Share

Lingerie

Penulis: Mommykai22
last update Tanggal publikasi: 2026-05-07 18:04:51
"Ini tidak masuk akal, bagaimana resort sebesar ini bisa full?" omel Elisa begitu ia melangkah ke arah kamarnya. "Aku tidak mau tidur denganmu, Leo! Kau tidur di mobil saja!" Elisa melirik Leo kesal.

Leo hanya melangkah di belakang Elisa sambil tetap tersenyum.

"Kalau Anda mau begitu, aku tidak masalah tidur di mobil, Bu," jawab Leo pasrah.

Namun, mendadak Elisa yang terdiam tidak tega. Hanya saja, ia masih gengsi untuk bilang jangan. Hingga akhirnya mereka tiba di kamar. Leo membuka pintunya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Dhimas Dhany
yok Leo ,d gassss
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Jangan Melawan

    "Bos! Sial, mana anak buah Albert yang tadi menyusul kita? Mengapa belum tiba juga, Pak Handi? Aku sudah tidak tahan lagi masuk ke sana!" Gary dan Handi sudah tiba di lokasi gudang dan sengaja memarkir mobilnya di tempat yang strategis dan aman. Dari posisi mereka, mereka bisa melihat dengan jelas dan dekat apa yang dilakukan para anak buah di sana. Selain itu, monitor di mobil Gary tetap menyala dan ia melihat serta mendengar semua yang terjadi di gudang itu. "Tahan, Gary! Ada kecelakaan di jalan, sehingga mereka tertahan dan terlambat." "Sial, mengapa harus di saat seperti ini? Para polisi kita persis seperti polisi India yang selalu datang terlambat!" Gary terus mengomel sambil menatap monitor, sedangkan Handi hanya bisa terus menelpon Albert dan memintanya segera datang karena kondisi sudah mulai tidak terkendali. Sementara di dalam gudang, Darmawan sudah kalap melihat kekacauan di sana. Ia memanggil lebih banyak anak buah untuk menangkap Leo dan Wira. Apalagi tidak lama k

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Ribut Sendiri

    "Selamat malam! Kami diberi perintah untuk menggeledah rumah ini sekali lagi! Ini surat perintahnya!" Empat orang anak buah Albert mendatangi rumah keluarga Wijaya malam itu. Mereka sengaja bergerak cepat saat tidak ada orang di rumah karena mereka masih harus mencari tentang Susan dan Hilda. Di rumah sendiri tersisa dua orang pelayan dan tiga anak buah yang langsung tegang melihat para polisi. "Sedang tidak ada orang di rumah, kami tidak bisa mengijinkan siapa pun masuk!" seru salah satu anak buah Darmawan. "Kami tidak akan membuat keributan, kami hanya menjalankan sesuai surat perintah dan harus malam ini!" "Kami tidak bisa membiarkannya," seru anak buah Darmawan ngotot. "Kalau begitu, kami akan memakai cara kasar."Tiga anak buah Darmawan langsung saling melirik mendengarnya. Mendadak ketiganya menyerang duluan dan 4 anak buah polisi itu langsung membalasnya. Suasana di rumah mendadak begitu kacau sampai pelayan pun ketakutan dan langsung mencari nomor ponsel Darmawan. Seme

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Permintaan Halu

    Gary menelan salivanya saat ia melihat sosok Darmawan dalam rekaman. Ia dan Handi sudah berdua di dalam mobil dengan layar monitor kecil yang menunjukkan semua isi gudang. "Gudang itu terlihat seperti gudang terbengkalai, Pak." "Gudang itu kudengar sekarang hanya dipakai untuk menyimpan barang dari bisnis ilegalnya." Gary melirik Handi. "Dia lebih iblis daripada yang kita tahu. Rasanya aku ingin sekali mencabik-cabik wajahnya! Bahkan saat sudah duduk di kursi roda, dia masih bisa melakukan banyak hal seperti ini! Sial!" "Ya, Gary. Dan anak buah yang masih setia padanya cukup banyak, itu bukan jumlah yang bisa kita hadapi sendiri. Entah apa yang membuat mereka masih setia padahal Darmawan sudah ada di ambang kehancuran!" "Mereka orang-orang bodoh, Pak Handi. Tapi tidak masalah, ada anak buahku juga di belakang dan anak buah Pak Albert. Begitu kondisi mulai tidak terkendali, aku akan membawa anak buahku masuk!" "Ya, ingat tujuan kita yang utama adalah menyelamatkan semua sandera,

