แชร์

Ekstra Part

ผู้เขียน: Secretnim
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-20 21:17:59

"Dan di sini saya ingin memperkenalkan kepada kalian seseorang yang sangat berarti untuk saya, seseorang yang akan menjadi Nyonya Carlitos. Dia adalah.... Shaqueena Moonstone dan saya peringatkan kepada kalian semua tidak ada yang boleh mengganggunya ataupun keluarganya. Jika tidak, maka kalian akan berurusan dengan saya," seru Ala dingin. Dia sengaja berbicara seperti itu agar seluruh dunia tahu kalo Queen adalah miliknya seorang.

Queen tersenyum manis mendengarnya, begitupun keluar
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Zalna Novita
semangat kak untuk next cerita ..🫶
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Awas! Nona Kali Ini Menolak Ditindas    Ekstra Part

    "Dan di sini saya ingin memperkenalkan kepada kalian seseorang yang sangat berarti untuk saya, seseorang yang akan menjadi Nyonya Carlitos. Dia adalah.... Shaqueena Moonstone dan saya peringatkan kepada kalian semua tidak ada yang boleh mengganggunya ataupun keluarganya. Jika tidak, maka kalian akan berurusan dengan saya," seru Ala dingin. Dia sengaja berbicara seperti itu agar seluruh dunia tahu kalo Queen adalah miliknya seorang.Queen tersenyum manis mendengarnya, begitupun keluarga Ala dan Frederick yang merasa terharu menyaksikan keduanya bahagia.Bahkan, Ala membiarkan para wartawan masuk untuk meliputi acara ini, biasanya saat kepala keluarga Charleston adalah Ricard maka wartawan tidak boleh datang ke acara itu karena privasi, tapi tidak untuk Ala yang malah sengaja mengundang mereka datang dan benar saja berita hari ini gempar dan membuat orang-orang terkejut."Silahkan menikmati acaranya," lanjut Ala lagi, lalu turun dari atas panggung menuju tun

  • Awas! Nona Kali Ini Menolak Ditindas    Bab 58 : Kejutan & Carlitos? (End)

    "Ala, bukannya aku sudah bilang kalo aku masih sekolah?" ujar Queen kikuk, bigutupun Ala yang cengengesan. "Hehe... typo Sayang, ini buat kamu," ujar Ala menyengir sambil menyerahkan bunga dan boneka. Apalagi saat tatapan matanya menatap calon mertuanya yang menatapnya datar dan tajam, membuat Ala salah tingkah. Ala mendekati Queen yang memegang bunga dan boneka dan menatapnya memuja, Queen pun membalas menatap Ala dengan mata berbinar karena memang dari dulu Queen memimpikan adegan romantis seperti ini. "Sayang, sebelumnya terima kasih sudah menerima aku menjadi bagian hidup kamu. Aku senang banget mengenal kamu karena denganmu aku bisa merasakan kebahagiaan yang selama ini aku inginkan. Bahkan, kamu yang menjadi penenang hidupku. Entah bagaimana jika aku nggak bertemu kamu, mungkin saja aku akan menyerah." Ala berucap tulus dari dalam lubuk hati yang terdalam, Queen menganggukkan kepalanya menatap sang kekasih terharu karena dirinya pun sama seperti Ala. "Harusnya aku yang berte

  • Awas! Nona Kali Ini Menolak Ditindas    Bab 57 : Kelulusan Sekolah

    Pagi harinya, Queen sudah pulang di antar sang kekasih, ia tidak menyangka kemarin kekasihnya berucap seperti itu padahal dirinya sudah bilang kalo ia masih sekolah. "Sayang, boleh tinggalkan kami berdua?" ujar Ala lembut, Queen menatap kekasihnya dan Daddy-nya secara bergantian. "Mau ngapain?" tanya balik Queeen memicingkan matanya. "Ada urusan bisnis." "Dad bohong, kalo tentang bisnis kenapa Queen nggak boleh tahu?" tanya Queen semakin curiga, Ala yang gemas mencubit kedua pipi kekasihnya. "Nurut apa kata Daddy sama calon suami, Sayang," ucap Ala lembut, Queen yang mendengar itu wajahnya memerah. Hey, bisa-bisanya ia malu mendengar ucapan Ala yang mengucapkan kata calon suami, ia menyentak tangan Ala dan menatapnya dengan wajah memerah malu. "Dasar nggak tahu tempat." Setelah mengatakan itu, Queen berlari masuk ke kamarnya karena malu. Frederick menggelengkan kepalanya melihat kebucinan keduanya, tapi hatinya merasa senang melihat anaknya bahagia kembali tidak seperti

