LOGINReymon tersenyum sinis, lalu menutup ponsel, berjalan ke arah basement parkir, wajahnya tenangnya berubah sadis matanya menajam, berjalan ke arah mobil sedan mewah miliknya. Lalu perlahan melajukan mobil keluar dari basement menuju jalanan membaur dengan kendaraan lainnya. Hari sudah gelap ketika mobil Reymon memasuki kawasan vila hutan pinus, ia melirik ke arah plastik berisi minuman keras, senyum getir tersimpul di bibirnya terlihat dingin.
Sementara itu Nazha sibuk di dapur menu sederhana dibuatnya untuk makan malam, ia sudah memastikan semua pintu dan jendala terkunci, perasaan was-was selalu menghantuinya, membayangkan sosok pria misterius mendatanginya lagi. Hingga ia lega ketika mobil Reymon sudah memasuki halaman, Nazha mengintip dari jendela, dan ia melihat suaminya turun dari mobil, di tangganya menjinjing tas plastik, dengan segera Nazha membukakan pintu dan menyambut sang suami.
“Maaf Naz, kamu pasti bosan menungguiku di vila,“ ujar Reymon.
“Nggak kok Rey, pekerjaanmu lebih penting, tapi jika kamu tak keberatan bisakah besok kita kembali ke Jakarta,” pinta Nazha.
“Kamu sudah bosan Naz, padahal rencanaku kita satu minggu lagi disini,” jawab Reymon memperlihatkan wajah kecewa dan itu membuat Nazha merasa bersalah.
“Okelah jika kamu masih ingin disini.”
“Heumm aroma masakanmu bikin aku lapar,” ujar Reymon mengusap perutnya.
“Aku memasak bahan yang ada di kulkas, ayam kecap saos mentega dan tumis udang jamur,” balas Nazha.
“Yuk kita makan,” ajak Reymon, merangkul bahu Nazha, hati Nazha terasa tercabik-cabik merasa menjadi pengkhianat atas pernikahan yang baru dua minggu itu.
Nazha dan Reymon duduk saling berhadapan, di atas meja sudah tersaji menu yang dimasak Nazha, pujian keluar dari bibir Reymon ketika menyuap menu.
“Luar biasa Naz, masakanmu benar-benar membuat ketagihan,“ puji Reymon.
“Terima kasih, Rey..” sahut Nazha mentap Reymon sejenak .
”Ada yang ingin aku bicarakan denganmu ini penting sekali,” ucap Nazha.
“Naz , kita makan dulu, lalu setelah ini aku ingin berpesta denganmu, hanya kita berdua,” jawab Reymon.
Nazha semakin gelisah, walau mulutnya mengunyah tapi hatinya memendam rasa bersalah, haruskah ia menceritakan kejadian aneh semalam, atau diam saja, toh ia tak punya bukti apa pun tentang kehadiran orang asing semalam.
“Rey, apakah ada orang lain yang tahu nomer sandi rumah ini,”
“Ada, kenapa?”
“Siapa Rey?”
“Asisiten paruh waktu, yang aku pekerjakan, Kamu jangan takut wilayah ini aman, tidak pernah ada kejadian kriminal, kamu tak usah ketakutan seperti itu,” jelas Reymon.
Malam semakin larut , setelah makan malam usai, Reymon dan Nazha menghabiskan waktu di ruang depan menikmati beberapa botol minuman kears, Reymon sengaja menuangkan miniman ke gelas Nazha.
“Rey, sudah aku tak kuat, aku tak pernah minuman seperti ini,” pinta Nazha.
“Ayolah Naz, temani aku malam ini aku janji akan membuatmu bahagia,”
Nazha berpikir jika Reymon dalam keadaan mabuk mungkin ia tak menyadari jika dirinya sudah tak suci lagi.
“Baiklah aku akan minum,,” jawab Nazha, menuangkan minuman ke gelas milik Reymon juga miliknya.
“Nah begitu, itu baru istriku,” celoteh Reymon sambil tertawa, waktu menunjukkan jam setengah dua belas, Nazha sudah tak sadarkan diri tubuhnya terkulai di sofa, sebaliknya Reymon masih tersadar, manatap dalam tubuh semampai dengan kulit putih yang di balut dres panjang warna putih gading.
