Home / Fantasi / Ayah, Jangan Bunuh Aku! / Chapter 197 - Catur?

Share

Chapter 197 - Catur?

Author: Nyx
last update Petsa ng paglalathala: 2026-07-28 23:33:17

“Catur? Tentu. Tapi Xueqin tidak ahli dalam hal ini, harap Ayahanda tidak menertawakan. “ Ucap Ning Xueqin dan duduk di depan Kaisar Ning.

Ning Xueqin mengamati bidak dengan tenang, dia pernah mempelajari cara bermain catur ini di dunia modern.

Awalnya hanya penasaran namun tidak disangka sangka bahwa kemampuan ini akan berguna pada saat ini.

Ning Xueqin tidak gentar meskipun ditekan beberapa kali oleh Ayahnya, beberapa jalan yang dia siapkan telah ditutup.

Awalnya Kaisar Ning bermain cuku
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 227 - Rencana Baru

    Ning Xueqin memikirkan ini berhari-hari dan dia mulai memahami bahwa Xie Guang mungkin merasa tidak nyaman dengan dirinya karena batasan di antara mereka yang tidak jelas.Wajar jika merasa tidak nyaman jika tidak merasa ada batasan yang jelas, jadi demi hubungan yang profesional di masa depan maka Ning Xueqin memutuskan untuk berbuat seperti ini.Kali ini dia mendapatkan dukungan dari Kediaman Xie dan Kediaman Su, kedua Jenderal berada di pihaknya hanya saja para pejabat sipil masih berlawanan dengannya .Tapi setidaknya kehidupannya akan lebih baik dan aman, tidak serentan sebelumnya lagi. Setidaknya di pengadilan Istana dia memiliki pendukung untuk mendukungnya.Namun jawaban dari Xie Guang selanjutnya membuat Ning Xueqin terdiam, sangat terdiam sampai-sampai tidak bisa bereaksi lagi.“Aku menolak.”“Menolak? Kenapa?”tanya Ning Xueqin dengan kebingungan.“Aku ingin interaksi kita tetap seperti sebelumnya, aku sudah terbiasa,”jawab Xie Guang.Ning Xueqin mendongak dan menatap Xie Gu

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 226 - Permintaan Maaf

    Dengan lolosnya dia mengikuti tarikan itu tanpa perlawanan, hanya saja dia merasa bahwa matanya agak pedih sehingga dia memejamkan matanya dan menggelengkan kepalanya.Ning Xueqin hanya merasa bahwa dirinya dibawa masuk ke dalam rumah yang ada di sekitar sana. Karena suara pertarungan masih terdengar jelas.“Basuh matamu dengan kain basah ini, agar tidak pedih lagi,” ucap orang yang menariknya.Ning Xueqin menerima kain basah itu dan membasuh matanya, setelah agak lama dia akhirnya bisa melihat dengan normal kembali.Orang di hadapannya ini adalah Xie Guang, tidak disangka-sangka bahwa pemuda ini akan benar-benar datang.Inilah keuntungan rahasia yang dia sebutkan sebelumnya, dia selalu bertaruh bahwa Xie Guang akan datang.Hanya saja jika hati Xie Guang benar-benar dingin dan tidak ingin datang juga tidak masalah, dia tidak keberatan.Namun siapa yang menyangka bahwa pemuda ini benar-benar akan datang untuk melindunginya?“Tuan muda Xie? Apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Ning Xue

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 225 - Disergap

    Ning Xueqin bahkan mulai memiliki angan-angan yang tidak masuk akal, contohnya seperti mengharapkan bahwa kedamaian ini akan bertahan selamanya.Padahal dia tahu jelas bahwa sejak dia melangkahkan kakinya di Kekaisaran maka tidak akan ada jalan untuk kembali lagi.Tidak akan ada ketenangan apalagi kedamaian yang dia harapkan itu selama dia masih memegang posisi Tuan Putri ini.Bahkan jika dia tidak melawan sekalipun dan hanya bertindak pasif, itu hanya akan menunda kematiannya. Akan tiba saatnya dimana Ning Chuan tidak akan sabar padanya lagi dan akan menyingkirkannya untuk menghapus segala kemungkinan ancaman yang bisa dia timbulkan sebagai Tuan Putri.Ning Xueqin merasa bahwa dia menjadi emosional mungkin karena kelelahan baik secara fisik dan mental.Meski dirinya sudah dewasa di dunia modern, namun dia mulai menyadari bahwa emosi pemilik tubuh yang asli, Ning Xueqin kecil tidak pernah benar-benar mati.Emosi itu masih bersarang di tubuhnya dan menyatu dengan emosinya sehingga kel

