Share

Bab 68

Author: Rizu Key
last update publish date: 2026-01-31 17:01:25

Suasana di dalam ruang VIP itu mendadak hening, seolah oksigen tersedot keluar. Pengakuan Aya yang meluncur begitu saja membuat jantungnya sendiri berdegup kencang. Ia meremas kembali kedua lututnya, menunduk dalam-dalam hingga helai rambutnya menutupi wajahnya yang mulai memerah.

"Maaf, Mah...." ucap Aya dengan suara gemetar, berusaha menahan tangis.

Di dalam pikirannya, Aya hanya tidak ingin ada kesalahan pahaman. Lagi pula memang benar dirinya lah yang telah menggoda Ibra demi seju
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Ida Nur Hidayati
terima kasih Bu Dewi karena sudah membela Aya dan Putra
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 281

    Ibra terpaku. Pertanyaan tiba-tiba yang meluncur begitu saja dari bibir Aya seketika mengunci bibirnya. Sepasang mata sang istri yang masih menyisakan jejak air mata itu kini berbinar lucu, memantulkan bayangan dirinya yang mendadak kikuk.Semburat merah muda yang tipis pun perlahan muncul, merayap dari leher hingga ke ujung telinga Ibra. Seolah merusak topeng ketenangan yang selama ini selalu ia gunakan untuk menutupi emosi dan perasaannya."Ehem."Pria itu berdeham pelan, mencoba mengusir kecanggungan yang tiba-tiba mencekik tenggorokannya. Ia melepaskan genggaman tangannya pada jemari Aya, lalu berpura-pura merapikan kerah kemejanya yang sebenarnya sama sekali tidak berantakan."Tentu saja. Siapa lagi kalau bukan aku?" jawab Ibra dengan nada suara yang sengaja dibuat serak dan berat, berusaha mempertahankan sisa-sisa harga dirinya sebagai seorang pria yang berwibawa, dingin, dan arogan.Aya sedikit memajukan tubuhnya untuk mengamati wajah sang suami dengan leb

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 280

    Ibra kemudian melonggarkan pelukannya, lalu memegang kedua bahu Aya agar mereka bisa saling bertatapan kembali. Ia menggunakan ibu jarinya untuk menghapus air mata yang mengalir membasahi pipi mulus istrinya."Itu bukan salahmu, Aya. Kamu... Kenapa kamu mikir kalau aku nggak puas sama kamu? Bukankah aku sudah bilang kalau aku hanya bisa bereaksi padamu saja?" Ibra memberikan beberapa pertanyaan sekaligus pada istrinya. Ia masih tampak kaget mendengar ucapan Aya."Maafin aku, Mas... Aku bodoh...."Ibra menghela napas. "Astaga... Kamu salah paham. Bukan berarti aku menyalahkan kamu. Tapi...." Pria itu diam sejenak, mencoba memikirkan kejadian beberapa hari terakhir."Aku mengerti. Kamu pasti mengira aku yang menjauhimu karena aku tidak puas padamu, kan? Tapi itu salah. Aku menjauhimu karena aku nggak mau menyakiti kamu. Makanya aku memilih bermain sendiri di kamar mandi," ucap Ibra mencoba menjelaskan.Aya menatap wajah suaminya dengan kedua matanya yang basah. "Tapi dokter bilang aku a

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 279

    "Nggak, Mas. Dengarkan aku dulu," potong Aya dengan tegas namun tetap lembut, meminta haknya untuk berbicara. Ibra akhirnya terdiam dan memilih untuk menyimak."Aku mau minta maaf karena selama beberapa hari ini aku egois dan kekanak-kanakan. Aku sempat meragukan kamu, aku sempat curiga padamu, dan aku membiarkan diriku ini membuatku berpikir yang tidak-tidak tentang suamiku sendiri. Padahal... padahal di luar sana, Mas Ibra sedang berjuang sendirian untuk melindungiku dan keluarga kita dari fitnah keji yang mau disebarkan sama orang-orang yang nggak bertanggung jawab," tutur Aya dengan suara yang mulai serak. Setetes air mata pun lolos dari sudut matanya, mendahului rasa sesak yang kini berpindah ke dadanya.Ibra terkejut mendengarnya. Jantungnya berdegup kencang. Bagaimana bisa Aya mengetahui detail tentang fitnah tersebut? Seingatnya, ia, Samuel, dan tim hukum perusahaan telah menutup rapat-rapat informasi mengenai rencana serangan fitnah dari Hengki dan anak buahnya yang berniat m

