LOGIN“Ahh sudahlah Bu.. tak ada gunanya membahas ibu kandung Nazha, lebih baik kita focus dengan rencanaku, aku ingin sekali menyingkirkan Nazha dari apartemen ini, “ucap Sheren dahinya berkerut mulai memikirkan cara licik“Ahhh…susah sekali menyingkirkan gadis itu, “gumam Laras“Bu…lebih baik ibu pulang sekarang sebentar lagi Devon kembali,”suruh Sheren“Oke ..Sheren ibu pergi,”Laras bangkit dari duduknya dan melangkah pergi meningalkan kamar Sheren.Saat membuka pintu kamar, ia melihat Nazha sedang duduk di sofa menikmati secangkir teh.“Nazh…kamu benar-benar tak penasaran dengan ibu kandungmu, aku tak sengaja melihat ibumu tadi, dia ternyata ada di Jakarta, dan aku diam-diam mengikutinya jika kamu ingin tahu keberadan ibu kandungumu, aku bisa memberitahukannya tapi dengan satu syarat, tinggalkan Devon,”ucap LarasSenyum sinis tersunging di bibir Nazha.”Apa Sheren kurang cantik dan berbakat kenapa harus menginginkan pria yang sudah beristri,”“Sheren menginginkan Devon saat kamu masih m
Pagi itu tak terlihat langit mendung, Devon sudah berangkat ke kantor,Nazha masih di dalam kamar demikian juga dengan Sheren. Hingga sebuah bel pintu membuat Nazha keluar kamar. Nazha melihat siapa yang datang, lalu ia membukakan pintu setelah tahu di luar pintu ada Andi.“Maaf Bu Nazha, saya ke sini diminta Pak Devon mengambil berkas yang tertinggal untuk rapat ,”ucap Andi“Masuklah,”Nazha membiarkan Andi masukAndi menuju meja kerja Devon yang terdapat di sudut ruang depan, mengambil map warna merah.“Aku sudah menemukannya,”ucap Andi“Oke.”Tiba-tiba terdengar jeritan Sheren di dalam kamar“Tolong!”terak Sheren“Sheren..”Andi bergegas menuju kearah suara ia membuka pintu kamar dengan sangat cemas dan itu membuat Nazha heran‘Kenapa Andi, sangat mengkhawatirkan Sheren,’batin Nazha sambil menuju kamar Sheren melihat apa yang terjadi .Di dalam kamar Sheren menaiki sebuah meja wajahnya terlihat pucat,Tolong ada tikus,di kolong tempat tidur,”ucap Sheren“Sheren turun nanti kamu jatu
Sheren memendam amarah atas perkataan Devon. “Aku mengandung anakmu, sedangkan Nazha mengandung anak pria misterius yang nggak jelas!”“Sheren aku tak mau berdebat denganmu, keluar dari kantorku, jangan kamu temui Nazha!”perintah Devon“Kamu harus bertangung jawab atas perbuatanmu, atau, aku sebarkan foto kebersamaan kita di kamar hotel,”ancam SherenDevon tersenyum getir, “Aku merasa kamu telah merencanakan niat busuk terhadapku, seharusnya aku tidak memelihara ular di kantorku,”sarkas Devon“Devon..”gertak Sheren menatap sinis Devon“Pergi Sheren , sudah kukatakan dari awal, aku tak takut dengan semua ancamanmu,”usir DevonSheren melangkah keluar, telapak tangannya mengepal, lalu melangkah pergi.Devon mendesah kasar , mulai gelisah, bukan ancaman Sheren yang ia pikirkan tapi Nazha.“Aku harus bicara pada Nazha sebelum Sheren berbicara padanya,”gumam Devon dengan langkah lebar keluar ruangan.Benar firasat Devon, saat ini Sheren sudah menemui Nazha.“Aku hamil, anak Devon jadi mun
Nazha menutup pintu dengan sangat kencang, jantungnya berdetak cepat,amarahnya membuncah, bukan pada Devon tapi pada Sheren, dia merasakan jika Sheren memperdaya Devon, kisah orang tuanya akan terulang lagi dan ia tak akan menyerah begitu saja.Ceklek..pintu terbuka terlihat Devon diambang pintu menatap nanar Nazha yang terlihat menahan marah.“Sheren mendatangimu?”tanya Devon“Iya ,dia mengatakan banyak hal, dan aku tak bisa menahanya, aku seret dia keluar dari apartemen,”jawab Nazha“Aku juga mengeluarkannya dari Dev’group.”“Kamu memecatnya Dev?”“Iya. Dan ia mengancamku akan menututku, tapi dia tak punya bukti apapun, Sheren mengatakan jika aku menarik paksa masuk ke dalam kamar, aku sudah menyuruh Andi memeriksa cctv hotel, tapi kenyataannya cctv sedang dalam perbaikan selama tiga hari tak berfungsi,”jelas Devon“Aku percaya padamu, lebih baik sesaat kita lupakan masalah ini, bagaimana jika kita makan malam diluar,”ajak NazhaDevon tersenyum ke arah Nazha menarik tubuhnya ke dal
Nazha terdiam di dalam kamarnya, menyakinkan dirinya jika Sheren memang merencanakan hal buruk.’Kamu berhasil Sheren, tapi aku tak menyerah, selama Devon menyangkalnya aku tak menyerah pada tipu muslihatmu, kamu mengunakan taktik yang sama seperti ibumu ,’batin NazhaSementara itu Devon menghubungi Andi.“Bagaimana apa kamu sudah melihat cctv, lorong kamar hotel?”tanya Devon“Maaf pak Devon cctv dalam perbaikan selam tiga hari.”jawab Andi tentu saja ia berbohong“Ck…”decian kesal keluar dari bibir Devon tak menyadari jika ia telah dikelabui Andi.Devon menutup ponselnya menatap kamar Nazha yang tertutup rapat, lalu pria berwajah tegas dan tampan itu keluar dari unit apartemenya. Kini mobil jeebnya menuju kantor Dev ‘group, disana ia mendapati Sheren sedang bekerja seakan ia tak terpengaruh oleh kejadian semalam.“Sheren, datang keruanganku!”perintah DevonSehren hanya mengganguk lalu berjalan ke arah ruangan Devon, setelah pintu ruangan tertutup Devon mulai bicara.“Aku tidak yakin aka
Sementara itu Nazha bersama dengan Salma keduanya berbincang ringan di sebuah kafe dekat apartemen.“Bagaimana keadaan kandunganmu?”tanya Salma terpancar kebahagian sambil meraba perut datar Nazha“Sehat , Bu Salma, kurang tujuh bulan lagi lahir,”jawab Nazha“Syukurlah, Naz…anggaplah aku sebagai ibumu, kamu bisa berbicara apa saja aku akan selalu mendengarkanmu,”Nazha hanya terdiam menatap wanita berusia senja tapi masih terlihat bugar dan cantik“Terima kasih Bu Salma. Salama ini tidak ada orang terdekatku yang mengatakan seperti itu, dan sekarang rasanya aneh, kita baru saja saling mengenal, tapi mengapa aku merasa nyaman saat berada didekatmu,”suara Nazha terdengar lirih.“Aku…merindukan seorang putri sepertimu, “jawab SalmaDeringan ponsel terdengar di dalam tas Nazha, dengan segera ia meraih ponselnya, dan melihat Sheren memangil video call, dengan malas Nazha mengangkatnya.“Hai Naz..saat ini aku bersama Devon, dia menodaiku Naz..”suara tangisan Sheren pecah, lalu terlihat Dev







