Share

CHAPTER 7

Author: Deyana
last update publish date: 2026-10-23 11:49:22

Selena pun akhirnya tergoda dan ikut dengan Marvel untuk berjoget di lantai dansa, menikmati setiap denduman musik malam ini.

Deri kejauhan Ethan melihat semua itu, Ethan terkekeh sinis melihat Selena yang berjoget ria dengan seorang pria, bahkan tak segan-segan berciuman di tempat umum.

Ethan bukan tidak pernah memasuki tempat haram ini, hanya saja dia selalu memilih tempat duduk VIP ,bukan tempat duduk umum seperti Selena, karena itu selama ini tak ada yang tau Ethan ada di tempat ini.

"Gue ga nyangka aja lo bisa sampai sejauh ini Selena. " gumam Ethan menikmati minuman nya, Ethan tak sendiri melainkan bersama orang kepercayaan nya.

Ethan sengaja mengajak orang kepercayaan, agar nanti saat sudah mabuk dia tetap aman dari segala jebakan di tempat seperti ini.

"Lo kalau mau minum ga papa, tapi jangan sampai mabuk. " ucap Ethan kepasa Toni yang dua tahun lebih tua dari nya.

"Ga usah bos, lo aja, nanti gue minum yang ada lo di bungkus sama cewek disini. " kekeh Toni bercanda dengan Ethan.

Ethan hanya terkekeh, Toni dan dia seperti berteman saja, karena Ethan memang membuat hubungan pekerjaan mereka selayak nya teman pada umumnya, bukan bos atau majikan.

"Terserah lo deh Ton, ayo anterin gue pulang. " ucap Ethan yang sudah merasakan sakit kepala.

Toni pun mengambil jacket dan topi Ethan, setelah Ethan mengenakan segala nya mereka segera keluar dari tempat itu.

Selena sendiri yang masih asik bersama Marvel tak sengaja menoleh ke arah Ethan dan Toni.

"Ethan." lirih Selena mengusap mata nya.

"Kenapa baby.? " tanya Marvel memeluk erat pinggang ramping Selena.

"Gue kek nya ngeliat Ethan. " ucap Selena.

"Ga mungkin, kamu pasti salah lihat. " ucap Marvel membalikkan badan dan Selena dan kembali mengajak Selena berciuman.

Selena pun terbuai dan menikmati ciuman mereka saat ini, Selena melupakan yang baru saja dia lihat, benar juga, mana mungkin Ethan ada di tempat ini, sudah pasti dia salah lihat seperti yang di katakan oleh Marvel.

...

Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa libur sekolah telah usai dan libur akhir tahun pun telah usai.

Hari ini Elara akan kembali ke kota tempat dia tinggal, segala perjuangan nya sudah membuah kan hasil sesuai dengan harapan nya.

Elara menatap pantulan diri nya di depan cermin, tubuh nya sudah tidak gemuk lagi, bahkan saat ini berat badan nya sudah pas di lima puluh tiga, berat badan ideal nya.

Elara merasa puas karena dia berhasil menurunkan berat badan nya, sehingga tubuh nya terlihat sexy di bandingkan dengan Selena yang kurus itu.

Elara segera keluar kamar karena mobil yang akan membawa nya ke bandara sudah datang.

Nenek juga ikut mengantarkan Elara ke bandara, karena dia ingin melepas cucu nya untuk kembali.

"Nenek baik-baik ya di kampung, nanti pas libur aku pulang lagi sama tante. " ucap Elara kepada nenek nya saat mereka sudah di bandara.

"Iya, kamu juga, setelah ini raih semua cita-cita kamu, dan nenek akan selalu mendukung kamu. " ucap nenek memeluk cucu kesayangan nya itu.

"Pasti nek. " jawab Elara segera melangkah pergi karena sudah ada pengumuman agar segera memasuki pesawat.

Elara melambaikan tangan pada nenek nya, sebenarnya dia sedih meninggalkan nenek nya sendiri, tapi Elara memiliki mimpi yang harus dia raih agar nenek nya juga bangga kepada nya.

...

Ethan masih berdiri di depan rumah Elara, Ethan pikir Elara akan pulang, karena besok sudah mulai masuk sekolah dan juga besok adalah lomba seleksi pemilihan kapten tim pemandu sorak sekolah.

Sudah hampir satu jam lama nya Ethan menunggu tapi Elara tak kunjung datang, akhirnya Ethan memilih untuk pergi.

"Gue harap besok lo datang. " gumam Ethan mengendarai mobil meninggal kan rumah Elara.

Setelah Ethan pergi sebuah taxi berhenti dan Elara turun dari taxi itu.

"Terima kasih pak. " ucap Elara kepada supir taxi itu.

"Sama-sama mbak. " jawab supir itu segera pergi setelah menurun kan semua barang milik Elara.

"Ah akhirnya gue sampai juga. " ucap Elara saat sudah berada di dalam rumah nya.

"Untung aja sebelum pergi rumah udah bersih semua nya. " ucap Elara terkekeh dan memasukan semua barang nya kedalam kamar.

"Gue harus pergi belanja dulu. " ucap Elara melihat isi kulkas yang isi nya makanan tidak sehat semua.