“Kamu memang cantik, sangat cantik tapi sayang aku tak tertarik, aku lebih tertarik dengan uang yang kamu hasilkan, 500 juta untuk keperawananmu, 300 juta untuk permainan kedua,” gumam Reymon tersenyum sinis
Ceklek suara pintu terbuka, seorang pria terlihat lalu perlahan melangkah mendekati tubuh Nazha sambil menaruh sejumlah uang diatas meja.
“Bawalah ke kamar dia milikmu ,” suruh Reymon.
Pria yang sengaja menutup wajahnya dengan masker dan topi hingga Reymon tak bisa melihat wajahnya itu, langsung menggangkat rubuh Nazha.
Senyum terukir sinis terlihat di wajah Reymon, entah apa yang ada dibenak pria itu kenapa tega sekali menjual istrinya pada pria yang tak dikenalnya.
Pria misterius mengangkat tubuh Nazha membawa ke kamar, pria itu sesekali menatap wajah cantik alami, tanpa poles make up, bibirnya merahnya juga terlihat lembut,
‘Kamu sungguh cantik Naz, masih sama seperti dulu…’ batin pria misterius
Sesampainya di dalam kamar, pria dengan kaos lengan panjang warna hitam membaringkan Nazha di ranjang, lalu menutup dan mengunci pintu, perlahan mendekati tubuh Nazha yang tak sadarkan diri, lalu berlahan tangan kekarnya mengusap lembut wajah Nazha, dengan pelan membuka dres hingga menyisakan pakaian dalam, lalu menutupi kembali tubuh NAzha itu dengan selimut, bukannya menguasahi tubuh Nazha tapi pria itu malah duduk di sofa.
“Maafkan aku, Naz, percayalah apa yang aku lakukan hanya untuk menyelamatkanmu dari pria hidung belang, aku akan mengeluarkanmu dari cengkraman Reymon,” gumamnya
Pria misterius mematikan lampu, sekitar dua jam berlalu, pria itu bangkit dari ranjang, ia membuat berantakan sprei dan menaruh dres Nazha di lantai seakan-akan dirinya telah bercinta.
Buaian angin pagi dan hangat sang surya menembus di celah ventilasi, Nazha yang menutup mata mulai terbangun, kepalanya terasa pening, rambutnya berantakan selimut masih menutup tubuhnya, belum lagi kesadaran penuh sebuah cambukan dengan keras menghantam tubuhnya membuat gadis itu terkejut sekaligus menahan sakit dengan cepat ia membuka mata.
“Rey, apa yang terjadi,” suara Nazha terdengar pelan dan gemetar.
“Kamu sudah tak perawan, kamu penipu,” gertak Reymon dengan wajah berubah garang tatapannya menajam.
Reymon mengangkat ikat pingang siap menghantamkan ke tubuh Nazha.
“Brak , cambukkan menghantam punggung Nazha yang saat reflek Nazha berlindung di balik selimut .
“Kemasi pakaianmu, aku akan kembalikan dirimu pada kedua orang tuamu!” perintah Reymon.
Nazha menahan rasa sakit, tapi yang membuat sakit perlakuan Reymon, tapi ia tak sepenuhnya menyalahkan Reymon kenyataannya Reymon bukanlah pria yang menghabiskan malam pertama dengan dirinya.
