Share

Bab 69

Penulis: Rizu Key
last update Tanggal publikasi: 2026-01-31 19:47:13

Ibra masih terdiam. Ia menerima cacian ibunya tanpa membela diri. Untuk pertama kalinya, ego sang Presdir yang arogan itu terusik oleh kenyataan pahit yang ia paparkan sendiri.

"Aku tidak tahu dia hamil, Mah," gumam Ibra pelan.

"Itu bukan alasan!" potong Dewi. "Seorang pria sejati akan memastikan wanita yang bersamanya baik-baik saja, terlepas dari bagaimana kalian bertemu! Tapi kamu? Kamu malah menyiksa Aya dan menyusahkannya di kantor! Benar kata Putra, kamu bukan hanya 'Presdir Galak' tapi j
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 238

    Aya mengusap lembut rambut Ibra. "Mas, bukti fisik bisa dimanipulasi, tapi kemampuan dan jasa seseorang yang sudah tiada tertanam dalam ingatan orang-orang yang mencintainya. Mamah percaya pada Papah, kamu percaya pada Papah. Itu hal terpenting yang kita miliki. Kebenaran tidak pernah benar-benar terkubur, Mas. Aku yakin kebenaran akan segera terungkap. Dan aku juga percaya almarhum Papah nggak mungkin melakukan hal tersebut meski aku sendiri belum pernah bertemu beliau."Ibra mengangkat kepalanya sedikit, menatap mata istrinya yang jernih. "Terima kasih, Aya... Kamu benar-benar istri terbaik," pujinya dengan tatapan sendu.Aya tersenyum lembut. "Sebaiknya kita istirahat saja , Mas. Sudah malam.""Iya, Istriku." Ibra mengangguk lemah. Tekadnya kembali sedikit mengeras karena dukungan dan perhatian Aya. Ia mengecup kening istrinya cukup lama, sebuah tanda terima kasih yang tak terucapkan lagi, sebelum akhirnya mereka berdua merebahkan diri di bawah selimut tebal. Ibra mem

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 237

    Mereka bertiga akhirnya duduk melingkar di ruang tengah. Putra, anak mereka, sudah tertidur lelap di dalam kamarnya, tidak sadar bahwa dunia orang tuanya sedang runtuh."Om Hengki punya bukti yang sangat kuat, Mah." Suara Ibra terdengar parau. "Nomor referensinya sama persis dengan bukti yang kita miliki, tapi tujuan transfernya tertuju pada rekening pribadi Papah di luar negeri. Ini benar-benar jebakan yang dirancang dengan sangat rapi. Sangat mustahil bagi mereka memiliki dokumen itu jika tidak ada orang dalam yang membantu... atau jika itu memang benar terjadi.""Itu fitnah, Ibra! Ayahmu orang yang jujur!" Dewi memukul dadanya sendiri, menahan sesak. "Keluarga Pramana itu...kenapa mereka berubah mencari selicik ini?" Ia kembali terisak.Aya memeluk ibu mertuanya. Wanita itu tak menyangka jika masalah akan berubah menjadi semakin rumit."Apa mereka belum puas menghancurkan perusahaan yang dibangun ayahmu dulu? Sekarang... mereka ingin menghancurkan namanya bahkan setelah dia telah l

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 236

    "Kedua bukti ini memiliki nomor referensi yang sama, namun tujuan transfernya berbeda. Ini sangat tidak lazim."Hengki tetap diam, tidak mengucapkan satu patah kata pun. Ia membiarkan kuasa hukumnya menjalankan tugasnya dengan sempurna. Liam di sampingnya mulai menyeringai puas melihat wajah Ibra yang memucat. Opini publik mulai berganti menatap lain ke arah Ibra sebagai anak kandung mendiang Ronal Bagaskara.Ibra merasa dunianya berputar. Bagaimana bisa ada dua bukti yang identik namun berlawanan? Ia teringat kembali pada mimpi buruk Aya semalam, tentang ibunya yang membungkam mulutnya karena ketakutan. Ia juga teringat dengan ucapan Aya dan ia sadar bahwa Aya memiliki ingatan yang sangat tajam.'Apa mungkin mimpi buruk Aya ada kaitannya dengan masalah ini? Tapi... sepertinya itu muatahil. Aku baru bertemu dengannya enam tahun lalu dan bahkan belum pernah bertemu ibunya....' gumam Ibra dalam hati. Menepis kemungkinan yang terasa mustahil itu."Yang Mulia...." Kuasa hukum Hengki melan

