Share

CURIGA MAYANG

Author: Fredy_
last update publish date: 2025-11-19 08:24:10

Ia mengobrak-abrik isi paper bag. Tapi, kotak itu memang tidak ada. Hanya ada satu kotak besar saja yang ia temukan.

"Mas, kamu beli dua hadiah buat aku?" tanya Mayang, berusaha tetap berpikir positif.

"Dua hadiah?" tanya Cipto seraya mengangkat mangkuk mie dan menyeruput kuahnya sampai tuntas. "Mas cuma belikan satu hadiah untuk kamu. Kalung berlian itu saja."

"Begitu ya? Terus ... struk cincin berlian ini? Masa salah?" Mayang meletakkan kertas yang ia temukan ke atas meja.

Cipto meletakkan ma
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Enisensi Klara
Masa iya anak Gilang ,wong Sabrina nakal kok
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   KUA

    Gilang memarkirkan motornya di pelataran gedung Pengadilan Agama. Mesin dimatikan, lalu ia melirik jam digital di pergelangan tangannya. Seharusnya sidang perceraian Mayang sudah selesai.Tanpa membuang waktu, ia mempercepat langkah menuju ruang persidangan. Sepatu sneakers putihnya berdetak cepat di lantai koridor yang hampir sepi.Tiba di depan pintu ruangan yang sudah terbuka, sayup-sayup dia mendengar suara seorang pria yang tengah memohon-mohon kepada Mayang."Mau apa kamu, Cipto?!" tanya Mayang setengah berteriak dan menepis tangan mantan suaminya."Rumah itu aku yang beli, Mayang! Berlian! Perabot rumah tangga yang kamu pakai! Itu semua uang aku, Mayang!" seru Cipto mengabsen segala sesuatu yang menjadi bagian dari kawajiban suami untuk menafkahi istrinya. Mayang hanya menatap Cipto tak bergeming."Kam -" Mayang mengeraskan rahangnya. Haruskah dia menghabiskan sisa energinya untuk mengatai-ngatai Cipto?Melihat reaksi Mayang, entah apa yang ada dipikiran Cipto, pria tak tahu ma

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   KETOK PALU!

    Kejadian pemukulan malam itu benar-benar membuka mata Sigit. Untuk pertama kalinya, ia melihat sendiri sisi gelap Cipto-bukan sekadar kakak yang keras kepala, melainkan pria yang kehilangan kendali. Derai tangis Amira malam itu masih terngiang di telinganya, membuatnya bertekad untuk melindungi istri dan anaknya, apa pun risikonya.Terlebih ketika Amira menceritakan tentang seorang pria yang pernah datang, mengaku bisa membantu mereka mencari solusi atas masalah yang membelit keluarga itu.Dan hari ini, Amira terperanjat. Ia baru menyadari kalau pria yang dulu berbincang panjang dengannya itu-ternyata adalah pengacara Mayang.Hatinya menguat. Kebenaran harus diungkap. Tentang pernikahan Cipto dan Risma yang selama ini disusun diam-diam, begitu rapi seakan tak menyisakan celah.Dengan jemari meremas ujung jaket longgarnya, Amira melangkah ke depan. Bukan untuk menjadi saksi Cipto. Melainkan untuk Mayang."Pernikahan itu dilakukan tanggal empat belas Januari," ucapnya, suaranya sedikit

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   AKHIR PERJALANAN PANJANG

    Semakin mendekati pintu ruang persidangan, langkah Mayang terasa kian berat.Udara di sekelilingnya seperti menekan dada. Rasa takut menyergap, membuat jemarinya dingin dan tubuhnya bergetar halus. Kalau saja Rossy tidak menggenggam tangannya erat-erat, mungkin ia sudah berbalik arah-kabur saja dari tempat itu.Belum lagi rasa mual yang sejak pagi tak kunjung reda. Perutnya bergolak, kepalanya sedikit pening, dan tubuhnya sedikit lemas."Tenang, Mayang. Sidangnya nggak akan lama," ujar Rossy lembut. Tangan satunya mengusap pundak Mayang, memberi kehangatan yang sangat dibutuhkan."Aku takut, Rossy..." bisik Mayang lirih, langkahnya terhenti tepat beberapa meter dari pintu.Rossy memutar tubuhnya hingga mereka saling berhadapan. "Mayang, lihat aku."Mayang mengangkat wajahnya perlahan."Kita punya Charles. Dia pengacara andalanku. Sembilan puluh persen kasus pasien-pasienku yang dia tangani, berhasil dimenangkan. Kita pasti bisa."Mayang mengangguk pelan.Ya, Charles sudah berjanji aka

