LOGIN“Apa yang terjadi? Kenapa tidak bisa? “ Tanya Mei Qian dengan terkejut dan berpikir bahwa ada hal penting lainnya namun Ning Xueqin tanpa rasa bersalah tersenyum ke arah Mei Qian. “Tentu saja karena kita telah menumpang di halaman Selir Zhen jadi kita harus menyapanya demi kesopanan. “ Jawab Ning Xueqin. Barulah Mei Qian menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh Ning Xueqin masuk akal, sebagai tamu tentu saja mereka harus menunjukkan kesopanan yang baik untuk Selir Mulia Zhen. Jika tidak maka orang lain akan mengatakan bahwa diri mereka adalah orang yang tidak sopan dan tidak terdidik. Baru saja Ning Xueqin akan berdiri dan memberi salam untuk Selir Mulia Zhen, tiba tiba pintu terbuka dan menunjukkan wanita berwajah bulat dengan mata kecil dan hidung kecil itu tampak menatap ke arahnya dengan tatapan tak terbaca. “Selir Mulia Zhen, Xueqin baru saja sadar sehingga baru saja ingin memberi salam kepada Selir Mulia Zhen. Harap Selir Mulia Zhen tidak tersinggung. “Ucap Ning Xueqin denga
“Tuan Putri sendiri ternyata tidak sadar lebih lama dari perkiraan Tabib Kekaisaran, yaitu dua hari lamanya. Namun tidak disangka sangka, Yang Mulia justru menemani Tuan Putri selama dua hari belakangan ini. “ “Tampaknya Yang Mulia juga merasa bersalah akan penderitaan yang Tuan Putri alami sehingga menemani Tuan Putri selama dua hari dan tidak mengikuti rapat pagi selama dua hari juga. “ “Yang Mulia tampak sangat tertekan dengan kondisi Tuan Putri sebelumnya, sekarang jika Yang Mulia tahu bahwa Tuan Putri telah sadar maka Yang Mulia pasti akan… sangat senang. “Jelas Mei Qian dengan tenang dan runtun. Ning Xueqin merasa bahwa kepalanya ingin pecah, ada begitu banyak informasi yang masuk ke dalam kepalanya secara bersamaan. Pingsan selama dua hari? Ayahnya menemaninya selama dua hari? Ayahnya merasa bersalah karena telah membuatnya menderita? Bagaimana mungkin? Mungkinkah Mei Qian telah salah menerjemahkan sikap yang ditunjukkan oleh Ayahnya? Bagaimana mungkin seorang Kaisar
Ning Xueqin sangat ingin untuk membuka matanya dan memanggil pemuda itu lalu menatap wajah pemuda itu dengan jelas kali ini. Untuk melihat sosok yang telah menyelamatkan nyawa nya dua kali dalam waktu satu tahun ini. Bahkan dibandingkan dengan Ayah atau kakak laki lakinya, pria asing ini pun memperlakukannya sedikit lebih baik. Ning Xueqin merasa sangat mengantuk jadi terlelap lagi ke dalam mimpi yang panjang, ketika dirinya terbangun pun sudah tidak ada siapapun di sampingnya. Ning Xueqin memaksakan dirinya untuk duduk dan merasakan nyeri di punggungnya yang terasa sangat menyengat. “Aduh… “Keluh Ning Xueqin kesakitan. Lalu pintu segera dibuka dan menunjukkan Mei Qian yang tampak begitu cemas sekaligus bahagia. Tanpa aba aba, Mei Qian langsung memeluk Ning Xueqin dengan hati hati tanpa berani menyentuh lukanya. “ Akhirnya Tuan Putri sadar, Mei Qian… Mei Qian hampir saja kehilangan Tuan Putri. “Lirih Mei Qian dengan penuh kesedihan. Ning Xueqin yang baru saja sadar belum bisa
“Ayahanda benar, masalah kondisi yang dialami Xueqin bukanlah hal penting. Walaupun Xueqin hampir mati pun bukan hal yang penting, bukankah begitu Ayahanda? “ Tanya Ning Xueqin dengan getir. “Xueqin baru saja lolos dari maut, mengalami luka yang mengancam nyawa namun Ayahanda bahkan enggan untuk sekadar bertanya mengenai kondisi Xueqin! ““Xueqin memang tidak mengharapkan perhatian yang lebih dari Ayahanda namun hanya satu pertanyaan singkat yang bahkan tidak memakan waktu lebih dari satu menit itu pun bahkan Ayahanda enggan untuk katakan!”“Sebenarnya… Xueqin ini apa di hadapan Ayahanda? Apakah nyawa Xueqin ini sama sekali tidak berharga ? Tidak bernilai sama sekali? “Ning Xueqin merasa agak emosional akan hal ini namun tetap membiarkan emosi dari tubuhnya yang mengendalikan. Rasa sedih dan sakit yang menyeruak di dalam hatinya kali ini bukan hanya berasal dari kekecewaan hari ini. Melainkan seolah olah ada jiwa Ning Xueqin kecil yang merasukinya yang ingin menyampaikan seluruh p
