk," sahut Aya sembari tersenyum. Ekspresi berbinar Aya mirip dengan Putra yang menggemaskan.Ibra kemudian mencium kening istrinya. Seolah memberik

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 166

    Ibra kembali ke kantor setelah kekacauan kecil itu berhasil diselesaikan oleh Aya. Mereka berpapasan di lift, tepat ketika Aya menelan tombol pintu lift pada lantai 15."Kamu kenapa di sini?" tanya Ibra yang saat itu berdiri di depan Samuel.Aya tersenyum lalu segera melangkah masuk bersama asisten wanita yang sejak tadi menemaninya."Nggak papa. Aku hanya... sedang jalan-jalan. Iya, kan, Sinta?" jawab Aya sembari meminta dukungan dari asistennya."I-iya, Pak," jawab Sinta gugup.Aya segera melangkah masuk saat Ibra mengulurkan tangan kanannya. Pria itu menarik lembut sang istri dan memeluk pinggangnya. Sementara Sinta dan Samuel memilih berdiri di belakang mereka dengan saling melempar pandang, menyaksikan adegan hangat sang Presdir dingin yang dapat dinikmati secara langsung.Saat pintu lift tertutup, Aya menyadari sesuatu ketika ia mendongak menatap wajah suaminya. Wajah tampan Ibra, tampak pucat."Mas kenapa?" bisik Aya.Ibra menggeleng pelan. "Ng

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 165

    Mobil Maybach hitam metalik itu meluncur membelah jalanan kota yang mulai padat. Di dalam kabin yang kedap suara, Ibra masih berusaha mengatur napasnya. Permen jahe pemberian Aya mulai bekerja, memberikan sensasi hangat yang sedikit meredam gejolak di dalam perutnya. Namun, wajahnya masih pucat.Putra duduk diam di samping ayahnya, memeluk plastik pentol berlapis dua itu seolah-olah itu adalah barang terlarang yang berbahaya. Bocah itu terus melirik Ibra dengan tatapan penuh penyesalan."Ayah... masih mual?" tanya Putra hati-hati.Ibra membuka matanya perlahan, lalu mengulas senyum tipis yang dipaksakan. Ia mengelus kepala putranya. "Sudah mendingan. Kamu nggak perlu cemas.""Maaf, Ayah...." sahut Putra dengan wajah sedihnya."Sudah Ayah bilang, tidak apa-apa. Nanti kamu makan sendiri, ya?" ucap Ibra masih dengan usapan lembut."Iya, Ayah." Putra mengangguk. Keduanya pun kembali diam. Samuel tidak menimpali apa pun. Pria itu hanya menyimak obrolan dan terus m

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 164

    Saat Ibra menjaga jarak sembari menutup hidung dan mulutnya, Putra yang dengan polosnya sedang asyik menunjuk-nunjuk pentol mana yang ingin ia masukkan ke dalam plastik. Saat berbalik untuk meminta uang pada ayahnya, bocah itu tersentak melihat kondisi Ibra."Ayah? Ayah kenapa?" tanya Putra dengan nada khawatir. Suaranya cukup keras hingga terdengar oleh Beatrice.Ibra tidak menjawab. Ia terlihat sibuk menarik napas dalam-dalam melalui hidung, namun setiap embusan napas justru membawa kembali aroma bawang putih itu. Tubuhnya sedikit membungkuk."Ini. Bayar dan segera pulang," ucap pria itu sembari menyerahkan selembar uang lima puluh ribuan.Putra mengangguk menerima uang tersebut lalu membayar."Pak, uangnya nggak ada uang kecil, kah? Saya nggak ada kembalian. Atau besok saja deh bayarnya," ujar sang penjual pentol setelah mencari uang kembalian untuk pelanggannya.Ibra mengangkat tangannya. "Ambil saja kembaliannya, Pak.""Tapi ini terlalu banyak. Pento

