INICIAR SESIÓNNazha duduk di jok samping Devon yang tengah focus menyetir, tatapannya kosong ke jalanan, tak berkedip, manik mata cokelat tampak berkaca-kaca, memantulkan cahaya lampu kota, hatinya teramat sedih, dua puluh tahun tak pernah bertemu ibu kandungnya, haruskah pertemuan ini dilengkapi dengan tragedi.“Naz…jangan besedih, Bu Salma akan segera pulih,”hibur Devon ekor matanya melirik Nazha“Dia ..ibu kandungku, Bu Salma adalah ibu kandungku,”gumam Nazha pelan“Naz..kamu bicara apa,”Devon sekilas menatap Nazha karena mendengar Nazha berucap sesuatuMata berkaca-kaca itu akhirnya menumpahkan buliran bening ke pipinya, membuat Devon semakin cemas akan kesedihan Nazha,. Devon mempercepat laju mobilnya di jalanan yang lengang, dalam hitungan menit, ia telah sampai di aparteman, mobil jeebnya berhenti diare parkir, kemudian, membantu Nazha untuk masuk ke lift.“Kamu harus isrtirahat, badanmu demam,” ucap Devon ketika melangkahkan kaki masuk ke dalam kamar apartemen,Devon mengambilkan obat per
“Bu Salma!”teriak Nazha ketika melihat sebuah mobil menabrak tubuh Salma hingga terpentalKerumunan orang berusaha melihat keadaan Salma, beberapa orang ada yang segera menelepon ambulance, jalan sektika menjadi macet, Nazha yang masih bersimpuh di jalan karena kaki yang cidera tidak bisa berbuat apa-apa, dengan berusaha sekuat tenaga ia berjalan melihat keadaan Salma.“Bu Salma..”Nazha langsung berjongkok mengusap wajah wanita yang telihat terluka parah.Tidak lama terdengar suara sirene mobil polisi dan ambulance, dengan cepat tubuh Salma dibawa, Nazha mendampingi Salma sambil menangis“Apa Anda mengenal korban?”tanya dokter“Iya, saya mengenalnya, “jawab Nazha“Jika begitu hubungi keluarganya secepatnya, kemungkinan dia membutuhkan tindakkan,”suruh dokter“Baik.”Nazha menghubungi Dimas tangannya gemertar.“Ha..hallo Dimas..Bu Salma kecelakaan,”suara Nazha diiringi tangis“Kecelakaan, sekarang dibawa di rumah sakit mana?”“Rumah sakit Medika Internasional, kami segera sampai,t
Hampir satu jam Daniel, memeriksa semua dokumen dan ia mulai putus asa, lalu tatapannya beralih pada laptop diatas meja, Daniel, mendekati ke arah meja dan membuka laptop lalu menyalakannya,tapi sayang laptop dikunci dengan nomer kombinasi.“Ahhh sial, bagaimana aku akan mencari tahu apa yang disembunyikan Ibu Salma, aku yakin Ibu Salma ada hubunganya dengan S’kontruksi,”Daniel menutup kembali laptop, lalu merapikan meja dan melangkah pergi meningalkan kantor, kini Daniel, sudah menyetir mobilnya, menembus jalanan ibu kota dan berhenti tepat di depan kantor S’kontruksi.“Siapa pemilik S’ kontruksi aku akan mencari tahu,”gumamnya lalu turun dari mobil, didepan kamtor ada satu security“Selam malam pak, ada yang bisa kami bantu?”tanya security“Aku ingin sekali bertemu pemilik S’kontruksi,apakah besok aku bisa menemuinya?”“Dulu pemilik S ‘kontrusi adalah pak Reymon, dan nanmanya R’ kontruksi dan beberapa bulan ini sudah diambil alih yang bertangung jawab semuanya adalah Pak Dimas,”je
Salma tertawa kecil,”Kamu tak pernah berubah, selalu ikut campur dengan rumah tanggaku,”jawab Salma“Benarkan dugaanku, waktu pertama kali kita bertemu di super market,aku bisa melihat matamu jika kamu ketakutan,”Laras pun ikut tertawa kecil“Lantas apa rencanamu, apa kamu akan memberitahukan suamiku tentang Nazha?”“Beri aku 100 juta, aku akan tutup mulut,”pinta Laras sambil terus mengunyah menu di piringnya“Heummm…”Salma bernapas panjang dan berat. lalu menatap Laras tajam“Bagaimana kamu setuju ‘kan?”tanya Laras“Oke, orang kepercayaanku, akan menghubungimu,”jawab Salma dengan tenangLaras tertawa puas, “Waktumu tiga hari mulai saat ini,”tegas Laras“Baik, “Salma berdiri dari duduknya, lalu menuju kasir resto membayar semua menu lalu pergi menuju mobilnya, di dalam mobil ia menghubungi Dimas“Hallo Dimas …seperti dugaanku, Laras memerasku, ia meminta 100 juta, untuk uang tutup mulutnya,”ucap Salma“Aku akan menanganinya Bu Salma, aku pastikan dia akan paham sekarang berhadapan d
Laras tampak melamun, wanita tengah baya yang badannya mulai kurus itu berpikir tentang Salma sahabatnya yang dikhianati itu kini memiliki kehidupan mapan dan sukses dua perusahan telah dimilikinya berbanding terbalik dengan dirinya, bahkan tempat tinggal pun sekarang tak dimilikinya.“Aku akan menemui Salma,”gumam LarasLaras menatap Sheren yang dengan lahap menikmati memu makanan yang dibawanya, senyum getir dibibir Laras sedih hatinya seperti tersayat pisau, masa depan putri kesayangan hancur.Setelah menghabiskan waktu bersama selama beberapa jam, Laras berpamitan pulang. Wajah lelah terlihat jelas tapi rasa penasarannya mengalahkan rasa lelahnya setelah beristirahat sejenak di rumah susun sederhana, ia melangkahkan kakinya menuju jalanan lalu menaiki ojek online. Montor melaju cepet menuju pemukiman elit tempat Salma tinggal, waktu sekitar jam delapan malam ketika Laras sampai di rumah Salma, dua mobil mewah terparkir dihalaman rumah. Setelah memberi intruksi pada tukang ojek
Devon menghela napas panjang setelah kepergian Andi dari kantornya, ia sangat menyayangkan penghianatan Andi. Tiba-tiba ketukan pintu ruangan terdengar Devon menyuruh masuk sipengetuk pintuCeklek!ketika pintu terbuka terlihat Nazha diambang pintu sambil tersenyum di tangannya menjinjing rantang makanan.“Aku membawakanmu makan siang,”ucap Nazha dengan senyum hangatnya“Terima kasih Naz…seharusnya kamu tak perlu repot-repot, “jawab Devon lalu beralih duduk di sofaNazha menyiapkan makan siang diatas meja.”Bagaimana dengan Andi?”“Aku sudah memberhentikannya, dari Dev’group walau sebenarnya aku sangat menyayangkan kejadian ini, tapi aku harus menghukumnya,”jawab Devon“Kamu benar, aku berharap Andi dan Sheren sadar setelah peristiwa ini dan memilih hidup normal,menjalani pernikahan,”kata Nazha penuh harap“Aku juga berharap seperti itu, “Kedua pasangan suami istri itu mulai menyuap menu makan siang, keduanya semakin dekat, Devon menunjukan rasa cinta dan kasih sayangnya pada Nazha, de







