Partager

CHAPTER 4

Auteur: Deyana
last update Date de publication: 2026-10-21 15:18:51

Elara berada di perpustakaan, dia terlalu malas harus berhadapan dengan Selena dan antek-antek nya saat ini.

Tersisa satu hari lagi, dan besok seluruh sekolah akan libur semester dan libur akhir tahun, jadi libur kali ini termasuk libur panjang.

"Elara." panggil Ethan datang sendiri.

"Hmm.? 'tanya Elara tanpa menoleh sama sekali kepada Ethan, karena dia sedang sibuk membaca buku di tangan nya.

"Kamu ga perlu taruhan seperti itu dengan Selena. " ucap Ethan membuat gerakan tangan Elara terhenti saat ingin membalik kan buku nya.

"Kenapa.? " tanya Elara mendongak dan menatap Ethan.

"Kamu ga percaya jika aku bisa mengalahkan Selena kamu itu.? " tanya Elara dengan penuh penekanan.

"Aku bukan ga percaya kamu, tapi satu sekolah juga tau kalau Selena sudah pasti akan memenangkan seleksi pemilihan kapten pemandu sorak ini. " ucap Ethan membuat Elara berdecih sinis.

"Inti nya kamu ga percaya aku Ethan, aku pergi. " ucap Elara mengemasi seluruh barang nya kedalam tas dan meninggal kan Ethan sendiri di perpustakaan.

"Kamu tunggu saja Ethan, saat waktu itu tiba kamu akan tau kalau aku mampu mengalahkan mantan pacar kamu itu. " batin Elara saat melangkah menjauh.

Ethan berdiri dan melihat punggung Elara yang perlahan mulai menjauh meninggalkan nya seorang diri di perpustakaan yang sepi ini.

...

Libur sekolah telah tiba, pagi ini Elara sudah mengemasi semua pakaian dan barang yang dia perlu kan selama berada di kampung halaman nenek nya.

Elara memutuskan untuk menghabiskan waktu libur sekolah di kampung nenek nya, disana dia bisa fokus untuk menurunkan berat badan nya, dan juga pasti nya jauh dari orang-orang yang mengenali nya.

Elara seorang gadis yatim piatu, kedua orang tua nya meninggalkan dunia saat dia duduk di bangku sekolah dasar, dan dia di besarkan oleh nenek dari ibu nya.

Ruma yang Elara tempati saat ini adalah rumah peninggalan mama dan papa nya, dan untuk nenek nya tetap berada di kampung, karena nenek lebih menyukai tinggal disana.

Elara pindah ke kota saat duduk di bangku sekolah menengah, awal nya nenek juga ikut, tapi saat memasuki SMA nenek memilih untuk tinggal di kampung menghabiskan masa tua nya.

Biaya kehidupan sehari-hari Elara selalu mendapatkan jatah dari tokoh kue peninggalan mama dan papa nya yang di percayakan kepada adik kandung mama.

Elara memang tidak sekaya para teman-teman nya, tapi dia memiliki kehidupan yang berkecukupan berkat peninggalan mama dan papa nya yang masih dijaga oleh tante nya.

"Oke saat nya berangkat. " gumam Elara segera pergi.

Elara juga sudah berpamitan kepada tante nya agar nanti tante nya tidak susah mencari nya.

Elara berangkat menuju stasiun kereta dengan taxi online yang sudah dia pesan.

Elara memilih perjalanan dengan kereta karena ingin menikmati pemandangan, kalau dengan pesawat sudah pasti akan cepat sampai nya.

"Terima kasih pak. " ucap Elara kepasa supir taxi itu setelah membayarnya.

Elara segera membeli tiket dan setelah nya dia menaiki kereta karena sebentar lagi akan segera jalan.

"Ethan, Selena, kalian akan tidak mengenali ku setelah ini. " batin Elara saat kereta yang mulai berjalan meninggalkan stasiun.

...

Dua jam lebih perjalanan Elara pun sampai di kampung halaman nenek nya.

"Nenek." teriak Elara saat melihat nenek nya yang sedang menyiram tanaman di depan rumah sederhana itu.

"Lara." ucap nenek menangis haru melihat kedatangan cucu kesayangan nya.

"Kenapa tidak mengabari nenek kalau mau pulang.? " tanya nenek saat Elara memeluk nya.

"Hehehe aku sengaja nek ngasih nenek kejutan. " ucap Elara terkekeh.

"Masih saja tidak berubah cucu nenek ini. " gurau nenek mengajak Elara masuk.

Mereka sudah berada di dalam rumah, rumah nenek selalu rapi, apa lagi bagian depan rumah ini yang selalu penuh dengan bunga-bunga indah milik nenek.

"Ayo ada apa sebenarnya,? tumben kamu pulang kampung,?" tanya nenek setelah mengambil minuman untuk Elara.

"Biasa nya kalau libur pasti lebih memilih bantu tante kamu di tokoh kue. " ucap Nenek.

Elara hanya tersenyum dan meminum minuman yang di bawa oleh nenek.

"Aku cuma kangen nenek aja. " jawab Elara.

"Bohong, nenek yang membesarkan kamu, jadi kamu tidak bisa berbohong kepada nenek. " ucap Nenek membuat Elara kembali terkekeh.

"Aku mau ikut seleksi kapten tim pemandu sorak nek. " ucap Elara yang jujur.

"Jadi aku disini ingin melakukan program penurunan berat badan, kalau di kota udah pasti aku bakalan gagal. " ucap Elara membuat nenek tersenyum.

"Ya sudah, nenek akan mendukung apa pun yang akan kamu lalukan, selagi kamu bahagia maka nenek juga akan bahagia. " ucap nenek mengelus kepala cucu.

"Makasih ya nek, karena nenek selalu mendukung aku. " ucap Elara memeluk nenek nya.

"Sudah menjadi tugas nenek itu. " balas nenek mengecup kening cucu nya.

"Sudah sana istirahat, kamar mu sudah nenek bersihkan. " ucap nenek.

"Nanti beri tau nenek makanan apa yang kamu butuhkan untuk program diet kamu ini. " ucap nenek.

"Oke nek, aku ke kamar dulu. " ucap Elara segera membawa koper nya ke kamar nya.

...

Selena dan kedua teman nya sedang nongkrong di salah satu cafe yang tak juah dari rumah Elara.

"Eh gimana kalau kita intip di gendut itu. " ucap Sarah memberikan ide.

"Ngapain ngintip dia sih.? " tanya Rania.

"Siapa tau dia lagi nangis di rumah nya karena udah terlanjur taruhan sama Selena, dan ga mungkin di tarik juga kan. " ucap Sarah membuat Selena tersenyum.

"Benar juga, abis ini kita ke sana. " ucap Selena yang setuju dengan ide Sarah.

Setelah menghabiskan makanan, mereka segera menuju rumah Elara.

"Kok sepi ya.? " tanya Rania yang duduk di bangku belakang, sedangkan Sarah yang menyetir mobil.

"Coba tanya sama tetangga nya. " ucap Selena keluar dari mobil.

"Permisi buk, mau tanya pemilik rumah ini kemana ya.? " tanya Rania kepada ibu-ibu yang sedang menyiram bunga di depan rumah nya.

"Kalian siapa,? teman nya Elara.? " tanya ibuk itu mematikan air nya.

"Iya buk, kami ada sedikit keperluan dengan Elara. " jawab Rania.

"Oh kalau Elara seperti nya memang tidak ada di rumah. " ucap ibuk itu.

"Kira-kira kemana ya buk.? " tanya Rania.

"Kalau itu saya kurang tau, saya hanya melihat Elara pergi membawa koper, bisa aja lagi liburan, karena ga bilang juga. " ucap ibuk itu.

"ya sudah buk terima kasih. " ucap Rania mengangguk.

"Sama-sama." jawab ibuk itu.

Rania kembali menghampiri kedua teman nya yang berdiri di dekat mobil.

"Gimana.? " tanya Selena.

"Ga ada di rumah, dan kata ibuk itu dia pergi bawa koper dan gw ada bilang juga mau kemana. " jelas Rania membuat Sarah tertawa.

Hahahaa

"Udah gue tebak, dia pasti kabur karena ga sanggup ngelawan Selena. " ucap Sarah.

"Masa sih sampai kabur segala. " ucap Rania.

