LOGINWhen Ava Hansley lost her family and pack to a rogue attack, she sought revenge and would do anything to get it. But meeting the infamous, ruthless, renowned Casanova, Alpha Chester sways her away from her ultimate life goal. Chester – despite having a harem of whores– was still in search of his mate. Meeting Ava for the first time, he gets struck by her alluring scent and lurks around her from that moment. What happens when Ava realizes she just might be the mate of the one man she never imagines she could have? Will she have to choose between love and revenge? Was Alpha Chester worth giving up her hate and revenge for, or was he yet another hurdle to overcome? A , handsome hurdle, to be exact. Join me in this thrilling but twisted love story of Ava Hensley and Alpha Chester.
View MoreDara terengah-engah saat merasakan pusat kenikmatannya berdenyut. Basah di dalam sana, tapi itu bukan berasal dari miliknya melainkan Arkha—suaminya yang sudah mendapatkan pelepasan.
Arkha, suaminya menarik selimut untuk dirinya sendiri. Tubuhnya sudah berpindah ke sisinya dengan senyum penuh kepuasan. “Makasih ya, Yang. Sekarang sebaiknya kita tidur. Aku capek banget, Yang, ” kata Arkha berbisik di telinga Dara. Dara tak menyahuti. Hatinya bergemuruh. Ia masih menginginkan sentuhan serta hujaman dari suaminya. Setiap melakukan hubungan seksual, ia tak pernah terpuaskan. Hanya Arkha yang selalu mendapatkan kepuasan. “Aku belum puas, Mas! Tidakkah kamu tahu itu. Aku bahkan belum keluar sama sekali! ” sungut Dara dalam hatinya. Ingin Dara mengatakan itu semua. Namun, teriakan itu hanya tertahan dalam pikirannya. Dara menatap langit-langit kamarnya yang gelap. Denyut di antara pahanya perlahan mereda. Hatinya terus merasa hampa. Entah apa yang salah dengan dirinya sampai tak pernah merasakan kenikmatan lagi. Dara menarik selimut hingga ke dagu, merasakan dinginnya kain sutra yang yang menutupi tubuhnya. Hal itu terasa kontras dengan hawa panas yang masih terasa di bawah permukaan kulitnya. Di sampingnya suara napas Arkha sudah berubah menjadi dengkuran pelan dan teratur. Setiap tarikan dan embusannya seakan menegaskan jurang yang memisahkan mereka di ranjang yang sama. Dara memalingkan wajah, memandangi sosok suaminya yang sudah tertidur lelap. Ujung jari Dara bergerak, meraih tangan Arkha yang tergeletak lemas di atas seprai. Dengan sangat hati-hati dia membalikkan telapak tangan suaminya, laku perlahan-lahan menuntun tangan itu meletakkannya kembali di atas pusat kenikmatannya. Dia hanya sedang mencoba mencari kepuasannya. Tangan suaminya yang hangat dan berat itu hanya diam, tidak bergerak ataupun memberi sentuhan yang bisa menuntut lebih untuk menciptakan permainan baru. Hasrat Dara tak terbalas. Hampa itu kembali menyapa. Penasaran itu selalu terjadi setelah permainan suaminya usai. “Apa hanya aku yang merasakan hal seperti ini. Tidak mendapatkan kepuasan di atas ranjang? ” Dara menarik napasnya dalam-dalam, menahan sesak di dadanya. Pertanyaan itu tidak berhenti berputar di kepalanya. Bukan hanya kepuasan secara fisik yang tidak didapatkannya, tetapi juga emosionalnya. Dara bangkit dari tempat tidur. Kakinya membawanya ke jendela. Dari balik kaca, dia melihat bayangan dirinya sendiri, samar. Seorang wanita dengan rambut berantakan usai percintaan yang menyesakkan. Matanya menyimpan kegelisahan yang tak terselesaikan. Sepasang mata Dara mengamati pasangan di seberang jalan yang sedang berpelukan di balkon, dari kaca jendela. Tawa mesra seolah dunia hanya milik berdua. Perasaan hampa di dalam dadanya semakin menjadi. Iri dengan apa yang dilihatnya. “Apa dia juga pura-pura puas dengan suaminya?” tanyanya dalam hati. Dara menatap tangannya yang kosong, mengingat kembali bagaimana jari-jarinya sendiri lebih setia memenuhi hasratnya dari pada pasangannya di ranjang. Setidaknya sentuhannya sendiri tak pernah membuatnya merasa sendirian. *** Keesokan harinya, untuk menemukan jawaban