共有

Chapter 85 - Imbang

作者: Nyx
last update 公開日: 2026-05-07 23:31:25

“Tuan muda dan Nona muda dari Keluarga Mei kehabisan bendera milik mereka sehingga di diskualifikasi! “ Seru Kasim Yu dari samping.

Ning Xueqin memandang dengan terengah engah dan tidak menyangka bahwa sistem yang akan digunakan adalah sistem eliminasi langsung.

Awalnya dia berpikir bahwa siapapun bisa bertahan hingga dupa habis, orang orang di atas arena akan tetap bertahan.

Jadi orang orang ini masih bisa menyulitkan nya asalkan mereka bertahan di atas arena, namun karena mereka dikeluarka
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 96 - Hadiah dengan Tantangan

    Tanpa sadar air matanya mengalir di tengah gelapnya malam, tanpa suara dan tanpa diketahui oleh siapapun selain dirinya dan bulan malam ini. Rasa sakit dan kebencian akan ketidak adilan yang telah dia alami selama ini meluap di dalam hatinya. Tiba tiba bekas besi panas yang menempel di tubuhnya terasa seolah olah kembali melepuh, seperti ada besi panas lain yang menempel di kulitnya. Luka di atas luka lama, benar benar menyebabkan penderitaan yang tiada ujungnya. Dia bukanlah Ning Xueqin… Ning Xueqin yang sesungguhnya sudah mati kali ini di Kekaisaran Zhong. Mungkinkah ini adalah lanjutan dari dalam cerita yang bahkan tidak dia selesai baca? Setelah Ning Xueqin mati di bawah pedang kakaknya dan rencana Ayahnya, Ning Xueqin kembali bereinkarnasi ke usia mudanya. Namun dia memilih tidak bertahan lagi di Kekaisaran Zhong sehingga meninggal di usia 8 tahun. Pada saat itulah baru bisa tubuhnya ditempati oleh Ning Anran dari abad ke 21. Memikirkan ini membuatnya cukup takut. Sekali

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 95 - Kesedihan

    “Menjawab Yang Mulia, setelah Tuan Putri kembali ke halaman Selir Mulia Zhen, dia tidak tinggal lama sebelum akhirnya keluar lagi bersama dengan pelayannya. ““Pelayannya dan dia berpisah, jika hamba tidak salah maka pelayannya berjalan menuju dapur sementara Tuan Putri berjalan menuju halaman lamanya. ““Di sana, dia menggali tanah di dekat salah satu pohon dan menemukan sebuah busur dengan anak panah. Busur dan anak panah ini terbuat dari besi dan kayu mahal, jelas bukan busur dan anak panah biasa. ““Menurut hamba, dengan kualitas busur itu maka seharusnya merupakan tingkatan yang seharusnya digunakan di militer. “Ucap Kasim muda itu menjelaskan seluruh penemuannya. Kaisar Ning tidak terlalu terkejut dan menganggukkan kepalanya ketika mendengarkan penjelasan ini. “Bagaimana caramu mengetahui semua ini? Dengan tingkat ke hati hatiannya jelas bahwa dia tidak akan melakukan hal yang ceroboh. “ Ucap Kaisar Ning penasaran. “Eh? Hamba hanya berjalan di atas atap dan Tuan Putri memang

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 94 - Mengambil Harta Karun

    Setelah itu pun Ning Xueqin segera dikirim pulang oleh Kaisar Ning ke kamarnya lagi. Ning Xueqin terdiam dan kembali ke halaman Selir Mulia Zhen dengan kepala tertunduk, terus menerus memikirkan kata kata dari Ayahnya. Kata kata ini terus menerus bergema ke dalam hatinya, benarkah apa yang dikatakan oleh Ayahnya adalah kejujuran? Ayahnya benar benar mempercayainya? Bukan memandangnya seperti hewan ternak yang siap dikorbankan kapan saja? Ning Xueqin tidak bisa menggambarkan perasaannya saat ini yang sangat campur aduk, bagaikan sebuah petasan kembang api. Sesampainya di luar halaman Kaisar Ning, sudah ada Mei Qian yang menunggunya dengan cemas. “Tuan Putri! Kamu akhirnya kembali, sebelumnya Mei Qian sangat mengkhawatirkan Tuan Putri! “ Seru Mei Qian dengan khawatir. Ning Xueqin memegang tangan Mei Qian yang dingin lalu menghela napas lagi, dia melepaskan jubahnya lalu menyelimuti Mei Qian. Karena perbedaan tinggi badan, sehingga memaksa Ning Xueqin untuk berjanji dan menyelimu

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 93 - Karena Aku Percaya Padamu

