Teilen

Chapter 23 - Sadar

last update Veröffentlichungsdatum: 10.04.2026 23:24:11

“Tuan Putri… Tuan Putri… apakah kamu bisa mendengarku? Tuan Putri. “

Ning Xueqin yang masih merasa pusing tidak menyangka bahwa pandangan pertamanya setelah membuka mata adalah wajah Mei Qian.

Setelah pindah ke dunia yang asing ini, Ning Xueqin hanya memiliki Mei Qian sebagai sahabatnya.

Sehingga memandangnya saja sudah membuat Ning Xueqin merasa sangat lega. Bagaimanapun bertemu dengan seseorang yang dikenal membuatnya merasa bahagia.

Tanpa sadar, air mata kembali mengalir dari sepasang ma
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 170 - Kuil Yulian

    Kuil Yulian berada di tempat paling terpencil di lingkungan Istana dan tidak ada banyak orang yang melewatinya. Ning Xueqin sampai bisa merasakan hawa dingin yang ada di sekitar sini karena suasana yang mencekam. “Tuan Putri, apakah kamu yakin untuk masuk ke dalam Kuil Yulian? “ Tanya Mei Qian dengan ragu. Ning Xueqin tidak menjawab dan mengulurkan tangannya untuk membuka Kuil Yulian. Di dalamnya ada seorang wanita dengan gaun putih polos dan rambut tergerai bebas, bertelanjang kaki sedang duduk di tanah sambil membaca kitab. “Tidak menyangka bahwa Selir Su adalah seseorang yang sangat berbakti. Bahkan bisa menenangkan diri di kondisi seperti ini. “Ucap Ning Xueqin dengan lembut. Selir Su terlihat berhenti membaca dan berbalik lalu menatap Ning Xueqin dengan tatapan tajam. “Ning Xueqin, apakah kamu berpikir bisa memprovokasi ku di sini? “ Tanya Selir Su dengan tajam. “Tentu saja tidak, Selir Su adalah seseorang yang berpengalaman. Bagaimana mungkin aku bisa memprovokasi mu? “

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 169 - Kesamaan

    “Namun, seorang Tuan Putri seharusnya memiliki temperamen yang lembut sehingga sikap Tuan Putri ini takutnya agak… melanggar norma. “Kritik Yue Long. “ Tidak apa apa untuk berbeda, kamu pergilah dulu. Kali ini kamu melakukan jasa besar, kamu pasti akan diberi hadiah yang memuaskan! “Seru Kaisar Ning. “ Terima kasih, Yang Mulia. “Balas Yue Long dan melangkah keluar. “Yang Mulia, Tuan Putri meski tidak sesuai dengan norma namun memiliki gambaran dari masa muda Yang Mulia. Seperti yang orang bijak katakan bahwa buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya. “ Ucap Kasim Yu sembari memijat Kaisar Ning. “Kamu benar, dia memang agak mirip sepertiku. Pemberani dan tegas, tidak takut pada apapun. Yu Qin, kamu sudah berapa lama mengikutiku? “ Tanya Kaisar Ning sembari memejamkan matanya. “Hamba telah mengikuti Yang Mulia sejak Yang Mulia berusia tiga tahun, berarti sudah hampir lima puluh tahun hamba mengabdi kepada Yang Mulia. “ Jawab Kasim Yu sambil mengingat ngingat. “Apakah kamu masih ing

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 168 - Kesan

    “Note : Chapter 167 terjadi kesalahan upload dan sedang di revisi, mohon pengertiannya teman teman sekalian , mohon maaf sebesar besarnya. Tuan Putri , kelak jika ada kesempatan maka hamba pasti akan membalas seluruh kebaikan Tuan Putri! “ Seru Cheng Xu dari belakang saat Ning Xueqin berjalan pergi. “Tidak perlu, aku tidak mengenalmu dan kamu tidak mengenalku. Hanya sekedar rekan kerja belaka. Sejak kapan kita menjadi begitu dekat sampai sampai harus membalas kebaikan? “ Balas Ning Xueqin dengan acuh tak acuh. Lalu Ning Xueqin pun berjalan pergi dengan helaan napas, sebelumnya dia sudah berpikir siapa yang kemungkinan mengkhianatinya. Awalnya berpikir Yue Long, namun tidak menyangka bahwa orang yang melakukannya adalah orang yang sudah mulai dia percayai. Namun sekarang dipikirkan pun, Cheng Xu tidak sepenuhnya bersalah padanya. Cheng Xu menjalankan tugas untuk melindunginya dan menangkap Xu Chang. Tentu saja Cheng Xu tidak memiliki kemampuan untuk terlibat dengan kasus yang leb