Mulai sekarang dia akan terus memakan makanan sehat, agar bentuk tubuh nya tetap terjaga dan juga dia terhindar dari segala penyakit.

Elara pergi dengan motor milik nya, tak lupa mengunakan masker dan topi agar tidak ada yang mengenali nya nanti.

Elara sengaja bersembunyi dan akan keluar saat seleksi besok di sekolah.

Elara sampai di supermarket, dan segera mengambil troli untuk belanja.

Elara membeli semua makanan yang sehat, seperti saat di kampung yang di masak oleh nenek nya.

"Ethan." lirih Elara melihat Ethan dari kejauhan yang sedang memilih minuman.

Elara tetap berdiri untuk melihat hal itu, karena Ethan tidak sendiri melainkan bersama Selena.

"Ethan kamu kenapa sih.? " tanya Selena kepada Ethan.

"Udah gue bilang gue ga kenapa-napa. " jawab Ethan dengan nada sedikit keras.

"Kamu masih mikirin Elara,? udah dua bulan Ethan dan dia ga pernah kembali, besok udah mulai sekolah, dia pasti ga akan datang. " ucap Selena bersikeras.

"Terserah lo Selena, gue ga mau denger omongan lo. " jawab Ethan segera pergi meninggalkan Selena yang kesal.

Elara sendiri melihat itu semua, dia juga bingung melihat sikap Ethan kepada Selena.

"Dia kenapa,? seperti ga mau di ganggu Selena. " batin Elara. bertanya-tanya.

Elara melihat Selena yang segera pergi juga dengan wajah kesal nya karena tidak di perdulikan oleh Ethan.

Elara segera ke kasir untuk membayar belanjaan nya, karena semua yang dia butuhkan sudah dia dapatkan.

"Oke saat nya pulang. " ucap Elara saat sudah berada di parkiran motor nya.

Sebenarnya dia cukup penasaran, apa yang terjadi selama libur ini dan kenapa Ethan terlihat sangat berbeda kepada Selena.

"Udah ah mending gue fokus sama seleksi besok, dari pada mikirin kisah Ethan dan Selena. " batin Elara yang mematikan motor nya saat sudah sampai di rumah nya.

Saat sampai ternyata tante nya juga datang.

Elara tersenyum saat melihat tante nya yang duduk di teras rumah nya.

Elara mengajak tante nya masuk dan dia bercerita banyak dengan tante nya mengenai diri nya yang melakukan program diet selama di kampung bersama nenek dan juga mengenai diri nya yang akan ikut seleksi kapten tim pemandu sorak sekolah.

.....

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Bangkit nya Gadis Gemuk   CHAPTER 8

    Elara sudah siap mengenakan pakaian untuk seleksi hari ini, dia sengaja tidak mengikat rambut panjang nya, Hari ini Elara akan membuktikan kepada semua orang jika dia layak menjadi kapten tim pemandu sorak sekolah. "Di kehidupan lalu gue meninggal saat hampir mencapai semua mimpi gue, dan di kehidupan ini gue akan meraih semua nya. " gumam Elara segera menyambar tas nya dan mengunakan taxi online untuk pergi ke sekolah. Sedangkan di sekolah aula sudah penuh oleh penonton yang akan menyaksikan seleksi kapten tim pemandu sorak hari ini. Dewan juri juga sudah hadir dan duduk di kursi mereka masing-masing. Ethan juga ada di tribun penonton, dia menunggu kehadiran orang yang sudah dia cari selama ini. "Apa lo bakalan hadir hari ini Elara. " batin Ethan bertanya-tanya. Di kursi paling depan ada Selena dan kedua teman nya duduk berdampingan, Selena tersenyum penuh kemenangan, karena hari ini dia akan resmi menjadu kapten. "Lo ga percaya gue sih, udah gue bilang si gendut ga akan data

  • Bangkit nya Gadis Gemuk   CHAPTER 7

    Selena pun akhirnya tergoda dan ikut dengan Marvel untuk berjoget di lantai dansa, menikmati setiap denduman musik malam ini.Deri kejauhan Ethan melihat semua itu, Ethan terkekeh sinis melihat Selena yang berjoget ria dengan seorang pria, bahkan tak segan-segan berciuman di tempat umum.Ethan bukan tidak pernah memasuki tempat haram ini, hanya saja dia selalu memilih tempat duduk VIP ,bukan tempat duduk umum seperti Selena, karena itu selama ini tak ada yang tau Ethan ada di tempat ini."Gue ga nyangka aja lo bisa sampai sejauh ini Selena. " gumam Ethan menikmati minuman nya, Ethan tak sendiri melainkan bersama orang kepercayaan nya.Ethan sengaja mengajak orang kepercayaan, agar nanti saat sudah mabuk dia tetap aman dari segala jebakan di tempat seperti ini."Lo kalau mau minum ga papa, tapi jangan sampai mabuk. " ucap Ethan kepasa Toni yang dua tahun lebih tua dari nya."Ga usah bos, lo aja, nanti gue minum yang ada lo di bungkus sama cewek disini. " kekeh Toni bercanda dengan Etha

