Share

Bab 44

Author: Rizu Key
last update publish date: 2026-01-19 21:22:22

Seseorang turun dari sebuah mobil mewah. Aya menyadari kehadirannya dan segera mendongak. Kedua matanya membulat saat melihat siapa yang saat ini berlari ke arahnya.

"Aya!"

Sebelum wanita itu sempat merespon, tubuhnya dipeluk erat.

"Aya... astaga... Aku benar-benar rindu padamu, Ay... Bagaimana kabarmu? Apakah kamu makan dengan baik? Kenapa? Kenapa kamu tiba-tiba pergi gitu aja?" Terdengar suara tangisan di telinga Aya.

"Gina...." gumam Aya yang tak percaya dengan kemunculan sahabatnya. Sahaba
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 214

    Aya meremas jemari Tina, menyalurkan keyakinan yang sebenarnya juga tengah ia bangun di dalam hatinya sendiri. Tatapannya tajam, tidak ada lagi keraguan seperti beberapa menit yang lalu."Bi, dengarkan aku. Ini bukan sekadar surat atau flashdisk biasa. Di dalam sini ada bukti rencana sabotase terhadap proyek besar Mas Ibra. Ada rekaman suara, ada dokumen strategi yang mereka curi. Jika aku tidak bergerak sekarang, New World Development akan menghancurkan Bagaskara Group sebelum Mas Ibra sempat melawan," bisik Aya dengan nada mendesak.Tina menelan ludah, wajahnya masih menyiratkan kecemasan yang mendalam. "Tapi Nyonya sedang hamil. Di luar sana sedang tidak aman sejak masalah Nona Beatrice itu mencuat. Tuan Ibra pasti akan marah besar kalau tahu Nyonya keluar tanpa izinnya.""Dia akan lebih marah pada dirinya sendiri jika dia kehilangan segalanya hari ini, Bi. Aku nggak bisa hanya diam saja melihat suamiku dihancurkan dari dalam. Tolong, panggilkan Pak Santo. Minta dia siapkan dua mob

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 213

    Aya terpaku. Matanya melebar, menatap nanar pada deretan kalimat yang tertulis tapi saat ia kembali melanjutkan membaca. Napasnya tertahan di tenggorokan. Ekspresi tegar yang sedari tadi ia pertahankan runtuh seketika, berganti dengan raut kaget yang bercampur dengan rasa tidak percaya yang luar biasa."Bunda?" Putra menyentuh pipi ibunya yang mendadak pucat. "Bunda kenapa? Isinya jelek, ya? Apa Om Niko nakal dan bikin Bunda sedih?" tanya bocah itu dengan polosnya.Aya tidak segera menjawab. Ia masih menatap surat di tangannya. Lalu meletakkan surat itu ke meja kaca di depannya, dan meraih kembali kotak beludru hitam."Bunda?" Putra kembali menatap ibunya.Dengan tangan gemetar, Aya menarik sesuatu yang menyembul di dalam kotak. Saat bagian itu ditarik, ada sebuah ruangan kecil yang menyimpan benda kecil nan pipih berwarna silver metalik."Ini...." gumam Aya pelan, mengeluarkan sebuah flashdisk dari dalam kotak."Itu apa, Bun?" tanya Putra sembari menatap heran pada flashdisk di tanga

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 212

    Aya dan Tina spontan menoleh ke arah Putra yang kini berlari ke arah mereka. Bocah lima tahun itu tampak berlari dengan tergesa-gesa. Bahkan seragamnya belum ganti. Sebuah kotak beludru warna hitam pun ada di dalam genggaman salah satu tangannya."Bunda!" seru Putra lagi saat sudah berada di hadapan sang ibu."Ada apa, Sayang?" tanya Aya lembut. Wanita itu mencoba tetap terlihat tegar di hadapan anak sulungnya.Putra semakin mendekat dan kini duduk di samping sang ibu. Bocah itu menoleh menatap Tina, lalu menoleh menatap ibunya lagi."Bunda, Ayah belum pulang, ya?" tanya Putra."Belum, Sayang. Mungkin... Ayah lagi sibuk," jawab Aya memberikan alasan yang mudah dimengerti oleh anaknya."Kalau begitu kita jemput Ayah di kantor, Bun," usul bocah itu.Aya mengusap rambut Putra dengan lembut, mencoba menyembunyikan getar di tangannya. Namun, tatapan Putra tidak tertuju pada ibunya, melainkan pada Tina yang masih berdiri mematung di dekat mereka. Ada semacam ketegasan yang tidak biasa di ma

