Compartilhar

BAB 40 Liburan

Autor: Endah Tanty
last update Data de publicação: 2026-04-30 19:17:58

Nazha mulai berkemas , ia berharap dua hari di Bandung cukup untuk mendapatkan informasi tentang penyebab Meira mengakhiri hudupnya. Langkah kakinya menuju keluar kamar, tas jijing besar ada di tangannya

“Aku sudah siap,”ucapnya pada Devon

Devon melempar senyum, lalu meraih tas Nazha,”Biar aku yang bawa.”

Lalu keduanya keluar apartemen menuju tempat parkir. Setelah masuk dalam mobil, jeeb itu mulai meninggalkan gedung apartemen menuju kota Bandung.

***

Dibalik jeruji besi, Reymon terlihat men
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 41 Akhirnya Terungkap

    “Boleh aku masuk “pinta NazhaWanita renta dengan daster yang kusut dan sedikit berlubang sesaat terlihat bingung, ada gurat rasa cemas di wajah tuanya.“Heumm lebih baik kamu segera pergi dari sini, tidak ada yang bisa kami bicarakan tentang kejadian delapan tahun yang lalu,”jawabnya menolak kehadiran Nazha“Kenapa ..jika tidak ada yang disembunyikan pada malam itu, kenapa anda harus takut! pertemukan aku dengan Pak Wisnu, aku akan pergi jika sudah berbicara dengan Pak Wisnu,”tegas NazhaWanita itu tidak menjawab bahkan berusaha menutup pintu, tapi tangan Nazha segera menghalau, penolakan wanita itu justru menyakinkan Nazha jika sesuatu yang buruk terjadi antara Reymon dan Meira.“Aku sudah jauh-jauh datang kesini, aku harus bertemu Pak Wisnu,”ujar Nazha“Kehadiranmu hanya akan membahayakan hidup kami, tolonglah pergi, aku tak mau Tuan Reymon tahu jika ada orang yang menanyakan kejadian malam itu,”suara wanita itu terlihat gugup dan semakin ketakutan“Jika yang anda takutkan Reymon,

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 40 Liburan

    Nazha mulai berkemas , ia berharap dua hari di Bandung cukup untuk mendapatkan informasi tentang penyebab Meira mengakhiri hudupnya. Langkah kakinya menuju keluar kamar, tas jijing besar ada di tangannya“Aku sudah siap,”ucapnya pada DevonDevon melempar senyum, lalu meraih tas Nazha,”Biar aku yang bawa.”Lalu keduanya keluar apartemen menuju tempat parkir. Setelah masuk dalam mobil, jeeb itu mulai meninggalkan gedung apartemen menuju kota Bandung.***Dibalik jeruji besi, Reymon terlihat menatap kosong, satu bulan sudah dia mendekam dipenjara dan yang lebih menyakitkan dia kehilangan perusahaannya.“Apa yang haus aku lakukan, memulai usaha itu hal yang tak mungkin,sisa penjualan R ‘building tidak cukup untuk usaha, semua ini gara-gara Nazha, “umpatnya sambil meninju dinding kamar penjara.Tiba-tiba namanya dipanggil sipir.”Rey..ada yang berkunjung.”Reymon tampak malas.”Siapa?”“Sheren,”jawab Sipir sambil membukakan jeruji besi.Reymon berjalan ke ruang kunjungan dan terlihat She

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 39 Pengakuan Tentang Cinta

    Pagi masih berselimut kabut, suasana disekitar apartemen masih sepi, beberapa penghuni apartemen berjalan -jalan menyusuri taman dan saat ini Nazha juga jalan santai di sekitaran taman, sebuah panggilan yang tak asing suaranya terdengar di telinga Nazha, dengan malas Ia membalikan badannya“Nazha..”“Iya Sheren,”jawabnya“kebetulan kita bertemu disini, ada hal penting yang akan membuatmu shock,”ujar Sheren“Hal penting apa?”“Kamu tahu jika Devon memberikan satu milyar pada Reymon supaya dia menceraikanmu,”jawab SherenNazha tidak bereaksi apapun wajahnya datar,“Kamu tak percaya dengan apa yang aku katakan, kamu harus -hati-hati dengan Devon , atau saranku lebih baik tinggalkan dia, aku takut jika Devon akan melenyapkanmu, kemudian mengambil asuransi jiwa, seperti yang akan dilakukan Reymon padamu,”jelas Sheren lagi dengan nada serius“Jadi Reymon berniat melenyapkanku demi asuransi jiwa yang akan dia dapatkan.”“Betul ..kamu harus berhat-hati dengan Devon, tingalkan dia Naz… tida

