공유

10. Agnia

작가: Alexa Rd
last update 게시일: 2026-04-24 11:00:21

Saka POV

Hari pertama semester lima, kelas sudah terisi wajah-wajah lama. Keceriaan bekas liburan masih terdengar di sana-sini, termasuk dari bangku belakangku yang diisi oleh Rio dan pacarnya, Feni. Lima menit lagi bel kuliah pertama akan berbunyi.

Aku tidak mengharapkan ada wajah lain lagi yang masuk ke dalam kelas kecuali wajah Bu Ratmi, dosen kami, tapi ternyata aku salah. Seorang perempuan setengah berlari masuk lalu duduk di

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Antara Hati dan Janji   42. Langkah Terakhir Untuk Masa Lalu

    Author POVLangit biru cerah dengan angin yang semilir di ibu kota Kotabaru sore ini membuat banyak orang memilih berjalan-jalan di sekitar taman kota. Sebuah taman yang cukup besar dengan sungai buatan di tepinya menyuguhkan suasana alami di tengah hiruk pikuk ibu kota yang selalu ramai.Jalur setapak yang lebar memungkinkan pengunjungnya bermain sepeda, sepatu roda, atau berjalan kaki di bawah pepohonan yang rindang.Di antara para pengunjung yang ingin menikmati taman sore itu, terlihat sepasang pria dan wanita berjalan beriringan sambil mengamit lengan satu sama lain. Mereka terlihat mesra dengan sepasang cincin yang melingkar di jari manis."Tali sepatumu lepas," kata sang pria pada istrinya. Tak menunggu lama, dia lalu membungkukkan badannya untuk membetulkan ikatan tali sepatu tanpa hak milik istrinya. Kepalanya mendongak. "Sudah nyaman?" tanyanya."Iya, terima kasih," kata sang istri.

  • Antara Hati dan Janji   41C. Di Ujung Harapan Saskia

    Saka POVSaskia diam saja, namun air matanya terus turun. Setelah ayahnya menjauh sambil merangkul istrinya, aku mendekati tempat tidur Saskia.“Kia,” sapaku sambil menggenggam tangannya.“Saka,” jawabnya dengan suara parau. “Maaf aku merepotkanmu lagi sampai kau harus datang ke sini. Padahal aku sudah berkata tidak akan mengganggumu.” Tatapan matanya lurus padaku , lemah dan pilu.Aku mengangguk. “Sudah, jangan berpikir terlalu berat. Istirahat saja, ya,” pintaku.Saskia menggeleng. “Aku malu bertemu, Saka. Kenapa aku masih di sini?” Saskia menangis lagi.Ibu Saskia yang mendengar ucapannya ikut menangis dalam pelukan suaminya.“Kia, jangan berpikir begitu. Ada Ayah dan Ibu yang begitu menyayangimu. Kami ingin kau sehat, bahagia,” Hatiku seperti teriris. sudah betul-betul hilangkah semangatnya untuk hidup?“Tapi aku han

  • Antara Hati dan Janji   41B. Di Ujung Harapan Saskia

    Saka POV“Bagaimana Saskia, Bu?” sudah tak ada basa-basi lagi. Semua di sini berkumpul untuk Saskia.“Masuk, Nak,” jawab Ibu Saskia sambil memberi ruang untuk aku masuk ke dalam.Di dalam, ada kakak perempuan Saskia yang segera berdiri setelah melihatku. Dia tersenyum sayu. Aku membalas senyumnya sambil mengangguk. Di tengah ruangan, Saskia tampak lelap tertidur. Di lengannya terpasang selang infus dan selang transfusi darah.Aku ingat ayah Saskia berkata Kia memotong nadinya. Pandanganku berpindah ke lengan kirinya yang diperban.“Dia sudah sadar, tapi saat ini tertidur karena pengaruh obat,” kata kakak Saskia , aku tidak ingat namanya. Aku hanya mengangguk.Aku duduk di satu kursi yang paling dekat dengan tempat tidur Saskia, tak mau mengganggunya. Kami terdiam dalam keheningan hingga pintu kamar dibuka dari luar. Ayah