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 224 - Kedai Zixi

    Kemudian Zhen Lingyu pun segera pergi dan halaman Ning Xueqin dengan segera langsung menjadi sepi kembali seperti di awal.Zilan sudah pergi lagi untuk menyampaikan hasil keputusan dari Ning Xueqin, tidak lupa bahwa Ning Xueqin meminta Mei Qian untuk menyampaikan kepada semua orang bahwa pengawalnya yang baru adalah Zhen Ming.“Jangan sampai semua orang tidak tahu bahwa aku telah memilih Zhen Ming,” ucap Ning Xueqin dengan penuh makna.Dengan begitulah Ning Xueqin membiarkan semuanya berjalan, selama ini dia juga menghabiskan waktunya untuk Tiga hari lain berlalu dengan tenang sebelum akhirnya Ning Xueqin mengirimkan sebuah surat rahasia untuk Zhen Ming yang ditulis olehnya sendiri.Tidak ada yang tahu dengan apa isi dari surat itu namun kemudian sikap Zhen Ming yang sebelumnya cukup tenang dan damai tiba-tiba berubah drastis.Zhen Ming mulai minum-minum bersama temannya dan mengajak teman-temannya untuk bermain, bahkan mulai menyebarkan rumor buruk tentang Ning Xueqin yang tidak ber

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 223 - Zhen Ming

    “Zilan, sampaikan pesan kepada Kasim Yu bahwa Xu Junzhen dan Huo Ziyuan sudah kalah dan minta Kasim Yu untuk mengirim orang mencari Huo Ziyuan lalu lihat apakah kondisinya baik-baik saja,”perintah Ning Xueqin.“Baik, Tuan Putri.”Setelah itu Ning Xueqin dan Zhen Lingyu menunggu sangat lama untuk peserta terakhir alias Zhen Ming, sepupu Zhen Lingyu ini.Jelas bahwa dia bukanlah musuh yang serius, hanya saja Ning Xueqin tidak tahu bahwa orang ini sangat menyebalkan.“Anak ini benar benar mempermalukan keluarga, nanti kamu jangan lupa berikan dia pelajaran. Sisanya biarkan aku yang menanggung nya untukmu,” ucap Zhen Lingyu meyakinkannya.Tidak lama kemudian seorang pemuda ceking dengan bau harum yang menyengat dan bau alkohol yang bercampur menjadi satu akhirnya tiba.“Zhen Ming memberi salam kepada Tuan Putri dan kakak sepupu… Tuan Putri sangatlah cantik…”lirih Zhen Ming dengan setengah mabuk.“Anak ini! Bagaimana kamu bisa datang kemari dalam kondisi mabuk?” tanya Zhen Lingyu dengan em

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 222 - Tantangan

    Namun hasil telah ditentukan dan tidak akan bisa diubah lagi sehingga mau tidak mau harus bisa menerima kekalahan yang menimpanya kali ini.Sedangkan Ning Xueqin yang dengan mudah menghancurkan kepercayaan diri Xu Junzhen langsung duduk kembali di atas kursinya dengan tenang.“Hamba ini mengaku kalah dari Tuan Putri, hamba ini merasa malu karena memamerkan kemampuan di depan ahlinya,” ucap Xu Junzhen.“Kamu tidak kalah dari ku sebenarnya dari segi kekuatan maupun teknik, bahkan bisa dikatakan lebih unggul. Namun apakah kamu tahu kenapa aku bisa mengalahkanmu?”tanya Ning Xueqin.Xu Junzhen memandangnya dengan tatapan penuh pertanyaan dan tidak tahu jawaban akan pertanyaan yang dilemparkan oleh Ning Xueqin padanya.“Sederhananya karena kamu meremehkan ku, apakah kamu berani mengatakan bahwa tidak ada pemikiran yang menyepelekan ku sebelumnya?”tanya Ning Xueqin dengan santai menyesap tehnya.Xu Junzhen menundukkan kepalanya dan tidak menjawab, Ning Xueqin anggap bahwa itu adalah persetuj

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 45 - Gelisah

    Ning Xueqin lupa bahwa di tempat tinggalnya yang baru ini, hidup dan mati seorang budak sama sekali tidak berharga. Wei Luo juga tampaknya sudah tahu bahwa dirinya akan dihukum mati sejak awal sehingga tidak memberontak dan menurut saja saat dipukuli. Pada saat itu seluruh Aula Kekaisaran pun men

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 41 - Umpan

    “Lumayan.” Ucap Kaisar Ning pada akhirnya. Ning Xueqin menganggukkan kepalanya dan lumayan senang, lumayan berarti tidak buruk hal ini menandakan bahwa Kaisar Ning cukup senang dengan pemberiannya. Jadi Ning Xueqin pun menundukkan kepalanya dan ingin kembali ke tempat duduknya sebelum akhirnya Ka

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 75 - Qingxian

    Ning Xueqin pun melangkah keluar dan memandang Kasim Yu yang menunggu di luar dengan senyum miring lalu menyeka air matanya dengan mudah. Seperti yang dikatakan, beberapa orang terkadang tidak bisa ditundukkan dengan cara lembut dan membutuhkan cara yang lebih keras. Kebetulan Kaisar Ning ini

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 62 - Mandul?

    Zhen Lingyu ini jelas sekali dengan sengaja mempermainkannya dengan menggantung kata katanya tapi anehnya, Ning Xueqin justru tidak merasa marah sedikitpun. “Namun? “ Tanya Ning Xueqin mendesak Zhen Lingyu. “Namun… jawabanmu benar. Yang Mulia juga telah mengetahui hal ini sejak awal, pernikahan k

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status