LOGINPagi bersinar dengan cerah, Vidya dan Daniel kembai makan bersama pagi ini, keduanya mulai akrap“Hari ini aku akan mengajakmu ke kantorku, “ucap Daniel“Oke.”jawab Vidya tersenyum hangatSelesai makan pagi Daniel memenuhi janjinya membawa Vidya ke kantor, disana Vidya diperkenalkan dengan Frans“Vidya kenalkan ini papahku sekaligus pimpinan perusahaan.”“Vidya..”ucap Vidya“Frans,”sahut Frans. Lalu Vidya dan Frans saling berjabat tangan.“Untuk membicarakan bisnis aku harus melibatkankan Papahku, lagi pula aku belum pengalaman sama-sekali soal bisnis,”ujar Vidya“Oke, Vidya, tak perlu buru-buru, pikirkan secara matang kerja sama ini, “jawab Frans^^^Satu bulan setelah kejadian di Singapura….Hubungan Vidya dan Daniel semakin serius, keduanya sudah berkomitmen untuk menjalin cinta ditengah hubungan kerja sama perusahaan. Mahesapun merestui hubungan itu.“Baiklah Vidya sudah saatnya kamu menikah denagn pria yang mencintaimu, papah akan restui hubunganmu dengan Daniel, tapi kamu juga
Vidya menyambut uluran tangan Daniel.“Terima kasih Daniel, jika kamu bersedia, aku akan mentraktirmu makan malam,”ujar Vidya“Oke, aku tunggu undanganmu makan malam, ini nomer ponselku, “Daniel memperlihatkan nomer ponselnya kemudian Vidya meyimpan nomer DanielDaniel pun berpamitan pergi meninggalkan kamar Vidya. Ia menuju kamarnya. Deringan ponselnya berdering nyaring, Daniel menghela napas kesal, lalu mengangkat panggilan dari Frans“Dan, dimana kamu dua hari ini tidak masuk kantor, kmau tahu ‘kan akibat ulahmu, kita merugi dan kamu melarikan diri,”“Bukan melarikan diri Pah, aku pasti akan bertanggung jawab, papah ‘kan menyuruhku mencari istri, aku lagi berusaha pah, mencari istri seperti kiteria papah, anak seorang pengusaha, supaya bisa menyelamatkan usaha kita yang diambang kebangkrutan,”jawab DanielTanpa menunggu jawaban Frans, Daniel langsung menutup ponsel dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur.Sementara itu di loby hotel, Nazha terlihat masih cemberut dan menunggu tak
“Pernikahanku dipertaruhkan,”Nazha berkata dengan tegas“Ini demi Bara, jika Devon tidak melakukannya maka akan sulit membawa Bara kembali, tolonglah Naz…redam amarahmu,”mohon Yuni“Ha..ha..Naz lihat saja, Devon pasti masuk perangkap pernikahan yang katanya hanya pura-pura, kamu telah dikhianati Devon,”timpal Reymon sambil tertawa puas“Rey…dia!”gertak YuniNazha menghala napas berat lalu melangkah cepat meninggalkan apartemen, Yuni pun mengejar tapi ia kehilangan Nazha ketika Nazha masuk ke liftReymon tertawa puas melihat Nazha yang terlihat frustasi“Ini baru permulaan aku belum puas jika belum melihatmu hancur,”gumam ReymonNazha terus berjalan ke jalan lalu menaiki taksi, sementara Yuni berusaha menghubungi Devon“Hallo Devon?”“Ada apa Tante?”“Nazha tahu jika kamu ke Singapura bersama Vidya, ia juga tahu tentang pernikahan puar-pura ini, tapi seperti yang aku duga dia sangat marah dan kecewa,”jelas Yuni“Aku akan meneleponnya Tente dan berusaha menjelaskannya,”jawab DevonDevo
“Lebih baik kamu keluar dari kamar ini, kamu tahu ‘kan kesehatan Nazha sedang tidak baik, seharusnya kamu jaga ucapanmu itu!”bentak Yuni dengan mata menajam kearah ReymonReymon terlihat kesal, lalu ia memungut pecahan ponselnya dari lantai dan pergi keluar kamar.Yuni menghela napas lega dan kembali menatap Nazha.“Naz..jangan berpikir yang buruk tentang Devon, Tante jamin, Devon adalah suami yang setia, dia sangat mencintaimu,”jelas Yuni“Jangan khawatir Tante, aku sudah tak percaya dengan ucapan Reymon, ia bilang Devon saat ini menikah, sungguh pernyataan penuh kebohongan,”jawab Nazha“Oke, Naz, aku ingin kamu diperiksa Dokter sebelum keluar dari rumah sakit,”Nazha mengangguk, lalu Yuni memanggil Dokter. Beberapa menit kemudian Nazha sudah diperiksa Dokter dan diizinkan untuk kembali ke rumah.Nazha dan Yuni sudah kembali ke rumah, Nazha bahagia dan tangis haru mewarnai rumah saat itu, Nazha memeluk Bara sambil menangis, sejak dilahirkan ini pertama kali Nazha memeluk anaknya.“Ba
