/ Fantasi / Ayah, Jangan Bunuh Aku! / Chapter 81 - Rebut Bendera

공유

Chapter 81 - Rebut Bendera

작가: Nyx
last update 게시일: 2026-05-06 23:31:31

Memikirkannya sekilas pun Ning Xueqin sudah mendapatkan gambaran apa yang akan dipilih oleh Ning Chuan untuk menyelamatkan karirnya.

Bagi orang ambisius seperti Ning Chuan yang tidak memiliki hal penting lain di dalam hatinya kecuali tentang kekuasaan dan tahkta.

Ning Xueqin tidak sulit untuk menebak apa yang akan dipilih oleh Ning Chuan di antara pilihan yang diberikan oleh Ning Xueqin.

Sebenarnya sejak awal , ini adalah pertanyaan yang disiapkan oleh Ning Xueqin untuk Ning Chuan.

Hanya sa
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 208 - Pasukan Bantuan

    Mei Qian dan Zilan langsung berubah menjadi waspada dan mengambil keluar senjata mereka yang sudah disiapkan di dalam kereta kuda.Ning Xueqin melirik ke sudut bangunan yang lain dan tertawa ringan, sebelum akhirnya melangkah keluar.Ning Xueqin mengangkat tangannya dan Mei Qian menyerahkan sebuah cambuk besi berwarna merah muda yang cantik dan mengerikan pada saat yang sama.“Siapa yang mengirim kalian? Bukankah kalian setidaknya harus memberitahuku sebelum kematianku?” tanya Ning Xueqin dengan polos.“Tidak perlu tahu!” jawab salah satu pembunuh bayaran dan menerjang ke arahnya.Tatapan Ning Xueqin menajam dan dirinya mulai mengayunkan cambuk besi itu, sebelumnya dia belum terlalu pandai dalam menggunakan cambuk itu.Namun bisa karena terbiasa, apalagi jika harus dibandingkan dengan pedang untuk senjata jarak dekat maka dia tidak akan pernah terbiasa.Cambuk memiliki berat yang ringan dan gerak yang fleksibel serta jangkauan yang luas, sangat cocok dengan tubuhnya yang cenderung kal

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 207 - Kepungan

    Ning Xueqin menoleh kepada Yue Long dengan senyum canggung yang tidak nyaman, karena meskipun dirinya membenci Ning Chuan namun dia tidak pernah bertindak terang-terangan.Dia merasa tidak bahagia ketika ada orang lain yang mengetahui masalah konflik internal ini namun dengan cepat menyembunyikannya.“Tidak masalah, aku akan mengurusnya.”Kemudian mereka pun segera kembali ke tujuan awal mereka bersama dengan tambahan satu orang, yaitu Li Zhen.“Terima kasih kepada Tuan Putri untuk menyelamatkanku!” seru Li Zhen.“Ya, sekarang aku ingin menawarkanmu sesuatu. Jika kamu ingin maka kamu bisa menjadi pelayanku, kamu akan membantuku bersosialisasi dengan wanita wanita bangsawan di Ibukota,” balas Ning Xueqin.Li Zhen terlihat berpikir dan berusaha untuk memutuskan apa yang akan menjadi pilihannya kelak.“Li Zhen akan melayani Tuan Putri… namun bisakah Tuan Putri membawa Ibuku keluar dari rumah? Jika tidak maka Ibuku pasti akan mati,”mohon Li Zhen dengan pasrah.“Itu adalah hal yang mudah,

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 206 - Hukuman

    Gerakannya cepat dan ringan, orang-orang dewasa pun tidak bisa menangkis serangannya.Ning Xueqin menatap pria paruh baya ini dengan dingin, lalu menarik tangan pria paruh baya ini untuk membantingnya ke tanah.Awalnya Yue Long agak khawatir, namun siapa yang menyangka jika Ning Xueqin dengan tubuhnya yang semungil itu justru dapat dengan mudah membanting Pejabat Li ke tanah.Lalu Mei Qian sudah siap dan menyiapkan kursi untuk Ning Xueqin. Ning Xueqin segera duduk dan menatap ke bawah dengan tatapan mengejek.“Aku berikan kesempatan untukmu, katakan kembali kata katamu tentang wanita tadi,” ucap Ning Xueqin.Yue Long berdiri di samping Ning Xueqin dan menonton tontonan bagus ini di dalam diam.Pejabat Li, Li Ming, dibantu oleh pelayannya untuk berdiri dan merapihkan pakaiannya lalu menatap Yue Long.“Tuan muda Yue, apa maksudnya ini? Apakah ini wanita yang datang bersama mu?” tanya Li Ming berusaha untuk memulihkan martabat terakhirnya.“Benar,” jawab Yue Long dengan ringan.Tidak ber

