Inicio / Romansa / BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA / Bab 7 Musang Berbulu Domba

Compartir

Bab 7 Musang Berbulu Domba

Autor: Endah Tanty
last update Fecha de publicación: 2026-03-27 20:07:34

meraih travel bagnya, dengan membantu Agung berjalan, ia meninggalkan unit apartemen, setelah meninggalkan catatan untuk Dimas, karena Nazha lupa meminta nomer ponsel Dimas.

Tiga puluh menit berlalu, Reymon sudah di depan apartemen ada rasa heran kenapa Nazha bisa tingal di apartemen yang cukup mewah tapi rasa penasarannya ditepisnya, ia tak perduli, yang penting bisa membawa Nazha.

Nazha tersentak dari lamunanya ketika ponselnya tiba-tiba berdering, dengan cepat diraihnya benda pipih diatas meja, ia sedikit ragu karena dilayar tertera nomer Reymon.

“Hallo Rey,” sapa Nasha dengan nada ragu.

“Naz..aku ingin bicara denganmu, bisakah besok kita bertemu.” nada suara Reymon terdengar pelan dan lembut.

“Apa kamu  akan membicarakan masalah perceraian?”

“Tidak Naz…aku ingin membahas kesalahpahaman kita, kamu   share lokasinya besok siang aku akan menjemputmu,” pinta Reymon.

“Baiklah.”

Nazha menutup ponsel, wajahnya berkerut heran, kenapa Reymon berubah lembut padanya padahal kemarin ia begitu buasnya menyalahkannya dan bahkan menghinanya.   

Nazha mencoba memejamkan matanya hingga akhirnya ia terlelap, beberapa jam kemudian, ia tersentak bangun karena mimpi buruk, dalam mimpi itu bayangan pria malam itu hadir kali ini ia menarik membawa Nazha pergi.

Napas  Nazha sampai tersengal-segal walau itu cuma mimpi tapi terasa nyata.

“Siapa pria itu, kini ia hadir dalam mimpi burukku,” gumam Nazha sambil mengusap keningnya yang berkeringat.

Nazha kembali menangis, air mata meleleh di pipinya, mengingat kejadian malam itu.  Sepanjang malam itu ia tak bisa tidur, kepalanya terus berputar mengingat wajah pria yang merengut kesuciannya dan menghancurkan pernikahannya. Ia hanya bisa merasakan badan kekar pria itu, hampir sama dengan tubuh yang dimiliki Reymon.

***

Sementara itu Reymon, sedang duduk di kursi dengan fokus ke layar laptop,  ia melihat berbagai kriminal melenyapkan orang yang terlihat seperti  kecelakaan.

‘Apa yang akan aku lakukan pada Nazha, supaya terlihat seperti kecelakaan,’ batin Reymon dengan wajah serius.

“Siapa yang akan kamu lenyapkan?” Tiba-tiba suara berat dari belakang membuat Reymon berjingkat terkejut sambil menoleh ke arah belakang sofa.

“Shit… kamu bikin jantungku terhenti!” bentak Reymon menatap tajam seorang pria yang sudah berdiri di belakangnya, di tangannya memegang sebotol soft drink.

“Siapa yang akan kamu lenyapkan hingga kamu serius mencermati kasus kriminal,” cerca pria berwajah tegas.

“Bukan urusanmu, kenapa kamu tak hadir dalam pernikahanku,” balik tanya Reymon

“Pekerjaanku banyak, dari tadi aku mencari adik iparku, kenapa dia tidak ada, apa kamu belum membawanya ke rumah ini?”

“Itu bukan urusanmu Devon, lagi pula aku tak mencintai  Nazha,“ jawab Reymon pada kakaknya.

Pria yang benama Devon tersenyum getir, lalu duduk di sebelah Reymon menepuk punggung adiknya. ”Lantas kamu ingin menyingkirkannya?”

Reymon tak menjawab pertanyaan kakak kandung yang hanya selisih dua tahun itu, ia hanya tersenyum misteri lalu membawa laptop ke kamarnya.

Devon menghabiskan  soft drink di tangannya, hubungannya dengan adiknya memang tak pernah baik sejak pembagian warisan yang dirasa tidak adil, Reymon mendapatkan peninggalan orang tuanya lebih banyak termasuk perusahaan yang bergerak di bidang property, Devon, hanya mendapatkan sejumlah uang  untuk memulai membuka usaha kafe dan night clup di Bali.

Sedangkan bisnis yang yang dipegang oleh Reymon justru terancam bangkrut,  oleh karena itu Reymon memakai segala cara untuk menyelamatkan keuangan perusahaannya.

