Share

98. Rumor baru

last update publish date: 2021-12-07 10:20:53

"Pergilah. Dan bunuh gadis itu!"

Tak.

Tak.

Tak.

Hentak heels sebagai alas kaki itu mulai menginjak keluar dari lift. Hari ini sedikit berubah, karyawan yang sebelumnya bergosip secara terang terangan kini tak lagi melakukannya.

Mungkin berkat kejadian kemarin, mereka memilih berbisik begitu pelan agar tak terdengar ke telinga Thea.

"Selamat pagi," sapa seorang karyawan yang baru saja berpapasan sambil tersenyum ramah.

"Ng?" sedikit terkejut,

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Asisten Tuan Angkuh   132. Ajakan kencan

    "Apa ada informasi?" Menggenggam erat telfon di tangannya."Ya, setelah lama mencari akhirnya ada petunjuk tentang kecelakaan itu. Tapi sebelumnya, ada yang ingin ayah tanyakan.." sahut Zen terdengar serius berhasil membuat Nathan penasaran."Dimana kamu saat kecelakaan terjadi?""Romi bilang pada ayah kalau kamu ada urusan bisnis. Tapi setelah ayah telusuri, perusahaanmu sedang sibuk mengurus peluncuran produk baru dan tidak mungkin pimpinan perusahaan pergi meninggalkannya begitu saja." "Mm, aku sedang ada urusan lain." ucap Nathan terdengar ragu,"Apakah kamu bertemu dengan Rena?" Kedua manik Nathan membulat sempurna setelah ditodong dengan pertanyaan tadi. Tidak menyangka kalau ayahnya bisa menebak dengan tepat,"Dia terdiam?" batin Zen menggertak geram"Jadi benar, dugaanku---kamu masih berhubungan dengan gadis itu.""Aku hanya menerima undangan dari teman lama, dan datang ke pameran seninya." lugas Nathan membela diri,"Apa kamu lupa apa yang terjadi dulu? Bisa-bisanya kalian

  • Asisten Tuan Angkuh   131. Pertama kali

    "Berhubungan---sepertinya tidak salah kalau dicoba, aku akan membicarakannya dengan Thea." Pria itu bergumam sambil melangkah ke depan pintu kamar yang tertutup rapat."Apa yang Bapak lakukan disini?" Celetuk Thea terkejut mendengar suara di ujung kamar. "Aku hanya ingin mengunjungi kamarmu," sahutnya menatap gadis yang tengah berdiri di depan cermin."Buat apa?" menjawab dengan ketus,"Memastikan agar kamu nyaman disini," mengamati sekeliling. "Tapi ruangan ini lebih luas dari milikku. Pasti tidak nyaman,""Tidak, saya menikmatinya. Jadi tidak perlu berpikir berlebihan," imbuh Thea dengan raut datar.Walau bukan kamar utama, tapi ruangan itu memiliki luas paling besar karena baru saja direnovasi dan sejak lama sengaja dibuat sebagai kamar keluarga Adelard beserta anak anaknya."Apa kamu masih marah karena masalah kemarin?""Masalah apa? Saya tidak ingat apapun." ungkap Thea penuh lantang."Aku tidak bermaksud untuk merendahkanmu. Hanya saja, kamu gadis pertama yang menyatakan cinta

  • Asisten Tuan Angkuh   130. Rencana kehamilan

    Srash....Rintikan hujan terus berjatuhan membasahi taman, membuat ribuan lahan hijau berhias bunga itu bergoyang lirih. Terlihat Thea tengah berdiri berpangku tangan di depan pintu memandangi suasana disekitar, bola matanya mematung tak menghiraukan percikan air yang sesekali menyentuh kulitnya."Apa yang kau lakukan disini?" tanya Nathan yang baru saja sampai menghampiri istrinya.Sedari tadi dia sibuk menyelesaikan beberapa pekerjaan kantor yang sempat tertinggal hingga baru menyadari jika gadis itu tidak berada di kamarnya,"......" Thea terdiam membelakangi pria yang masih berdiri tegak menatap punggungnya.Nathan melirik ke arah pelayan yang berada tidak jauh dari mereka, seakan meminta penjelasan atas kebungkaman Thea."Maaf, Tuan. Saya sudah berusaha mengajak Nyonta masuk.." sahut pelayan muda dengan kepala tertunduk,Pria itu menghela nafas lalu berkata, "Ya sudah, kau boleh pergi. Siapkan baju ganti, biarkan saya yang mengurusnya."Pelayan itu mengangguk sebelum pergi menin