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 167 - Pengkhianatan

    Ning Xueqin tidak membalas ucapan Ayahnya hanya mendengus dingin, dia tahu bahwa dirinya pasti akan diminta untuk pergi ke Kekaisaran Zhong lagi. “Apakah kamu benar benar tidak takut untuk pergi ke Kekaisaran Zhong? Aku benar benar tidak mengerti kenapa kamu bersikeras untuk menyelamatkan para gadis itu . “ Ucap Kaisar Ning dengan frustrasi. Mendengar ini Ning Xueqin mendongak dan tertawa sinis, benar benar penuh dengan penghinaan. “Aku adalah Tuan Putri Kekaisaran Ning, kenapa aku harus takut untuk membela rakyatku sendiri di saat mereka sedang dianiaya oleh orang lain? “Tanya Ning Xueqin dengan dingin. “ Jadi karena kamu adalah Tuan Putri jadi kamu bisa melakukan semua hal sendirian? Apakah kamu merasa begitu berkuasa karena posisi ini? “Tanya Kaisar Ming duduk di depan Ning Xueqin lagi. “ Berkuasa? Ha ha ha, betapa dangkalnya pemikiran seorang Kaisar. Justru karena aku adalah Tuan Putri, rakyatku yang mengabdi kepada Kekaisaran ini meminta pertolongan, bagaimana mungkin ak

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 166 - Bersikeras

    “Menjawab Ayah, benar bahwa Xueqin telah kembali. Xueqin juga telah melaksanakan semua perintah yang Ayah katakan. “ Lapor Ning Xueqin berlutut. “Kamu benar, semua tugas telah dikerjakan sampai sampai tugas yang aku tidak berikan pun kamu jalankan juga. “ Balas Kaisar Ning dengan dingin. Ning Xueqin bisa langsung mengetahui dari nada Kaisar Ning bahwa dirinya tidak bahagia dengan pekerjaannya. Bahwa Kaisar Ning marah dengan penangkapan Jing Yuan yang tidak ada di rencana awal mereka. “Ayah, masalah ini memang mendadak namun bukan tanpa alasan. Pejabat Jing yang terlebih dahulu menculik Xueqin sehingga Xueqin menjadi marah dan secara tidak sengaja menemukan bukti bukti kejahatan dari Pejabat Jing. “ Ucap Ning Xueqin setengah berbohong. “Benarkah seperti itu? Cerita yang aku dengar justru tidak seperti itu. “ Balas Kaisar Ning berbalik menatapnya. Di bawah tekanan dan tatapan tajam Kaisar Ning, tubuh kecil Ning Xueqin sampai gemetar entah karena perasaan takut atau kemarahan. Nam

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 165 - Kemarahan

    Jika tidak terjadi hal yang tidak diinginkan lagi maka mereka seharusnya akan bisa tiba di Ibukota sebelum matahari terbenam, alias kurang lebih sekitar delapan jam perjalanan. Namun karena sinar matahari yang terik, delapan jam ini terasa menderita di dalam kereta kuda ditambah dengan berlapis lapis pakaian tebal ini. Rasanya sangat menderita! Ingin rasanya Ning Xueqin menjerit dan berteriak kepada orang orang, apakah mereka tidak memiliki perasaan?!Bagaimana di tengah hari yang begitu panas ini semua orang tampak santai, bahkan tidak terlihat terganggu sama sekali? Seolah olah itu adalah dirinya yang aneh dan mengalami ketidak nyamanan? Rasanya sangat aneh dan menyiksa! “Tuan Putri , apakah ada yang salah denganmu? “Tanya Mei Qian yang menyadari kegelisahannya. “Tidak apa apa, hanya sedikit gerah saja. “ Jawab Ning Xueqin. “Kenapa tidak lepas jubah luar saja ? Kami akan menjaga pintu dan jendela agar orang lain tidak bisa melihat ke dalam. “ Ucap Zilan memberikan ide yang ba

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 113 - Surat Budak

    “Apakah kamu sudah tidak mendengarkan perkataan Ayah lagi?! “ Tanya Xu Chang dengan pura pura marah. Xu Yuan menundukkan kepalanya dengan sedih, tampak tidak percaya bahwa dirinya akan dikalahkan oleh orang baru. “Maafkan aku, aku bersalah. “ Ucap Xu Yuan menampar dirinya tiga kali. “Sudahlah, a

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 112 - Xu Yuan

    Tidak lama kemudian, Mei Qian dengan beberapa pelayan lain dari Kediaman Xu kembali dengan ember air hangat untuk mengisi bak mandi milik Ning Xueqin. Ning Xueqin berbaring dengan santai di atas ranjangnya, wajahnya agak pucat dengan rambutnya yang tergerai bebas. Kakinya yang jenjang dan putih m

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 111 - Lubang Rahasia

    “Mei Qian, aku masih ingin meminta bantuanmu. “Ucap Ning Xueqin mengeluarkan satu kotak yang lebih kecil. Kotak itu berisikan peralatan medis yang membuat Mei Qian langsung merinding dan merasa tidak nyaman. Lalu Ning Xueqin pun melepas pakaiannya dan berbaring telungkup di atas ranjang dengan te

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 110 - Zilan

    “Kalau begitu maka pasti sangat nyaman untuk tinggal di Kediaman Xu, bukan? “ Tanya Ning Xueqin sekali lagi. “Ya… “Jawab pelayan wanita itu dengan ragu. Ning Xueqin menganggukkan kepala dan melihat bahwa pelayan ini cukup keras kepala dan enggan untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Jika

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status