  • Awas! Nona Kali Ini Menolak Ditindas    Bab 56 : Fakta yang Sesungguhnya

    "Lo mukul dia lagi, gue tembak kaki lo," ujar seseorang yang baru datang. Queen melihat orangnya, ia penasaran siapa yang berani mengganggu kesenangannya dan ternyata ada Anne di sana sedang menodongkan pistol ke arahnya. Bukannya merasa takut, Queen malah tersenyum sinis kepada Anne. Ia bahkan ikut mengeluarkan pistol di saku jaketnya, dan menodongkannya ke kepala Atarik. "Silahkan tembak gue, maka suami lo akan mati," sahut Queen santai, sedangkan Ala hanya diam saja menyaksikan mereka. Bukan karena tidak peduli, tapi Ala sudah memperkiraan semuanya akan terjadi. Anne dan mereka terkejut melihat Queen mengeluarkan pistol, apalagi cara Queen memegang pistol sangatlah profesional seperti sudah terbiasa. "Master, kenapa lo biarin Queen menghabisi suami gue?" tanya Anne bingung, tapi tidak ada kemarahan sedikit pun. "Dia pantas menerimanya." Itulah jawaban Ala sambil menatap kekasihnya yang memegang pistol dengan tatapan memuja, gadisnya sangat keren jika seperti ini. "Istri, bant

  • Awas! Nona Kali Ini Menolak Ditindas    Bab 55 : Ruang Bawah Tanah

    "Apa yang terjadi?" lirih Queen. Ala membuka matanya dan menatap Queen dengan wajah lelah. "Rindu kamu," lirih Ala membuat Queen linglung. "Hah! Jangan bilang kamu melakukan semua ini karena aku?" tanya Queen terkejut. Setau dirinya, Ala tidak akan mudah terluka, sedangkan penyebab utama Ala sering terluka adalah Ricard yang sudah dia tangkap. "Ala?" panggil Queen karena Ala tak kunjung menjawab malah memalingkan wajahnya, itu berarti tebakannya benar kalo Ala melukai dirinya sendiri. "Jangan gila, Ala! Stop melakukan hal bodoh lagi!" seru Queen kesal sedangkan Ala menunduk pasrah, seperti anak kecil yang sedang dimarahi ibunya. "Jangan pedulikan aku, bukannya kamu datang ke sini hanya ingin bertemu pembunuh itu? Bukan karena aku?" ujar Ala merajuk. Bukannya mendengarkan, Queen melihat sekelilingnya. "Di mana p3k?" tanya Queen. Ala mengerucutkan bibirnya kesal karena diabaikan, tapi tangannya menunjuk dimana letak barang yang kekasihnya cari. Ia sudah mengambilnya, lalu duduk d

  • Awas! Nona Kali Ini Menolak Ditindas    Bab 54 : Berdamai Dengan Masa Lalu

    Queen sudah sampai di rumah sakit, saat ia menuju ruangan Anjani ia tidak sengaja bertemu Zayn dkk di koridor rumah sakit. Tanpa repot-repot berbalik atau berhenti, Queen melewati mereka. Ia tidak ingin berurusan lagi dengan Zayn dkk, tapi langkahnya terhenti karena seseorang berbicara sesuatu padanya. "Gue yakin penyebab kecelakaan Anjani lo sengaja," ujar Zayn dingin, rasa yang dulu Zayn simpan kepada Queen sudah hilang sepenuhnya. Queen berbalik menatap Zayn dkk dingin. "Menurut lo, apakah gue sebego itu mencelakai Anjani dan melukai diri gue sendiri?" Tepat sasaran, ucapan Queen membungkam Zayn yang terus menyudutkan dirinya atas kecelakaan keduanya. "Zayn sudah, bukannya Om Doni juga sudah memberikan bukti kalo memang Anjani yang ingin ikut ke mobil Queen," sahut Lingga yang merasa sahabatnya sudah keterlaluan, apalagi Queen baru sembuh dari kecelakaan itu. "Cih, tapi gue tetap nggak mempe

  • Awas! Nona Kali Ini Menolak Ditindas    Bab 8 : Kembar atau Kepribadian Ganda

    Sepanjang jalan menuju kelas, Queen termenung memikirkan pria yang katanya bernama Ala. Setelah mengatakan namanya, pria itu lagi-lagi meninggalkannya. Saat melewati lapangan ternyata di sana masih ada Zayn dkk, tapi tidak ada Anjani dan juga Atarik. Melihat sekeliling lapangan, ia tidak menemuka

  • Awas! Nona Kali Ini Menolak Ditindas    Bab 7 : Memberi Pelajaran

    Queen berjalan cepat menuju kelas 12A. Di belakangnya, Jenni mengikuti sahabatnya sambil ngos-ngosan karena Queen terlalu cepat berjalan. "Queen, tungguin!" seru Jenni, lagian sahabatnya itu mau kemana sih. "Queen, lo mau kemana sih!" Queen tidak mengg

  • Awas! Nona Kali Ini Menolak Ditindas    Bab 6 : Penyusup

    Malam harinya, Queen dan Frederick sedang makan malam. Hanya berdua saja karena Frederick tidak mempunyai anak lagi selain Queen. "Gimana sekolahnya, princess?" tanya Frederick. Queen terkejut mendapatkan pertanyaan saat sedang makan. Di dunianya dulu, i

  • Awas! Nona Kali Ini Menolak Ditindas    Bab 5 : Pembalasan Dimulai

    "Mau pesen apa, Queen?" tanya Jenni. "Batagor aja," sahut Queen santai. Jenni mengerutkan keningnya tidak mengerti. "Batagor itu apa Queen, apa sejenis makanan yang terbuat dari bata?" tanya Jenni polos tapi minta di tampol, sekarang Queen yang melihat Jenni aneh. "Kalo pun iya, lo mau makan?" t

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status