"Kalau engga, terus dia kemana.? udah pasti kabur dan nanti pasti milih pindah sekolah karena ga sanggup nahan malu. " ucap Sarah.

"Udah mending kita cabut, gendut jelek itu udah nyerah dan posisi kapten tetap milik lo Selena. " ucap Sarah mengajak kedua teman nya pergi.

Selena sendiri tersenyum lebar, Sarah benar, pasti Elara gendut nyerah dan milih kabur karena ga sanggup menahan malu nanti nya.

Sarah segera mengendarai mobil itu meninggal rumah Elara, inti nya mereka sudah mendapatkan fakta jika Elara tidak berada di rumah nya dan berkemungkinan kabur.

.....

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Dernier chapitre

  • Bangkit nya Gadis Gemuk   CHAPTER 8

    Elara sudah siap mengenakan pakaian untuk seleksi hari ini, dia sengaja tidak mengikat rambut panjang nya, Hari ini Elara akan membuktikan kepada semua orang jika dia layak menjadi kapten tim pemandu sorak sekolah. "Di kehidupan lalu gue meninggal saat hampir mencapai semua mimpi gue, dan di kehidupan ini gue akan meraih semua nya. " gumam Elara segera menyambar tas nya dan mengunakan taxi online untuk pergi ke sekolah. Sedangkan di sekolah aula sudah penuh oleh penonton yang akan menyaksikan seleksi kapten tim pemandu sorak hari ini. Dewan juri juga sudah hadir dan duduk di kursi mereka masing-masing. Ethan juga ada di tribun penonton, dia menunggu kehadiran orang yang sudah dia cari selama ini. "Apa lo bakalan hadir hari ini Elara. " batin Ethan bertanya-tanya. Di kursi paling depan ada Selena dan kedua teman nya duduk berdampingan, Selena tersenyum penuh kemenangan, karena hari ini dia akan resmi menjadu kapten. "Lo ga percaya gue sih, udah gue bilang si gendut ga akan data

  • Bangkit nya Gadis Gemuk   CHAPTER 7

    Selena pun akhirnya tergoda dan ikut dengan Marvel untuk berjoget di lantai dansa, menikmati setiap denduman musik malam ini.Deri kejauhan Ethan melihat semua itu, Ethan terkekeh sinis melihat Selena yang berjoget ria dengan seorang pria, bahkan tak segan-segan berciuman di tempat umum.Ethan bukan tidak pernah memasuki tempat haram ini, hanya saja dia selalu memilih tempat duduk VIP ,bukan tempat duduk umum seperti Selena, karena itu selama ini tak ada yang tau Ethan ada di tempat ini."Gue ga nyangka aja lo bisa sampai sejauh ini Selena. " gumam Ethan menikmati minuman nya, Ethan tak sendiri melainkan bersama orang kepercayaan nya.Ethan sengaja mengajak orang kepercayaan, agar nanti saat sudah mabuk dia tetap aman dari segala jebakan di tempat seperti ini."Lo kalau mau minum ga papa, tapi jangan sampai mabuk. " ucap Ethan kepasa Toni yang dua tahun lebih tua dari nya."Ga usah bos, lo aja, nanti gue minum yang ada lo di bungkus sama cewek disini. " kekeh Toni bercanda dengan Etha

  • Bangkit nya Gadis Gemuk   CHAPTER 6

    Elara terus berolahraga selama hari libur nya, bukan hanya berlari pagi saja, tapi dia juga melakukan olahraga renang dan angkat beban sebisa nya.Sudah satu bulan lama nya Elara menghabiskan waktu libur sekolah nya, dan selama itu juga Elara berusaha menurunkan berat badan nya.Elara menatap pantulan diri nya di depan cermin besar yang ada di dalam kamar itu."tersisa satu bulan lagi. " gumam Elara tersenyum menatap tubuh nya."Lara ayo cepat, nanti malah ketinggalan angkot nya. " teriak nenek dari ruang tamu."Iya nek. " jawab Elara menyambar tas nya dan segera keluar dari kamar nya.Hari ini dia akan menemani nenek nya ke pasar, dan setelah dari pasar baru lah dia pergi latihan renang di tempat yang ada di kampung ini....Ethan menjadi sangat dingin saat sudah satu bulan dia tak mendapatkan kabar sedikit pun dari Elara.Ethan bahkan ke rumah Elara setiap hari untuk memastikan gadis itu sudah pulang atau belum nya."Ethan kamu kenapa.? " tanya Selena yang hari ini kembali datang ke

  • Bangkit nya Gadis Gemuk   CHAPTER 5

    Pagi hari nya Elara bangun jam enam pagi, dia segera mengganti pakaian tidur nya dengan pakaian olahraga nya. "Nenek aku mau lari pagi dulu. " ucap Elara kepada nenek nya yang sedang memasak sarapan untuk Elara. "Iya, Hati-hati Lara. " ucap Nenek yang sedang mengupas kentang. Elara menjawab dengan anggukan, setelah nya dia segera keluar rumah, dan udara pagi ini terasa sangat segar sekali dan sejuk juga. "Huh gue harus semangat. " gumam Elara yang mulai berleri kecil menuju lapangan olahraga di kampung ini. Walaupun nenek nya tinggal di sebuah kampung tapi tetap saja ada fasilitas untuk olahraga bagi masyarakat nya. Elara sampai di lapangan itu, dan ternyata ada banyak orang juga yang sedang berolahraga dan ada anak-anak juga. "Disini jauh lebih baik, Orang-orang nya tidak suka membully seperti di kota. " batin Elara yang tersenyum saat ada orang yang menyapa nya. Elara berlari kecil hampir satu jam tanpa henti, setelah nya dia segera pulang ke rumah nenek nya. "Gimana seneng

  • Bangkit nya Gadis Gemuk   CHAPTER 4

    Elara berada di perpustakaan, dia terlalu malas harus berhadapan dengan Selena dan antek-antek nya saat ini. Tersisa satu hari lagi, dan besok seluruh sekolah akan libur semester dan libur akhir tahun, jadi libur kali ini termasuk libur panjang. "Elara." panggil Ethan datang sendiri. "Hmm.? 'tanya Elara tanpa menoleh sama sekali kepada Ethan, karena dia sedang sibuk membaca buku di tangan nya. "Kamu ga perlu taruhan seperti itu dengan Selena. " ucap Ethan membuat gerakan tangan Elara terhenti saat ingin membalik kan buku nya. "Kenapa.? " tanya Elara mendongak dan menatap Ethan. "Kamu ga percaya jika aku bisa mengalahkan Selena kamu itu.? " tanya Elara dengan penuh penekanan. "Aku bukan ga percaya kamu, tapi satu sekolah juga tau kalau Selena sudah pasti akan memenangkan seleksi pemilihan kapten pemandu sorak ini. " ucap Ethan membuat Elara berdecih sinis. "Inti nya kamu ga percaya aku Ethan, aku pergi. " ucap Elara mengemasi seluruh barang nya kedalam tas dan meninggal kan Eth

  • Bangkit nya Gadis Gemuk   CHAPTER 3

    "Elara cepat minta maaf kepada Selena.! " ucap Ethan kepada Elara. "Ethan aku mohon, jangan paksa Elara lagi, aku tidak mau kalian berpisah karena diriku. " ucap Selena dengan mata basah nya. "Selena kamu terlalu baik, tapi justru ada saja yang jahat padamu. " ucap Rania yang di angguki oleh yang lain. "Benar, kita semua melihat Elara berselingkuh tapi dia justru tidak mengakui nya. " ucap Sarah yang semakin membuat suasana panas. "Ya kalian lakukan saja sesuka kan, dan terus lah memutar balikkan fakta. " ucap Elara menatap sinis mereka semua. "Cukup Elara, Selena padahal selalu membela kamu, tapi kamu justru selalu menyerang dia. " ucap Ethan mendekati Elara. "Padahal aku selalu mengira kamu memiliki kebaikan di hatimu. " lanjut Ethan menatap Elara. "Tapi seperti nya aku salah menilai. " ucap Ethan dengan hembusan nafas kasar. "Jadi kamu lebih memilih dia dari pada aku.? " tanya Elara dengan senyuman. "Baikah." ucap Elara dengan anggukan. "Iya aku memang mendekati Varo dan

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status