Share

Flashback

Auteur: OptimisNa_12
last update Date de publication: 2025-06-01 14:06:13

Bab 9 Flashback

"Tapi aku gak suka kalau harus melibatkan wanita dalam urusan seperti ini."

"Aku tau, kamu pasti teringat sama mendiang kakakmu, kan? sudahlah Aland, kita ini gak bisa berbuat apa-apa selain hanya menuruti kata bos. Nikmati aja pekerjaan ini asal kita gak melanggar aturan bos, menyakiti wanita itu. Oke?!"

Aland hanya menoleh sebentar usai mendengar perkataan Alvin barusan dan masih terus berjalan.

🍃🍃🍃

FLASHBACK

Di hari itu, Arhan yang sudah bersiap untuk melakukan tugasnya
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Atasan Kakakku Jadi Suamiku?!   Bab 22 Naira yang Dilema

    Bab 22 Naira yang DilemaTapi ... apapun yang dilakukan Nathan, itu pasti sesuatu yang sangat penting. Apalagi ia harus kembali ke rumah sakit, yang Naira yakini pasti berkaitan dengan kakaknya. "Aku sebenarnya juga masih mau lama-lama sama kamu. Tapi keadaan emang gak mendukung kali ini. Maaf ya," ucap Nathan lagi. Ia lantas beranjak dari tempatnya dan bersiap untuk mandi sebelum ia benar-benar pergi.***Setelah menyelesaikan sarapannya, Naira lantas bersiap dan bergegas menyusul Nathan ke rumah sakit. Kali ini bukan sekadar takut suaminya akan pergi lagi, tapi juga keadaan dari kakaknya. Langkah Naira terhenti sejenak. Dari kejauhan ia melihat Namu dan juga satu polisi yang berjaga di depan ruangan tempat kakaknya dirawat. Melihat itu, Naira mempercepat langkahnya. Firasatnya seakan mengatakan jika hal yang lebih buruk daripada soal kesehatan Arhan tengah dihadapi pria berumur 30 tahunan itu."Maaf Nona, tolong jangan masuk dulu." Namu mencegah Naira yang hendak masuk ke ruangan.

  • Atasan Kakakku Jadi Suamiku?!   Akhirnya, Terjadilah Apa yang Seharusnya Terjadi

    Bab 21 Akhirnya, Terjadilah Apa yang Seharusnya Terjadi Sesampainya di kamar presidential suite, masih dengan wajah cemberut dan bersikap dingin, Naira langsung masuk ke kamar mandi. Ia berniat ingin membersihkan dirinya lalu pergi tidur. Ia benar-benar ingin menganggap Nathan tidak ada.Nathan memijit pelipisnya yang sebenarnya tak sakit seraya menghela napas. Entahlah, melihat sikap Naira yang seperti itu justru membuatnya merasa sedang diuji kesabarannya. Di sisi lain, ia sendiri bingung mengapa bisa sesabar itu menghadapi wanita yang belum lama ia kenal itu."Ada apa denganku? ngadepin dia bisa sesabar ini," gumam Nathan. Ia bahkan tak mengerti dengan keadaannya sendiri.Nathan terus menatap ke arah pintu kamar mandi. "Apa aku mulai jatuh cinta sama dia?" pikir Nathan dalam hati. Tapi sedetik kemudian ia menggeleng cepat. Nathan kembali menghela napas kasar dan mencoba menepis pikirannya.Sembari menunggu gilirannya membersihkan diri, Nathan pun melepaskan jasnya lalu berjalan ke

  • Atasan Kakakku Jadi Suamiku?!   Kemarahan Naira dan Kesabaran Nathan

    Bab 20 Kemarahan Naira dan Kesabaran Nathan "Emang mau ke mana,sih?!" seru Aland, tapi diabaikan. Alvin terus melangkah hingga tak terlihat lagi. Sementara itu, rupanya, apa yang terjadi antara Aland dan Alvin barusan membuat perdebatan antara Nathan dan Devan terhenti. Pandangan keduanya seketika teralihkan ke arah di mana Aland berada. Kedua kakak beradik itu juga dibuat kebingungan lantaran melihat Alvin yang pergi terburu-buru.***Alvin terus melangkah menyusuri jalanan mencari keberadaan Naira. Ia yang merasa bertanggung jawab atas Naira karena telah membawanya ke tempat itu, dibuat khawatir. Apalagi, ia yakin jika wanita berhijab itu pasti tidaklah mengenal tempatnya berada saat ini.Di sisi lain ...Langkah Naira mendadak terhenti. Pandangannya mengeliling ke sekitar, tak ada harapan. Ia tak tahu kemana lagi harus melangkah. Ia betul-betul asing di tempatnya sekarang ini. Sementara, dalam hati kecilnya ia menolak keras untuk kembali ke rumah di mana suaminya berada.Naira ke

