Beranda / Fantasi / Ayah, Jangan Bunuh Aku! / Chapter 75 - Qingxian

Share

Chapter 75 - Qingxian

Penulis: Nyx
last update Tanggal publikasi: 2026-05-04 23:38:39
Ning Xueqin pun melangkah keluar dan memandang Kasim Yu yang menunggu di luar dengan senyum miring lalu menyeka air matanya dengan mudah.

Seperti yang dikatakan, beberapa orang terkadang tidak bisa ditundukkan dengan cara lembut dan membutuhkan cara yang lebih keras.

Kebetulan Kaisar Ning ini sama sekali sulit untuk ditundukkan sehingga dirinya tidak mudah untuk dipengaruhi oleh Ning Xueqin.

Ning Xueqin menggunakan cara keras seperti menyalahkan dan menuduh, sekarang tampaknya cara ini
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 210 - Menginap

    Ning Xueqin mengerutkan dahinya dan merasa jijik dengan mayat-mayat ini. Meskipun dia bukan orang yang banyak protes atau mudah merasa risih, namun mayat-mayat ini sudah didiamkan selama beberapa waktu.Sehingga baunya cukup menyengat dan penampilan mereka juga menjijikkan, membuat Ning Xueqin merasa muak dan ingin muntah.Namun dia tidak ingin membuat keributan sehingga hanya menundukkan kepalanya dan meminimalisir udara yang dia hirup di sini.Tiba tiba ada kantung wewangian yang diserahkan kepadanya, Ning Xueqin mendongak untuk melihat siapa yang memberikannya.Ternyata itu adalah Xie Guang, namun dirinya tidak langsung menerimanya dan menatap Xie Guang dengan tatapan penuh tanda tanya.“Terimalah,”desak Xie Guang padanya.“Tidak, terima kasih atas niat baik Tuan muda Xie. Namun nanti jika Nona Zhu datang dan melihat maka takutnya akan salah paham, ini hanya akan merugikan Tuan muda Xie,” balas Ning Xueqin mengulurkan tangannya dan mengambil sapu tangan untuk menutup wajahnya.Xie

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 209 - Bertengkar

    Xie Guang masih tidak percaya bahwa dirinya, seorang gadis kecil yang dimanjakan masih bisa mendeteksi keberadaan pasukan rahasia yang mengawalnya.“Lupakan saja, fokuslah dengan masalah ini. Orang ini harus dipertahankan nyawanya, sisanya bunuh saja,” perintah Ning Xueqin.Ning Xueqin mengayunkan cambuknya dan menjerat leher seorang pembunuh bayaran yang merupakan pemimpin timnya.Pasukan rahasia yang dipimpin oleh Xie Guang dengan sangat cepat melumpuhkan pembunuh bayaran ini.“Hal ini aku ingin mendapatkan jawabannya sampai tuntas, mau tidak mau merepotkan Tuan muda Xie untuk hal ini,” ucap Ning Xueqin lalu berbalik dan naik ke atas kereta kuda.“Tunggu sebentar, Tuan Putri!” panggil Xie Guang dari belakang.Ning Xueqin menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang untuk melihat Xie Guang.Lalu Xie Guang juga berjalan mendekat dan menundukkan kepalanya dalam-dalam.“Untuk masalah ini harus merepotkan Tuan Putri untuk datang ke kediaman hamba dan memberikan kesaksian, jika Tuan Pu

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 208 - Pasukan Bantuan

    Mei Qian dan Zilan langsung berubah menjadi waspada dan mengambil keluar senjata mereka yang sudah disiapkan di dalam kereta kuda.Ning Xueqin melirik ke sudut bangunan yang lain dan tertawa ringan, sebelum akhirnya melangkah keluar.Ning Xueqin mengangkat tangannya dan Mei Qian menyerahkan sebuah cambuk besi berwarna merah muda yang cantik dan mengerikan pada saat yang sama.“Siapa yang mengirim kalian? Bukankah kalian setidaknya harus memberitahuku sebelum kematianku?” tanya Ning Xueqin dengan polos.“Tidak perlu tahu!” jawab salah satu pembunuh bayaran dan menerjang ke arahnya.Tatapan Ning Xueqin menajam dan dirinya mulai mengayunkan cambuk besi itu, sebelumnya dia belum terlalu pandai dalam menggunakan cambuk itu.Namun bisa karena terbiasa, apalagi jika harus dibandingkan dengan pedang untuk senjata jarak dekat maka dia tidak akan pernah terbiasa.Cambuk memiliki berat yang ringan dan gerak yang fleksibel serta jangkauan yang luas, sangat cocok dengan tubuhnya yang cenderung kal

