Share

Bab 43

Author: Rizu Key
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-18 19:03:58

Putra kembali masuk ke dalam mobil mewah ayahnya. Bocah itu membuka pintu sendiri, namun ternyata kekuatannya kurang dan pintu masih tertutup. Ibra mengamatinya dalam diam. Lalu pria itu membukakan pintu tersebut untuknya.

"Makasih," ucap Putra ketus sembari duduk di bangku belakang.

Ibra ikut masuk dan duduk di sampingnya. Kini perjalanan berlanjut menuju mansion pribadi Ibra tanpa sepengetahuan Putra. Dan pwelahalan itu berlangsung dalam keheningan.

Putra nampaknya sudah kelelah
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 195

    "Kita mau ke pantai," jawab Aya sembari tersenyum lebar.Ketika Aya menyampaikan ide itu saat mobil semakin menjauh dari rumah, Ibra sempat ragu. "Apa nggak terlalu jauh? Kamu sedang hamil, Aya.""Enggak, kok, Mas," sahut Aya."Aku khawatir kamu lelah." Ibra meraih tangan Aya dan menggenggamnya dengan lembut."Nggak papa, Mas. Lagian jaraknya hanya beberapa jam dari sini, Mas. Kita bawa Pak Santo untuk menyetir, jadi Mas bisa istirahat di mobil. Bi Tina juga ikut di mobil belakang buat bantu jaga Putra. Nanti Bi Tina bantu menyiapkan keperluan kita. Aku hanya ingin kita bertiga... ah, maksudku berempat, bersantai sejenak," ujar Aya sambil mengelus perutnya."Itu benar, Ayah. Sudah lama sekali Putra pengen ke pantai. Kita bisa liburan di sana!" seru Putra tampak ceria.Melihat binar harapan di mata istri dan anaknya, pertahanan Ibra runtuh. "Baiklah. Kalau begitu tiga hari dua malam cukup, kan? Aku akan minta Samuel menghandle semua masalah kantor."Kedua mata Aya membulat. "Tiga hari

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 194

    "Putra, mau jalan-jalan sama Ayah dan Bunda, nggak?" tanya Aya sambil mengusap kepala anaknya."Mau! Ke mana, Bun?" Kedua mata Putra langsung berbinar."Ke... Rahasia.""Yah....""Pokoknya hari ini kita liburan bareng bertiga. Gimana? Bunda jamin Putra pasti seneng," jawab Aya sembari tersenyum lebar."Mau, mau, mau!" seru Putra sembari bertepuk tangan. Lili pun terkejut dan hampir melompat dari pangkuan Putra. Meski tidak tahu ke mana tujuannya, namun bocah polos itu percaya saja pada ucapan sang ibu."Ya sudah. Kalau gitu kamu ganti baju dulu. Biar Bunda yang panggil Ayah," ujar wanita itu lembut, kembali mengusap kepala anaknya."Oke, Bunda. Kalau gitu Putra mau ganti baju dulu, ya?" sahut bocah tampan itu. Ia mendudukkan Lili di atas sofa sebelum dirinya melompat turun dan berlari menuju ke kamarnya.Aya segera berjalan menuju ke ruang kerja suaminya yang juga berada di lantai satu. Dan Lili bukannya tidur di sofa, kucing kecil berbulu putih itu malah melompat turun dan berjalan m

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 193

    Setelah momen pelepasan yang terasa hambar di kamar mandi kantor, Ibra keluar dengan langkah yang masih terasa berat. Meskipun ketegangan fisiknya sedikit berkurang, beban pikiran dan rasa rindu yang tertahan pada istrinya justru menyisakan ruang kosong di hatinya.Pria itu segera merapikan diri, mengeringkan tubuhnya dengan handuk terbeli dahulu sebelum mengenakan kemeja bersih. Ia berdiri di depan cermin. Menatap pantulan wajahnya sendiri.'Sial... Kenapa sekarang aku malah semakin menginginkannya?' rutuknya dalam hati.Ibra merapikan rambutnya yang masih basah. Kedua matanya pun terpejam sejenak. "Nggak... Ini karena aku memang membutuhkannya karena sudah lama tidak melakukannya...." gumamnya pelan.Setelah beres, Ibra melangkah keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang lebih segar. Pria itu kembali duduk di kursi kebesarannya, menyelesaikan beberapa dokumen penting.Akan tetapi, semakin ia berusaha menekan hasratnya pada Aya, pria itu semakin tak tenang. Ia p