dari kegelisahannya, Dara membuat janji temu dengan Fanny, sahabatnya. Matahari siang menyelinap lewat jendela kaca Cafe de Luna. Suara gemericik air mancur di taman tengah mall hampir tenggelam oleh bunyi mesin pembuat kopi dan bisik-bisik percakapan pengunjung lain. Fanny duduk bersebrangan dengan Dara. “Kamu kayaknya harus ke profesional deh, Ra. It's serious! Kamu nggak akan bisa kalau cuma curhat ke aku!” kata Fanny. Dara menatap sedotan panjang di gelasnya, mengaduk-aduk bubble yang sudah habis. Sisa milk tea-nya yang mencair itu seolah menjadi gambaran pernikahannya dengan Arkha. Rasa manis di awal kemudian pudar dan jadi tawar seiring waktu. “Aku bingung, Fan,” ujarnya. Suaranya lirih namun sarat beban. “Tiap kali kayak gini tuh rasanya aneh. Aku juga pengen kayak kamu. Bisa puas. Hasratku bisa ... terpenuhi.” Fanny mendesah pelan, matanya yang tajam menangkap setiap kerutan kekhawatiran di wajah Dara. Dia meraih tangan Dara di atas meja, menggenggamnya erat. “Dengerin aku, Ra. Ini bukan cuma soal kamu nggak klimaks. Ini soal kamu yang merasa sendiri di ranjang tiap kali kalian berhubungan. Itu masalah serius!” ucap Fanny menekankan, suaranya terdengar khawatir. “Kamu harus ke profesional, Ra. Aku punya rekomendasi tempat yang bagus. Ada seorang sex therapist yang terkenal. Kamu dateng ke sana buat dapet solusi, bukan cuma tempat curhat.” Dara mengangkat pandangannya, bertemu dengan mata Fanny yang penuh keyakinan. Ada sebentuk harapan kecil yang mulai menyala di dadanya yang sempat beku. “Terapis ... seks?” gumannya, mencoba mengucapkan kata itu di lidahnya. Rasanya asing, sedikit menakutkan, tetapi juga menjanjikan sesuatu yang selama ini ia rindukan. Sebuah kepuasan untuk hubungan romantis dengan suaminya. “Iya,” sahut Fanny meyakinkan. “Itu bukan aib, Ra. Itu sama kayak kamu periksa ke dokter kalau sakit gigi. Coba kamu bayangin, kamu bisa belajar bukan cuma soal tubuh kamu sendiri, tapi juga cara komunikasiin yang kamu inginkan ke Arkha.” Dara menarik napas dalam, lalu menghembuskannya perlahan. Sebuah harapan kecil akhirnya terlihat di matanya yang biasanya pasrah. “Iya deh,” katanya, sambil memainkan ujung sedotan. “Nanti ... nanti aku coba omongin sama Arkha.” “Iya, Ra. Ini serius. Kamu harus pikirin saran aku kalau mau hubungan kalian di ranjang bisa balik harmonis. Percaya, deh!” Fanny terus membujuknya. Namun di balik kata-kata yang terucap dari bibirnya itu, sebuah pertanyaan menggelitik di benaknya. Bagaimana cara menyampaikan hal seserius itu pada suami yang selalu ‘selesai’ lebih dulu, saat mereka berada di dalam permainan ranjang mereka? “Terapis … seks? Apa aku harus mencobanya?” ***Several weeks afterwards. Mia, Queen. I’ve been feeling dizzy and weak. I puke a lot and am so exhausted that I can barely eat. I’ve been good friends with Angel since Amira departed for his mate pack, and I’ve made a few new pals inside the pack as well. “How are you feeling right now, my queen?” Angel inquires, worried. “I believe you should go to the hospital.” “I’m just sick. I think all I need is some rest,” I convince her. “Not at all, my queen. At the very least, you should go to the hospital to find out what’s wrong,” she exclaims. “I will accompany you and drive you to the hospital.” “It’s okay,” I say. I have difficulty getting back on my feet. My mate is not at the pack right now. He is at my brother’s pack, assisting him with some rogue cases. With Angel’s assistance, I am finally able to stand on my own. She chose an outfit for me, and I am able to put it on. She help me to where the car is parked and assisted me in entering. She sat in the driver’s