***

Sementara itu Dimas pria yang menolong Nazha meminjamkan apartemen miliknya terlihat memasuki loby hotel, dengan langkah cepat ia menuju kafe hotel, ada seorang wanita berusia 50 tahunan sedang duduk di kursi, mata tajamnya seakan menyuruh Dimas untuk duduk.

“Bagaimana keadaan Nazha, apa kamu sudah tahu kenapa suaminya mengusirnya?”

“Ini rekaman pembicaraan Nazha dan Pak Agung di dalam  apartemen.” Dimas memutar rekaman pembicaraan Nazha dan Agung.

Wanita yang tampak cantik di usia senjanya itu mendengarkan setiap percakapan yang terdengar dalam rekaman..

“Jadi ada pria yang menodai Nazha di malam pertamanya?” gumam  wanita berpenampilan sederhana tapi terlihat elegan.

“Iya Nyonya Salma, itu sebabnya Nazha, ingin melihat rekaman cctv, karena ingin mengetahui siapa pria yang menodainya,” jawab Dimas.

“‘Apa kamu yakin tidak ada yang mencurigakan?”

“Cctv di vila tidak menangkap apapun kejadian di depan vila Reymon,” jelas Dimas.

Wanita yang bernama Salma tampak semakin serius, keningnya berkerut. Lalu kembali menatap Dimas.

“Aku ingin kamu menyakinkan Nazha, supaya ia tetap tinggal di apartemen itu, aku dan tawarkan dia pekerjaan, dia sedang mencari pekerjaankan ‘kan?”

“Tapi apa dia tidak curiga jika kita sudah dari awal menguntitinya?”

“Buatlah senatural mungkin, jangan sampai dia curiga jika kita memang berniat membantu menyelesaikan masalahnya,”

“Bu Salma, kenapa tidak menemuinya dan mengakui jika Anda adalah ibu kandungnya,” saran Dimas.

Salma menghela napas dalam, kepalanya tertunduk, menyembunyikan air bening yang menggantung di matanya, dan terasa air itu menetes, dengan pelan diusapnya dan pelan mendongakkan kepalanya.

“Apa pantas, aku ibu yang meninggalkanya sejak ia berumur dua tahun, bahkan saat aku seharusnya mengajarinya berbicara, aku meninggalkan hanya karena rasa egoisku, sakit hatiku atas pengkhianatan Agung dan Laras. Seharusnya sebagai seorang ibu aku membawa juga Nazha, tapi aku tak peduli akan hidupnya, aku meninggalkan begitu saja,” jelas Salma.

“Tapi sekarang berbeda,  Nazha sangat membutuhkan kehadiran ibu kandungnya , ia  saat ini terpuruk ia membutuhkan pelukan seorang ibu.  Bu Laras dan Adiknya bahkan tak peduli lagi,” ungkap Dimas.

“Jika  suamiku tahu aku memiliki anak, dia pasti akan menceraikanku dan aku kembali miskin tanpa dukungan finansialnya, aku belum siap, saat ini aku merintis usaha di Jakarta dan aku masih membutuhkan dukungan finansial dari Frans, suamiku.

***

Di pagi itu Nazha terbangun, ia sudah memasak menu sederhana untuk sarapan, Sementar Agung sudah terbangun, ia berjalan menggunakan  tongkat keluar dari kamar.

“Ayah, biar aku bawakan ke kamar saja, untuk sarapannya,” ujar Nazha.

“Tidak usah Naz, keadaan ayah jauh lebih baik, sekarang, aku sudah bisa menggunakan tongkat lagi,”jawab Agung berusaha terlihat kuat dihadapan Nazha.

“Baiklah duduklah.” Nazha menarik kursi makan dan membantu sang ayah duduk.

Keduanya menikmati makan pagi, sederhana, Sebuah chat masuk  ke ponsel Nazha, dengan cepat Nazha meraih benda pipih yang tergeletak di meja makan, lalu dibacanya chat dari Reymon.

{Naz…shere lokasi akan menjemputmu dan Pak Agung}

Nazha sempat ragu, tapi ia menatap sang ayah, yang membuat keraguannya memudar .lalu Nazha mengshare lokasi kemudian chat Reymon masuk lagi.

{Tunggulah 30 menit, aku akan menjemputmu}

Nazha lalu mematikan ponselnya dan menatap sang Ayah.

“Ayah…Reymon akan menjemput kita, dia akan memperbaiki hubungan kami,” ucap Nazha.

“Ohh..syukurlah Naz, ayah akan tenang jika pernikahanmu tak jadi hancur,” jawab Agung senyum kecil dan harapan akan kebahagiaan sang putri terukir di bibirnya yang keriput.

Nazha Reymon membuka pintu mobil, dan bersikap lembut pada Nazha dan Agung. Ia bahkan membantu Agung untuk masuk ke dalam mobil.

