LOGINKemudian Zhen Lingyu pun segera pergi dan halaman Ning Xueqin dengan segera langsung menjadi sepi kembali seperti di awal.Zilan sudah pergi lagi untuk menyampaikan hasil keputusan dari Ning Xueqin, tidak lupa bahwa Ning Xueqin meminta Mei Qian untuk menyampaikan kepada semua orang bahwa pengawalnya yang baru adalah Zhen Ming.“Jangan sampai semua orang tidak tahu bahwa aku telah memilih Zhen Ming,” ucap Ning Xueqin dengan penuh makna.Dengan begitulah Ning Xueqin membiarkan semuanya berjalan, selama ini dia juga menghabiskan waktunya untuk Tiga hari lain berlalu dengan tenang sebelum akhirnya Ning Xueqin mengirimkan sebuah surat rahasia untuk Zhen Ming yang ditulis olehnya sendiri.Tidak ada yang tahu dengan apa isi dari surat itu namun kemudian sikap Zhen Ming yang sebelumnya cukup tenang dan damai tiba-tiba berubah drastis.Zhen Ming mulai minum-minum bersama temannya dan mengajak teman-temannya untuk bermain, bahkan mulai menyebarkan rumor buruk tentang Ning Xueqin yang tidak ber
“Zilan, sampaikan pesan kepada Kasim Yu bahwa Xu Junzhen dan Huo Ziyuan sudah kalah dan minta Kasim Yu untuk mengirim orang mencari Huo Ziyuan lalu lihat apakah kondisinya baik-baik saja,”perintah Ning Xueqin.“Baik, Tuan Putri.”Setelah itu Ning Xueqin dan Zhen Lingyu menunggu sangat lama untuk peserta terakhir alias Zhen Ming, sepupu Zhen Lingyu ini.Jelas bahwa dia bukanlah musuh yang serius, hanya saja Ning Xueqin tidak tahu bahwa orang ini sangat menyebalkan.“Anak ini benar benar mempermalukan keluarga, nanti kamu jangan lupa berikan dia pelajaran. Sisanya biarkan aku yang menanggung nya untukmu,” ucap Zhen Lingyu meyakinkannya.Tidak lama kemudian seorang pemuda ceking dengan bau harum yang menyengat dan bau alkohol yang bercampur menjadi satu akhirnya tiba.“Zhen Ming memberi salam kepada Tuan Putri dan kakak sepupu… Tuan Putri sangatlah cantik…”lirih Zhen Ming dengan setengah mabuk.“Anak ini! Bagaimana kamu bisa datang kemari dalam kondisi mabuk?” tanya Zhen Lingyu dengan em
Namun hasil telah ditentukan dan tidak akan bisa diubah lagi sehingga mau tidak mau harus bisa menerima kekalahan yang menimpanya kali ini.Sedangkan Ning Xueqin yang dengan mudah menghancurkan kepercayaan diri Xu Junzhen langsung duduk kembali di atas kursinya dengan tenang.“Hamba ini mengaku kalah dari Tuan Putri, hamba ini merasa malu karena memamerkan kemampuan di depan ahlinya,” ucap Xu Junzhen.“Kamu tidak kalah dari ku sebenarnya dari segi kekuatan maupun teknik, bahkan bisa dikatakan lebih unggul. Namun apakah kamu tahu kenapa aku bisa mengalahkanmu?”tanya Ning Xueqin.Xu Junzhen memandangnya dengan tatapan penuh pertanyaan dan tidak tahu jawaban akan pertanyaan yang dilemparkan oleh Ning Xueqin padanya.“Sederhananya karena kamu meremehkan ku, apakah kamu berani mengatakan bahwa tidak ada pemikiran yang menyepelekan ku sebelumnya?”tanya Ning Xueqin dengan santai menyesap tehnya.Xu Junzhen menundukkan kepalanya dan tidak menjawab, Ning Xueqin anggap bahwa itu adalah persetuj
Baru memikirkannya saja dan Ning Xueqin sudah merasa bahwa dirinya hampir muntah memikirkan sikap Zhen Ming ini.Belum lagi ada yang lebih parah dari Zhen Ming ini, dia adalah seorang pria genit yang sudah memiliki lebih dari enam selir di halaman rumahnya.Membayangkan ekspresi jijik Zhen Lingyu saat menceritakan sepupunya ini membuat Ning Xueqin kembali teringat.Pemuda semacam ini pasti akan sanhat arogan, biarkan dia melihat sebenarnya seperti apa wujud asli dari Tuan muda Zhen ini.Selang satu jam sejak Ning Xueqin menyatakan undangan kepada ketiga Tuan muda yang ternama itu, sudah ada tamu yang datang.Orang yang pertama datang ternyata bukanlah ketiga Tuan muda yang dia undang melainkan Selir Mulia Zhen yang duduk di atas tandu.“Xueqin menyapa Selir Mulia Zhen!” sapa Ning Xueqin dengan antusias.Zhen Lingyu turun dari tandunya dan menarik telinga Ning Xueqin yang membuat Ning Xueqin mengadu kesakitan.“Aduh… apa yang terjadi? Apa sebenarnya salahku, Kakak Lingyu?”tanya Ning Xu