HIM.I lick across her neckline, and she lets out a little moan that pushes me over the edge and replenishes me with lust and want. My hands reach for her waist, drawing her in so close that I can feel her heat against me. In a passionate kiss, I move my lips to hers, and she responds passionately, her need matching mine. I turn her around and engulf her mouth in a passionate kiss. I bit down on her lower lip, getting into every crevice of her delectable mouth. As we explored each other, our tongues danced, our skin becoming a canvas for our passion. I could feel her heart racing against mine as our breathing got heavy with expectation. We are lost in a fog of want. I’m hooked on my queen, my mate. I can’t seem to get enough of her.She encircles my neck and pulls me forward into the kiss. As the kiss deepened, our lips moved in unison, and I could feel electricity rushing between us. I reach down and yank her garment from her body, revealing only her bra and leggings. I loosen her br
HIM.She is so stunning that I can't get enough of her. I'm madly in love with her. I crave and yearn for her. I want to consume her.My need to have her under me, sweating and moaning my name. I fucked her in and out of her cunt with my shaft. I stopped cleaning her back and placed a scorching, burning kiss on her neck. She moaned, and it inspired me to keep going.I kiss and tongue her earlobe, one of my hands fondling her cunt, and she moans an exquisite sound.I am always thrilled when I am able to please my mate. My lust is fueled by listening to her moan. I adore her and swear to protect and cherish her till the day I die. I feel a joy that is unparalleled when I am able to make her happy. I will always strive to make her feel cherished and loved. I will never tire of hearing her pleasure.She gets out of the tub and walks over to me."Allow me to please you," she says. "I'd like to suck on your shaft."I gulp my spittle, feeling content on the inside. She's never done anything
DINNER WITH THE PACK'S ELDERS.My mate and I locked ourselves in our room. Every day, we continue to mate.Our food is normally delivered to our door by the servant. Today is the day I'll have breakfast with the pack's higher-ups. I'm taking a bath. I dried my skin and dressed in a stunning, long, sophisticated gown with a diamond design. My personal servant has carefully designed my hair, and I put on diamond earrings to match my dress with a little make-up before coming downstairs with my already dressed-up, companion. We walk out together, delighted and full of smiles.In his robe, he looks good. We arrived at the table with all of the elders, his beta, and his third in command, Chris. They've all taken their seats.When they realize our presence, they instantly stand up and bow their heads to show their respect.We took our seats, and Miller asked them to do the same. The servant prepares a variety of delectable foods. We eat our meals quietly. My mate's brave hand prowls my body
Bekky’s point of view.I’m in the kitchen with the queen when I notice Daniel staring at me. His eyes were filled with hunger and yearning. My cheeks flush, and my heart begins to race. I try to turn my gaze away, but I can’t. I sense a connection between us, but I’m not sure what it is. I couldn’t u
UNKNOWN PERSPECTIVE.As his hands move across the surface of my body, my heartbeat quickens and my breathing quickens. His kisses caress the back of my neck, warming my cheeks.Like warm desires, his hands begin to explore the canvas of my body. His touch ignited a fire in my soul, and my mind was fil
Chester.I’m in the office, buried in paperwork. My hand weaves through my hair as exhaustion weighs heavily on me. It’s so tedious. Paperwork can be tiresome and time-consuming, requiring attention to detail and skill. It’s also tough to stay focused and motivated, especially on the same task for a
Even in moments of fear and horror, love is stronger. Our first instinct is often to flee and protect ourselves, but our parents’ last words linger and offer comfort. Even when the worst has happened, their love still stands strong, offering us strength and courage to keep going in the face of dange
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviewsMore