Se connecter"Elara cepat minta maaf kepada Selena.! " ucap Ethan kepada Elara.
"Ethan aku mohon, jangan paksa Elara lagi, aku tidak mau kalian berpisah karena diriku. " ucap Selena dengan mata basah nya. "Selena kamu terlalu baik, tapi justru ada saja yang jahat padamu. " ucap Rania yang di angguki oleh yang lain. "Benar, kita semua melihat Elara berselingkuh tapi dia justru tidak mengakui nya. " ucap Sarah yang semakin membuat suasana panas. "Ya kalian lakukan saja sesuka kan, dan terus lah memutar balikkan fakta. " ucap Elara menatap sinis mereka semua. "Cukup Elara, Selena padahal selalu membela kamu, tapi kamu justru selalu menyerang dia. " ucap Ethan mendekati Elara. "Padahal aku selalu mengira kamu memiliki kebaikan di hatimu. " lanjut Ethan menatap Elara. "Tapi seperti nya aku salah menilai. " ucap Ethan dengan hembusan nafas kasar. "Jadi kamu lebih memilih dia dari pada aku.? " tanya Elara dengan senyuman. "Baikah." ucap Elara dengan anggukan. "Iya aku memang mendekati Varo dan itu semua karena kalian berdua yang selalu bermesraan. " ucap Elara menatap sinis Ethan dan Selena. "Kalian berdua selalu bermesraan seolah kalian tidak pernah putus sama sekali. " lanjut Elara. "Cukup Elara, jangan memutar balikkan fakta atau mencari alasan lagi. " ucap Ethan dengan nada tega. "Kalau kamu beneran suka dia, kita putus sekarang juga. " ancam Ethan dengan tatapan mata tajam nya. "Engga." jawab Elara menatap Ethan. "Gua ga bisa putus dulu. " batin Elara. "Ethan putus saat ini akan mudah buat lo, gue harus selesaiin semua nya, dan nanti gue yang akan ninggalin lo dan bikin lo nyesal. " batin Elara yang tidak akan melepaskan begitu saja. "Siaalll gendut menjijikkan ini tidak mau putus dengan Ethan. " batin Selena mengepal kuat tangan nya. "Elara aku tau kamu masih meragukan Ethan, tapi kamu tidak bisa memperlakukan Ethan seperti ini. " ucap Selena dengan air mata nya. "Udah deh Selena jangan terlalu membela si gendut ini. " ucap Rania bersidekap dada. "Ethan tentu saja lebih cocok dengan kamu Selena. " ucap Sarah tersenyum miring. "Ethan pemain basket terbaik sekolah kita dan kamu kapten pemandu sorak terbaik juga, itu baru cocok nama nya. " ucap Sarah meremehkan Elara. "Well, setau gue pemilihan kapten itu masih tahun depan, dan itu arti nya temen lo belum resmi jadi kapten. " ucap Elara menatap Sarah. "Jadi lo ga tau, semua udah di putus kan yang akan menjadi kapten adalah Selena. "ucap Sarah menantang Elara. "Owh benarkan." ucap Elara mendekati Selena. "Bagaimana jika kita taruhan. " ucap Elara menatap Selena. "Gue menantang lo Selena, siapa yang akan menjadi pemenang nya, lo atau gue. " ucap Elara menatap Selena. Semua kerumunan pun tertawa mendengar ucapan Elara. "Gue ga salah dengar kan, dia pikir dia bisa jadi tim pemandu sorak. " ucap salah satu pria tertawa. "Astaga, apa dia ingin membuat lantai jebol dengan berat badan nya. " ucap salah satu gadis tertawa. "Elara, lo tau kan kalau seleksi itu cuma formalitas aja, karena yang akan menjadi kapten tetap Selena. " ucap Rania terkekeh. "Bener banget, Selena punya segala nya, bentuk tubuh nya, teknik nya, bahkan wajah nya. " ucap Sarah ikut terkekeh. "Dan lo cuma gendut jelek dan ga punya teknik apa pun, jadi apa yang bisa lo saingi sama Selena. ? " tanya Sarah menatap remeh Elara. "Cih ga tau lo aja, di kehidupan sebelumya gue adalah kapten pemandu sorak terbaik. " batin Elara yang rasa nya ingin sekali menjambak rambut Sarah. "Elara hentikan. " ucap Ethan maju dan mendekati Elara. "Kamu ga perlu seperti ini Elara, cukup minta maaf saja semua masalah selesai. " ucap Ethan yang di abaikan oleh Elara. "Bagaimana Selena apa lo nerima tantangan gue.?" tanya Elara kepada Selena. "Oke." jawab Selena tersenyum. "Tapi harus kita buat lebih