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 205 - Pejabat Li

    “Tuan Putri, kamu sudah datang.”Yue Long menatapnya dengan tatapan cerah dan membuka payung untuk memayungi dirinya.“Tidak perlu payung, cuaca malam ini bagus. Kita harus menikmatinya,” balas Ning Xueqin.Yue Long menganggukkan kepalanya dan menyimpan kembali payungnya. Sementara mereka berdua berjalan menyusuri jembatan.“Setiap orang yang datang kemari akan melepaskan lampion untuk permohonan mereka, apakah Tuan Putri ingin mencobanya?” tanya Yue Long.“Boleh… sudah lama mendengarnya, aku merasa penasaran,”jawab Ning Xueqin sembari melirik ke sungai di bawah jembatan ini.Penuh dengan cahaya warna warni, lampion air dilarungkan ke sungai dan penuh dengan harapan.Baru saja akan berjalan lagi, tiba-tiba ada seorang gadis muda yang menabrak bahu Ning Xueqin.“Maaf, Nona!” seru gadis muda itu sebelum akhirnya lari secepat kilat.Mei Qian ingin mengejarnya namun Ning Xueqin mengangkat tangannya dan menahan Mei Qian.“Apakah Tuan Putri baik-baik saja?” tanya Yue Long dengan khawatir.“

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 204 - Festival Lampion

    Ning Xueqin membalikkan tubuhnya dan tidak ingin diganggu lagi oleh siapapun, dia menenangkan dirinya sendiri lalu menghela napas kasar.Dia saat ini adalah Tuan Putri Kekaisaran Ning yang terhormat, jika seorang Xie Guang tidak menginginkannya maka bukankah dia bisa mencari orang lain?Tidak perlu sampai mencelakai gadis baik lainnya kan seperti di drama televisi umumnya?Ning Xueqin merasa bahwa pemikiran ini terlalu konyol untuk diutarakan, hanya percintaan anak anak semata.Setelah dua atau tiga bulan, dia akan melupakannya dengan cepat dan beralih kepada pria lain yang lebih cakap.Ning Xueqin dengan cepat tertidur lelap dan melupakan semua permasalahan yang terjadi saat ini. Keesokan harinya, Ning Xueqin mendengar kabar bahwa Zilan sudah mendapatkan informasi yang mereka inginkan.“Tuan Putri, berdasarkan informasi yang Zilan dapatkan. Jenderal muda Xie memiliki seorang kekasih masa kecil bernama Zhu Yuezhi,” lapor Zilan.“Bukankah ini adalah putri dari pejabat yang bersalah? D

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 203 - Gadis Lain

    Mendengarkan tawaran dari Nyonya Gu ini bukan hanya Ning Xueqin yang mengalami syok melainkan putranya, Xie Guang juga mengalami kejutan.“Ibu, jangan bicara omong kosong. Pernikahan Tuan Putri bukanlah hal sembarangan,” tegur Xie Guang dengan dingin.Ning Xueqin menaikkan salah satu alisnya dan merasa, bukankah Xie Guang ini terlalu tegas? Bahkan terhadap Ibunya sendiri?Tapi semakin Xie Guang seperti ini maka semakin Ning Xueqin ingin membuatnya merasa kesal.Sebelumnya Xie Guang telah membuatnya kesal sampai hampir mati, pertama telah membohonginya akan menjatuhkannya dari burung esnya itu.Lalu juga meninggalkannya begitu saja sebelum dia sadar, juga Xie Guang menghancurkan rencana sandiwaranya di hadapan Ayahnya.Tentu saja membuatnya kesal dan ingin memberikan sedikit balas dendam pada Xie Guang.Bukan balas dendam yang kejam dan tanpa ampun, hanya saja dia merasakan kepuasan dari wajah kesal Xie Guang.“Tuan muda Xie sangat Agung, aku hanya seorang Tuan Putri yang terombang-amb

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 45 - Gelisah

    Ning Xueqin lupa bahwa di tempat tinggalnya yang baru ini, hidup dan mati seorang budak sama sekali tidak berharga. Wei Luo juga tampaknya sudah tahu bahwa dirinya akan dihukum mati sejak awal sehingga tidak memberontak dan menurut saja saat dipukuli. Pada saat itu seluruh Aula Kekaisaran pun men

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 42 - Terluka

    Ning Xueqin dan Ning Chuan saling membuang wajah ke arah lain namun tetap berpegangan erat untuk mempertahankan citra ‘kakak adik yang rukun’ itu di hadapan semua orang termasuk Ayah mereka. Walaupun mereka yakin bahwa Ayah mereka tidak akan mempercayai akting murahan mereka ini. Tidak lama kemud

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 41 - Umpan

    “Lumayan.” Ucap Kaisar Ning pada akhirnya. Ning Xueqin menganggukkan kepalanya dan lumayan senang, lumayan berarti tidak buruk hal ini menandakan bahwa Kaisar Ning cukup senang dengan pemberiannya. Jadi Ning Xueqin pun menundukkan kepalanya dan ingin kembali ke tempat duduknya sebelum akhirnya Ka

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 40 - Es Krim

    Orang yang melihat seringaian Ning Xueqin bukanlah Su Changyue seorang melainkan Su Ming juga melihatnya dengan jelas. Pada saat itulah Su Ming merasa merinding seluruh tubuhnya, merasa bahwa dirinya telah berhasil diintimidasi oleh seorang gadis kecil. Ning Xueqin berbalik dan memasang kembali t

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status