Share

Bab 69

Penulis: Rizu Key
last update Tanggal publikasi: 2026-01-31 19:47:13

Ibra masih terdiam. Ia menerima cacian ibunya tanpa membela diri. Untuk pertama kalinya, ego sang Presdir yang arogan itu terusik oleh kenyataan pahit yang ia paparkan sendiri.

"Aku tidak tahu dia hamil, Mah," gumam Ibra pelan.

"Itu bukan alasan!" potong Dewi. "Seorang pria sejati akan memastikan wanita yang bersamanya baik-baik saja, terlepas dari bagaimana kalian bertemu! Tapi kamu? Kamu malah menyiksa Aya dan menyusahkannya di kantor! Benar kata Putra, kamu bukan hanya 'Presdir Galak' tapi j
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 345

    "Bagaimana perkembangan penyelidikannya, Yudha?" tanya Ibra saat pria itu memasuki sebuah ruangan khusus yang ia siapkan untuk detektif kepercayaannya.Yudha masih menatap layar laptopnya. Tangannya bergerak lincah di atas keyboard. Namun ia mendengar pertanyaan yang diajukan oleh sang Presdir."Kami sudah menemukan terduga pelaku, Pak. Informasinya baru saja selesai saya cetak," jawabnya.Ibra segera duduk di kursi yang ditarik oleh Samuel. Tatapannya tajam tertuju pada Yudha yang masih sibuk dengan laptopnya. Yudha segera menghentikan gerakan tangannya lalu ia menoleh mengambil sebuah dokumen baru dan menyerahkannya pada Ibra."Ini, Pak," ujarnya.Samuel mewakili sang Presdir menerima dokumen tersebut. Lalu menyerahkannya padanya. Ibra dalam diam membuka dokumen tersebut. Kedua alisnya saling bertaut. Di sana ada cetak foto yang diambil dari CCTV rumah sakit."Ini...." gumamnya.Samuel ikut melihat. "Itu... Saya ingat. Waktu kita tiba, kita bertemu dengan orang itu, Pak!" serunya.L

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 344

    Unggahan Aya dalam sekejap menjadi viral. Kejujuran, ketenangan, dan ketegaran respons dari istri Presdir Bagaskara Group itu mulai membalikkan simpati publik. Tak sedikit dari para netizen yang mulai mempertanyakan kebenaran berita yang beredar dan mengutuk tindakan keji peretasan data pribadi seseorang."Gimana, Bunda?" tanya Putra penasaran.Aya menilik kembali ponselnya di mana sudah ada banyak notifikasi yang masuk. "Banyak yang komentar. Biarkan saja."Dengan sengaja Aya mematikan notifikasi pada akun sosial medianya itu. Ia tak mau tidur anaknya terganggu. Namun wanita itu tetap memantau apa yang terjadi di sana.*Sore harinya, Ibra melangkah keluar dari gedung kantor menuju area konferensi pers yang telah disiapkan secara mendadak di lobi utama kantor Bagaskara Group. Puluhan kilatan lampu kamera langsung menyambut kehadiran sang Presdir.Para petugas keamanan menjaganya dengan ketat. Sementara beberapa wartawan mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tidak sopan lagi.Na

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 343

    Sementara rapat di kantor pusat berlangsung tegang, kondisi di rumah kediaman Ibra masih mendapat pengawasan dari luar. Beberapa mobil wartawan tampak terparkir di pinggir jalan luar kompleks perumahan, berusaha mencari celah untuk mengambil foto atau mendapatkan wawancara dari sang Nyonya Rumah.Di dalam kamar utama, Aya duduk di tepi ranjang. Ia mengelus lembut pipi Putri yang sedang tertidur pulas dalam dekapannya. Hatinya masih terasa sesak bila mengingat betapa kejamnya komentar orang-orang di luar sana. Namun, Aya sadar bahwa meratapi nasib tidak akan menyelesaikan apa pun. Ia adalah istri Ibra Bagaskara, wanita yang telah merasakan beratnya kehidupan sebelumnya.Tok tok tokTiba-tiba pintu kamar diketuk pelan."Bunda?" panggil Putra tepat dari ddepan pintu."Masuklah, Sayang," sahut Aya sedikit berteriak.Pintu terbuka perlahan. Lalu bocah tampan itu berjalan masuk ke dalam kamar kedua orang tuanya. Ia melangkah mendekati ranjang di mana ibu dan adiknya berada. Lalu langkahnya

