Share

Bab 166

last update publish date: 2026-09-24 18:48:23

Sungai kalimayat, sungai besar dan panjang yang melintasi dua wilayah kerajaan, yaitu kerajaan benua Kuning dan wilayah kerajaan Benua Hitam.

Sungai itu melintas, dan akan berakhir di lautan yang luas, lautan yang jadi wilayah kekuasaan dari benua Kuning.

Desa Tumbak, salah satu desa yang dilewati oleh sungai kalimayat. Dan penduduk menjadikan sungai itu sebagai sumber mata pencaharian mereka.

"Karya! Segera tebarkan jalamu, apa kau ingin pulang tanpa membawa seekor ikan pun?" ejek seseorang pa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 167

    "Kau akan aku taklukkan!" kata Panji dan mendekat ke arah belasan kuda yang sedang makan rumput itu.Huppppp!!Panji melompat tinggi, dan tahu-tahu sudah berada di atas punggung kuda itu.Whusssssssss!!Kuda itu berkelit, dan angkat kaki belakang, dan menendang tubuh Panji dengan kuatnya."Hei tidak mungkin!" kata Panji.Tukkkkkk!!Panji menahan tendangan kuda itu tanpa gunakan tenaga dalam, namun betapa kagetnya Panji, saat Panji malah terlempar ke belakang, hanya karena tendangan kuda putih itu."Bagaimana bisa?" kata Panji dan tatap kuda itu.Setelah itu, Panji melirik ke arah kakek tua yang mengawasi dari jauh, terlihat ia tersenyum saat melihat kekagetan Panji Sanjaya."Sepertinya orang tua itu tahu sesuatu tentang kuda-kuda ini?" ucap Panji Sanjaya.Panji melangkah lagi, dan berjalan ke depan kuda putih itu, dan anehnya, belasan kuda hitam yang mengelilingi kuda putih itu malah berjalan dan berdiri di hadapan Panji."Apakah kuda putih ini pemimpin mereka?" tanya Panji bicara sen

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 166

    Sungai kalimayat, sungai besar dan panjang yang melintasi dua wilayah kerajaan, yaitu kerajaan benua Kuning dan wilayah kerajaan Benua Hitam.Sungai itu melintas, dan akan berakhir di lautan yang luas, lautan yang jadi wilayah kekuasaan dari benua Kuning.Desa Tumbak, salah satu desa yang dilewati oleh sungai kalimayat. Dan penduduk menjadikan sungai itu sebagai sumber mata pencaharian mereka."Karya! Segera tebarkan jalamu, apa kau ingin pulang tanpa membawa seekor ikan pun?" ejek seseorang pada nelayan yang sudah menebar jala ke sungai.Dia akan Karya, salah satu nelayan yang menjadikan sungai Kalimayat sebagai sumber mata pencaharian.Dari malam hingga saat akan menjelang pagi, Karya, sudah berusaha keras untuk mendapatkan ikan, namun ia tak dapatkan apapun.Hal itu membuat ia jadi bahan ejekan bagi nelayan yang lain, hal yang membuat Karya sangat kesal."Sungguh sial malam ini!" ucap Karya dengan wajah yang kecewa.Belum pernah ia sekecewa ini, dan sesial hari ini. Biasanya, meski

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 165

    Di dalam kamar Ki Bisa, Mayang gadis muda yang datang ke dalam kamar itu berikan senyum terbaik yang ia miliki, dan itu sungguh membuat Ki Bisa terlena pada senyum manis gadis itu."Kemarilah, aku ingin kau berbaring di sampingku!" kata Ki Bisa dan tarik tubuh gadis itu.Dengan gaya yang manja, Mayang menghindar dari tarikan Ki Bisa."Nanti dulu!" kata Mayang dan berjalan ke arah meja di dalam kamar itu.Ki Bisa sudah tak bisa menahan dirinya. Lelaki tua itu sudah sangat inginkan tubuh Mayang, hingga ia bangkit dari tempat tidurnya."Kenapa? Apa yang kau takutkan?" ucap Ki Bisa dengan suara yang lembut."Tidak ada! Untuk apa aku takut padamu, Ki Bisa. Kau tak gigit orang bukan?" ucap Mayang lagi-lagi dengan sikap yang manja."Hahaha, bagiamana mungkin aku akan gigit gadis secantik dirimu. Aku akan memanjakan dirimu!" kata Ki Bisa."Aku percaya padamu!" ucap Mayang dan menuangkan arak ke cawan yang di atas meja."Aku ingin kita minum sebelum kita merengkuh keindahan di malam ini!" ucap