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 207 - Kepungan

    Ning Xueqin menoleh kepada Yue Long dengan senyum canggung yang tidak nyaman, karena meskipun dirinya membenci Ning Chuan namun dia tidak pernah bertindak terang-terangan.Dia merasa tidak bahagia ketika ada orang lain yang mengetahui masalah konflik internal ini namun dengan cepat menyembunyikannya.“Tidak masalah, aku akan mengurusnya.”Kemudian mereka pun segera kembali ke tujuan awal mereka bersama dengan tambahan satu orang, yaitu Li Zhen.“Terima kasih kepada Tuan Putri untuk menyelamatkanku!” seru Li Zhen.“Ya, sekarang aku ingin menawarkanmu sesuatu. Jika kamu ingin maka kamu bisa menjadi pelayanku, kamu akan membantuku bersosialisasi dengan wanita wanita bangsawan di Ibukota,” balas Ning Xueqin.Li Zhen terlihat berpikir dan berusaha untuk memutuskan apa yang akan menjadi pilihannya kelak.“Li Zhen akan melayani Tuan Putri… namun bisakah Tuan Putri membawa Ibuku keluar dari rumah? Jika tidak maka Ibuku pasti akan mati,”mohon Li Zhen dengan pasrah.“Itu adalah hal yang mudah,

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 206 - Hukuman

    Gerakannya cepat dan ringan, orang-orang dewasa pun tidak bisa menangkis serangannya.Ning Xueqin menatap pria paruh baya ini dengan dingin, lalu menarik tangan pria paruh baya ini untuk membantingnya ke tanah.Awalnya Yue Long agak khawatir, namun siapa yang menyangka jika Ning Xueqin dengan tubuhnya yang semungil itu justru dapat dengan mudah membanting Pejabat Li ke tanah.Lalu Mei Qian sudah siap dan menyiapkan kursi untuk Ning Xueqin. Ning Xueqin segera duduk dan menatap ke bawah dengan tatapan mengejek.“Aku berikan kesempatan untukmu, katakan kembali kata katamu tentang wanita tadi,” ucap Ning Xueqin.Yue Long berdiri di samping Ning Xueqin dan menonton tontonan bagus ini di dalam diam.Pejabat Li, Li Ming, dibantu oleh pelayannya untuk berdiri dan merapihkan pakaiannya lalu menatap Yue Long.“Tuan muda Yue, apa maksudnya ini? Apakah ini wanita yang datang bersama mu?” tanya Li Ming berusaha untuk memulihkan martabat terakhirnya.“Benar,” jawab Yue Long dengan ringan.Tidak ber

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 205 - Pejabat Li

    “Tuan Putri, kamu sudah datang.”Yue Long menatapnya dengan tatapan cerah dan membuka payung untuk memayungi dirinya.“Tidak perlu payung, cuaca malam ini bagus. Kita harus menikmatinya,” balas Ning Xueqin.Yue Long menganggukkan kepalanya dan menyimpan kembali payungnya. Sementara mereka berdua berjalan menyusuri jembatan.“Setiap orang yang datang kemari akan melepaskan lampion untuk permohonan mereka, apakah Tuan Putri ingin mencobanya?” tanya Yue Long.“Boleh… sudah lama mendengarnya, aku merasa penasaran,”jawab Ning Xueqin sembari melirik ke sungai di bawah jembatan ini.Penuh dengan cahaya warna warni, lampion air dilarungkan ke sungai dan penuh dengan harapan.Baru saja akan berjalan lagi, tiba-tiba ada seorang gadis muda yang menabrak bahu Ning Xueqin.“Maaf, Nona!” seru gadis muda itu sebelum akhirnya lari secepat kilat.Mei Qian ingin mengejarnya namun Ning Xueqin mengangkat tangannya dan menahan Mei Qian.“Apakah Tuan Putri baik-baik saja?” tanya Yue Long dengan khawatir.“

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 131 - Pasukan Datang

    “Tadi, saat kamu datang ada berapa orang yang berjaga di depan? “ Tanya Ning Xueqin. Zilan tampak berpikir sejenak dan berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri. “Hanya ada dua, satu telah mati maka seharusnya hanya tersisa satu lagi. “Jawab Zilan. “ Baiklah, tidak masalah. Satu orang tidak aka

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 120 - Jalan Jalan

    Zilan tampak berusaha mengingat ngingat tambang apa yang sebenarnya ada di Kabupaten Jianyue. “Tambang biji besi. “ Ucap Zilan dengan yakin setelah berpikir sejenak . “Kamu yakin? “ Tanya Ning Xueqin dengan wajah menggelap. Dirinya berpikir bahwa yang ada di sini mungkin tambang emas atau tamban

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 98 - Hewan Spiritual

    Mendengar ini membuat Ning Xueqin tidak dapat menahan diri untuk tidak tersenyum miris. Dirinya ternyata hanyalah seorang anak yang lahir dari kesalahan, pantas saja… Kaisar Ning selalu menatapnya dengan tatapan rumit. Seolah olah pria itu selalu mengalami perdebatan batin setiap kali melihat dir

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 90 - Jawaban

    Kaisar Ning yang tidak pernah mengurus langsung anak anaknya ini tiba tiba merasa bingung dan pusing. “Sudah, sudah, jangan menangis lagi. Aku tidak akan bertanya lagi. “Ucap Kaisar Ning. Ning Xueqin menganggukkan kepalanya namun tangisannya tidak bisa langsung dihentikan. Setelah lewat beberapa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status