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 342

    "Pak Ibra! Apakah benar berita mengenai kemandulan Anda?""Bagaimana nasib kelanjutan Bagaskara Group jika Anda tidak memiliki pewaris yang sah?""Apakah kedua anak Anda adalah hasil dari program rekayasa atau anak dari pria lain?"Pertanyaan-pertanyaan provokatif dan menyakitkan itu terlontar dari mulut para awak media saat Ibra melangkah keluar dari mobil. Wajah Ibra datar dan dingin seperti es, matanya menatap lurus ke depan tanpa memberikan tanggapan sedikit pun.Pria itu mengenakan setelan jas hitam yang rapi. Langkah kakinya tetap tegap dan berwibawa, meski di dalam hatinya gejolak amarah membakar seluruh ketenangannya. Baginya, siapa pun yang mengganggu ketenangan dan membuat Aya bersedih adalah musuhnya."Pak Ibra, tolong jawab pertanyaan kami, Pak!" seru salah seorang wartawan yang terdengar mendesak dan terus mengejar sang Presdir.Ibra tak mengindahkannya. Samuel dan beberapa petugas keamanan dengan ketat menghalangi saat mereka mendekat."Tolong mundur!" tegas Samuel denga

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 341

    "Amplop itu...." gumam Ibra tiba-tiba. Matanya langsung tertuju pada dokumen medis yang semalam ia letakkan di atas nakas.Ia memang baru saja memeriksa kesehatannya kembali secara menyeluruh, dan hasil analisisnya menyatakan bahwa ia telah sembuh total. Namun, rekam medis yang dibocorkan ke publik adalah data lama yang dimanipulasi sedemikian rupa untuk menciptakan kesan bahwa dirinya mandul secara permanen.Ibra kembali mengambil ponselnya di tangan sang istri. Dengan wajah marahnya, ia kembali menghubungi Samuel."Sam, selidiki siapa saja yang kemarin ada di rumah sakit! Selidiki juga Dokter Rian dan staf yang bekerja di sana tanpa kecuali!" perintahnya dengan tegas."Baik, Pak," sahut Samuel menyanggupi.Panggilan kembali berakhir. Namun ponsel Ibra terus-menerus berdering tanpa henti. Bahkan kini ponsel Aya pun ikut berdering dan kali ini panggilan dari sahabatnya, Gina."Halo, Gin.""Aya! Kamu baik-baik saja? Kamu jangan lihat berita dulu," ucap Gina terdengar panik.Aya menghel

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 340

    Pagi berikutnya menyapa kediaman mewah keluarga Bagaskara dengan hangat. Aya terbangun lebih awal, tersenyum melihat Ibra yang masih tertidur pulas di sampingnya dengan wajah yang tampak begitu damai. Kebahagiaan kecil seperti ini adalah hal yang sangat ia syukuri setelah segala badai yang pernah menerpa pernikahan mereka."Aku nggak nyangka kalau Mas yang bakalan gantiin aku merasakan sakitnya melahirkan Putri," bisik Aya sembari mengusap pipi suaminya dengan lembut.Ibra tiba-tiba tersenyum. Hal ini membuat Aya salah tingkah karena merasa tertangkap basah oleh suaminya. Saat Aya menarik tangannya menjauh, Ibra menahannya dengan genggaman hangat namun cukup kuat untuk menahannya."Kenapa berhenti mengelus pipiku?" tanya pria itu sembari membuka kedua matanya yang masih sayu.Aya ikut tersenyum. "Udah pagi, Mas. Ayo bangun. Mas kan harus siap-siap kerja," sahutnya."Sebentar." Ibra tiba-tiba menarik tubuh ramping sang istri dan memeluknya. Ia menghirup aroma harum lembut Aya yang sang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status