分享

Chapter 23 - Sadar

作者: Nyx
last update publish date: 2026-04-10 23:24:11

“Tuan Putri… Tuan Putri… apakah kamu bisa mendengarku? Tuan Putri. “

Ning Xueqin yang masih merasa pusing tidak menyangka bahwa pandangan pertamanya setelah membuka mata adalah wajah Mei Qian.

Setelah pindah ke dunia yang asing ini, Ning Xueqin hanya memiliki Mei Qian sebagai sahabatnya.

Sehingga memandangnya saja sudah membuat Ning Xueqin merasa sangat lega. Bagaimanapun bertemu dengan seseorang yang dikenal membuatnya merasa bahagia.

Tanpa sadar, air mata kembali mengalir dari sepasang ma
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 88 - Tambahan Jahitan

    Tatapan penuh kebencian milik Ning Chuan ke arahnya dan ada sentuhan rasa cemburu karena mendapatkan perhatian Ayah mereka, benar benar memuaskan sisi ambisius Ning Xueqin. Ning Xueqin tidak dapat menahan diri untuk tidak melemparkan senyum mengejek ke arah Ning Chuan. Tepat sekali pada saat itu Ning Chuan menatap lurus ke arahnya dan melihat senyumannya yang mengejek secara langsung. Bahkan Selir Mulia Meng pun tidak menyangka bahwa dirinya akan ditinggal oleh Kaisar di arena pertandingan. Ning Xueqin dibawa ke halaman pribadi milik Kaisar Ning. Tempat dia berlutut beberapa hari lalu. Kaisar Ning meletakkan tubuh Ning Xueqin di atas ranjang lalu di dalam sudah ada Tabib Kekaisaran yang bersiap siap. Ning Xueqin penasaran dengan apa yang direncanakan oleh Ayahnya ini namun secara tidak terduga, Ayahnya berjongkok di depannya dan membersihkan kakinya dengan kain yang disediakan. Tabib Kekaisaran pun sampai membelalakkan matanya dengan tidak percaya lalu memandang dengan ngeri.

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 87 - Bantahan Telak

    Jika begitu maka buktinya saja sudah sangat kuat bagi Ning Xueqin untuk membantah, tidak ada bekas luka, tidak ada kerusakan pada sepatu dan utamanya adalah senjata yang dia gunakan pun tumpul. Orang orang mulai berdiskusi dan merasa bahwa Ning Chuan hanya ingin menjebak Adiknya karena tidak dapat menerima kekalahan. Wajah Ning Chuan pun memerah dan mengepakkan tangannya erat erat, hanya saja Ning Chuan tidak bisa berkomentar karena Kaisar Ning hanya memperbolehkan Ning Xueqin yang berbicara. Tentu saja Kaisar Ning tidak terburu buru untuk memutuskan seolah olah menunggu Ning Xueqin untuk berkata kata lagi. Karena memang benar bahwa Ning Xueqin belum selesai dengan kata katanya, masih ada yang ingin dia sampaikan kepada orang orang. “Ketiga… alasan mengapa Kakak Chuan merasa bahwa dirinya terluka di bagian kaki bukanlah karena Xueqin memiliki ilmu sihir atau ilmu hitam semacamnya. Melainkan karena Xueqin menekan di titik Yongquan. ““Bagi orang orang terpelajar dengan ilmu yang m

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 86 - Kalah atau Menang?

    Ning Xueqin menarik jepit rambutnya dan menusukkannya di telapak kaki Ning Chuan yang membuat Ning Chuan menjerit kesakitan. Sebelum akhirnya Ning Xueqin mengayunkan tangannya untuk menarik bendera dari pinggang Ning Chuan. “Waktu habis! “ Seru Kasim Yu. Pada saat yang sama, keduanya dipisahkan dan Ning Xueqin meletakkan tangannya di balik punggung dan melirik bendera di pinggangnya. Hanya ada… lima! Lalu Ning Xueqin menoleh ke Ning Chuan yang tersenyum penuh kemenangan sembari mengangkat tinggi tinggi bendera yang berhasil dia ambil dari Ning Xueqin. “Adik… tampaknya kamu harus mengalah padaku hari ini. “Ucap Ning Chuan dengan percaya diri. Kasim Yu yang melihat bahwa Ning Chuan mengambil milik Ning Xueqin pun dengan mudah menentukan siapa pemenangnya. “ Pemenang dengan tujuh bendera adalah Putra-”Ucapan Kasim Yu terpotong oleh tawa dingin Ning Xueqin. Semua orang langsung memandang pada Ning Xueqin terutama Ning Chuan yang merasa terganggu dengan Ning Xueqin yang mengganggu