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 163

    "Semuanya terkendali, Tuan," jawabnya singkat dengan nada suara yang jauh lebih sopan, bahkan cenderung tunduk."Bagus. Lakukan sesuai rencana. Hancurkan keluarga Bagaskara sampai ke akarnya." Sebuah suara berat dan berwibawa terdengar dari ujung sana. Yang kemudian memberikan instruksi yang membuat pupil mata Beatrice melebar."Saya mengerti," sahut Beatrice dengan napas yang sedikit tertahan. "Semua pasti akan berjalan sesuai rencana. Timo baru saja menyerahkan datanya perkembangan perusahaan Bagaskara. Saya akan segera bergerak begitu Anda memberi perintah."Beatrice terdiam sejenak mendengarkan balasan dari lawan bicaranya."Kalau begitu segera lakukan. Buatlah mereka bangkrut dan hancur. Aku pastikan ayah dan ibumu selamat. Dan perusahaanmu akan kembali bangkit.""Baik, Tuan. Terima kasih," ucap Beatrice dengan nada hormat yang kental.KlikSambungan pun terputus.Beatrice terdiam, menatap layar ponselnya yang kembali gelap. Senyumnya kini lebih

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 162

    Wanita yang dipanggil Beatrice itu menurunkan sedikit kacamatanya dengan ujung jari telunjuk. Mata cokelatnya menatap pria di hadapannya dengan tatapan tajam."Kamu terlambat lima menit, Timo." Suara Beatrice terdengar dingin dan angkuh.Pria bernama Timo itu menelan ludah. Ia tahu wanita di depannya bukanlah tipe orang yang suka bercanda. "Maaf, Nona. Sejak kejadian waktu itu, pengamanan di sekitar kantor Bagaskara Group semakin ketat," jawabnya."Terus?" sinis Beatrice."Mereka masih mencari Anda yang kabarnya berhasil kabur ke luar negeri, Nona. Terlebih lagi pengamanan diperketat karena Bu Aya tengah mengandung," jelas Timo.Mendengar nama wanita itu disebut, sudut bibir Beatrice terangkat sedikit, membentuk senyum sinis yang penuh arti. "Begitukah? Jadi Presdir dingin itu sudah mulai menjaga perempuan itu, ya?" gumam Beatrice sambil mengaduk jusnya perlahan. "Menarik. Semakin besar cintanya, semakin besar pula celah yang bisa kita hancurkan."Timo

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 43

    Putra kembali masuk ke dalam mobil mewah ayahnya. Bocah itu membuka pintu sendiri, namun ternyata kekuatannya kurang dan pintu masih tertutup. Ibra mengamatinya dalam diam. Lalu pria itu membukakan pintu tersebut untuknya."Makasih," ucap Putra ketus sembari duduk di bangku belakang.Ibra

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-21
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 47

    "Tenanglah," ucap Ibra dingin, suaranya tetap datar meski jantungnya sempat berdesir mendengar suara parau wanita itu. "Putra aman bersamaku. Dia lebih baik di sini daripada kontrakan sempit dan panas itu.""Tapi aku ibunya! Aku yang mengandung dan membesarkannya! Kamu nggak punya hak merebut apa l

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-21
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 46

    Bertambah satu hari. Aya tak bisa tidur sama sekali. Terlihat dari wajah lelahnya dan juga lingkar hitam di bawah kedua matanya. Wanita itu terus memikirkan keberadaan anaknya. Dan Ibra sama sekali tak bisa dihubungi.Wajah Aya pucat pasi, seperti tanpa tenaga. Bahkan ada lingkar hitam yang m

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-21
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 44

    Seseorang turun dari sebuah mobil mewah. Aya menyadari kehadirannya dan segera mendongak. Kedua matanya membulat saat melihat siapa yang saat ini berlari ke arahnya."Aya!"Sebelum wanita itu sempat merespon, tubuhnya dipeluk erat."Aya... astaga... Aku benar-benar rindu padamu, Ay... Bagaimana kab

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-21
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status