공유

Bab 37.

last update 최신 업데이트: 2025-10-17 07:32:06

Malam menua di atas langit kota kecil itu.

Hujan turun perlahan, menetes di atap seng kontrakan yang mulai berkarat, menciptakan irama lembut yang menenangkan sekaligus menyayat.

Riana duduk sendirian di ranjang tipis, lampu kamar hanya menyala redup, menerangi sebagian wajahnya yang basah oleh sisa air mata.

Tangannya perlahan menyentuh perutnya yang mulai membuncit.

Ada denyut kecil di sana, hangat, lembut, tapi juga membuat dadanya terasa sesak.

“Maaf…” bisiknya pelan, nyaris tak terdengar.

“Maaf kalau Ibu belum bisa jadi perempuan kuat.

Ibu cuma… takut.”

Ia tersenyum getir, meski air matanya kembali menetes.

“Kamu nggak salah, Nak. Kamu nggak minta dilahirkan dari luka.

Tapi Ibu janji… Ibu akan jaga kamu. Ibu akan pastikan kamu tumbuh tanpa tahu seberapa gelap masa lalu ini.”

Riana menatap langit-langit kamar, seolah berbicara pada dirinya yang lain, dirinya yang dulu masih punya mimpi, masih tertawa dengan Dara di kantin kampus, masih percaya bahwa dunia tak sekejam itu.

Namun ki
이 책을.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Awalnya Terpaksa, Akhirnya Jatuh Cinta   Bab 77.

    Malam di dalam penjara terasa lebih sempit dari biasanya. Daniel duduk di sudut sel, napasnya tidak beraturan. Untuk pertama kalinya sejak semuanya dimulai… rencananya runtuh. Siregar. Fahrul. Reno. Tiga nama itu terus berputar di kepalanya seperti lonceng kematian. Ia tidak lagi punya orang lapangan. Tidak ada mata. Tidak ada telinga. Dan yang paling membuatnya gila, Aluna masih hidup, masih bersama keluarganya, dan belum hancur. Daniel meninju tembok besi. Darah mengalir dari buku jarinya. “Kalian pikir ini selesai?” gumamnya pelan, nyaris berdoa. “Belum… belum.” Di hari kunjungan, Daniel tidak menemui siapa pun dari lingkaran lamanya. Ia menemui satu orang saja, pria berambut perak dengan jas rapi, duduk tenang di balik kaca pembatas. Pria itu tersenyum tipis. “Aku bilang dari awal, Daniel. Kalau kau terpojok… aku hanya membantu jika kau siap membayar harga yang lebih mahal.” Daniel mendekat, tatapannya liar. “Aku tidak butuh kekacauan. Aku butuh satu hal, buat mer

  • Awalnya Terpaksa, Akhirnya Jatuh Cinta   Bab 76.

    Setibanya di Indonesia, Arga dan Dara langsung merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Dara merengkuh Aluna yang terlihat ketakutan dan pucat. “Dara.… kamu tidak boleh melawan ini sendirian. Kamu sekarang dalam perlindungan kami.” Arga menatap Adrian dan Freddy. “Kita hentikan Daniel sekali untuk selamanya. Caranya bukan hanya mengejar kaki tangannya, tapi memutus pola komunikasi yang ia gunakan dari penjara.” Di sinilah Arga mulai memimpin investigasi, menelusuri siapa saja orang yang pernah bekerja dengan Daniel, memeriksa rekaman CCTV sekitar rumah, menghubungi teman-temannya di bidang keamanan digital, dan mencari pola dari pesan-pesan yang diterima Aluna. Dara membantu Riana yang mulai kelelahan mental. Sementara anak kedua mereka membantu Adric menjadi penahan emosi, sehingga Adric tidak ikut terpuruk. Kehadiran mereka membuat keseimbangan keluarga kembali perlahan-lahan. Di malam hari, Aluna menerima pesan suara dari nomor tak dikenal. Suara itu pelan… serak

  • Awalnya Terpaksa, Akhirnya Jatuh Cinta   Bab 75.

