Home / Romansa / BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA / Bab 33 Duri Dalam Mawar

Share

Bab 33 Duri Dalam Mawar

Author: Endah Tanty
last update publish date: 2026-04-22 21:51:18

Dimas menatap Sheren dan Devon yang sedang makan malam, entah kenapa perintah dari Salma untuk pertama kalinya Dimas engan melakukannya.

Hembusan napas terdengar dari bibir Dimas, usai makan malam ia mencari udara segar disekitar resort, teringat akan perintah Salma untuk mencari celah kesalahan Sheren.

“Kenapa aku justru menginginkan jika Sheren memang dekat dengan Devon, apa ini berarti aku menginginkan hubungan Devon dan Nazha berakhir”gumam Dimas dipenuhi rasa galau.

Pria berbadan ideal, i
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 46 Cinta Dalam Genggaman

    “Iya Andi, targetku waktu itu adalah Devon, tapi kamu yang terjebak, aku menyesal, kejadian malam itu adalah kesalahanku,”jawab Sheren“Keterlaluan kamu!”“Apa aku salah jika menginginkan Devon, pria mapan kaya raya, aku khawatir dengan masadepanku, aku tak memiliki apapun , aku tak mau menjadi gelandangan, aku iri pada Nazha, ia ,menikah dengan Devon pria tampan dan kaya pemilik perusahaan,”ungkap Sheren sambil menangis.“Pergi dari hadapanku Sheren, aku tak akan membantumu mengugurkan janin itu, pikirkan lagi, penawaranku masih sama, aku akan bertangung jawab!”tegas Andi“Andi kamu akan menyesal, aku lebih baik mati!”ancam Sheren lalu keluar dari unit apartemen dengan berlari.Andi tampak galau, ia takut jika Sheren melakukan hal konyol, dengan cepat Andi menyusul langkah Sheren dan benar saja wanita itu menuju rooftop apartemen.“Dasar gila, apa dia mau bunuh diri,”gumam Andi segera menyusul SherenSheren sampai di roof top dan langsung menuju dan naik pagar pembatas siap untuk ter

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 45 Perseteruan

    Tarikan napas keluar dari bibir Salma di hadapannya Dimas memperlihatkan berkas pengambilalihan kepemilikan S’kontruksi atas namanya beralih atas nama Nazha.“Anda tanda tangan di berkas ini Bu Salma, aku sudah berbicara dengan Nazha, tentu saja dengan dalih pendirian yayasan dan dia setuju,”jelas Dimas“Oke Dimas, selanjutnya kamu yang melanjutkan untuk mengurusi S “kontruksi, sebelum Nazha tahu semuanya aku akan cari waktu untuk mengatakan kebenaranya,”suruh Salma“Baik Bu Salma,”jawab DimasSalma membubuhkan tanda tangannya di beberapa berkas, ia terlihat lega setidaknya ia sudah memberikan sesuatu pada Nazha untuk kehidupannya di masa depan.Setelah itu Dimas, menuju S’kontruksi, ia kini yang memimpin sementara perusahaan kontruksi bekas milik Reymon.Dimas menghela napas panjang, “Nazha…”gumamnya sambil menatap gambar Nazha di layar ponselnya.***Di tempat lain Sheren terlihat pucat, sepanjag pagi ini perutnya mual, hingga ia memutuskan tidak masuk kerja hari ini.“Sheren ini

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 44 Masih Diam

    Sementara di kantor S ‘invesment, Dimas terlihat sibuk, waktu sudah menunjukan tengah malam, ia masih menatap serius layar laptop“S’ kontruksi akan menjadi milik Nazha, aku harus menyembunyikan hal ini dari Frans,”gumam DimasDimas pun segera membuatkan berkas-berkas kepindahan kepemilikan dari Salma ke Nazha.“Aku membutuhkan tanda tangan Nazha, tapi bagaimana caranya, supaya ia tak menyadari jika yang di tandatangani adalah, berkas pengambilalihan S;kontruksi.”Dimas tampak berpikirHingga menjelang pagi, Dimas telah membereskan permasalahan Salma, pria itu sekerang meninggalkan kantor S’invesmentPagi dengan sinar mentari yang cerah menyinari seisi bumi , Seperti biasa Nazha selalu bejalan santai di sekitaran taman apartemen, kali ini Devon bersamanya.Keduanya berjalan santai, menyusuri taman sambil berbincang ringan, sesekali terlihat keduanya tertawa, mereka tak menyadari jika ada sepasang mata mengawasi dengan sangat dingin, lalu berjalan menjauh dari taman. Sepasang mata it