“Tabib, apa yang terjadi pada adikku? “ Tanya Ning Chuan kembali tenang seperti semula. “Tuan Putri tampaknya menghirup terlalu banyak asap sehingga di kerongkongannya akan terasa kering dan tidak mengherankan kenapa dia merasa pusing dan batuk darah. “ Jawab Tabib Kekaisaran. “Belum lagi luka di lengannya ini cukup besar dan tidak diobati dengan baik sehingga membuatnya kekurangan darah. “Lanjut Tabib Kekaisaran. “Jadi apakah kondisi adikku akan baik baik saja? “ Tanya Ning Chuan lagi. “Tuan Putri akan baik baik saja setelah meminum obat selama satu minggu secara rutin dan memakan lebih banyak makanan yang bisa menambah darah. “ Jawab Tabib Kekaisaran. “Baiklah, terima kasih atas kerja kerasmu. “ Balas Ning Chuan. “Sudah menjadi kewajiban hamba ini untuk melayani. “ Ucap Tabib Kekaisaran dengan rendah hati. Namun setelah itu terdengar suara nyaring yang mengumumkan bahwa Kaisar Ning telah tiba. Ning Xueqin dengan kesadaran yang setengah itu duduk terkulai lemas di kursi dan b
Ning Chuan tampak sangat geram dengan desakan dari Ning Xueqin namun apa boleh buat? Para tamu yang datang sangat terkejut dengan hal ini dan mulai panik. Seorang putri Kekaisaran pun bisa menerima serangan dari pembunuh bayaran, apalagi mereka? Tentu saja mereka harus segera diberi penjelasan, Ning Chuan sebagai orang yang bertanggung jawab di sini berkewajiban untuk menjawab semua orang. “Para pejabat terhormat, kalian bisa tenang. Jika memang ada pembunuh maka tidak akan ada di antara mereka yang akan bisa lolos.” Ucap Ning Chuan dengan tenang. “Kakak… Xueqin sangat takut… api yang melahap rumah Xueqin benar benar sangat besar… seandainya… seandainya Xueqin di dalam rumah maka pasti akan mati di dalam kobaran api itu! “Seru Ning Xueqin berlinangan air mata.Dia mengatakannya dengan begitu menyedihkan bahkan sampai tergagap membuat orang orang yang datang pun merasa tidak tega melihat seorang gadis kecil yang masih sangat muda berada di ambang kematian. Sementara dirinya berdra
Ning Xueqin agak tertegun ketika mendengarkan keputusan besar ini karena Ning Xueqin sedikit tahu tentang posisi pangkat Selir. Dari budak penghangat ranjang, menjadi Selir lalu menjadi Selir Mulia dan terakhir adalah Selir Agung. Selir Su sendiri adalah pemimpin para Selir lain karena tidak memi
“Apakah Tuan Putri yakin dengan rencana ini? “Tanya Mei Qian dengan ragu ragu dan jelas ada ketakutan di wajahnya. “Bagaimana jika-” Ucapan Mei Qian terpotong oleh Ning Xueqin yang menggelengkan kepalanya. “Berhasil atau tidak tergantung kerja sama kita berdua. Kamu harus berusaha sekuat tenaga,
Ning Xueqin tidak buru buru untuk mengikuti pelayan itu melainkan menatap pelayan itu dari atas sampai bawah sebelum akhirnya duduk di kursi santainya dan menatap pelayan itu lagi. “Siapa namamu? “ Tanya Ning Xueqin dengan tenang. “Apa urusannya denganmu?! Jangan pikir karena kamu Tuan Putri jadi
Ning Xueqin pun memanggil Meiqian untuk membawakannya kertas dan alat tulis lalu menatap barang barang itu dengan agak terperangah. Ning Xueqin bahkan agak merasa terpukul ketika melihat barang barang ini, sebenarnya dia sudah menyiapkan dirinya sendiri bahwa benda benda aneh ini memang akan menem