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Akhirnya Datang Juga

    Leo menyetir mobilnya sambil menggenggam erat setirnya. Bayangan foto Elisa diikat membuatnya sangat marah. Bahkan sampai sekarang ia masih tidak percaya kalau ada keluarga yang bisa begitu kejam pada anggota keluarganya sendiri. "Brengsek Darmawan! Brengsek!" geram Leo. Leo pun masih menyetir saat sebuah alat kecil berbunyi. "Kau dengar aku, Bos?" Leo meliriknya, itu suara Gary. Ada sebuah alat komunikasi dan perekam kecil yang sudah mereka siapkan. Alat itu nantinya dipasang di baju Leo agar Gary dan Handi bisa melihat dan mendengar apa pun yang terjadi di dalam. Tentu saja Leo selalu melangkah dengan penuh perhitungan walaupun itu dalam situasi genting. Leo tidak akan membiarkan dirinya mati konyol dan berakhir dengan tidak mendapatkan apa pun.Semua sudah ia siapkan, termasuk pisau lipat kalau diperlukan. Tapi ia sama sekali tidak berniat memakainya. Leo bukan preman, ia adalah pengusaha yang berbisnis dengan otak bukan otot. Hanya saja, hidupnya yang keras sejak remaja memb

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Kerja Sama

    Leo menelan salivanya, sejenak mematung mendengar lokasi di mana Elisa disekap. "Gudang lama dulu?" Leo memejamkan matanya sejenak, ia pernah ke sana, tapi ia bersembunyi di dalam mobil. Waktu itu, Leo kecil tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyelamatkan kedua orang tuanya. Tapi kali ini, Leo bersumpah akan menyelamatkan kekasihnya bagaimanapun caranya. Debar jantung Leo makin tidak karuan. Ini miris sekali saat Elisa butuh orang lain untuk menyelamatkannya dari keluarganya sendiri. "Sial! Seluruh anggota keluarga itu benar-benar bajingan! Mereka tidak punya hati!" Leo mengembuskan napas panjangnya dengan penuh amarah. "Lalu apa semua sudah siap? Aku akan berangkat sekarang juga!" seru Leo dengan penuh tekad. Sementara Darmawan kembali meninggalkan Elisa setelah ia mendapatkan fotonya. Bahkan Darmawan mengabaikan teriakan Elisa dan tidak berbalik lagi. Darmawan pun memilih untuk mengunjungi tawanannya yang lain yaitu Rahmat dan Nila. Rahmat dan Nila sendiri masih terus beru

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Lokasi yang Sama

    Wira mematung sejenak. Ucapan Darmawan pada Luki membuatnya seketika marah dan kecewa. Ternyata Darmawan hanya menganggapnya anak angkat saat semua pekerjaannya beres, tapi saat ia melakukan kesalahan, nasibnya sama seperti budak perusuh yang lain. Hati Wira sakit sekali. Berkali-kali ia merasa sakit hati, berkali-kali juga ia mengelak semuanya dan membela Darmawan, tapi perintah barusan membuat hatinya hancur berkeping-keping. "Sial!" geram Wira marah sambil mengepalkan tangannya. Belum sempat Wira melakukan apa pun, Darmawan sudah menoleh, menatapnya dengan tatapan malas. "Apa yang kau lakukan? Mengapa lama sekali? Bawa Elisa masuk!" titah Darmawan. Wira tidak menjawab, hanya mengangguk. Ia tahu ia tidak akan bisa melawan Darmawan saat ini di saat ia hanya satu orang. Wira pun akhirnya menuju mobil belakang tempat Elisa berada dan membuka pintunya untuk membawa Elisa keluar dari sana. Elisa sendiri masih mematung di mobilnya. Tatapannya goyah dan dadanya sesak. "Gudang ini .

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Anak Tukang Selingkuh

    "Aku tidak bisa! Nyalakan lampunya!" Elisa memekik keras sambil bangkit duduk di ranjangnya. Ia merinding. Ia tidak bisa melakukan ini. "Kubilang nyalakan lampunya, Leo!" bentak Elisa lagi. Sedetik kemudian, lampu pun dinyalakan dan Elisa kembali menoleh. Leo belum memakai kemejanya dan tubuh pr

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Pria Lain di Kamarnya

    "Ini pria yang akan membuatmu hamil, Elisa." Elisa membelalak lebar saat melihat Eddy, suaminya membawa seorang pria ke kamar mereka. Pria itu Leo, asisten suaminya yang baru bekerja beberapa bulan ini. Pria berkacamata yang pendiam dan penurut, dengan rambut klimis yang membuat Elisa selalu meng

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Harus Segera Hamil

    "Apa yang kau lakukan di sini, Leo?" Elisa menarik tangannya kembali dan ia langsung melotot marah. Jantungnya memacu kencang dan ia tidak menyangka ada orang yang memergokinya seperti ini. Leo sendiri terdiam sejenak tidak bisa berkata-kata. Ia bukan pria polos yang tidak tahu apa yang Elisa lak

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Memuaskan Diri Sendiri

    Elisa membeku saat merasakan pelukan yang menahannya. Buru-buru ia mendongak dan jantungnya makin bergemuruh melihat siapa pria itu. Itu Leo. Pria itu berdiri sangat dekat dengannya, satu tangan masih melingkar di pinggangnya agar ia tidak terjatuh.Kemarin mungkin Elisa tidak merasakan apa-apa s

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status