Pagi bersinar dengan cerah, Vidya dan Daniel kembai makan bersama pagi ini, keduanya mulai akrap“Hari ini aku akan mengajakmu ke kantorku, “ucap Daniel“Oke.”jawab Vidya tersenyum hangatSelesai makan pagi Daniel memenuhi janjinya membawa Vidya ke kantor, disana Vidya diperkenalkan dengan Frans“Vidya kenalkan ini papahku sekaligus pimpinan perusahaan.”“Vidya..”ucap Vidya“Frans,”sahut Frans. Lalu Vidya dan Frans saling berjabat tangan.“Untuk membicarakan bisnis aku harus melibatkankan Papahku, lagi pula aku belum pengalaman sama-sekali soal bisnis,”ujar Vidya“Oke, Vidya, tak perlu buru-buru, pikirkan secara matang kerja sama ini, “jawab Frans^^^Satu bulan setelah kejadian di Singapura….Hubungan Vidya dan Daniel semakin serius, keduanya sudah berkomitmen untuk menjalin cinta ditengah hubungan kerja sama perusahaan. Mahesapun merestui hubungan itu.“Baiklah Vidya sudah saatnya kamu menikah denagn pria yang mencintaimu, papah akan restui hubunganmu dengan Daniel, tapi kamu juga
Vidya menyambut uluran tangan Daniel.“Terima kasih Daniel, jika kamu bersedia, aku akan mentraktirmu makan malam,”ujar Vidya“Oke, aku tunggu undanganmu makan malam, ini nomer ponselku, “Daniel memperlihatkan nomer ponselnya kemudian Vidya meyimpan nomer DanielDaniel pun berpamitan pergi meninggalkan kamar Vidya. Ia menuju kamarnya. Deringan ponselnya berdering nyaring, Daniel menghela napas kesal, lalu mengangkat panggilan dari Frans“Dan, dimana kamu dua hari ini tidak masuk kantor, kmau tahu ‘kan akibat ulahmu, kita merugi dan kamu melarikan diri,”“Bukan melarikan diri Pah, aku pasti akan bertanggung jawab, papah ‘kan menyuruhku mencari istri, aku lagi berusaha pah, mencari istri seperti kiteria papah, anak seorang pengusaha, supaya bisa menyelamatkan usaha kita yang diambang kebangkrutan,”jawab DanielTanpa menunggu jawaban Frans, Daniel langsung menutup ponsel dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur.Sementara itu di loby hotel, Nazha terlihat masih cemberut dan menunggu tak
“Pernikahanku dipertaruhkan,”Nazha berkata dengan tegas“Ini demi Bara, jika Devon tidak melakukannya maka akan sulit membawa Bara kembali, tolonglah Naz…redam amarahmu,”mohon Yuni“Ha..ha..Naz lihat saja, Devon pasti masuk perangkap pernikahan yang katanya hanya pura-pura, kamu telah dikhianati Devon,”timpal Reymon sambil tertawa puas“Rey…dia!”gertak YuniNazha menghala napas berat lalu melangkah cepat meninggalkan apartemen, Yuni pun mengejar tapi ia kehilangan Nazha ketika Nazha masuk ke liftReymon tertawa puas melihat Nazha yang terlihat frustasi“Ini baru permulaan aku belum puas jika belum melihatmu hancur,”gumam ReymonNazha terus berjalan ke jalan lalu menaiki taksi, sementara Yuni berusaha menghubungi Devon“Hallo Devon?”“Ada apa Tante?”“Nazha tahu jika kamu ke Singapura bersama Vidya, ia juga tahu tentang pernikahan puar-pura ini, tapi seperti yang aku duga dia sangat marah dan kecewa,”jelas Yuni“Aku akan meneleponnya Tente dan berusaha menjelaskannya,”jawab DevonDevo
“Lebih baik kamu keluar dari kamar ini, kamu tahu ‘kan kesehatan Nazha sedang tidak baik, seharusnya kamu jaga ucapanmu itu!”bentak Yuni dengan mata menajam kearah ReymonReymon terlihat kesal, lalu ia memungut pecahan ponselnya dari lantai dan pergi keluar kamar.Yuni menghela napas lega dan kembali menatap Nazha.“Naz..jangan berpikir yang buruk tentang Devon, Tante jamin, Devon adalah suami yang setia, dia sangat mencintaimu,”jelas Yuni“Jangan khawatir Tante, aku sudah tak percaya dengan ucapan Reymon, ia bilang Devon saat ini menikah, sungguh pernyataan penuh kebohongan,”jawab Nazha“Oke, Naz, aku ingin kamu diperiksa Dokter sebelum keluar dari rumah sakit,”Nazha mengangguk, lalu Yuni memanggil Dokter. Beberapa menit kemudian Nazha sudah diperiksa Dokter dan diizinkan untuk kembali ke rumah.Nazha dan Yuni sudah kembali ke rumah, Nazha bahagia dan tangis haru mewarnai rumah saat itu, Nazha memeluk Bara sambil menangis, sejak dilahirkan ini pertama kali Nazha memeluk anaknya.“Ba