“Naz, aku minta maaf atas perlakuanku, dan aku ingin memperbaikinya,” ucap Reymon bernada lembut.

Nazha hanya tersenyum. “Kita akan kemana, apa kamu kamu akan mengembalikan rumah ayahku?”

“Maaf Naz, rumah itu sudah terjual, sebagai gantinya, aku aku sudah menyiapkan rumah untuk Pak Agung dan Bu Laras, ya ..meskipun tidak mewah tapi nyaman, sedang kamu ikut denganku  ke rumahku,” jawab Reymon.

“Pergilah dengan Reymon, jangan pikirkan Ayah,” ucap Agung pada Nazha.

Nazha menoleh ke arah Agung, tampak  sedih lalu memeluk sang ayah seakan perpisahan yang terakhir kali.

Mobil Reymon melaju cepat ke arah pingiran Jakarta  lalu melambat ketika memasuki kawasan pemukiman dan mobil berhenti di sebuah rumah sederhana tapi  bersih.

“Nah kita sudah sampai, Pak Agung akan tinggal disini, aku sudah menghubungi Bu Laras, sebentar lagi pasti sampai,” ucap Reymon.

Apa yang dikatakan Reymon benar, tak berselang lama, Laras datang dengan taksi, lalu turun membawa tas jinjing besar.

“Nazha, sekarang kau pergilah bersama suamimu, aku akan menjaga ayahmu,” ucap Laras sambil tersenyum hangat.

Nazha menjadi lega, lalu kembali berpamitan dengan sang ayah, dengan wajah sedih tapi juga tenang, akhirnya Nazha pergi bersama Reymon.

Sebelum menyetir mobil, Reymon mengirim chat pada Laras.

{Temani Pak Agung, sampai rencanaku berhasil, uang sudah aku transfer ke rekening Bu Laras}

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 61 Kasih Ibu

    Nazha duduk di jok samping Devon yang tengah focus menyetir, tatapannya kosong ke jalanan, tak berkedip, manik mata cokelat tampak berkaca-kaca, memantulkan cahaya lampu kota, hatinya teramat sedih, dua puluh tahun tak pernah bertemu ibu kandungnya, haruskah pertemuan ini dilengkapi dengan tragedi.“Naz…jangan besedih, Bu Salma akan segera pulih,”hibur Devon ekor matanya melirik Nazha“Dia ..ibu kandungku, Bu Salma adalah ibu kandungku,”gumam Nazha pelan“Naz..kamu bicara apa,”Devon sekilas menatap Nazha karena mendengar Nazha berucap sesuatuMata berkaca-kaca itu akhirnya menumpahkan buliran bening ke pipinya, membuat Devon semakin cemas akan kesedihan Nazha,. Devon mempercepat laju mobilnya di jalanan yang lengang, dalam hitungan menit, ia telah sampai di aparteman, mobil jeebnya berhenti diare parkir, kemudian, membantu Nazha untuk masuk ke lift.“Kamu harus isrtirahat, badanmu demam,” ucap Devon ketika melangkahkan kaki masuk ke dalam kamar apartemen,Devon mengambilkan obat per

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 60 Balas dendam

    “Bu Salma!”teriak Nazha ketika melihat sebuah mobil menabrak tubuh Salma hingga terpentalKerumunan orang berusaha melihat keadaan Salma, beberapa orang ada yang segera menelepon ambulance, jalan sektika menjadi macet, Nazha yang masih bersimpuh di jalan karena kaki yang cidera tidak bisa berbuat apa-apa, dengan berusaha sekuat tenaga ia berjalan melihat keadaan Salma.“Bu Salma..”Nazha langsung berjongkok mengusap wajah wanita yang telihat terluka parah.Tidak lama terdengar suara sirene mobil polisi dan ambulance, dengan cepat tubuh Salma dibawa, Nazha mendampingi Salma sambil menangis“Apa Anda mengenal korban?”tanya dokter“Iya, saya mengenalnya, “jawab Nazha“Jika begitu hubungi keluarganya secepatnya, kemungkinan dia membutuhkan tindakkan,”suruh dokter“Baik.”Nazha menghubungi Dimas tangannya gemertar.“Ha..hallo Dimas..Bu Salma kecelakaan,”suara Nazha diiringi tangis“Kecelakaan, sekarang dibawa di rumah sakit mana?”“Rumah sakit Medika Internasional, kami segera sampai,t

