分享

Memanas-Manasi

作者: Mommykai22
last update publish date: 2026-05-05 21:47:19

Elisa pasti sudah gila saat ia akhirnya dibonceng oleh Leo pagi itu. Elisa masih menolak tadi, tapi Gary muncul begitu cepat dengan sepeda motornya dan semuanya terjadi begitu saja.

"Pegangan, Bu! Aku akan agak ngebut karena aku sudah terlambat," seru Leo, sebelum menutup helm teropongnya dan melajukan motornya.

Ngung ....

Elisa yang kaget terhentak sedikit ke depan sampai tubuh depannya menabrak punggung Leo.

"Maaf, Bu," ucap Leo sambil tersenyum kecil merasakan sesuatu yang lunak di punggu
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Elisa 48

    "Terima kasih sudah mengantarku pulang." Elisa menatap Leo lebih tenang malam itu. Entah mengapa setelah menghabiskan waktu bersama Leo, kegelisahannya lenyap, seolah Eddy ada atau tidak, tidak terlalu berpengaruh saat ini. Leo sendiri mengangguk. "Kapan pun Anda butuh, telepon aku saja, Bu." Jantung Elisa memacu lagi dan ia menatap Leo cukup lama, sebelum memalingkan wajahnya. "Aku ... akan melakukannya, tapi sampai besok. Aku keluar dulu!" Buru-buru Elisa keluar dari mobil dan langsung masuk ke rumah dengan perasaan yang tidak menentu. Seharusnya ia masih penasaran di mana suaminya, tapi saat ini mendadak ada debaran lain yang lebih menguasainya. Dan perasaan ini makin tidak benar. Leo sendiri tersenyum kecil sebelum melajukan mobilnya pergi. Biasanya Elisa selalu ketus, tapi malam ini, wanita itu menjadi lebih jinak. Hari pun makin larut saat Elisa masih terjaga demi menunggu Eddy yang tidak kunjung pulang. Namun, rasa kantuk akhirnya membuat tertidur juga sendirian di ranja

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Mulai Goyah

    "M-martabak? Leo, aku ini sedang mencari suamiku, bukannya memintamu membeli martabak kan?" omel Elisa gugup dan tidak menyangka. "Aku tahu, tapi ini inisiatifku sendiri. Ada martabak manis dan asin. Makan manis akan membuat mood Anda menjadi lebih baik dan Anda tidak akan gelisah lagi." Elisa terdiam sejenak mendengarnya. Melihat Leo yang biasa saja membuat jantungnya memacu kencang, apalagi Leo yang seperti ini. "Itu ... aku tidak mau. Kalau tidak ada hal penting yang ingin kau bicarakan ...." "Aku ingin makan bersama Anda," sela Leo lembut. Seharusnya Elisa marah, tapi entah mengapa ia malah berdiri diam. Sebelum Elisa sempat protes, Leo pun sudah melangkah mendekatinya, menggandeng tangannya dengan berani dan menuntun Elisa masuk ke mobil. Elisa seperti kena hipnotis. Ia juga tidak tahu mengapa akhirnya ia mau duduk berdua dengan Leo di mobil seperti ini, tapi ya, mereka berdua sekarang. Elisa membiarkan Leo menyetir sampai mobil mereka berhenti di sebuah taman, tidak jauh d

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Martabak

    "Eddy! Eddy!" Elisa memanggil nama suaminya di telepon, tapi terlambat. Eddy sudah menutup teleponnya. Dengan gusar, Elisa mencoba menelepon Eddy lagi, tapi Eddy tidak mengangkatnya lagi. Jantung Elisa masih memacu begitu kencang. Entah apa yang suaminya lakukan dengan suara seperti tadi. "Apa yang kau pikirkan, Elisa? Apa yang bisa suamimu lakukan di luar sana?" Elisa menyisir rambutnya frustasi. "Ya Tuhan, aku benar-benar ingin berpikir positif, tapi bagaimana caranya? Suara Eddy itu benar-benar ...." Elisa tidak bisa menyelesaikan ucapannya karena tidak mau berpikiran buruk. Namun, ia segera mencari nomor Leo dan menelepon pria itu. Leo sendiri masih duduk bersama Gary menatap foto yang dikirim oleh anak buah mereka. Selain Gary, ia memang punya beberapa anak buah di sini karena ia juga sedang mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Itulah sebabnya, Leo bisa mendapatkan info tentang apa pun begitu cepat karena memang anak buahnya tersebar di mana-mana. "Baru saja kau memintaku