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 211

    Tina menatap wajah cantik majikannya yang tampak sedikit pucat karena kelelahan baik fisik maupun pikiran. "Kalau teman dekat, Tuan hanya dekat dengan Pak Samuel. Tapi saya ragu kalau Pak Samuel yang berkhianat. Bagaimana pun juga, mereka sudah seperti kakak adik, Nyonya."Aya mengangguk. "Aku juga sepemikiran, Bi. Samuel selalu ada untuk Mas Ibra."Tina ikut mengangguk menanggapi. "Terus... seingat saya teman dekat yang lain adalah Pak Niko. Tapi mereka tidak bisa dibilang terlalu dekat. Lalu... bukan teman tapi orang yang dulu cukup akrab dengan Tuan, umurnya tidak sebaya dengan Tuan Ibra...." Aya kembali menatap wajah Tina yang sudah tua. Tampak dari keriput yang tercipta pada lipatan mata dan keningnya. Namun, Tina memiliki wajah yang teduh dan menenangkan."Dulu sebelum Tuan Besar, Tuan Ronal meninggal, beliau dekat dengan beberapa orang. Tapi yang paling dekat adalah Pak Hengki Pramana. Beliau adalah sahabat karib Tuan Ronal dan juga cukup akrab dengan Tuan Ibra," jelasnya.Aya

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 210

    Samuel mundur satu langkah, tangannya terangkat di depan dada. "Pak, saya bersumpah demi nyawa saya. Saya tidak mungkin melakukan ini. Saya sudah bekerja bersama Anda selama bertahun-tahun!""Tapi pesan misterius itu, Sam... pesan yang bilang ada pengkhianat di dekatku," cicit Ibra sembari mengepalkan kedua tangannya. Amarah mulai membakar akal sehatnya. "New World Development tahu persis kelemahan psikologis mitra kita. Mereka menyerang dengan isu lahan di saat yang sangat tepat. Siapa yang memberikan celah itu kalau bukan orang dalam yang mengatur jadwal komunikasi?""Pak Ibra. Saya juga bingung, Pak! Saya berani diaudit, silakan periksa semua rekening saya, ponsel saya, bahkan tempat tinggal saya!" Samuel terdengar putus asa.Ibra menatap wajah sedih Samuel. Pria itu pun terdiam, teringat ucapan Aya yang selalu diucapkan saat ia mulai mencurigai orang yang selalu ada untuknya.'Tetaplah waspada, tapi jangan biarkan rasa curiga itu merusak kinerja timmu.'Kalim

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 209

    Sementara itu, suasana di kantor pusat Bagaskara Group berbanding terbalik 180 derajat. Langit siang hari di kota itu yang mendung seolah menjadi latar belakang yang sempurna untuk kekacauan yang akan meledak.Pukul dua siang. Hanya tersisa kurang dari dua puluh empat jam sebelum 'grand launching' proyek besar dan terbaru Bagaskara Group yang disusun oleh tim Ibra, serta merupakan ide dari Aya dan Ibra. Sebuah mega-proyek superblok ramah lingkungan yang diprediksi akan merevolusi pasar properti Asia Tenggara.Saat Ibra baru saja menyesap teh camomile buatan Aya, tiba-tiba saja pintu ruang kerjanya dihantam terbuka tanpa ketukan.Brak!Ibra tentu saja terkejut. Dirinya ingin marah atas ketidak sopanan Samuel. Namun saat melihat Samuel masuk dengan wajah sepucat kertas, napasnya memburu, dan tablet di tangannya gemetar. Pria itu mengurungkan niatnya dan kini malah berubah cemas."Pak Ibra... kita punya masalah besar. Masalah yang sangat buruk." Suara Samuel tercekat."Tenangkan dirimu,

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 106

    Di saat yang sama, tepatnya di kamar VIP Irish Grand Hotel, suasana sangat berbeda. Tirai jendela masih tertutup rapat, membuat ruangan itu tampak temaram.Di atas tempat tidur king size, Ibra terbaring dengan napas yang tidak teratur. Keringat dingin membasahi dahinya, dan wajahnya nampak memerah

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 99

    Aya membaringkan Putra ke atas tempat tidur dengan gerakan selembut mungkin. Ia menyelimuti tubuh kecil itu, mengecup keningnya lama, seolah mencari kekuatan dari aroma lembut chamomile yang masih tersisa di kulit Putra.Wanita itu berusaha mengabaikan keberadaan sosok tinggi yang berdiri di ambang

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 97

    Ibra langsung menoleh pada anaknya, wajahnya berubah lembut seketika. "Bunda bilang dagingnya enak sekali, sampai dia ingin berterima kasih pada Ayah dengan cara... memijat bahu Ayah nanti di rumah," ucap pria itu dengan seenaknya.Kedua mata Aya membulat. "Aku nggak bilang begitu.""Benarkah, Bund

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 92

    Keesokan harinya, suasana di kantor milik Ibra tampak lebih sibuk dari biasanya. Meskipun kondisi fisiknya belum seratus persen pulih, Ibra bersikeras untuk datang sendiri. Pagi tadi, ia dengan tegas melarang Aya ikut."Kamu di rumah saja. Urus Putra. Jangan karena satu kali keberuntungan di rapat

    last updateLast Updated : 2026-03-27
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status