Share

Bab 70

Author: Rizu Key
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-01 21:06:03

'Sial... Kenapa aku begini?' gumam Ibra dalam hati ketika pintu kamar Putra baru saja tertutup rapat.

Langkah Ibra yang tegak kembali terdengar pelan. Pria itu kembali naik ke lantai dua di mana kamar utama berada. Ada perasaan mengganjal yang entah mengapa mengganggu.

Saat melihat Aya menangis dengan perasaan yang begitu terluka. Saat ibunya mencaci maki dirinya yang tidak bertanggung jawab pada darah dagingnya sendiri. Serta saat Ibra hanya menganggap Aya sebagai pemuas nafsu saja.

Hati kecil
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 197

    "Sebenarnya... Tuan menggunakan dana pribadinya untuk penyelidikan ini. Dan jumlahnya tidak main-main, Nyonya. Tuan mengerahkan semuanya demi menangkap dalang yang mendukung Beatrice. Apa lagi seperti yang kita tahu, dalang itu pasti memiliki latar belakang yang tidak biasa...." papar Santo sembari berbisik.Aya mengernyitkan dahi. "Begitu, ya?" gumamnya. Wanita itu merasa khawatir pada suaminya. Apa lagi dalang utama belum kunjung ditemukan.*Malam harinya, Bi Tina menyiapkan makan malam seafood bakar di teras villa. Angin malam pun berembus sejuk."Bagaimana perasaanmu? Anak kita tidak rewel, kan?" tanya Ibra sambil menyuapkan sepotong udang ke mulut Aya. Sementara pria itu pakai masker."Dia sangat tenang di sini. Sepertinya dia juga suka suara ombak. Apa lagi tadi aku mewakilinya melihat ayahnya buat istana pasir," jawab Aya dengan senyuman manis.Ibra hanya tersenyum di balik maskernya. "Udah buka aja maskernya, Mas. Ini nggak ada bawang sama sekali," bujuk Aya. Ibra terlihat

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 196

    BrukTubuh Putra bertabrakan dengan seseorang. Bocah itu pun jatuh terduduk di atas pasir dan kerang dalam genggamannya pun terlempar jatuh."Aduh...." Bocah itu mengaduh pelan."Maaf, maaf. Kamu nggak papa?" tanya seorang wanita dengan lembut sembari membantu Putra berdiri.Aya dan Ibra bergegas mendekat. Kini pasangan itu berhadapan dengan sepasang muda mudi yang baru saja ditabrak Putra tanpa sengaja."Maafin saya, Tante. Saya lah yang salah karena nabrak Tante. Tante nggak papa?" tanya Putra sembari berdiri dan menatap takut pada wanita di depannya. "Loh? Tante Gina?""Ya ampun... Putra. Kamu beneran nggak papa?" sahut Gina lembut sembari membantu Putra berdiri.Aya mendekati mereka. "Maafkan anak saya, Nona."Wanita itu pun menoleh dan tersenyum. "Nggak papa, Ay.""Ya ampun... Gina?" Aya langsung memeluk sahabatnya."Iya, Ay. Ini aku. Kamu kenapa ke sini? Liburan?" tanya Gina sembari membalas pelukan Aya."Iya." Keduanya pun mengobrol

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 195

    "Kita mau ke pantai," jawab Aya sembari tersenyum lebar.Ketika Aya menyampaikan ide itu saat mobil semakin menjauh dari rumah, Ibra sempat ragu. "Apa nggak terlalu jauh? Kamu sedang hamil, Aya.""Enggak, kok, Mas," sahut Aya."Aku khawatir kamu lelah." Ibra meraih tangan Aya dan menggenggamnya dengan lembut."Nggak papa, Mas. Lagian jaraknya hanya beberapa jam dari sini, Mas. Kita bawa Pak Santo untuk menyetir, jadi Mas bisa istirahat di mobil. Bi Tina juga ikut di mobil belakang buat bantu jaga Putra. Nanti Bi Tina bantu menyiapkan keperluan kita. Aku hanya ingin kita bertiga... ah, maksudku berempat, bersantai sejenak," ujar Aya sambil mengelus perutnya."Itu benar, Ayah. Sudah lama sekali Putra pengen ke pantai. Kita bisa liburan di sana!" seru Putra tampak ceria.Melihat binar harapan di mata istri dan anaknya, pertahanan Ibra runtuh. "Baiklah. Kalau begitu tiga hari dua malam cukup, kan? Aku akan minta Samuel menghandle semua masalah kantor."Kedua mata Aya membulat. "Tiga hari