  • Asisten Tuan Angkuh   129. Sebutkan keinginanmu

    "Sepertinya, Nyonya masih lelah karena terlalu lama berenang. Apa perlu saya panggilkan dokter untuk memeriksa keadaan anda?""Tidak perlu, aku baik-baik saja. Hanya perlu istirahat," tolak Thea bersikap tak acuh,"Tidak enak badan? Apa itu parah--kalau kau sakit, kenapa tadi keluar?" sontak Nathan merasa cemas,Bahkan nafsu makannya seketika menghilang setelah mengetahui keadaan gadis tadi, ingin rasanya memanggil seluruh staf rumah sakit guna memeriksa keadaan Thea."Saya pikir itu akan membantu, ternyata saya salah." sahutnya menghela nafas, masih menghindari kontak mata."Tentu saja salah. Sejak kapan lari pagi bisa menyembuhkan orang sakit?" timpal Nathan merasa geram, tak lagi mendapat sahutan.Seketika membuat pria itu sedikit mengoreksi kesalahan yang dilakukan, menganggap kalau orang sakit tidak bisa menerima perkataan kasar. Berusaha menahan juga bersikap lebih lembut, "Hh, sudahlah. Apa ada hal lain yang kau minta? Aku akan menurutinya,""Tidak ada," tegas Thea singkat,"M

  • Asisten Tuan Angkuh   128. Khawatir

    "Itu tidak perlu," tolaknya dengan pasti, Jika dia setuju maka hal ini hanya akan menambah beban dalam hati, Thea memutuskan untuk tidak lagi berharap atau memupuk perasaan yang seharusnya tidak muncul dalam hubungan palsu. "Apa kau tidak tahu betapa bahayanya diluar?" "Kenapa Bapak berlebihan, lupakan masalah tadi. Yang penting saya sudah kembali dan dalam keadaan baik-baik saja," seru Thea seakan menepis simpati yang didapat, "Kau selalu membangkang. Ini semua kulakukan untuk melindungimu," lugas Nathan begitu malas menjelaskan setiap tindakan yang diambil, "Hh, apa sebenarnya yang dia maksud? Melindungi dari siapa," benak Thea menghela nafas, Melirik sekilas paras tampan yang bisa membuat hatinya goyah, namun dengan cepat Thea berbalik berusaha meyakinkan diri untuk tidak lagi berdekatan. Berusaha untuk mengubur perasaan sekaligus menutup harapan, Bergegas melangkah pergi meninggalkan pria yang masih terdiam menatap punggungnya, "Tunggu! Kenapa kau pergi begitu saja. A

  • Asisten Tuan Angkuh   127. Menghilang

    "Srup---ah!" celetuk suara puas dari bibir ranum yang baru saja menikmati beberapa teguk minuman.Cap..Cap..Cap..Berulang kali mengecap demi mengingat rasa manis yang tersisa di langit-langit mulut, lengkung sempurna perlahan muncul saat melihat sosok dengan setelan hitam putih tengah berjalan menghampiri.Sepoi angin siap menerpa rambut legam terkuncir tinggi bak ekor kuda, terasa begitu sejuk saat kutikula tubuh serta leher jenjangnya tertiup udara."Kenapa kau berikan padaku?" ucap Thea menegur wanita yang sedang berdiri sambil menyodorkan sebuah kelapa. Begitu bingung padahal dirinya sendiri juga telah memangku s

  • Asisten Tuan Angkuh   114. Tanpa busana

    Cahaya fajar mulai menyingsing ditemani alunan melodi berkat kicauan burung yang sedang bertengger ria pada ranting pohon. Mengepakkan sayap sambil berputar seakan menari untuk mengawali hari,Udara sejuk menerpa bulir embun yang berpijak pada daun hijau, perlahan menetes hingga terse

  • Asisten Tuan Angkuh   113. Buku catatan

    "Biarkan tanganmu seperti ini---kamarnya sangat panas dan tanganmu cukup dingin," lugas Nathan merendahkan suara,Sayang sekali kedua maniknya tak sempat melihat raut wajah Thea yang berubah semerah tomat berkat ucapan tak berarti. Entah bagaimana bisa, dia begitu lemah dengan s

  • Asisten Tuan Angkuh   112. Teman tidur

    Padahal selama perjalanan dia telah mendapat banyak siraman pelajaran untuk mencoba sopan juga berlembut kata demi menjalankan aksinya. Namun siapa sangka seluruh informasi tadi lupa pria itu gunakan saat kesan pertama,"Maksud saya, biarkan saya menjemput Thea." u

  • Asisten Tuan Angkuh   111. Kesempatan lain

    "Dimana Thea sekarang?"Bukan kalimat angkuh atau pembelaaan diri, melainkan sebuah pertanyaan yang terlontar dari mulut pria itu. Terlihat begitu serius seakan benar benar ingin tahu keberadaan seseorang,"......." Namun tidak semudah perkiraan, gadis di depannya lebih me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status