  • Antara Hati dan Janji   41. Di Ujung Harapan Saskia

    Saka POVSetelah mendapatkan kabar mengenai Saskia, aku memutuskan untuk kembali ke kos. Meski Agnia pulang pun, sepertinya aku tak bisa menemuinya tanpa memperlihatkan emosi yang aku sendiri tak mengerti saat ini.Aku tak ingin Agnia tahu mengenai apa yang terjadi dengan Saskia. Mungkin dia akan merasa bersalah, meski tak ada kesalahan pada diri Agnia sedikit pun. Ini sepenuhnya salahku.Sesampainya di kos, aku langsung mandi. Aku butuh air segar untuk membilas tubuh dan emosiku. Selain itu, aku berharap waktu bisa lebih cepat berlalu. Aku berharap Agnia sudah mau menghubungiku, meski hanya untuk memberi tahu di mana dia saat ini dan apakah dia baik-baik saja.Setelah selesai mandi, akhirnya kudapatkan kabar itu dari pesan yang dia kirim.Aku sudah di rumah. Aku ke Narama tadi. Aku butuh waktu, Saka.Aku mengambil napas panjang. Dia ke Narama sendirian. Agnia, pacarku, ke air terjun Narama seorang diri. Mengendarai motornya, naik turun jurang sendirian.Seharusnya aku bersamanya, men

  • Antara Hati dan Janji   40B. Dua Hati yang Patah

    Gambaran Agnia menungguku tak bisa aku usir dari kepala. Tapi permintaan Saskia ini, aku tak bisa mengabaikannya. Mengapa dia terus bicara soal yang terakhir.Apa dia selama ini masih ingin aku menemaninya? Lalu kali ini, dia benar-benar ingin melepaskan diri dari keinginan itu? "Aku harus mengabari Agnia dulu kalau aku akan terlambat," kataku akhirnya."Baiklah. Kabari dia, tapi jangan menutup teleponnya. Aku takut kau tak akan kembali," kata Saskia perlahan."Baiklah."Aku mengetik pesan untuk Agnia, mengatakan aku akan terlambat. Aku tahu bagaimana nanti reaksinya, dia akan khawatir lalu meneleponku.Tapi aku tidak bisa menerima teleponnya tanpa menutup telepon Saskia. Sebaiknya aku tuliskan saja alasannya, aku pun tak ingin berbohong padanya.Aku akan terlambat. Saskia menelepon. Dia ingin aku menemaninya untuk yang terakhir kali. Aku tidak tahu maksudnya, tapi aku khawatir.

  • Antara Hati dan Janji   40. Dua Hati yang Patah

    Saka POVSemakin dekat ke sidang akhir, semakin sibuk kami. Saskia tak pernah menelepon lagi, aku pun semakin jarang memikirkannya seiring dengan persiapan sidang akhirku.Agnia sama sibuknya, apalagi ayahnya akan pulang setelah Agnia sidang akhir. Ayahnya yakin Agnia bisa lulus dan dia ingin hadir di acara wisuda anaknya.Meski hingga kini dia tidak pernah menceritakan soal diriku pada ayahnya, namun Agnia sudah berencana untuk mengenalkan kami secara langsung nanti. Aku tidak keberatan.Agnia mendapatkan jadwal sidang akhir terlebih dahulu. Aku menungguinya hingga selesai. Begitu juga saat aku sidang akhir dua hari kemudian.Agnia datang ke kampus untuk menemani dan memberi semangat. Kami berdua dinyatakan lulus tahun ini. Sebuah kabar yang menggembirakan untuk kami dan keluarga. Saat-saat di kampus tinggal menghitung minggu. Saat-saat kami menjadi mahasiswa sudah hampir berakhir.

  • Antara Hati dan Janji   28b. Cerita Dari Desa

    Dari Winota ke Prapen tidak terlalu jauh meski juga tidak bisa dibilang dekat. Tiga setengah jam perjalanan menggunakan bus. Aku berangkat cukup pagi agar sampai di sana tidak terlalu siang apalagi sore.Aku tidak menghubungi Agnia. Entah apa yang aku harapkan. Jika Agnia tid

  • Antara Hati dan Janji   28. Cerita Dari Desa

    Saka POV“Saka, tolong antar ini ke rumah Bu Asih ya,” kata Ibu sambil menunjuk kotak kardus yang sudah ditutup kembali menggunakan lakban. Di dalamnya, aku tebak pasti berisi sembako pesanan Bu Asih di toko kami.“Baik, Bu.” Ak

  • Antara Hati dan Janji   27. Di Antara Langit dan Rindu

    Saka POVKujejakkan kakiku ke tanah keras Gunung Argopuro. Sudah 3 jam kami mendaki gunung dengan ketinggian 3.524 mdpl ini. Jika tak ada halangan, kami akan sampai puncaknya sebelum matahari terbit, bahkan mungkin ketika hari masih gelap. Semoga tak ada halangan. Semoga semua baik-baik saja.Hasil

  • Antara Hati dan Janji   26B. Menjaga Hati

    Senin sudah tak ada perkuliahan. Aku dan Agnia membuat janji untuk bertemu pukul 10 untuk melihat beberapa informasi mengenai hasil ujian. Karena tak bisa menemukannya di mana pun, aku meneleponnya. Ternyata dia menungguku di kantin.Saat aku menyusulnya di kantin, Agnia seda

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status