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 194

    "Putra, mau jalan-jalan sama Ayah dan Bunda, nggak?" tanya Aya sambil mengusap kepala anaknya."Mau! Ke mana, Bun?" Kedua mata Putra langsung berbinar."Ke... Rahasia.""Yah....""Pokoknya hari ini kita liburan bareng bertiga. Gimana? Bunda jamin Putra pasti seneng," jawab Aya sembari tersenyum lebar."Mau, mau, mau!" seru Putra sembari bertepuk tangan. Lili pun terkejut dan hampir melompat dari pangkuan Putra. Meski tidak tahu ke mana tujuannya, namun bocah polos itu percaya saja pada ucapan sang ibu."Ya sudah. Kalau gitu kamu ganti baju dulu. Biar Bunda yang panggil Ayah," ujar wanita itu lembut, kembali mengusap kepala anaknya."Oke, Bunda. Kalau gitu Putra mau ganti baju dulu, ya?" sahut bocah tampan itu. Ia mendudukkan Lili di atas sofa sebelum dirinya melompat turun dan berlari menuju ke kamarnya.Aya segera berjalan menuju ke ruang kerja suaminya yang juga berada di lantai satu. Dan Lili bukannya tidur di sofa, kucing kecil berbulu putih itu malah melompat turun dan berjalan m

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 193

    Setelah momen pelepasan yang terasa hambar di kamar mandi kantor, Ibra keluar dengan langkah yang masih terasa berat. Meskipun ketegangan fisiknya sedikit berkurang, beban pikiran dan rasa rindu yang tertahan pada istrinya justru menyisakan ruang kosong di hatinya.Pria itu segera merapikan diri, mengeringkan tubuhnya dengan handuk terbeli dahulu sebelum mengenakan kemeja bersih. Ia berdiri di depan cermin. Menatap pantulan wajahnya sendiri.'Sial... Kenapa sekarang aku malah semakin menginginkannya?' rutuknya dalam hati.Ibra merapikan rambutnya yang masih basah. Kedua matanya pun terpejam sejenak. "Nggak... Ini karena aku memang membutuhkannya karena sudah lama tidak melakukannya...." gumamnya pelan.Setelah beres, Ibra melangkah keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang lebih segar. Pria itu kembali duduk di kursi kebesarannya, menyelesaikan beberapa dokumen penting.Akan tetapi, semakin ia berusaha menekan hasratnya pada Aya, pria itu semakin tak tenang. Ia p

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 192

    Ibra seolah tidak mengindahkan ucapan istrinya. Tangan pria itu masih saja meremas dada Aya yang semakin sintal dan padat. Merasakan kelembutannya di salah satu telapak tangannya itu."Mas...." bisik Aya dengan napas yang mulai tidak beraturan. Apa lagi tangan Ibra terus meremas dadanya dengan gerakan nakal."Aya... aku ingin," bisik Ibra singkat. Napasnya terdengar berat. Aya pun menoleh menatap wajah suaminya. Dan Ibra langsung menatap lekat-lekat wajah Aya yang memerah. Wanita itu pun terdiam.Ibra kembali meremas lembut dada Aya. Ia merasakan perbedaan yang nyata. Payudara Aya terasa jauh lebih penuh, kencang, dan semakin sensitif. Efek dari kehamilan membuat tubuh Aya menjadi begitu menggoda di mata Ibra."Mas... Lepasin tanganmu...." bisik Aya mulai merasa kegelian.Remasan Ibra menguat, membuat Aya memejamkan mata. Sensasi itu menyulut api di bawah perut Ibra. "Ahhh... Mas...." desah Aya pelan.Ibra juga ikut memejamkan kedua matanya. Merasak

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 37

    Samuel meletakkan map cokelat itu di meja Ibra. "Aya mulai bangkit beberapa minggu kemudian dan dia bekerja sebagai pegawai kafe kenalannya hanya sekitar satu bulan saja. Setelah itu, Aya menghilang dari kampung halamannya tanpa jejak. Dan tidak ada uang tahu apa dan bagaimana yang telah dia laku

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 36

    Wanita itu berhasil keluar. Memesan ojek online untuk kembali ke perusahaan dan mengambil motornya di parkiran. Aya berlari mengabaikan rasa perih di area pangkal pahanya yang dipaksa berlari cepat. Napasnya tersengal-sengal, dadanya terasa terbakar. Tujuannya siang itu hanya satu, yaitu menjemput

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 40

    "Iya! Kamu Presdir Galak yang selalu menyuruh Bunda lembur sampai capek!" Putra menunjuk Ibra dengan jari telunjuknya yang mungil, meskipun matanya masih berkaca-kaca karena bingung.Ibra masih diam. Ia kembali menatap wajah mungil yang memang terlihat jelas seperti cetakan sempurna dirinya.

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 39

    Kini Ibra melihat anak kecil itu bersalaman dengan sang pria dengan hormat. Bocah yang mirip dengannya dan belum pernah ia sentuh, malah terlihat senang saat bersama pria dewasa lain selain dirinya."Aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi, Aya," gumam Ibra, matanya menggelap. "Apalagi membawa

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status