menarik. " ucap Selena tersenyum lebar. "Kalau gue menang, lo harus lari keliling lapangan seperti anjin* dan berteriak dengan ucapan, lo adalah gendut jelek yang di buang oleh Ethan. " ucap Selena tersenyum jahat. Semua tertawa dan berteriak setuju dengan tantangan itu. Sarah sendiri sudah mengeluarkan ponsel nya untuk merekam semua nya. "Gue harus pastikan semua warga sekolah menonton nya. " ucap Sarah tertawa. "Dan juga semua foto lo bakalan kami sebarkan dimana pun, dan lo akan jadi terkenal dalam semalam. " ucap Rania bertepuk tangan riang seolah sedang menonton pertunjukan menarik. "Kalau lo nolak sama aja bikin malu sendiri dan kata-kata lo ga bisa di tarik lagi. " ucap Sarah tertawa bersama yang lain. Mereka semua menertawakan Elara yang konyol ingin melawan Selena yang sudah jelas akan menjadi kapten pemandu sorak sekolah ini. "Gue sepakat. " jawab Elara membuat Ethan terkejut dan Selena sendiri tawa nya terhenti. "Tapi kalau lo yang kalah, lo yang bakalan lari seperti anjin*." ucap Elara kepada Selena. "Oke gue setuju. " jawab Selena tersenyum puas. "Kita semua akan lihat, bagaimana cara nya tubuh besar lo itu naik panggung nanti nya setelah liburan semester dan akhir tahun ini. " ucap Selena dengan tangan bersedekap dada. "Kalian tunggu saja. " jawab Elara segera pergi dari tempat itu meninggal mereka yang masih terus menertawakan nya. Selena sendiri tersenyum lebar karena kesempatan ini adalah jalan dia untuk menghancurkan Elara sepenuhnya dan gendut jelek itu akan menjadi bahan tertawaan satu sekolah nanti nya. .....Elara sudah siap mengenakan pakaian untuk seleksi hari ini, dia sengaja tidak mengikat rambut panjang nya, Hari ini Elara akan membuktikan kepada semua orang jika dia layak menjadi kapten tim pemandu sorak sekolah. "Di kehidupan lalu gue meninggal saat hampir mencapai semua mimpi gue, dan di kehidupan ini gue akan meraih semua nya. " gumam Elara segera menyambar tas nya dan mengunakan taxi online untuk pergi ke sekolah. Sedangkan di sekolah aula sudah penuh oleh penonton yang akan menyaksikan seleksi kapten tim pemandu sorak hari ini. Dewan juri juga sudah hadir dan duduk di kursi mereka masing-masing. Ethan juga ada di tribun penonton, dia menunggu kehadiran orang yang sudah dia cari selama ini. "Apa lo bakalan hadir hari ini Elara. " batin Ethan bertanya-tanya. Di kursi paling depan ada Selena dan kedua teman nya duduk berdampingan, Selena tersenyum penuh kemenangan, karena hari ini dia akan resmi menjadu kapten. "Lo ga percaya gue sih, udah gue bilang si gendut ga akan data
Selena pun akhirnya tergoda dan ikut dengan Marvel untuk berjoget di lantai dansa, menikmati setiap denduman musik malam ini.Deri kejauhan Ethan melihat semua itu, Ethan terkekeh sinis melihat Selena yang berjoget ria dengan seorang pria, bahkan tak segan-segan berciuman di tempat umum.Ethan bukan tidak pernah memasuki tempat haram ini, hanya saja dia selalu memilih tempat duduk VIP ,bukan tempat duduk umum seperti Selena, karena itu selama ini tak ada yang tau Ethan ada di tempat ini."Gue ga nyangka aja lo bisa sampai sejauh ini Selena. " gumam Ethan menikmati minuman nya, Ethan tak sendiri melainkan bersama orang kepercayaan nya.Ethan sengaja mengajak orang kepercayaan, agar nanti saat sudah mabuk dia tetap aman dari segala jebakan di tempat seperti ini."Lo kalau mau minum ga papa, tapi jangan sampai mabuk. " ucap Ethan kepasa Toni yang dua tahun lebih tua dari nya."Ga usah bos, lo aja, nanti gue minum yang ada lo di bungkus sama cewek disini. " kekeh Toni bercanda dengan Etha