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Main Gila

    Susan menutup teleponnya sambil menyeringai. Rasanya bahagia sekali karena kakak iparnya itu selalu mencarinya dan membutuhkannya lebih dari membutuhkan istrinya sendiri. Ya, Susan dan Eddy memang berhubungan diam-diam. Dan hubungan mereka sudah berjalan selama dua tahun. Yang artinya, baru satu tahun pernikahan, Eddy sudah mengkhianati Elisa. Dan itu adalah keberhasilan bagi Susan. Susan sudah menyukai Eddy sejak Elisa pertama kali mengenalkan Eddy pada keluarga Wijaya. Entahlah, itu sungguhan suka atau hanya karena ingin menang dari Elisa. Menjadi anak kedua itu tidak pernah enak, apalagi menjadi anak dari istri kedua. Walaupun banyak yang membully Elisa karena ibunya, tapi Elisa tetap anak pertama dan Susan tetap bukan satu-satunya. Elisa masih berumur lima tahun saat ibunya ketahuan berselingkuh. Tidak butuh waktu lama bagi Arman untuk menikahi Hilda tanpa menceraikan ibu Elisa karena dulu bercerai itu aib. Ibu Elisa disiksa batinnya sampai depresi, sakit, tertekan, hingga m

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Adik Iparku Tercinta

    "Si brengsek itu bilang begitu, Bos? Mau menyingkirkanmu lebih cepat? Huh, dia benar-benar halu!" Gary tertawa kesal begitu mendengar cerita Leo malam itu. Eddy pulang lebih cepat, sehingga Leo juga bisa pulang lebih cepat. Namun, Leo pulang diam-diam karena sejak tadi, Velia tidak berhenti mencuri pandang padanya. "Bukan hanya itu, dia juga ingin menyerahkan Elisa pada Fabian untuk dinikmati setelah dia tidak butuh. Eddy adalah pria paling brengsek yang pernah kutemui!" "Oh, kupikir menjadi bagian dari keluarga Wijaya adalah kesialan terbesar dalam hidup Bu Elisa, ternyata dia jauh lebih sial karena menikah dengan pria seperti Eddy! Membuatku ingin mengumpat saja." Gary terus mengomel, sebelum ia teringat sesuatu. "Tapi kau tahu, Bos, aku curiga sesuatu." Leo mengernyit. "Apa itu?" "Kita tahu bersama kalau Eddy bukan suami yang suci, tapi aku curiga ada permainan yang lebih besar di sini." Leo makin mengernyit. "Apa maksudmu? Jangan bertele-tele. Permainan apa yang lebih besa

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Ingin Menciummu di Sana

    Elisa membelalak dengan kedua tangan yang bergantung di dada Leo, menahan agar pria itu tidak maju lagi. "Jangan gila, Leo! Aku sama sekali tidak cemburu! Kau bebas dengan wanita mana pun dan itu tidak ada hubungannya dengan aku. Aku hanya tidak suka melihat sesama karyawan yang bersikap genit di kantor." Leo kembali tersenyum kecil, sebelum ia mengangguk. "Baiklah, aku mengerti, Bu. Tapi Anda tenang saja karena aku juga tidak tertarik pada Velia. Di mataku, Anda jauh lebih menarik," sahut Leo yang membuat Elisa menahan napasnya sejenak. Leo memujinya dan membuatnya salah tingkah, tapi ia harus tetap menjaga ekspresinya. "Apa pun itu, aku tidak peduli! Sekarang menyingkirlah dariku! Kau tahu ini masih di kantor kan? Aku ... aku tidak mau kita terlihat bersama!" sahut Elisa lagi dengan kegugupan yang terlihat jelas. Tepat saat itu, pintu lift terbuka di lantai yang lain. Namun, saking gugupnya, Elisa malah keluar dari sana. "Anda tidak mau turun lagi ke lantai 5, Bu?" "Aku akan m

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status