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 38 Makan Malam

    Suara bel pintu membuat keduanya menghentikan sarapan dan saling tatap“Siapa yang datang sepagi ini?”Devon bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu, waktu dibukanya terlihat kurir membawakan parcel buahKurir memberikannya pada Devon.”Ada paket untuk Nazha .”ucapnyaDevon meraihnya dan kemabli ke dalam menuju ruang makan“Dari Bu Salma untukmu, juga ada undangan makan malam, bagaimana menurutmu kita akan datang?”“Bu Salma, pemilik S’investement ‘kan kita harus datang Dev..ini akan baik untuk hubungan bisnismu ‘kan?”“Iya Naz..nanti malam kita akan datang,”ujar DevonSementara itu di kantor Dev’ group Sheren tampak cemberut di meja kerjanya hingga tepukan bahu membuatnya terjingkat kaget.“Ayo makan siang denganku?”ajak Andi“Aku tak berselara makan,”jawab ketus Sheren“Ayolah Sheren, saat ini aku rela jika harus menjadi budakmu, asalkan kamu mau bersamaku,”mohon AndiSheren menatap sinis pada Andi, lalu ia berkata,”Apapun yang aku inginkan kamu bersedia memenuhinya?”“Pasti

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 37 Meira Nazha

    Nazha memastikan jika penglihatannya tidak salah,matanya mulai fokus pada tangan Meira, gelang rantai kecil sangat mirip sekali dengan yang dipakainya, ‘ini hanya kebetulan mirip atau memang gelang yang sama’batin NazhaLalu ingatannya tertuju pada ucapan Devon, waktu bilang menikahi Nazha hanya karena Meira, lalu ketika Devon mengatakan jantungmu mungkin sama dengan Meira“Apa maksud Devon mengatakan hal itu, apa mungkin…Meira yang mendonorkan jantungnya padaku,”gumam NazhaLalu Nazha mengambil foto itu, jantungnya mulai berdetak tak beraturan, wajahnya berubah pucat, lalu dengan pelan ia berjalan keluar gudang. Tanpa berpamitan pada mbok War. Nazha berlari kecil meninggalkan rumah besar. Nazha menaiki taksi dan mobil itu melaju menuju jalanan.“Pak ..kita ke pemakaman ,”suruh Nazha pada sopir taksiTaksi pun berhenti disebuah pemakaman, Nazha turun dan berjalan pelan semakin mendekati makam Meira semakin jantungnya berdetak lebih cepat, dengan memegang dada kirinya Nazha terus

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 36 Gelang yang Sama

    Nazha berada di kamarnya usai makan malam dengan Devon, wajahnya berubah sendu ketika menatap dirinya di pantulan cermin, wajah yang terlihat lelah jauh dari kata cantik.“Apakah wanita sepertiku layak untuk dicintai ,”gumamnya pelanManit berlalu malam yang gelap tergantikan pagi yang terang , Nazha sudah sibuk di dapur ia terbiasa dengan pekerjaan rumah, menyiapkan menu makannya sendiri, sejak menjalani tranplantasi jantung semua makanan untuk dirinya sendiri disiapkan sendiri.Devon diam-diam menatapnya , pria itu sedang menikmati secangkir kopi dari balkon, sambil sesekali melihat Nazha yang tampak sibuk di dapur.Lamunanya melayang kembali delapan tahun yang lalu, waktu itu Devon sedang berada di rumah sakit dan melihat Meira yang sekarat, ia ingat betul apa yang dikatakan Meira waktu itu.“Dev..biarkan aku pergi, aku masih hidup dalam tubuh gadis yang lain,”ucap Meira dikala ituLalu perawat membawa Meira ke ruang operasi untuk tranplantasi jantung. Delapan tahun yang lalu de

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status