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 192

    Ibra seolah tidak mengindahkan ucapan istrinya. Tangan pria itu masih saja meremas dada Aya yang semakin sintal dan padat. Merasakan kelembutannya di salah satu telapak tangannya itu."Mas...." bisik Aya dengan napas yang mulai tidak beraturan. Apa lagi tangan Ibra terus meremas dadanya dengan gerakan nakal."Aya... aku ingin," bisik Ibra singkat. Napasnya terdengar berat. Aya pun menoleh menatap wajah suaminya. Dan Ibra langsung menatap lekat-lekat wajah Aya yang memerah. Wanita itu pun terdiam.Ibra kembali meremas lembut dada Aya. Ia merasakan perbedaan yang nyata. Payudara Aya terasa jauh lebih penuh, kencang, dan semakin sensitif. Efek dari kehamilan membuat tubuh Aya menjadi begitu menggoda di mata Ibra."Mas... Lepasin tanganmu...." bisik Aya mulai merasa kegelian.Remasan Ibra menguat, membuat Aya memejamkan mata. Sensasi itu menyulut api di bawah perut Ibra. "Ahhh... Mas...." desah Aya pelan.Ibra juga ikut memejamkan kedua matanya. Merasak

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Ibra 191

    Beberapa hari berlalu dengan ketegangan yang perlahan mencair. Beatrice dan Timo telah dijatuhi hukuman penjara yang setimpal dengan kejahatan mereka.Gedung pencakar langit yang menjadi markas besar Bagaskara Group kini kembali stabil, namun dengan aura yang jauh lebih waspada. Berita tentang penangkapan Beatrice dan keterlibatan Timo dalam masalah yang terjadi di perusahaan telah menjadi buah bibir dan pemberitaan di mana-mana. Namun begitu, tim keamanan yang dipimpin oleh Samuel berhasil membalikkan keadaan.Nama baik Bagaskara Group tidak hanya pulih, tetapi justru menguat. Pasar melihat betapa tangguhnya sistem pertahanan perusahaan dan betapa cepatnya sang Presdir dalam mengambil tindakan hukum yang tegas. Di bawah perintah Ibra, sistem keamanan digital perusahaan dirombak total. Tidak ada lagi celah untuk pengkhianat."Pak, semuanya sudah beres. Opini publik juga sudah berbalik dan nilai saham kita kembali naik," lapor Samuel beberapa menit sebelum waktu makan siang tiba."Bagu

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 190

    "Beneran, Nek?" tanya Putra dengan mata berbinar."Iya, Sayang. Jadilah anak pintar ya, nurut sama Ayah dan Bunda. Nenek pulang dulu," sahur Dewi.Setelah mengantar Dewi sampai ke depan pintu dan memastikan mobilnya berlalu, Ibra kembali ke dalam. Suasana rumah terasa lebih tenang, hanya ada suara denting piring dari dapur tempat Aya menyiapkan makan malam."Mas mandilah dulu. Kita makan," ucap Aya lembut.Ibra mendekati istrinya terlebih dahulu. Lalu memeluk Aya dari belakang dan mengusap lembut perutnya. "Iya, Aya. Kamu duduk saja. Biar Bi Tina yang siapin semuanya.""Nggak papa, Mas. Sudah. Sana mandi." Aya berujar lembut."Aku tidak akan mandi kalau kamu tidak mau duduk," sahut Ibra sembari menarik tangan sang istri. Membawa wanita itu agar duduk di kursi makan."Baiklah." Aya akhirnya menurut. Wanita itu duduk di kursinya. Sementara Putra ikut mendekat dan duduk di hadapan sang ibu."Ayah, biar Putra aja yang bantuin Bunda. Ayah mandi aja," ucap bocah tampan nan menggemaskan itu.

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 76 (18+)

    Aya memejamkan mata. "Nggak... Kita sudah pernah ke sini lagi, kan?" Ia menoleh menatap Ibra."Hm." Ibra memutar tubuhnya menghadap Aya. "Dan malam itu adalah malam pertama bagi kita berdua. Aku memberimu uang itu, dan kamu memberiku malam yang tidak pernah bisa kulupakan...."Aya membulatkan kedua

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 79

    "Apa ini?" tanya Ibra."Putra juga nggak tahu. Nanti minta tolong kasihin ke Bunda, ya, Yah?" jawab Putra."Memangnya bukan dari kamu?"Putra menggeleng pelan. "Bukan, Ayah. Ini hadiah dari Om Hendra."Ibra menatap hadiah kecil yang muat dalam genggaman tangannya itu dengan tatapa

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 74

    Cahaya matahari pagi menembus jendela kaca setinggi langit-langit salah satu kamar di Irish Grand Hotel. Di dalam kamar yang luas dan mewah itu, suasana terasa begitu kontras dengan ketenangan di luar. Wangi bunga mawar dan melati segar menyeruak, bercampur dengan aroma parfum mahal dan semprotan r

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 80

    "Hanya karena kado dari dia, kamu menangis seperti itu?" suara Ibra dingin, penuh dengan nada tidak suka. Lalu ia menarik Aya dan mencengkeram dagunya dengan satu tangan."Aku peringatkan padamu agar tidak berbuat hal yang bodoh. Kita baru saja menikah dan kamu istriku!" tegasnya dengan tatapan taj

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status