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 43 Gunung Es

    “Tunggu Sheren jangan pergi dulu,”suara Reymon menghentikan langkah Sheren, lalu wanita itu berbalik lagi duduk dihadapan Reymon“Ada apa?”“Aku ingin kamu menemui Nazha, bilang padanya aku ingin berbicara denganya,”suruh Reymon“Oke, akan aku sampaikan.”Sheren melangkah pergi, ada sejuta harapan jika Reymon akan menlenyapkan Nazha.Sheren berjalan menuju taksi yang dipesannya,kembali ke kantor dan melanjukan pekerjaannya, di tengah fokusnya ia bekerja, tatapannya beralih pada Devon yang saat itu baru datang ke kantor, wajah tampan dengan badan tegap siapapun wanita pasti akan jatuh cinta padannya‘Nazha kenapa kamu yang harus beruntung menikah dengan Devon, ‘gerutunya dalam hatiDevon yang berjalan menuju ruang kerjanya mendadak behenti ketika melihat Sheren“Sheren , masuklah keruanganku!”perintah DevonSheren terkejut, lalu dengan cepat berdiri dan melangkah masuk keruangan Devon.Dan kini keduanya telah duduk berhadapan. Devon duduk di kursi kebesarannya sebagi CEO, Dev ‘group

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 42 Tim yang Sama

    Nazha meringis menahan sakit terutama dibagian perutnya.“Nona..apa yang harus aku lakukan, hari sudah semakin gelap,”ucap ojek cemas.“Tolong ambil ponselku,”suruh NazhaLalu ojek pun meraih tas Nazha yang terlempar dan mengambil ponsel, “ponselku habis baterainya,”keluh Nazha“Aku akan membawamu ke rumah sakit tunggu sebentar aku akan memanggil temanku,”Tak lama sebuah mobilpun datang, lalu membawa Nazha pergi dari desa terpencil itu menuju klinik terdekat.Nazha segera mendapatkan perawatan, begitu sampai di klinik, ponselnya pun berdering begitu daya bateri terisiSeorang perawat mengangkat ponsel milik Nazha“Hallo Nazha, dimana kamu,”suara Devon terdengar“Maaf , pemilik ponsel ini sedang menjalani perawatan di klinik, jika Anda suaminya segeralah datang,”ucap perawat“Di klinik, apa istri saya terluka?”“Betul pak, saya akan shaere lokasinya,”“Oke.”Dengan segera Devon beranjak dari kamar hotel, setelah mendapat shere lokasi, ia berlari menuju jeebnya lalu menyetir kejalana

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 41 Akhirnya Terungkap

    “Boleh aku masuk “pinta NazhaWanita renta dengan daster yang kusut dan sedikit berlubang sesaat terlihat bingung, ada gurat rasa cemas di wajah tuanya.“Heumm lebih baik kamu segera pergi dari sini, tidak ada yang bisa kami bicarakan tentang kejadian delapan tahun yang lalu,”jawabnya menolak kehadiran Nazha“Kenapa ..jika tidak ada yang disembunyikan pada malam itu, kenapa anda harus takut! pertemukan aku dengan Pak Wisnu, aku akan pergi jika sudah berbicara dengan Pak Wisnu,”tegas NazhaWanita itu tidak menjawab bahkan berusaha menutup pintu, tapi tangan Nazha segera menghalau, penolakan wanita itu justru menyakinkan Nazha jika sesuatu yang buruk terjadi antara Reymon dan Meira.“Aku sudah jauh-jauh datang kesini, aku harus bertemu Pak Wisnu,”ujar Nazha“Kehadiranmu hanya akan membahayakan hidup kami, tolonglah pergi, aku tak mau Tuan Reymon tahu jika ada orang yang menanyakan kejadian malam itu,”suara wanita itu terlihat gugup dan semakin ketakutan“Jika yang anda takutkan Reymon,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status