  • Bangkit nya Gadis Gemuk   CHAPTER 6

    Elara terus berolahraga selama hari libur nya, bukan hanya berlari pagi saja, tapi dia juga melakukan olahraga renang dan angkat beban sebisa nya.Sudah satu bulan lama nya Elara menghabiskan waktu libur sekolah nya, dan selama itu juga Elara berusaha menurunkan berat badan nya.Elara menatap pantulan diri nya di depan cermin besar yang ada di dalam kamar itu."tersisa satu bulan lagi. " gumam Elara tersenyum menatap tubuh nya."Lara ayo cepat, nanti malah ketinggalan angkot nya. " teriak nenek dari ruang tamu."Iya nek. " jawab Elara menyambar tas nya dan segera keluar dari kamar nya.Hari ini dia akan menemani nenek nya ke pasar, dan setelah dari pasar baru lah dia pergi latihan renang di tempat yang ada di kampung ini....Ethan menjadi sangat dingin saat sudah satu bulan dia tak mendapatkan kabar sedikit pun dari Elara.Ethan bahkan ke rumah Elara setiap hari untuk memastikan gadis itu sudah pulang atau belum nya."Ethan kamu kenapa.? " tanya Selena yang hari ini kembali datang ke

  • Bangkit nya Gadis Gemuk   CHAPTER 5

    Pagi hari nya Elara bangun jam enam pagi, dia segera mengganti pakaian tidur nya dengan pakaian olahraga nya. "Nenek aku mau lari pagi dulu. " ucap Elara kepada nenek nya yang sedang memasak sarapan untuk Elara. "Iya, Hati-hati Lara. " ucap Nenek yang sedang mengupas kentang. Elara menjawab dengan anggukan, setelah nya dia segera keluar rumah, dan udara pagi ini terasa sangat segar sekali dan sejuk juga. "Huh gue harus semangat. " gumam Elara yang mulai berleri kecil menuju lapangan olahraga di kampung ini. Walaupun nenek nya tinggal di sebuah kampung tapi tetap saja ada fasilitas untuk olahraga bagi masyarakat nya. Elara sampai di lapangan itu, dan ternyata ada banyak orang juga yang sedang berolahraga dan ada anak-anak juga. "Disini jauh lebih baik, Orang-orang nya tidak suka membully seperti di kota. " batin Elara yang tersenyum saat ada orang yang menyapa nya. Elara berlari kecil hampir satu jam tanpa henti, setelah nya dia segera pulang ke rumah nenek nya. "Gimana seneng

  • Bangkit nya Gadis Gemuk   CHAPTER 4

    Elara berada di perpustakaan, dia terlalu malas harus berhadapan dengan Selena dan antek-antek nya saat ini. Tersisa satu hari lagi, dan besok seluruh sekolah akan libur semester dan libur akhir tahun, jadi libur kali ini termasuk libur panjang. "Elara." panggil Ethan datang sendiri. "Hmm.? 'tanya Elara tanpa menoleh sama sekali kepada Ethan, karena dia sedang sibuk membaca buku di tangan nya. "Kamu ga perlu taruhan seperti itu dengan Selena. " ucap Ethan membuat gerakan tangan Elara terhenti saat ingin membalik kan buku nya. "Kenapa.? " tanya Elara mendongak dan menatap Ethan. "Kamu ga percaya jika aku bisa mengalahkan Selena kamu itu.? " tanya Elara dengan penuh penekanan. "Aku bukan ga percaya kamu, tapi satu sekolah juga tau kalau Selena sudah pasti akan memenangkan seleksi pemilihan kapten pemandu sorak ini. " ucap Ethan membuat Elara berdecih sinis. "Inti nya kamu ga percaya aku Ethan, aku pergi. " ucap Elara mengemasi seluruh barang nya kedalam tas dan meninggal kan Eth

  • Bangkit nya Gadis Gemuk   CHAPTER 3

    "Elara cepat minta maaf kepada Selena.! " ucap Ethan kepada Elara. "Ethan aku mohon, jangan paksa Elara lagi, aku tidak mau kalian berpisah karena diriku. " ucap Selena dengan mata basah nya. "Selena kamu terlalu baik, tapi justru ada saja yang jahat padamu. " ucap Rania yang di angguki oleh yang lain. "Benar, kita semua melihat Elara berselingkuh tapi dia justru tidak mengakui nya. " ucap Sarah yang semakin membuat suasana panas. "Ya kalian lakukan saja sesuka kan, dan terus lah memutar balikkan fakta. " ucap Elara menatap sinis mereka semua. "Cukup Elara, Selena padahal selalu membela kamu, tapi kamu justru selalu menyerang dia. " ucap Ethan mendekati Elara. "Padahal aku selalu mengira kamu memiliki kebaikan di hatimu. " lanjut Ethan menatap Elara. "Tapi seperti nya aku salah menilai. " ucap Ethan dengan hembusan nafas kasar. "Jadi kamu lebih memilih dia dari pada aku.? " tanya Elara dengan senyuman. "Baikah." ucap Elara dengan anggukan. "Iya aku memang mendekati Varo dan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status