    Tapi senyum itu membuatnya terbangun sambil memegang dada. Ia berusaha menepis semuanya, tapi suara Daniel selalu muncul, “Kamu percaya aku… karena aku yang paling mengerti kamu.” Dan yang paling mengusik, perasaan bersalah karena ia sempat mempercayai Daniel lebih dari ibunya sendiri. Ia takut dilihat sebagai gadis bodoh. Ia takut jadi beban. Jadi ia memilih diam. Dan diamnya itu… jauh lebih menyakitkan bagi semua orang. Riana memperhatikan semua tanda, Aluna kurang tidur. Makan sedikit. Tidak fokus. Dan sering menatap kosong. Yang membuat Riana paling patah hati adalah Aluna mulai menarik diri dari pelukan. Jika Riana ingin memeluknya, Aluna tersenyum… tapi kaku. Dan Riana tahu betul bahwa itu bukan karena benci. Itu karena trauma. Namun malam-malam tertentu, saat Aluna tertidur, Riana duduk di tepi ranjang dan mengelus rambut putrinya perlahan. “Maafkan Mama… kalau Mama terlambat menyadari semuanya…” Air matanya jatuh diam-diam. Riana bukan ibu sempurna. Tapi ia

  • Awalnya Terpaksa, Akhirnya Jatuh Cinta   Bab 74.

    Adrian tidak menunggu komando. Ia langsung menerobos hutan. Freddy menyusul dengan nafas berat, tapi semangatnya membara. Rasa bersalahnya pada masa lalu berubah menjadi tenaga. “Daniel harus berhenti malam ini!" Adrian berseru. Petugas berteriak, “Pak Adrian! Hati-hati, jalannya licin!” Adrian tidak peduli. Ia hanya memikirkan satu hal, Daniel tidak boleh mendekati Aluna lagi. Freddy, di sampingnya, berkata dengan suara rendah namun tegas," Kita lakukan ini bersama.” Untuk pertama kalinya, dua laki-laki yang sempat bermusuhan itu, berlari sebagai satu tim. Sementara itu, di dalam penginapan, Aluna duduk di kursi kayu sambil dipeluk Riana erat-erat. Adric berdiri di samping kakaknya, seperti penjaga kecil yang siap melawan siapa pun. “Ma… Daniel… dia bukan orang baik…" Aluna suaranya bergetar. Riana menyentuh pipinya lembut, “Iya, Kak… sekarang kamu sudah aman. Papa Adrian dan papa Freddy lagi kejar dia.” Aluna menunduk. “Aku… aku ikut dia karena aku bodoh…” Ri

  • Awalnya Terpaksa, Akhirnya Jatuh Cinta   Bab 73.

    Di dalam penginapan, Aluna mendengar pintu belakang terbuka. Daniel keluar sebentar, seolah memeriksa sesuatu di luar. Aluna langsung bangkit, mendekat ke jendela kecil. Ia melihat sesuatu, kilatan cahaya senter yanh bergerak dan banyak. Jantung Aluna berdegup. Itu bukan satpam gunung… Itu bukan petugas biasa… Itu… keluargaku? Tapi ia tidak berani bersuara. Daniel bisa masuk kapan saja. Ia menggenggam syal di lehernya, yang ternyata tadi jatuh tanpa ia sadari. “Papa… Adric… tolong cepat…” bisiknya. Saat tim semakin dekat, seorang petugas menunjuk sesuatu, ada bayangan seseorang sedang merokok di teras belakang. Freddy langsung mengenali posturnya, “Itu Daniel.” Adrian memicingkan mata, wajahnya berubah sangat dingin. Adric menahan napas kuat-kuat. Tapi Adrian memberi kode, “Belum. Kita tunggu momen yang tepat.” Riana menahan air mata, rasanya ingin langsung berlari memeluk anaknya. Daniel berdiri, melempar puntung rokok ke tanah, lalu berjalan turun sediki

  • Awalnya Terpaksa, Akhirnya Jatuh Cinta   Bab 72.

    Dan tim kecil itu pun terbentuk, Adrian, Freddy, Riana (tetap ikut karena naluri ibu tidak bisa dibendung) dan Adric. Serta beberapa petugas keamanan dan relawan. Malam itu, rombongan mereka melaju menuju pegunungan tempat Daniel membawa Aluna. Dalam perjalanan, petugas memberi kabar, bahwa mobil Daniel terekam CCTV melewati pos desa menuju kawasan hutan pegunungan. Freddy mengepalkan tangan, “Berarti dia sengaja. Dia tahu tidak banyak sinyal di atas sana.” Adric menunduk, menggigit bibirnya, merasa panikan tapi berusaha tegar. Riana meraih tangan putranya, “Kita pasti bisa menyelamatkan kakakmu." Adric mengangguk, meski seluruh tubuhnya gemetar halus. Begitu mereka sampai di kaki gunung, kabut dingin menyelimuti jalur, udara lembap membuat napas terlihat seperti asap, suara hutan sunyi, hanya terdengar angin dan gesekan daun. Adric menyalakan senter di kepalanya. Riana menatapnya khawatir, “Kamu yakin bisa, Nak?” Adric menarik napas panjang, “Kalau Kak Aluna sendi

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status