Devon tampak masih cemas, menatap ke arah Yuni.”Benar , Tante akan menikah dengan pak Mahesa?”“Ha..ha..”Yuni tertawa kecil,”Tante akan bahagia Devon, Mahesa adalah satu-satunya pria yang aku cinta, dulu waktu remaja kami menjalin asmara, tapi sayang waktu itu Mahesa dijodohkan dan dia tak bisa menepati janjinya padaku, mungkin baru berjodoh disaat usia kami menjelang senja,”jawab yuni“Aku mencemaskan Tante.”“Jangan cemaskan aku, sekarang aku lega , kamu dapat menyelamatkan pernikahanmu dengan Nazha dan Bara akan kembali,”Yuni bernapas lega“Terima kasih Tante, lalu apa yang harus aku lakukan setelah pernikahan palsu?”“Bawa Vidya, ke Singapura, disana Mahesa sudah mengadakan janji dengan seorang Dokter jiwa, lakukan pemeriksaan, jika Vidya dinyatakan sehat , kamu boleh meninggalkannya.”Yuni menjelaskan rencananya pada Devon“Oke Tante, “jawab DevonSepanjang malam itu Devon tidak bisa tidur, matanya terus menatap langit-langit kamar, ‘semoga semuanya berjalan dengan baik, sesuai re
Yuni menghela napas dalam, gagal sudah rencananya, lalu ia pun berpamitan pergi, menjauh dari rumah Vidya. Sambil melamun Yuni berjalan menuju taksi yang menunggunya, baru saja ia melangkah keluar pagar sebuah mobil sedan berhenti, dan kaca jendela mobil terbuka“Yuni…kamu Yuni ‘kan?”“Mahes..”balas YuniMahesa langsung turun dari mobil mendekati Yuni.“Kamu datang ke rumahku ada apa?”“Ini rumahmu? aku kesini menemui Vidya,”jawab Yuni sambil terbengong“Kamu mengenal Vidya?”“Aku mengenalnya waktu dia berteman dengan Meira, aku juga Tante Devon.”Mahesa tertawa renyah.”Dunia sempit sekali Yun, kabar yang aku dengar terakhir kamu pindah ke Bali, sekarang tanpaku mencari, kamu datang ke rumahku, Vidya adalah putriku,”“Jadi Vidya putrimu,”Yuni terkejut menatap Mahesa“Yuni…bisakah kita berbicara aku ingin melepas rinduku padamu?”“Baik,”jawab Yuni dengan wajah bersemu merahMahesa membuka pintu mobil dan mempersilahkan Yuni masuk, setelah itu Mahesa duduk dan menyetir mobil,“Kita aka
Nazha hampir tak percaya dengan ucapan Reymon, jika Reymon memang tidak masuk ke kamar , lalu siapa pria yang semalam bercinta dengannya, pikirannya mulai berkecamuk dan menatap Reymon yang berjalan menaiki tangga lantai dua.Nazha merasakan tubuhnya tak bertulang membayangkan betapa liarnya perm
Suasana pagi itu terasa meriah, tidak banyak tamu yang diundang, setelah sepasang pengantin mencatat pernikahan di catatan sipil, mereka menuju sebuah kafe bintang 5, para tamu undangan telah hadir menyambut pasangan muda. Senyum selalu merekah di wajah Reymon, lain halnya dengan Nazha jiwanya bero
Nazha menatap sang ibu dengan mata berkaca-kaca, wajah cantik dengan kulit putih bersih itu tak kuasa menahan air mata, permintaan sang ibu bukannya hanya membuat sedih hatinya tapi hancur dunianya, baru memasuki semester enam ia menempuh pendidikan di fakultas psikologi dan kini impiannya harus ha
Nazha berjalan pelan menuruni anak tangga, di tangannya menarik travel bag, mulutnya terkunci, tak ada pembelaan tentang tuduhan Reymon, sementara pria yang bersatus suami, duduk dengan wajah tegang dan tatapannya menajam ke arahnya.“Kamu memang jalang!” umpat Reymon.“Rey, beri aku kesempatan unt