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 85 - Imbang

    “Tuan muda dan Nona muda dari Keluarga Mei kehabisan bendera milik mereka sehingga di diskualifikasi! “ Seru Kasim Yu dari samping. Ning Xueqin memandang dengan terengah engah dan tidak menyangka bahwa sistem yang akan digunakan adalah sistem eliminasi langsung. Awalnya dia berpikir bahwa siapapun bisa bertahan hingga dupa habis, orang orang di atas arena akan tetap bertahan. Jadi orang orang ini masih bisa menyulitkan nya asalkan mereka bertahan di atas arena, namun karena mereka dikeluarkan maka musuh Ning Xueqin akan terus berkurang. Selanjutnya adalah dua pasang Tuan muda dan Nona muda yang entah dari keluarga mana lagi yang bekerja sama untuk melawan Ning Xueqin. “Saudara He, kamu kerja sama denganku dan nanti hasilnya kita akan bagi dua! “ Seru seorang pemuda. Ning Xueqin menatap Mei Qian dan diam diam membuat kesepakatan, Ning Xueqin akan menangani pasangan di sisi kiri sementara Mei Qian di sisi kanan. Keduanya langsung berganti posisi dengan cepat dan mengejutkan lawan

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 84 - Ruang Ganti

    Di ruang ganti ini disediakan beberapa pakaian wanita untuk berkuda, mirip dengan pakaian pria. Sebuah pakaian atas dan celana yang terpisah sehingga mempermudah ruang geraknya. Ning Xueqin melepaskan ikatan rambutnya dan mengganti model sanggulnya menjadi satu sanggul polos. Dia mengencangkan ikat pinggangnya, memastikan bahwa pakaian ini tidak akan bergesekan dengan lukanya. Gadis gadis bangsawan lagi melihatnya dan memperhatikannya namun tidak ada satupun di antara mereka yang berani menggunjingnya dengan suara lantang seperti sebelumnya. Lalu Ning Xueqin juga mengenakan pelindung tangan dan pelindung lutut, kemudian tanpa ragu ragu melepaskan sepatu hak kayu miliknya. Mei Qian juga melakukan hal yang sama, hal ini tentu saja menarik perhatian para gadis bangsawan. “Adik Xueqin sangat bersemangat untuk menang sampai sampai menyamakan dirinya sendiri dengan seorang budak hina. “Ucap Chu Xinyue dari belakang. “Ini adalah pertandingan yang diadakan oleh Ayahanda, kenapa aku tid

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 83 - Babak Selanjutnya

    Ning Xueqin dengan jeli menemukan bahwa bendera bendera ini dua belas bendera sudah diambil orang orang semua dan tersebar. Tiga ada di pinggangnya dan Ning Xueqin bisa melihat bahwa Ning Chuan juga memegang tiga pada saat ini. Enam ada di antara mereka sementara sisanya tersebar di antara pasangan pasangan lain, baru saja Ning Xueqin menyusun rencana lagi, tiba tiba terdengar tiupan peluit. “Pertandingan selesai! Dua belas bendera telah didapatkan! Namun pertandingan tidak berhenti di sini, karena akan diadakan pertandingan lanjutan untuk menyelesaikan pertandingan sepenuhnya. “Ucap Kasim Yu tersenyum penuh makna. Ning Xueqin melirik ke arah Ning Chuan yang tampaknya juga tidak mengetahui pengaturan pertandingan ini sehingga tampak bingung. Melihat ini membuat Ning Xueqin cukup lega dan puas, jika tidak maka dirinya akan merasa sangat berwaspada. “ Setiap pasangan yang tidak mendapatkan satupun bendera harus melangkah keluar dari arena. “Ucap Kasim Yu. Lalu ada beberapa pasang

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 7 - Papan Target

    Ning Xueqin pun memanggil Meiqian untuk membawakannya kertas dan alat tulis lalu menatap barang barang itu dengan agak terperangah. Ning Xueqin bahkan agak merasa terpukul ketika melihat barang barang ini, sebenarnya dia sudah menyiapkan dirinya sendiri bahwa benda benda aneh ini memang akan menem

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 19 - Setitik Kelembutan

    Ning Xueqin agak tertegun ketika mendengarkan keputusan besar ini karena Ning Xueqin sedikit tahu tentang posisi pangkat Selir. Dari budak penghangat ranjang, menjadi Selir lalu menjadi Selir Mulia dan terakhir adalah Selir Agung. Selir Su sendiri adalah pemimpin para Selir lain karena tidak memi

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 6 - Pelayan

    “Apakah kamu ingin pergi sendiri atau ingin aku menambah waktu kurungannya? “Tanya Kaisar Ning. Ning Xueqin berpikir sejenak dan tentu saja tidak ingin hukuman ditambah, tidak apa apa jika satu tahun dibandingkan lebih lama lagi. Jadi Ning Xueqin berlutut dan bersujud di belakang Kaisar Ning deng

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 17 - Istana Selir Su

    “Apakah Tuan Putri yakin dengan rencana ini? “Tanya Mei Qian dengan ragu ragu dan jelas ada ketakutan di wajahnya. “Bagaimana jika-” Ucapan Mei Qian terpotong oleh Ning Xueqin yang menggelengkan kepalanya. “Berhasil atau tidak tergantung kerja sama kita berdua. Kamu harus berusaha sekuat tenaga,

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status