Devon tampak masih cemas, menatap ke arah Yuni.”Benar , Tante akan menikah dengan pak Mahesa?”“Ha..ha..”Yuni tertawa kecil,”Tante akan bahagia Devon, Mahesa adalah satu-satunya pria yang aku cinta, dulu waktu remaja kami menjalin asmara, tapi sayang waktu itu Mahesa dijodohkan dan dia tak bisa menepati janjinya padaku, mungkin baru berjodoh disaat usia kami menjelang senja,”jawab yuni“Aku mencemaskan Tante.”“Jangan cemaskan aku, sekarang aku lega , kamu dapat menyelamatkan pernikahanmu dengan Nazha dan Bara akan kembali,”Yuni bernapas lega“Terima kasih Tante, lalu apa yang harus aku lakukan setelah pernikahan palsu?”“Bawa Vidya, ke Singapura, disana Mahesa sudah mengadakan janji dengan seorang Dokter jiwa, lakukan pemeriksaan, jika Vidya dinyatakan sehat , kamu boleh meninggalkannya.”Yuni menjelaskan rencananya pada Devon“Oke Tante, “jawab DevonSepanjang malam itu Devon tidak bisa tidur, matanya terus menatap langit-langit kamar, ‘semoga semuanya berjalan dengan baik, sesuai re
Yuni menghela napas dalam, gagal sudah rencananya, lalu ia pun berpamitan pergi, menjauh dari rumah Vidya. Sambil melamun Yuni berjalan menuju taksi yang menunggunya, baru saja ia melangkah keluar pagar sebuah mobil sedan berhenti, dan kaca jendela mobil terbuka“Yuni…kamu Yuni ‘kan?”“Mahes..”balas YuniMahesa langsung turun dari mobil mendekati Yuni.“Kamu datang ke rumahku ada apa?”“Ini rumahmu? aku kesini menemui Vidya,”jawab Yuni sambil terbengong“Kamu mengenal Vidya?”“Aku mengenalnya waktu dia berteman dengan Meira, aku juga Tante Devon.”Mahesa tertawa renyah.”Dunia sempit sekali Yun, kabar yang aku dengar terakhir kamu pindah ke Bali, sekarang tanpaku mencari, kamu datang ke rumahku, Vidya adalah putriku,”“Jadi Vidya putrimu,”Yuni terkejut menatap Mahesa“Yuni…bisakah kita berbicara aku ingin melepas rinduku padamu?”“Baik,”jawab Yuni dengan wajah bersemu merahMahesa membuka pintu mobil dan mempersilahkan Yuni masuk, setelah itu Mahesa duduk dan menyetir mobil,“Kita aka
Taksi yang ditumpangi Nazha melaju cepat menuju kota Bandung, beberapa jam kemudian, taksi sudah sampai di sebuah rumah sakit, lalu dengan cepat Nazha berjalan menuju resepsionis dan menanyakan keberadaan Devon“Operasi Pak Devon sedang berlangsung, ibu harus menandatangani berkas persetujuan oper
“Ahh sudahlah Bu.. tak ada gunanya membahas ibu kandung Nazha, lebih baik kita focus dengan rencanaku, aku ingin sekali menyingkirkan Nazha dari apartemen ini, “ucap Sheren dahinya berkerut mulai memikirkan cara licik“Ahhh…susah sekali menyingkirkan gadis itu, “gumam Laras“Bu…lebih baik ibu pula
Pagi itu tak terlihat langit mendung, Devon sudah berangkat ke kantor,Nazha masih di dalam kamar demikian juga dengan Sheren. Hingga sebuah bel pintu membuat Nazha keluar kamar. Nazha melihat siapa yang datang, lalu ia membukakan pintu setelah tahu di luar pintu ada Andi.“Maaf Bu Nazha, saya ke s
Sheren memendam amarah atas perkataan Devon. “Aku mengandung anakmu, sedangkan Nazha mengandung anak pria misterius yang nggak jelas!”“Sheren aku tak mau berdebat denganmu, keluar dari kantorku, jangan kamu temui Nazha!”perintah Devon“Kamu harus bertangung jawab atas perbuatanmu, atau, aku sebark