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 164

    Benua hitam, benua yang merupakan benua bagi kumpulan bagi orang-orang dari golongan hitam.Benua itu merupakan benua bagi orang-orang pelarian dari empat benua yang lain, karena hukum di benua itu sungguh hukum alam, siapa yang kuat ia yang berkuasa.Meskipun benua itu memiliki raja, namun sebagian besar orang tak akan dengarkan perintah raja mereka. Raja bagi mereka hanya simbol untuk kedaulatan negeri itu.Pedukuhan kalimayat, Pedukuhan yang merupakan pedukuhan yang paling menakutkan dari semua wilayah yang ada di benua hitam.Bukan karena pedukuhan itu dijaga oleh prajurit, ataupun dikuasi oleh golongan hitam yang kuat.Namun, ada sesuatu yang ditakuti di pedukuhan itu. Adanya seseorang yang memiliki keahlian racun tingkat tinggi. Dia adalah raja racun, Ki Bisa, namanya.Setinggi apapun tingkat kemampuan seseorang, jika Ki Bisa sudah mengeluarkan kemampuan racunnya, maka dia akan tewas.Ki Bisa dikatakan penguasa pedukuhan itu, dan tidak ada yang pernah menyinggung keberadaan Ki B

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 163

    Tanpa pedulikan Ki Jauji ataupun perempuan yang bersama gadis itu, Panji melesat mengejar gadis yang kenali itu.Namun gadis itu juga melesat cepat, dan gunakan ilmu meringankan tubuh yang cukup baik."Cepat!" desis Panji.Gadis itu tahu-tahu masuk ke dalam semak-semak, dan hilang dari pandangan Panji Sanjaya.Namun Panji juga masuk ke dalam semak-semak itu, dan pada saat itulah pandangan mata Panji tak lagi temukan dimana bayangan gadis itu, padahal jelas-jelas kalau tadi Panji melihat gadis itu hilang ke dalam semak-semak itu."Tidak mungkin!" kata Panji.Panji berlarian kesana kemari, dan berusaha keras untuk temukan keberadaan gadis itu.Namun, jangan tubuhnya, bayangan gadis itu pun sudah tak terlihat, jangankan bayangan, bau gadis itu pun tak lagi tercium hidup Panji Sanjaya."Tidak! Mayang!" teriak Panji Sanjaya dengan suara yang sangat keras.Panji mencari ke segala arah, tiap semak-semak Panji sibak, namun tetap tak ada tubuh gadis itu, seolah-olah gadis itu hilang ditelan ol

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 162

    Seperti kata Ki Pamungkas, dalam tiga hari Panji pun menerima semua ramuan obat yang digodok Ki Pamungkas di telaga buatannya.Dan saat Panji membuka matanya, Panji kaget karena ia melayang di udara, dan Panji buru-buru lepaskan ilmu meringankan tubuh, dan melayang di udara.Dan saat ia sadari kalau ia dalam keadaan telanjang, Panji pun turun dan pakai semua pakaiannya."Ki Pamungkas!" panggil Panji."Kau sudah bangun, Sanjaya!"Panji tersenyum, dan berjalan ke arah Ki Pamungkas."Terima kasih, paman!" kata Panji dan berlutut pada Ki Pamungkas."Hei apa yang kau lakukan?""Aku sungguh berterima kasih karena paman sudah memberikan sesuatu yang sangat berharga untukku!" kata Panji."Aku melakukan ini untuk membalas budi padamu, Panji. Kau sudah membebaskan aku dari penjara bawah tanah perguruan kalajengking hitam!" kata Ki Pamungkas."Tapi paman juga sudah membantuku, jika tanpa bantuan dari paman, aku tak akan bisa bebaskan nenekku!" kata Panji."Sudahkah, aku anggap kita impas. Dan sa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status