เข้าสู่ระบบ"Apa aku mengizinkan kalian pergi?"Whush... Whush...Lin Chen mendengus dan ratusan bilas Pedang melesat seperti badai.Slash... Slash..."Aaargh... Aaargh..."Bilah-bilah pedang itu menebas mereka dan jeritan menyedihkan menggema di berbagai sudut Lembah.Satu demi satu Yao Kelinci berjatuhan dan bersimbah darah.Hanya dalam beberapa nafas saja, tidak ada lagi Yao yang masih berdiri di udaraSemua telah dibantai dan Lembah menjadi sunyi.Hanya suara angin dingin yang terdengar pelan.Para Murid dari berbagai kekuatan masih berdiri membeku karena keterkejutan.Mereka tidak percaya pertempuran tadi berakhir secepat itu.Whush...Lin Chen melambaikan tangan dan semua Inti Jiwa para Yao langsung masuk ke cincin penyimpanannya.Kemudian dia menoleh ke arah Xiao Mei dan para Murid Istana Dewa."Kenapa kalian tidak melarikan diri dan justru bertarung dengan mereka?"Tanyanya pelan."Kami menemukan Reruntuhan Kuno.""Namun tempat itu sudah dikuasai Klan Tu.""Kami diserang saat mencoba masu
Whush...Lin Chen turun ke salah satu Aula besar di bagian belakang Klan.Menurut ingatan Ketua Mao, tempat itu adalah gudang penyimpanan utama.Bomm!Dengan satu tendangan, pintu batu raksasa langsung hancur.Cahaya warna-warni langsung memenuhi ruangan.Dan Lin Chen langsung terdiam saat melihat tumpukan Inti Jiwa yang memenuhi Aula besar itu.Jumlahnya sangat banyak.Sebagian besar adalah Inti Jiwa tingkat 5 dan 6.Namun di bagian terdalam, aura yang keluar jauh lebih kuat.Ratusan Inti Jiwa tingkat 7 tersusun rapi di atas rak batu hitam.Bahkan ada lebih dari 50 Inti Jiwa tingkat 8.Dan di tengah Aula, 3 kotak giok hitam memancarkan aura yang mengerikan.Saat Lin Chen membukanya, cahaya menyilaukan langsung keluar."Inti Jiwa tingkat 9."Senyum tipis muncul di wajahnya.Bahkan di kehidupan sebelumnya, benda seperti ini cukup langka.Whush...Lin Chen melambaikan tangan dan semua Inti Jiwa langsung masuk ke cincin penyimpanannya.Tidak hanya itu.Dia juga menemukan banyak teknik ku
Lin Chen kemudian membebaskan para Murid yang lain.Dia menyuruh mereka menyusul Murid-murid Istana Dewa sebelumnya.Whush...Setelah semua Murid sudah pergi, Lin Chen melesat keluar untuk menahan para Yao.Bomm Bomm!Dan di saat yang bersamaan, ledakan Formasi Pembunuh Dewa juga terus menggema di Klan Mao.Api memenuhi langit dan raungan marah terdengar tanpa henti.Saat Lin Chen keluar dari lorong bawah tanah, dia melihat puluhan bangunan sudah berubah menjadi lautan api.Dan para Yao masih sibuk mencari penyusup di depan Klan.Tidak ada yang menyangka tawanan mereka sudah dibebaskan."Bagus."Lin Chen tersenyum dingin menatap kekacauan yang dibuatnya."Klan Yao!""Berani sekali kalian menangkap klan Manusia!""Apa kalian sudah bosan hidup, Hah?"Di tengah-tengah kepanikan itu, suara Lin Chen menggema di atas langit.Semua Yao pun mendongak dan mencari sosoknya.Tapi tidak ada yang bisa menemukan keberadaan Lin Chen."Keluar kamu bajingan!"Raung Ketua Mao dengan amarah yang meluap-
Di sepanjang lorong masuk, banyak Murid manusia dirantai di dinding batu.Wajah mereka pucat dan penuh luka.Sebagian bahkan kehilangan kesadaran.Saat melihat sosok berjubah putih masuk, para Murid itu langsung terkejut."Manusia? Siapa dia?""Tolong selamatkan kami!"Jeritan langsung terdengar dari segala arah.Namun Lin Chen tidak berhenti.Dia terus bergerak menuju bagian terdalam penjara.Menurut ingatan Yao yang tadi, Murid dari kekuatan besar ditahan di bawah sana.Whush...Tidak lama kemudian, dia tiba di Aula bawah tanah yang sangat besar.Ratusan kandang besi berjajar memenuhi tempat itu.Dan lebih dari 200 Murid dikurung di sana.Sebagian Murid bahkan sudah tidak mampu berdiri.Ekspresi Lin Chen berubah dingin saat melihat kondisi mereka.Di depan kandang, puluhan penjaga Yao sedang tertawa sambil meminum darah merah.Salah satu Yao bahkan sedang mencambuk Murid perempuan."Hahaha!""Menangislah lagi manusia!"Tawanya terdengar kasar.Namun tawa itu tiba-tiba berhenti.Kare
"Tidak tahu diri."Lin Chen mendengus dingin dan menghentakkan kaki ke udara.Whush...Seketika itu juga udara membeku dan membekukan para Yao yang mendekat."Lepaskan aku!"Teriak para Yao dengan wajah pucat masi."Melepaskan kalian? Hmpt..."Arga mendengus dingin dan mengepalkan tangannya.Bomm! Bomm!Ledakan demi ledakan pun menggema di tempat itu.Para Yao yang membeku itu meledak satu persatu dan menjadi bongkahan Es."Kamu... Klan Mao tidak akan melepaskan mu!"Yao yang memimpin kelompok itu meraung marah dan berusaha melepaskan diri."Benarkah?"Namun Lin Chen hanya tersenyum dan memeriksa ingatan Yao itu.Dia ingin mencari lokasi para Murid ditahan."Penjara bawah tanah?"Kening Lin Chen terangkat.Ternyata para Murid itu dibawa ke penjara bawah tanah.Setelahnya, dia mencari ingatan Ketua Klan Mao dan para Tetuanya."Ranah Penguasa bintang 8. Bahkan Ketua Klan adalah bintang 9."Lin Chen terdiam saat melihat kekuatan para Tetua dan Klan Mao.Ranah Penguasa bintang 8 masih bis
Setelah menyimpan Inti Jiwa sang Ratu, Lin Chen berdiri di atas mayat Ratu Laba-laba itu dan menyapu pandangannya. Dia melihat ratusan Laba-laba Pemakan Emas yang tersisa itu belum pergi. Mereka justru mulai mengeluarkan suara tajam yang memenuhi udara. Screech... Screeech... Tatapan merah mereka dipenuhi amarah dan kegilaan. Mereka menatap Lin Chen seperti ingin mencabik-cabiknya menjadi ribuan potongan. Jumlah Laba-laba yang keluar dari sarang itu ternyata jauh lebih banyak dari perkiraannya. Satu demi satu makhluk itu merangkak keluar dan memenuhi Lembah. Ada yang berada di tingkat 5 dan ada yang tingkat 6. Bahkan beberapa Laba-laba adalah Binatang Roh tingkat 7. Kalau Murid biasa yang melihat pemandangan seperti ini, mereka sudah kehilangan keberanian sejak awal. Namun Lin Chen justru tersenyum tipis. "Bagus." "Kalian datang sendiri." Whush... Udara dingin tiba-tiba menyebar dan kabut putih muncul di sekitar Pedang Kembar miliknya. Hal itu membuat su







