共有

Bab 86

作者: Rizu Key
last update 公開日: 2026-02-09 23:24:05

Namun, detik berikutnya, ciuman itu tiba-tiba berubah menjadi sangat lembut, seolah Ibra sedang menyentuh barang pecah belah yang paling berharga. Seolah mereka sedang dalam kisah cinta manis anak remaja.

"Hmmm ahhh...."

Aya terpejam, menikmati sensasi asing yang menyerang seluruh sarafnya. Ia membalas ciuman itu, tangannya kini meremas bahu lebar Ibra, mencari tumpuan. Piyama sutra merah muda yang dikenakannya terasa semakin tipis saat tubuh mereka saling menempel erat tanpa jarak.

Ibra mulai
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Rania Aqilatuzzahrah
masih mau lanjut ngga nih...?
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 277

    Di dalam ruangan kerjanya yang seharusnya saat ini kosong dan steril dari orang asing itu, ternyata ada seseorang yang sedang duduk diam di atas sofa beludru yang menghadap ke arah jendela besar.Orang itu menoleh perlahan saat mendengar suara pintu terbuka, menatap langsung ke arah Ibra dengan mata yang masih menyisakan jejak kemerahan. Matanya tampak sedikit basah namun masih tampak bersinar."Aya...?" panggilnya lirih.Jantung Ibra rasanya berhenti berdetak selama beberapa detik. Pria yang biasanya selalu siap menghadapi situasi darurat apa pun di dunia bisnis itu kini mendadak kehilangan kata-kata. Ia terpaku di tempatnya berdiri, menatap sosok wanita yang sejak pagi tadi memenuhi isi kepalanya. Aya kini benar-benar berada di depannya, di dalam ruang kerjanya yang dulu juga selalu ditemani olehnya.Aya mengenakan dress panjang hingga ke betis berwarna putih longgar dan kardigan berwarna krem. Penampilannya tampak sederhana namun justru mempertegas siluet tubuhnya yang kini sedang

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 276

    "Baik, Pak. Perintah Anda akan segera saya laksanakan dan saya beri tahu ke bagian keamanan dalam waktu sepuluh menit," jawab Samuel sambil mengetik cepat di tablet kerjanya.Pintu lift pun terbuka secara otomatis dengan dentingan halus. Ibra masuk ke dalam, diikuti oleh Samuel. Begitu pintu lift tertutup dan lift mulai bergerak naik menuju lantai teratas tempat ruang Presdir berada, atmosfer di dalam lift itu terasa sedikit merenggang, meski ketegangan di wajah Ibra belum sepenuhnya hilang.Ibra melonggarkan sedikit dasinya, memberikan ruang bagi napasnya yang terasa panas setelah meladeni Kaila. Pikirannya langsung beralih kembali ke fokus utamanya yang paling mendesak."Bagaimana perkembangan proyek kita di lapangan?" tanya Ibra, memulai pembahasan bisnis seolah insiden dengan Kaila beberapa menit lalu tidak pernah terjadi."Semua berjalan sesuai jadwal, Pak. Tim di lapangan sudah menyelesaikan pembebasan lahan tahap pertama, dan logistik untuk material utama akan tiba di tempat be

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 275

    "Tidak," tolak Ibra. Singkat, padat, tegas, dan sama sekali tidak menyisakan ruang untuk negosiasi.Senyum di wajah Kaila sempat membeku sesaat, namun ia dengan cepat menguasai diri. Wanita itu mencoba tertawa kecil, melangkah satu kali lagi lebih dekat hingga aroma parfumnya kian menusuk hidung Ibra yang membuat pria itu mengernyitkan dahi tanda jijik."Kenapa, Pak Ibra? Ini hanya makan siang bisnis biasa. Lagipula, bukankah kita perlu membangun chemistry yang baik agar proyek ratusan miliar ini berjalan lancar? Anda tidak perlu sekaku itu, Pak," ucap Kaila sambil mencoba mengulurkan tangannya, berniat menyentuh lengan jas Ibra.PlakIbra menepis tangan Kaila dengan gerakan kasar sebelum jemari wanita itu sempat menyentuh kain jasnya. Gerakan itu begitu tiba-tiba hingga membuat Kaila terpekik pelan dan mundur selangkah karena terkejut. Sementara Samuel yang berdiri di belakangnya juga kaget."Jaga batasan Anda, Bu Kaila," desis Ibra, suaranya begitu rendah namun sarat akan ancaman ya