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 235

    "Apa kamu baik-baik saja?" tanya Ibra sembari menatap sang istri yang kini duduk di depan meja makan."Aku baik-baik saja, Mas," jawab Aya sembari mencoba tersenyum. Meski ia masih saja merasa bingung dengan mimpi buruk yang semalam ia alami. Mimpi itu terasa begitu nyata, seolah pernah terjadi di masa lalu. Namun, mengapa mimpi itu tiba-tiba muncul?Ibra tidak tega meninggalkan Aya. Sementara ia harus segera pergi menghadiri sidang."Aku harus pergi. Jadi kamu baik-baik saja di rumah," ucap Ibra lembut.Aya kembali tersenyum. "Iya, Mas. Aku akan baik-baik saja."Sinar matahari pagi yang menerobos masuk melalui jendela besar ruang makan nyatanya tidak mampu mengusir kegelisahan yang menggelayut di pundak Ibra. Hari ini adalah puncaknya. Hari di mana kecurangan Hengki akan dibedah di depan meja hijau. Namun ia juga tidak ingin meninggalkan Aya.Pria itu segera berangkat dengan Samuel dan Sinta, serta tim IT ahli yang dipercaya. Tak lupa seorang pengacara ternama juga akan ikut mendamp

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 234

    Suara itu terdengar berat, penuh penekanan, dan terdengar sangat mendesak. Aya mencoba mencari sumber suara itu, namun pandangannya kabur.Di tengah kegelapan, ia tiba-tiba melihat sosok ibunya. Namun, sang ibu tidak tersenyum. Wajah ibunya pucat pasi, seperti kertas yang kehilangan warna, dengan butiran keringat dingin sebesar biji jagung mengucur di pelipisnya."Ibu...." lirih Aya penuh rasa kerinduan. Ibunya yang telah lama tiada, kini duduk di sebelahnya dan terlihat nyata.Saat menyadari Aya memanggilnya, sang ibu menoleh lalu tiba-tiba menerjang ke arahnya. Bukan untuk menyerang, melainkan memeluk Aya dengan sangat erat, begitu erat hingga Aya sulit bernapas.Tangan ibunya yang gemetar membungkam mulut Aya dengan rapat. Mata sang ibu membelalak ketakutan, menatap ke arah kegelapan di belakang mereka, seolah ada monster yang sedang mengintai mereka.Aya ingin berteriak, bertanya apa yang terjadi, namun suaranya tertahan di tenggorokan. Jantungnya berdegup ke

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 233

    Kembali di kantor Bagaskara Group, Ibra merasakan firasat buruk yang tiba-tiba muncul. Ia berdiri di dekat jendela kaca besar, melihat lampu-lampu kota yang mulai menyala. Pikirannya melayang pada Aya yang sedang hamil di rumah. Ia tahu, kemenangan ini mungkin hanyalah awal dari sesuatu yang lebih besar.'Om Hengki bukan tipe orang yang akan menyerah begitu saja setelah dipojokkan,' batin Ibra. 'Jika dia merasa terdesak, apakah dia akan menggunakan cara yang paling kotor untuk menyingkirkanku?' tanyanya dalam hati.Ibra segera mengambil ponselnya dan menghubungi kepala pelayan di rumahnya. "Pak Santo, tolong perketat penjagaan di rumah. Mulai malam ini, jangan biarkan siapa pun yang tidak dikenal mendekati rumah atau sekadar bertamu, termasuk kurir atau tamu yang tidak membuat janji sebelumnya. Aku akan pulang sekarang.""Baik, Tuan," sahut Santo dari ujung panggilan.Panggilan segera berakhir. Ibra memasukkan ponselnya pada saku kemeja. Lalu pria itu berjalan keluar ruangan dengan la

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 55

    Ibra melangkah keluar dari kamar utama dengan langkah tegap, meninggalkan Aya yang masih bergelung di balik selimut dengan tatapan penuh kebencian."Ya Tuhan... kenapa jadi begini? Kenapa pria itu ingin sekali menikahiku...?" gumam Aya sembari meremat kemeja putih di pangkuannya.Setelah menutup pi

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 56

    Ibra muncul dengan Putra yang ia gendong dengan satu tangan. Putra tampak tertawa kecil sambil memeluk bahu ayahnya, sementara Ibra berjalan dengan tenang seolah beban seberat bocah kecil itu bukanlah apa-apa baginya.Dalam pandangan Aya, mereka berdua tampak sangat serasi. Seperti dua wajah

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 50

    "Ay, kamu harus makan. Jangan sampai masuk rumah sakit lagi," ucap Hendra sambil menyentuh bahu Aya dengan lembut, mencoba memberikan kekuatan. Ada sorot mata yang lebih dari sekadar rasa peduli. Di dalam tatapannya, ada rasa kasih sayang yang telah lama Hendra pendam untuk Aya.Pemandangan itu men

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 54

    "Jadi... kamu sudah tahu?" Suara Aya terdengar parau. Ia mendorong dada bidang Ibra dengan sisa tenaganya.Pria itu hanya diam menatapnya. "Lalu apa? Kamu merasa kasihan? Atau kamu merasa menang karena sudah tahu betapa malangnya nasibku? Apa kamu puas sekarang melihatku menderita dan tidak bergun

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status