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 278

    Ibra menerima mangkuk itu dengan tangan yang sedikit gemetar. Ia menatap permukaan kuah sup yang bersih dari taburan bawang goreng maupun irisan bawang daun yang bisa membuatnya mual. Sejak kehamilan Aya, Ibra menggantikan istrinya dan menjadi sensitif terhadap bawang yang terlalu dominan dalam masakan, juga sensitif pada aroma kopi yang biasanya ia sukai.Dan Aya adalah satu-satunya orang yang selalu mengingat detail kecil itu dengan sangat baik. Bahkan di tengah kondisi fisiknya yang sedang berbadan dua dan menghadapi kehamilan anak kedua mereka yang melelahkan, Aya masih sempat berdiri di dapur demi memasakkan menu favoritnya, bahkan setelah mereka bertengkar hebat tadi pagi."Kenapa repot-repot, Aya? Kamu... kamu harusnya istirahat di rumah. Kandungan kamu sudah masuk trimester kedua, jangan terlalu banyak berdiri dan kelelahan," tutur Ibra dengan nada yang dipenuhi rasa khawatir sekaligus rasa bersalah yang semakin menghinggapi hatinya.Aya terkekeh pelan, sebuah tawa kecil yang

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 277

    Di dalam ruangan kerjanya yang seharusnya saat ini kosong dan steril dari orang asing itu, ternyata ada seseorang yang sedang duduk diam di atas sofa beludru yang menghadap ke arah jendela besar.Orang itu menoleh perlahan saat mendengar suara pintu terbuka, menatap langsung ke arah Ibra dengan mata yang masih menyisakan jejak kemerahan. Matanya tampak sedikit basah namun masih tampak bersinar."Aya...?" panggilnya lirih.Jantung Ibra rasanya berhenti berdetak selama beberapa detik. Pria yang biasanya selalu siap menghadapi situasi darurat apa pun di dunia bisnis itu kini mendadak kehilangan kata-kata. Ia terpaku di tempatnya berdiri, menatap sosok wanita yang sejak pagi tadi memenuhi isi kepalanya. Aya kini benar-benar berada di depannya, di dalam ruang kerjanya yang dulu juga selalu ditemani olehnya.Aya mengenakan dress panjang hingga ke betis berwarna putih longgar dan kardigan berwarna krem. Penampilannya tampak sederhana namun justru mempertegas siluet tubuhnya yang kini sedang

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 276

    "Baik, Pak. Perintah Anda akan segera saya laksanakan dan saya beri tahu ke bagian keamanan dalam waktu sepuluh menit," jawab Samuel sambil mengetik cepat di tablet kerjanya.Pintu lift pun terbuka secara otomatis dengan dentingan halus. Ibra masuk ke dalam, diikuti oleh Samuel. Begitu pintu lift tertutup dan lift mulai bergerak naik menuju lantai teratas tempat ruang Presdir berada, atmosfer di dalam lift itu terasa sedikit merenggang, meski ketegangan di wajah Ibra belum sepenuhnya hilang.Ibra melonggarkan sedikit dasinya, memberikan ruang bagi napasnya yang terasa panas setelah meladeni Kaila. Pikirannya langsung beralih kembali ke fokus utamanya yang paling mendesak."Bagaimana perkembangan proyek kita di lapangan?" tanya Ibra, memulai pembahasan bisnis seolah insiden dengan Kaila beberapa menit lalu tidak pernah terjadi."Semua berjalan sesuai jadwal, Pak. Tim di lapangan sudah menyelesaikan pembebasan lahan tahap pertama, dan logistik untuk material utama akan tiba di tempat be

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 61

    Darah Aya terasa membeku. Ancaman itu adalah kelemahan terbesarnya. Ia menelan ludah, matanya mulai berkaca-kaca karena amarah yang tertahan. "Kamu... kamu jahat sekali. Ternyata kamu memang licik.""Itu bukan licik. Tapi begitulah dunia bekerja," jawab Ibra santai meski tiba-tiba dadanya nye

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 59

    "Berbaliklah," ucap Ibra tiba-tiba. Aya mendongak menatap wajah tampan di bawah sinar lampu putih di dalam kamar pas tersebut."Cepat," tekannya."Saya bisa sendiri," desis Aya, mencoba menutupi punggungnya yang terekspos dengan tangannya."Diamlah. Kamu hanya akan merusak gaun mahal ini," ucap Ibr

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 55

    Ibra melangkah keluar dari kamar utama dengan langkah tegap, meninggalkan Aya yang masih bergelung di balik selimut dengan tatapan penuh kebencian."Ya Tuhan... kenapa jadi begini? Kenapa pria itu ingin sekali menikahiku...?" gumam Aya sembari meremat kemeja putih di pangkuannya.Setelah menutup pi

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 56

    Ibra muncul dengan Putra yang ia gendong dengan satu tangan. Putra tampak tertawa kecil sambil memeluk bahu ayahnya, sementara Ibra berjalan dengan tenang seolah beban seberat bocah kecil itu bukanlah apa-apa baginya.Dalam pandangan Aya, mereka berdua tampak sangat serasi. Seperti dua wajah

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status