Elara terus berolahraga selama hari libur nya, bukan hanya berlari pagi saja, tapi dia juga melakukan olahraga renang dan angkat beban sebisa nya.Sudah satu bulan lama nya Elara menghabiskan waktu libur sekolah nya, dan selama itu juga Elara berusaha menurunkan berat badan nya.Elara menatap pantulan diri nya di depan cermin besar yang ada di dalam kamar itu."tersisa satu bulan lagi. " gumam Elara tersenyum menatap tubuh nya."Lara ayo cepat, nanti malah ketinggalan angkot nya. " teriak nenek dari ruang tamu."Iya nek. " jawab Elara menyambar tas nya dan segera keluar dari kamar nya.Hari ini dia akan menemani nenek nya ke pasar, dan setelah dari pasar baru lah dia pergi latihan renang di tempat yang ada di kampung ini....Ethan menjadi sangat dingin saat sudah satu bulan dia tak mendapatkan kabar sedikit pun dari Elara.Ethan bahkan ke rumah Elara setiap hari untuk memastikan gadis itu sudah pulang atau belum nya."Ethan kamu kenapa.? " tanya Selena yang hari ini kembali datang ke
Pagi hari nya Elara bangun jam enam pagi, dia segera mengganti pakaian tidur nya dengan pakaian olahraga nya. "Nenek aku mau lari pagi dulu. " ucap Elara kepada nenek nya yang sedang memasak sarapan untuk Elara. "Iya, Hati-hati Lara. " ucap Nenek yang sedang mengupas kentang. Elara menjawab dengan anggukan, setelah nya dia segera keluar rumah, dan udara pagi ini terasa sangat segar sekali dan sejuk juga. "Huh gue harus semangat. " gumam Elara yang mulai berleri kecil menuju lapangan olahraga di kampung ini. Walaupun nenek nya tinggal di sebuah kampung tapi tetap saja ada fasilitas untuk olahraga bagi masyarakat nya. Elara sampai di lapangan itu, dan ternyata ada banyak orang juga yang sedang berolahraga dan ada anak-anak juga. "Disini jauh lebih baik, Orang-orang nya tidak suka membully seperti di kota. " batin Elara yang tersenyum saat ada orang yang menyapa nya. Elara berlari kecil hampir satu jam tanpa henti, setelah nya dia segera pulang ke rumah nenek nya. "Gimana seneng
Elara berada di perpustakaan, dia terlalu malas harus berhadapan dengan Selena dan antek-antek nya saat ini. Tersisa satu hari lagi, dan besok seluruh sekolah akan libur semester dan libur akhir tahun, jadi libur kali ini termasuk libur panjang. "Elara." panggil Ethan datang sendiri. "Hmm.? 'tanya Elara tanpa menoleh sama sekali kepada Ethan, karena dia sedang sibuk membaca buku di tangan nya. "Kamu ga perlu taruhan seperti itu dengan Selena. " ucap Ethan membuat gerakan tangan Elara terhenti saat ingin membalik kan buku nya. "Kenapa.? " tanya Elara mendongak dan menatap Ethan. "Kamu ga percaya jika aku bisa mengalahkan Selena kamu itu.? " tanya Elara dengan penuh penekanan. "Aku bukan ga percaya kamu, tapi satu sekolah juga tau kalau Selena sudah pasti akan memenangkan seleksi pemilihan kapten pemandu sorak ini. " ucap Ethan membuat Elara berdecih sinis. "Inti nya kamu ga percaya aku Ethan, aku pergi. " ucap Elara mengemasi seluruh barang nya kedalam tas dan meninggal kan Eth
"Elara cepat minta maaf kepada Selena.! " ucap Ethan kepada Elara. "Ethan aku mohon, jangan paksa Elara lagi, aku tidak mau kalian berpisah karena diriku. " ucap Selena dengan mata basah nya. "Selena kamu terlalu baik, tapi justru ada saja yang jahat padamu. " ucap Rania yang di angguki oleh yang lain. "Benar, kita semua melihat Elara berselingkuh tapi dia justru tidak mengakui nya. " ucap Sarah yang semakin membuat suasana panas. "Ya kalian lakukan saja sesuka kan, dan terus lah memutar balikkan fakta. " ucap Elara menatap sinis mereka semua. "Cukup Elara, Selena padahal selalu membela kamu, tapi kamu justru selalu menyerang dia. " ucap Ethan mendekati Elara. "Padahal aku selalu mengira kamu memiliki kebaikan di hatimu. " lanjut Ethan menatap Elara. "Tapi seperti nya aku salah menilai. " ucap Ethan dengan hembusan nafas kasar. "Jadi kamu lebih memilih dia dari pada aku.? " tanya Elara dengan senyuman. "Baikah." ucap Elara dengan anggukan. "Iya aku memang mendekati Varo dan