  • Atasan Kakakku Jadi Suamiku?!   Pertemuan Nathan dengan Kakaknya

    Bab 19 Pertemuan Nathan dengan Kakaknya "Ada masalah apa lagi, sih?" Naira mengulangi pertanyaannya."Aku pergi dulu ya," jawab Nathan, ia lantas melangkahkan kakinya tanpa menunggu jawaban dari Naira.Naira yang merasa aneh pun sontak berdiri dan membalikkan tubuhnya. "Aku gak izinin kamu pergi!" seru Naira, tapi diabaikan oleh Nathan."Aku bilang aku gak izinin kamu pergi!" Naira mengulangi perkataannya. Dan kali ini Nathan tak lagi mengabaikannya. Pria berkulit putih itu menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah wanitanya itu."Aku janji akan kembali," ucap Nathan. Ia lantas kembali melanjutkan langkah kakinya. Ia pergi tanpa memedulikan Naira yang masih berdiri menatap kepergiannya.Merasa diabaikan dan juga dibuat bertanya-tanya dengan sikap Nathan, Naira lantas memutuskan pilihannya."Kak, aku pergi dulu ya," ucap Naira, lalu dengan cepat ia keluar ruangan."Kamu mau ke mana, Dik?!" Arhan dibuat kebingungan karena adiknya yang tiba-tiba pergi.Naira terus berjalan hingga akhi

  • Atasan Kakakku Jadi Suamiku?!   Keadaan Arhan

    Bab 18 Keadaan Arhan Dan di momen itu, tiba-tiba Nathan menggandeng tangan Naira yang membuatnya terkesiap. Tentu saja, apa yang dilakukan Nathan tersebut cukup membuat Naira merasa sedikit lebih tenang. "Apapun yang terjadi, kamu harus tetap kuat," kata Nathan yang seolah ia tahu apa yang sedang dirasakan istrinya itu.Naira mengulas senyuman. Mendengar apa yang dikatakan suaminya barusan membuatnya merasa lebih tenang. Sebab baginya, kalimat yang terdengar sederhana itu rupanya mampu menjadi kekuatan untuk dirinya sendiri jikalau nantinya apa yang dilihatnya tidak sesuai harapannya.Dengan tangan yang masih digandeng oleh Nathan, Naira terus berjalan menyusuri lorong rumah sakit mengikuti langkah sekretaris dari suaminya itu. Hingga akhirnya perjalanan mereka terhenti tepat di depan sebuah kamar rawat inap. Tentu saja, di momen itu jantung Naira mendadak kembali berdegup kencang. Pikirannya kembali berisik yang membuat hatinya kembali harus berusaha untuk tetap kuat.Namu membuka

  • Atasan Kakakku Jadi Suamiku?!   Bab 17 Pria yang Dibunuh?

    Bab 17 Pria yang Dibunuh?"Bukan keduanya," jawab Nathan, lirih. Seketika pandangan Naira kembali ke arah Nathan. Dengan masih terisak, wanita berambut panjang itu menatap pria di dekatnya itu begitu lekat."Lalu?" tanya Naira, ia tampak penasaran.Nathan menghela napas berat. "Orang itu yang sebelumnya kamu tanyakan. Devan.""Devan?""Iya, dia kakakku. Kakak kandungku."Naira tercengang. Ia semakin syok. Tak menyangka kalau orang yang menikahinya berbuat sekeji itu terlebih pada saudara kandungnya sendiri."Astaghfirullah, kamu kok bisa sih ngebuhuh kakak kamu sendiri?" Naira menggeleng tak habis pikir. Tubuhnya lemas seketika mendapati kenyataan yang sekalipun tak pernah ada terbesit dalam pikirannya.Naira menarik napas panjang. Mengaturnya dan mencoba menahan air matanya supaya tidak tumpah. Entah mengapa, ia sedih tapi juga merasa geram lantaran apa yang sudah diperbuat pria berstatus suaminya itu. Ia juga betul-betul dibuat untuk berpikir keras, pria macam apa yang sudah menik

  • Atasan Kakakku Jadi Suamiku?!   Bab 16 Terbongkar? (sang kakak yang ditemukan)

    Bab 16 Terbongkar? (sang kakak yang ditemukan) Perasaan yang sama rupanya juga dirasakan oleh Naira. Ia begitu bahagia dengan keadaannya sekarang. Rasa kecewa dan sakit yang sebelumnya menghinggapi hatinya itu kini perlahan mulai hilang. Bahkan saat ini jantungnya t

  • Atasan Kakakku Jadi Suamiku?!   Keinginan Naira

    Bab 15 Keinginan Naira Mendengar jawaban Alvin, Naira menghela napas kesal. Ia tak puas dengan jawaban yang baginya sama sekali tak membantunya itu. Ia pun pergi meninggalkan Alvin begitu saja."Masa iya sih aku harus tanya langsung ke Nathan?" pikir Naira dalam hati. Ia bingung sekaligus ragu.**

  • Atasan Kakakku Jadi Suamiku?!   Dua Nama Asing

    Bab 14 Dua Nama Asing"Kami akan pergi. Tapi sebelumnya izinkan saya bicara empat mata dengan Anda. Maaf kalau ini tidak sopan," ucap Aland.Nathan terdiam. Ia bingung harus mengizinkan Aland berbicara padanya atau tidak. Karena sebenarnya, Nathan sendiri sudah cukup lama mengenal siapa sosok Aland

  • Atasan Kakakku Jadi Suamiku?!   Apa Mungkin Aku Sudah Jatuh Cinta Dengannya?

    Bab 13 Apa mungkin aku sudah jatuh cinta dengannya? Ketika perasaan Naira sudah mulai lega, tangisannya juga sudah mereda, ia pun melepas pelukan dari Nathan. Ia menatap suaminya itu dengan serius dan mengatakan satu hal yang membuat Nathan tercengang. "Kalau kamu bisa menyuruh kakakku untuk mem

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status