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 274

    Suara proyektor di ujung ruang rapat berdesis pelan, memproyeksikan angka-angka grafik, diagram batang, dan estimasi keuntungan kuartal kedua yang tampak begitu megah di atas layar putih.Di sekeliling meja panjang yang dipoles mengkilap itu, belasan kepala saling berbisik, berdebat, dan sesekali melemparkan argumen sengit. Ini adalah rapat koordinasi tingkat tinggi antara jajaran direksi eksekutif perusahaan milik Ibra dengan tim delegasi dari Perusahaan KL, yang baru saja menandatangani kerja sama investasi bernilai ratusan miliar rupiah.Namun, di tengah hiruk-pikuk perdebatan tentang keuntungan tersebut, Ibra yang merupakan seorang Presdir muda yang terkenal bertangan dingin hanya diam membisu di tempat duduknya.Ibra duduk di kursi kebesarannya di ujung meja. Tubuhnya yang tegap dibalut setelan jas hitam sempurna, dengan kemeja putih kaku dan dasi senada. Sikap tubuhnya begitu tenang, bersandar pada sandaran kursi dengan kedua tangan yang sesekali bertaut di atas meja.Tatapan ma

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 273

    Jantung Aya berdegup dua kali lebih cepat. Tangan kanannya yang sedikit gemetar perlahan membuka lembar pertama dari map abu-abu tersebut. Begitu matanya membaca baris-baris kalimat di dalamnya, napas Aya seolah tercekat di tenggorokan. Itu bukan dokumen perusahaan. Itu adalah laporan investigasi siber dan hukum.Lembar demi lembar menampilkan cetakan layar atau screenshot dari beberapa forum diskusi daring tersembunyi, blog-blog gosip lama, serta draf artikel berita digital yang siap tayang. Judul-judul di sana sangat mengerikan, membawa kembali bayang-bayang masa lalu yang paling ingin Aya lupakan.[Skandal Masa Lalu Istri Presdir Bagaskara Group: Benarkah Mantan Wanita Malam?][Rekam Jejak Kelam Istri Presdir Terkemuka, Manipulasi Presdir demi Mendapatkan Kekuasaan dan Cinta.]Aya menutup mulutnya sendiri dengan satu tangarn, sementara kedua matanya mulai kembali berkaca-kaca. Seluruh tubuhnya mendadak lemas. Berita-berita lama itu merupakan kasus yang sudah sempat muncul karena ma

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 272

    Aya merasa dibohongi. Ia merasa tidak dipercayai dan dikhianati oleh suaminya sendiri. Sikap Ibra yang dingin, larangan membaca map abu-abu, pesan misterius dari Kaila yang tiba-tiba hilang, semuanya seperti potongan teka-teki yang mengarah pada satu kesimpulan menyakitkan. 'Apa Mas Ibra sedang bermain gila di belakangku dengan wanita lain setelah kurang puas padaku?' Aya bertanya-tanya dalam hati.Di tengah tangisannya, ingatan Aya melayang pada bulan-bulan terakhir kehamilannya. Sebuah kenyataan pahit menghampiri kesadarannya, membuat dadanya semakin sesak.Selama ia hamil anak kedua ini, Ibra benar-benar menyentuhnya hanya sekali saja. Itu pun terjadi dengan begitu dingin dan terasa seperti sebuah kewajiban yang terpaksa dipenuhi, bukan karena landasan cinta atau gairah seorang suami kepada istrinya. Bahkan karena itu, sikap Ibra malah berubah menjauhinya.Lalu Aya teringat dengan isi postingan yang tak sengaja ia temukan. Di mana ia teringat bahwa selama ini Ibra tak pernah meman

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 106

    Di saat yang sama, tepatnya di kamar VIP Irish Grand Hotel, suasana sangat berbeda. Tirai jendela masih tertutup rapat, membuat ruangan itu tampak temaram.Di atas tempat tidur king size, Ibra terbaring dengan napas yang tidak teratur. Keringat dingin membasahi dahinya, dan wajahnya nampak memerah

    last update最終更新日 : 2026-03-29
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 40

    "Iya! Kamu Presdir Galak yang selalu menyuruh Bunda lembur sampai capek!" Putra menunjuk Ibra dengan jari telunjuknya yang mungil, meskipun matanya masih berkaca-kaca karena bingung.Ibra masih diam. Ia kembali menatap wajah mungil yang memang terlihat jelas seperti cetakan sempurna dirinya.

    last update最終更新日 : 2026-03-20
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 28 (18+)

    [Pastikan kamu ada di kantorku jam 7 tepat. Jangan terlambat satu detik pun.]Aya menghela napas, menatap bubur ayam yang sedang ia siapkan untuk Putra. Ia harus mengantar Putra ke sekolah lebih awal dari biasanya setelah menerima pesan singkat dari sang Presdir."Putra, bangun, Sayang," bisik Aya

    last update最終更新日 : 2026-03-19
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 33

    Putra mengerutkan kening kecilnya, tampak berpikir keras. "Emm... Bunda bilang tempat kerjanya besar sekali, Nek. Banyak orang pakai baju bagus. Tapi Putra nggak tahu namanya apa. Bunda nggak pernah ajak Putra ke sana."Dewi menghela napas panjang. Hatinya mencelos mendengar jawaban polos itu

    last update最終更新日 : 2026-03-19
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status