LOGINLaras tampak melamun, wanita tengah baya yang badannya mulai kurus itu berpikir tentang Salma sahabatnya yang dikhianati itu kini memiliki kehidupan mapan dan sukses dua perusahan telah dimilikinya berbanding terbalik dengan dirinya, bahkan tempat tinggal pun sekarang tak dimilikinya.“Aku akan menemui Salma,”gumam LarasLaras menatap Sheren yang dengan lahap menikmati memu makanan yang dibawanya, senyum getir dibibir Laras sedih hatinya seperti tersayat pisau, masa depan putri kesayangan hancur.Setelah menghabiskan waktu bersama selama beberapa jam, Laras berpamitan pulang. Wajah lelah terlihat jelas tapi rasa penasarannya mengalahkan rasa lelahnya setelah beristirahat sejenak di rumah susun sederhana, ia melangkahkan kakinya menuju jalanan lalu menaiki ojek online. Montor melaju cepet menuju pemukiman elit tempat Salma tinggal, waktu sekitar jam delapan malam ketika Laras sampai di rumah Salma, dua mobil mewah terparkir dihalaman rumah. Setelah memberi intruksi pada tukang ojek
Devon menghela napas panjang setelah kepergian Andi dari kantornya, ia sangat menyayangkan penghianatan Andi. Tiba-tiba ketukan pintu ruangan terdengar Devon menyuruh masuk sipengetuk pintuCeklek!ketika pintu terbuka terlihat Nazha diambang pintu sambil tersenyum di tangannya menjinjing rantang makanan.“Aku membawakanmu makan siang,”ucap Nazha dengan senyum hangatnya“Terima kasih Naz…seharusnya kamu tak perlu repot-repot, “jawab Devon lalu beralih duduk di sofaNazha menyiapkan makan siang diatas meja.”Bagaimana dengan Andi?”“Aku sudah memberhentikannya, dari Dev’group walau sebenarnya aku sangat menyayangkan kejadian ini, tapi aku harus menghukumnya,”jawab Devon“Kamu benar, aku berharap Andi dan Sheren sadar setelah peristiwa ini dan memilih hidup normal,menjalani pernikahan,”kata Nazha penuh harap“Aku juga berharap seperti itu, “Kedua pasangan suami istri itu mulai menyuap menu makan siang, keduanya semakin dekat, Devon menunjukan rasa cinta dan kasih sayangnya pada Nazha, de
Wajah Sheren langsung pucat, tak menyangka Devon memiliki rekaman cctv dan mengungahnya, kini ia menatap pintu kamar menunggu reaksi Devon dan Nazha. Benar tak lama pintu terbuka dan terlihat Nazha tersenyum penuh kemenangan“Bagaimana unggahan vidio balasan dari Devon, tanpa kami menjelaskan semua pasti sudah mengerti siapa kamu sebenarnya, “ucap Nazha“Sheren..sudah terbukti, apa yang kamu katakan adalah kebohongan dan benih dalam raihimmu aku yakin milik Andi,”timpal DevonSheren meremas ujung bajunya, wajahnya berubah panik dan sekaligus marah, akal sehatnya mulai terguncang, dengan cepat ia meraih gunting berlanjut menyerang Nazha,untuglah Devon bergerak cepat melindungi tubuh Nazha dengan punggungnya“Ahhh…”teriak Devon ketika ujung gunting yang tajam menghamtam pungungnya, lansung pungung itu tersayat oleh ujung gunting yang tajam.“Dev…”teriak NazhaDevon menyuruh Nazha untuk mundur dan ia dengan cepat menarik tangan Sheren dan melumpuhkan wanita yang terlihat dibakar amarah.
Nazha menatap layar ponselnya wajahnya terlihat sedikit tenang, apa yang dia yakini tentang Sheren sudah ada buktinya, setelah pembicarannya dengan Salma selesai, Nazha berniat menemui Devon di kantor, kini langkah kakinya menuju ruangan Devon, banyak mata yang diam-diam menatapnya.Ceklek, pintu ruangan Devon terbuka, lalu Nazha melempar senyum pada Devon.“Naz..kamu sudah tahu tentang ungahan di group karyawan?”“Sudah..”jawab tenang Nazha seakan tak terpengaruh dengan apa yang terjadi“Apa yang harus aku lakukan pada Sheren ia sudah gila,”umpat Devon“Aku memiliki bukti jika Andi dan Sheren memiliki hubungan, dan Sheren merencanakan menjebakmu sejak pertama kali di Bogor menangani proyek hotel, lihatlah Dimas berhasil merekam jika Andi semalaman berada di kamar hotel bersama SherenDevon sangat penasaran dengan cepat meraih ponsel Nazha, dan melihat video itu. Devon mulai mengamati,.“Pantas saja Andi bergelagat aneh, jika begitu kita harus cari bukti lagi Naz..aku akan pergi ke hot
“Ahh sudahlah Bu.. tak ada gunanya membahas ibu kandung Nazha, lebih baik kita focus dengan rencanaku, aku ingin sekali menyingkirkan Nazha dari apartemen ini, “ucap Sheren dahinya berkerut mulai memikirkan cara licik“Ahhh…susah sekali menyingkirkan gadis itu, “gumam Laras“Bu…lebih baik ibu pulang sekarang sebentar lagi Devon kembali,”suruh Sheren“Oke ..Sheren ibu pergi,”Laras bangkit dari duduknya dan melangkah pergi meningalkan kamar Sheren.Saat membuka pintu kamar, ia melihat Nazha sedang duduk di sofa menikmati secangkir teh.“Nazh…kamu benar-benar tak penasaran dengan ibu kandungmu, aku tak sengaja melihat ibumu tadi, dia ternyata ada di Jakarta, dan aku diam-diam mengikutinya jika kamu ingin tahu keberadan ibu kandungumu, aku bisa memberitahukannya tapi dengan satu syarat, tinggalkan Devon,”ucap LarasSenyum sinis tersunging di bibir Nazha.”Apa Sheren kurang cantik dan berbakat kenapa harus menginginkan pria yang sudah beristri,”“Sheren menginginkan Devon saat kamu masih m
Pagi itu tak terlihat langit mendung, Devon sudah berangkat ke kantor,Nazha masih di dalam kamar demikian juga dengan Sheren. Hingga sebuah bel pintu membuat Nazha keluar kamar. Nazha melihat siapa yang datang, lalu ia membukakan pintu setelah tahu di luar pintu ada Andi.“Maaf Bu Nazha, saya ke sini diminta Pak Devon mengambil berkas yang tertinggal untuk rapat ,”ucap Andi“Masuklah,”Nazha membiarkan Andi masukAndi menuju meja kerja Devon yang terdapat di sudut ruang depan, mengambil map warna merah.“Aku sudah menemukannya,”ucap Andi“Oke.”Tiba-tiba terdengar jeritan Sheren di dalam kamar“Tolong!”terak Sheren“Sheren..”Andi bergegas menuju kearah suara ia membuka pintu kamar dengan sangat cemas dan itu membuat Nazha heran‘Kenapa Andi, sangat mengkhawatirkan Sheren,’batin Nazha sambil menuju kamar Sheren melihat apa yang terjadi .Di dalam kamar Sheren menaiki sebuah meja wajahnya terlihat pucat,Tolong ada tikus,di kolong tempat tidur,”ucap Sheren“Sheren turun nanti kamu jatu