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   SIDANG MAYANG

    "Sudah – sudah, kamu berangkat saja sama Chandra. Pecahan gelasnya biar ibu saja yang bereskan," ucap Dahlia. Tangannya mengibas-ngibas menyuruh Gilang cepat pergi bersama Chandra.Tanpa menunggu perintah Dahlia untuk kedua kalinya, Gilang segera mengikuti Chandra. Masuk ke mobil mewah yang dikendarai sendiri oleh pria itu. Duduk bersebelahan dengan pria yang katanya akan membuat hidupnya berubah dalam sekejap. Tapi entah mengapa hatinya terasa tidak tenang. Seolah akan ada sesuatu yang buruk akan terjadi kepadanya."Kamu nggak apa-apa, Lang?" tanya Chandra setelah beberapa menit hening yang canggung.Gilang mengalihkan pandangannya ke luar jendela, melihat rumah-rumah yang perlahan berganti menjadi gedung-gedung tinggi."Aku nggak apa-apa, Om," jawabnya singkat. "Cuma… gugup."Chandra tersenyum tipis. "Om ngerti. Kamu nggak usah tegang. Om dan tante-tante kamu pada dasarnya orang baik-baik." Ia melirik Gilang sekilas dari sudut mata. "Mereka juga sudah penasaran pengen lihat keponaka

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   PERSIAPAN GILANG

    Dahlia membuka lebar-lebar pintu lemari yang berisi deretan kemeja dan jas Irawan. Setelan pakaian yang dulu menjadi busana sehari-hari Irawan saat berangkat bekerja. Lengkap dengan dasi aneka warna dan juga ikat pinggang berbahan kulit. Kemeja putih itu juga masih ada di sana, kemeja yang dipakai Irawan saat menyematkan cincin di jarinya.Wanita itu tersenyum sembari membayangkan kembali saat-saat dia menyiapkan setelan kerja untuk dipakai oleh suaminya itu. Rutinitas yang membuatnya merasa bahagia telah menjadi istri seorang Irawan Mahendra. Kemudian tangannya mengambil kemeja biru langit dengan dasi biru dongker. Padanan warna yang menurutnya paling membuat Irawan terlihat begitu menawan."Lang ... kamu coba pakai kemeja ayah, nih. Ibu rasa ukuran badan kamu sudah sama dengan badan ayah dulu. Coba deh ..." ujar Dahlia, membawa kemeja pilihannya ke kamar Gilang.Gilang yang masih mengeringkan rambutnya sehabis mandi terkejut dengan kehadiran Dahlia di kamarnya. Ia sedikit mengeryitk

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   CIPTO EDAN

    Belajar dari apa yang dialami Mayang, Amira tak ingin menghabiskan belasan tahun hidupnya dalam kesengsaraan yang sama-tinggal serumah dengan ibu mertua yang tak pernah benar-benar menghargai pengorbanan menantu. Setiap usaha dianggap kurang. Setiap kesalahan dibesar-besarkan. Kata-kata kasar seperti menjadi santapan harian.Dia juga sudah jenuh mendengar urusan rumah tangga kakak iparnya yang selalu saja bertengkar karena uang."Kamu kenapa bertanya begitu, Mira?" Sigit menatapnya heran. "Bukannya dulu kamu sendiri yang ingin tetap tinggal di sini karena mau menjaga Ibu? Sekarang kondisi kita lagi harus berhemat. Bukan malah nambah pengeluaran lagi.""Aku punya sedikit tabungan, Mas," suara Amira mulai bergetar, tapi ia memaksa tetap tenang. "Kita keluar dari rumah ini. Tinggal di kontrakan sederhana saja. Aku bisa jualan makanan lagi buat bantu tambah penghasilan. Aku yakin kita pasti bisa, Mas."Ia mengguncang lengan suaminya pelan, berharap mendapat dukungan. Namun reaksi Sigit ju

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   DESAHAN DI BALIK RAK BUKU

    Delapan puluh persen orang yang mengenalnya dulu, pasti terkejut melihat perubahan dirinya. Dahulu, ia hanyalah seorang bocah kurus, kutu buku, berkacamata tebal dan rambut disisir rapi dengan minyak rambut murahan.Sepanjang jam istirahat sekolah, sementara teman-temannya bersorak di lapangan atau

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   TANTE SARAH

    Setelah sekian lama bermain kucing-kucingan, siang ini akhirnya Mayang dan Gilang kembali bertemu di kelas. Berusaha terlihat profesional, Mayang tetap menyuruh Gilang untuk maju ke depan dan menerangkan materi yang sebelumnya sudah mereka bahas di perpustakaan.Gilang berdiri dengan percaya diri,

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   CIUMAN SIANG

    Ia dosen. Gilang mahasiswa. Tidak seharusnya ada getaran aneh di dadanya saat melihat sorot mata iseng pemuda itu.Sialnya, semakin ia mencoba mengabaikan, wajah Gilang malah semakin liar menari-nari di kepalanya. Senyum setengah miring pemuda itu sangat menyebalkan ... brengsek, tetapi sukses biki

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   PESAN CINTA

    Di sudut lain kota, Mayang mondar-mandir gelisah di dalam kamarnya. Ponselnya terus bergetar di atas meja, menampilkan nama Cipto Syarif-suaminya-berulang kali. Belasan panggilan tak terjawab, tapi Mayang tak juga tergerak mengangkatnya.Rasa kesal yang menggantung sejak siang tadi masih belum suru

    last updateLast Updated : 2026-03-18
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status