Di saat Ning Xueqin sedang bersantai-santai dan menikmati hari santainya yang langka ini, tiba-tiba Kasim Yu datang menemuinya dan menyampaikan pesan yang dikirimkan oleh Ayahnya.“Tuan Putri, mengenai pengawal pribadi Tuan Putri, Yang Mulia menyarankan Tuan Putri untuk memilihnya sendiri,”pinta Kasim Yu membawa gulungan kertas.Ning Xueqin mengulurkan tangannya dan mengambil gulungan kertas itu lalu melihat isi di dalamnya tanpa basa basi.“Selain itu Yang Mulia melihat bahwa Tuan Putri memiliki bakat bela diri dan ingin Tuan Putri memilih seorang guru muda sekaligus pengawal pribadi agar pada usia lima belas, Tuan Putri bisa mencoba untuk memiliki hewan spiritual pribadi,” lanjut Kasim Yu.Ning Xueqin tidak membalas dan langsung membaca isi di dalam gulungan kertas itu, ada sejumlah nama yang sudah ditentukan oleh Ayahnya.“Singkat saja, siapa di antara mereka yang bisa melampaui Xie Guang?” tanya Ning Xueqin menutup gulungan kertas itu.Wajah Kasim Yu berubah menjadi seputih kertas
Ning Xueqin tidak sadarkan diri selama tiga hari lamanya dan ketika dia bangun, hampir tidak ada yang salah dengannya. Lukanya sudah mengering dan akan baik-baik saja, raut wajahnya juga jauh membaik dibandingkan dengan sebelumnya.Wajahnya ceria dan penuh dengan semangat, sementara dirinya tidak tahu bahwa Xie Guang datang untuk menjenguknya tiga hari yang lalu.“Tuan Putri, hamba ingin melaporkan satu hal kepada Tuan Putri,” ucap Zilan sambil berlutut.“Kenapa berlutut? Bicaralah sambil berdiri,” balas Ning Xueqin dengan terkejut.Zilan menolak untuk berdiri dan menyampaikan ucapannya yang dia katakan kepada Xie Guang tiga hari lalu tanpa ada yang diubah sedikitpun.Raut wajah Ning Xueqin sedikit berubah namun dengan cepat kembali menjadi santai lagi seolah-olah itu bukan masalah besar.“Bangunlah, kamu telah melakukan hal bagus. Ada bagusnya juga seperti ini jadi kami tidak perlu membuat hubungan yang tidak jelas antara musuh dan teman seperti sebelumnya,”balas Ning Xueqin.“Apakah
Di ruang ganti ini disediakan beberapa pakaian wanita untuk berkuda, mirip dengan pakaian pria. Sebuah pakaian atas dan celana yang terpisah sehingga mempermudah ruang geraknya. Ning Xueqin melepaskan ikatan rambutnya dan mengganti model sanggulnya menjadi satu sanggul polos. Dia mengencangkan ik
Memikirkannya sekilas pun Ning Xueqin sudah mendapatkan gambaran apa yang akan dipilih oleh Ning Chuan untuk menyelamatkan karirnya. Bagi orang ambisius seperti Ning Chuan yang tidak memiliki hal penting lain di dalam hatinya kecuali tentang kekuasaan dan tahkta. Ning Xueqin tidak sulit untuk men
Ning Xueqin pun melangkah keluar dan memandang Kasim Yu yang menunggu di luar dengan senyum miring lalu menyeka air matanya dengan mudah. Seperti yang dikatakan, beberapa orang terkadang tidak bisa ditundukkan dengan cara lembut dan membutuhkan cara yang lebih keras. Kebetulan Kaisar Ning ini
Zhen Lingyu ini jelas sekali dengan sengaja mempermainkannya dengan menggantung kata katanya tapi anehnya, Ning Xueqin justru tidak merasa marah sedikitpun. “Namun? “ Tanya Ning Xueqin mendesak Zhen Lingyu. “Namun… jawabanmu benar. Yang Mulia juga telah mengetahui hal ini sejak awal, pernikahan k