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 59 Tragedi

    Hampir satu jam Daniel, memeriksa semua dokumen dan ia mulai putus asa, lalu tatapannya beralih pada laptop diatas meja, Daniel, mendekati ke arah meja dan membuka laptop lalu menyalakannya,tapi sayang laptop dikunci dengan nomer kombinasi.“Ahhh sial, bagaimana aku akan mencari tahu apa yang disembunyikan Ibu Salma, aku yakin Ibu Salma ada hubunganya dengan S’kontruksi,”Daniel menutup kembali laptop, lalu merapikan meja dan melangkah pergi meningalkan kantor, kini Daniel, sudah menyetir mobilnya, menembus jalanan ibu kota dan berhenti tepat di depan kantor S’kontruksi.“Siapa pemilik S’ kontruksi aku akan mencari tahu,”gumamnya lalu turun dari mobil, didepan kamtor ada satu security“Selam malam pak, ada yang bisa kami bantu?”tanya security“Aku ingin sekali bertemu pemilik S’kontruksi,apakah besok aku bisa menemuinya?”“Dulu pemilik S ‘kontrusi adalah pak Reymon, dan nanmanya R’ kontruksi dan beberapa bulan ini sudah diambil alih yang bertangung jawab semuanya adalah Pak Dimas,”je

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 58 Masih Tersembunyi

    Salma tertawa kecil,”Kamu tak pernah berubah, selalu ikut campur dengan rumah tanggaku,”jawab Salma“Benarkan dugaanku, waktu pertama kali kita bertemu di super market,aku bisa melihat matamu jika kamu ketakutan,”Laras pun ikut tertawa kecil“Lantas apa rencanamu, apa kamu akan memberitahukan suamiku tentang Nazha?”“Beri aku 100 juta, aku akan tutup mulut,”pinta Laras sambil terus mengunyah menu di piringnya“Heummm…”Salma bernapas panjang dan berat. lalu menatap Laras tajam“Bagaimana kamu setuju ‘kan?”tanya Laras“Oke, orang kepercayaanku, akan menghubungimu,”jawab Salma dengan tenangLaras tertawa puas, “Waktumu tiga hari mulai saat ini,”tegas Laras“Baik, “Salma berdiri dari duduknya, lalu menuju kasir resto membayar semua menu lalu pergi menuju mobilnya, di dalam mobil ia menghubungi Dimas“Hallo Dimas …seperti dugaanku, Laras memerasku, ia meminta 100 juta, untuk uang tutup mulutnya,”ucap Salma“Aku akan menanganinya Bu Salma, aku pastikan dia akan paham sekarang berhadapan d

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 57 Intimidasi

    Laras tampak melamun, wanita tengah baya yang badannya mulai kurus itu berpikir tentang Salma sahabatnya yang dikhianati itu kini memiliki kehidupan mapan dan sukses dua perusahan telah dimilikinya berbanding terbalik dengan dirinya, bahkan tempat tinggal pun sekarang tak dimilikinya.“Aku akan menemui Salma,”gumam LarasLaras menatap Sheren yang dengan lahap menikmati memu makanan yang dibawanya, senyum getir dibibir Laras sedih hatinya seperti tersayat pisau, masa depan putri kesayangan hancur.Setelah menghabiskan waktu bersama selama beberapa jam, Laras berpamitan pulang. Wajah lelah terlihat jelas tapi rasa penasarannya mengalahkan rasa lelahnya setelah beristirahat sejenak di rumah susun sederhana, ia melangkahkan kakinya menuju jalanan lalu menaiki ojek online. Montor melaju cepet menuju pemukiman elit tempat Salma tinggal, waktu sekitar jam delapan malam ketika Laras sampai di rumah Salma, dua mobil mewah terparkir dihalaman rumah. Setelah memberi intruksi pada tukang ojek

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 56 Rahasia yang Mulai Tampak

    Devon menghela napas panjang setelah kepergian Andi dari kantornya, ia sangat menyayangkan penghianatan Andi. Tiba-tiba ketukan pintu ruangan terdengar Devon menyuruh masuk sipengetuk pintuCeklek!ketika pintu terbuka terlihat Nazha diambang pintu sambil tersenyum di tangannya menjinjing rantang makanan.“Aku membawakanmu makan siang,”ucap Nazha dengan senyum hangatnya“Terima kasih Naz…seharusnya kamu tak perlu repot-repot, “jawab Devon lalu beralih duduk di sofaNazha menyiapkan makan siang diatas meja.”Bagaimana dengan Andi?”“Aku sudah memberhentikannya, dari Dev’group walau sebenarnya aku sangat menyayangkan kejadian ini, tapi aku harus menghukumnya,”jawab Devon“Kamu benar, aku berharap Andi dan Sheren sadar setelah peristiwa ini dan memilih hidup normal,menjalani pernikahan,”kata Nazha penuh harap“Aku juga berharap seperti itu, “Kedua pasangan suami istri itu mulai menyuap menu makan siang, keduanya semakin dekat, Devon menunjukan rasa cinta dan kasih sayangnya pada Nazha, de

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status