    “Bagus juga… eh? Eh! Aku?! “Tanya Ning Xueqin dengan histeris sembari menunjuk dirinya sendiri. Bahkan dirinya pun sampai sampai lupa dengan tata krama, alih alih menggunakan ‘Xueqin’ karena panik dia pun menggunakan ‘aku’.Ning Xueqin kembali menoleh ke Ayahnya berharap bahwa Ayahnya akan menolak dengan wajah garang atau memarahinya dengan dingin karena terlalu percaya diri. Namun ternyata… reaksi yang ditunjukkan oleh Ayahnya sangat jauh melampaui perkiraannya. Ayahnya menatapnya dengan tatapan bosan lalu menganggukkan kepalanya tanpa rasa bersalah. Ning Xueqin hampir saja pingsan setelah mengetahui bahwa Kaisar Ning benar benar memintanya untuk menjalankan misi ini. “Ayah… Xue-Xueqin masih muda, belum berpengalaman, bodoh dan lamban, masih belum mampu memikul tanggung jawab berat ini. “Tolak Ning Xueqin dengan halus. Ucapannya tergagap dan keringat dingin mengalir tanpa henti dari punggungnya, terlalu takut untuk menerima tugas ini. Tugas ini menyangkut stabilitas negara sem

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 92 - Kamu Saja

    Kaisar Ning menganggukkan kepalanya dan ada kepuasan di dalam pandangannya ketika mendengarkan penjelasan demi penjelasan dari Ning Xueqin. “Namun penjelasan ini hanyalah pemahaman sepihak dari Xueqin, mohon Ayah tidak menertawakan pemikiran Xueqin yang dangkal. “ Ucap Ning Xueqin dengan rendah hati. “Kamu tidak perlu berpura pura rendah hati seperti itu. Analisismu bagus dan tepat sekali. Selanjutnya, jika kamu menjadi aku maka apa yang akan kamu lakukan untuk menangani semua ini? “ Tanya Kaisar Ning semakin tertarik dengan Ning Xueqin. Ning Xueqin mulai berpikir keras, jika ada seseorang yang melakukan pengkhianatan seperti ini maka apa yang harus dilakukan? “Bupati Jianyue ini jelas melakukan kesalahan fatal. Sebuah Kekaisaran tidak hanya bertumpu pada keluarga Kekaisaran melainkan rakyat sebagai pondasi utama. ““Jika rakyat mengalami ketidakadilan dan dia berusaha menutupinya maka sudah seharusnya mendapatkan hukuman berat seperti pencabutan jabatan disertai pengasingan sejau

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 91 - Analisis Kasus

    “Aku dengar bahwa kamu memiliki kemampuan untuk membaca dan menulis? “ Tanya Kaisar Ning secara tiba-tiba. Ning Xueqin yang mendengar ini pun agak cemas, kenapa Ayahnya menanyakan hal ini? Mungkinkah Ayahnya sudah mulai curiga padanya? Narasinya sebelumnya mengatakan bahwa kehidupannya di Kekaisaran Zhong sangatlah buruk. Bagaimana mungkin dia bisa belajar membaca dan menulis di sana? Ayahnya pasti akan curiga dan berpikir bahwa dirinya berbohong. Antara dirinya yang ternyata bukan Ning Xueqin yang asli atau ternyata dia berbohong tentang kehidupannya di Kekaisaran Zhong. Namun yang kedua agak tidak mungkin karena bukti luka luka di tubuhnya ini sangat mengerikan dan tidak akan bisa dipalsukan. Sementara kemungkinan pertama bahkan lebih meyakinkan, jantung Ning Xueqin berdegup kencang ketika membayangkannya. “Ya, Ayah… namun kemampuan Xueqin hanya rata rata. Tidak bisa disebut luar biasa. “Ucap Ning Xueqin dengan rendah hati. “Kalau begitu maka kamu duduklah di sini dan coba b

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 19 - Setitik Kelembutan

    Ning Xueqin agak tertegun ketika mendengarkan keputusan besar ini karena Ning Xueqin sedikit tahu tentang posisi pangkat Selir. Dari budak penghangat ranjang, menjadi Selir lalu menjadi Selir Mulia dan terakhir adalah Selir Agung. Selir Su sendiri adalah pemimpin para Selir lain karena tidak memi

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 17 - Istana Selir Su

    “Apakah Tuan Putri yakin dengan rencana ini? “Tanya Mei Qian dengan ragu ragu dan jelas ada ketakutan di wajahnya. “Bagaimana jika-” Ucapan Mei Qian terpotong oleh Ning Xueqin yang menggelengkan kepalanya. “Berhasil atau tidak tergantung kerja sama kita berdua. Kamu harus berusaha sekuat tenaga,

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 7 - Papan Target

    Ning Xueqin pun memanggil Meiqian untuk membawakannya kertas dan alat tulis lalu menatap barang barang itu dengan agak terperangah. Ning Xueqin bahkan agak merasa terpukul ketika melihat barang barang ini, sebenarnya dia sudah menyiapkan dirinya sendiri bahwa benda benda aneh ini memang akan menem

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 6 - Pelayan

    “Apakah kamu ingin pergi sendiri atau ingin aku menambah waktu kurungannya? “Tanya Kaisar Ning. Ning Xueqin berpikir sejenak dan tentu saja tidak ingin hukuman ditambah, tidak apa apa jika satu tahun dibandingkan lebih lama lagi. Jadi Ning Xueqin berlutut dan bersujud di belakang Kaisar Ning deng

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status