LOGINDi dalam kamar Ki Bisa, Mayang gadis muda yang datang ke dalam kamar itu berikan senyum terbaik yang ia miliki, dan itu sungguh membuat Ki Bisa terlena pada senyum manis gadis itu."Kemarilah, aku ingin kau berbaring di sampingku!" kata Ki Bisa dan tarik tubuh gadis itu.Dengan gaya yang manja, Mayang menghindar dari tarikan Ki Bisa."Nanti dulu!" kata Mayang dan berjalan ke arah meja di dalam kamar itu.Ki Bisa sudah tak bisa menahan dirinya. Lelaki tua itu sudah sangat inginkan tubuh Mayang, hingga ia bangkit dari tempat tidurnya."Kenapa? Apa yang kau takutkan?" ucap Ki Bisa dengan suara yang lembut."Tidak ada! Untuk apa aku takut padamu, Ki Bisa. Kau tak gigit orang bukan?" ucap Mayang lagi-lagi dengan sikap yang manja."Hahaha, bagiamana mungkin aku akan gigit gadis secantik dirimu. Aku akan memanjakan dirimu!" kata Ki Bisa."Aku percaya padamu!" ucap Mayang dan menuangkan arak ke cawan yang di atas meja."Aku ingin kita minum sebelum kita merengkuh keindahan di malam ini!" ucap
Benua hitam, benua yang merupakan benua bagi kumpulan bagi orang-orang dari golongan hitam.Benua itu merupakan benua bagi orang-orang pelarian dari empat benua yang lain, karena hukum di benua itu sungguh hukum alam, siapa yang kuat ia yang berkuasa.Meskipun benua itu memiliki raja, namun sebagian besar orang tak akan dengarkan perintah raja mereka. Raja bagi mereka hanya simbol untuk kedaulatan negeri itu.Pedukuhan kalimayat, Pedukuhan yang merupakan pedukuhan yang paling menakutkan dari semua wilayah yang ada di benua hitam.Bukan karena pedukuhan itu dijaga oleh prajurit, ataupun dikuasi oleh golongan hitam yang kuat.Namun, ada sesuatu yang ditakuti di pedukuhan itu. Adanya seseorang yang memiliki keahlian racun tingkat tinggi. Dia adalah raja racun, Ki Bisa, namanya.Setinggi apapun tingkat kemampuan seseorang, jika Ki Bisa sudah mengeluarkan kemampuan racunnya, maka dia akan tewas.Ki Bisa dikatakan penguasa pedukuhan itu, dan tidak ada yang pernah menyinggung keberadaan Ki B
Tanpa pedulikan Ki Jauji ataupun perempuan yang bersama gadis itu, Panji melesat mengejar gadis yang kenali itu.Namun gadis itu juga melesat cepat, dan gunakan ilmu meringankan tubuh yang cukup baik."Cepat!" desis Panji.Gadis itu tahu-tahu masuk ke dalam semak-semak, dan hilang dari pandangan Panji Sanjaya.Namun Panji juga masuk ke dalam semak-semak itu, dan pada saat itulah pandangan mata Panji tak lagi temukan dimana bayangan gadis itu, padahal jelas-jelas kalau tadi Panji melihat gadis itu hilang ke dalam semak-semak itu."Tidak mungkin!" kata Panji.Panji berlarian kesana kemari, dan berusaha keras untuk temukan keberadaan gadis itu.Namun, jangan tubuhnya, bayangan gadis itu pun sudah tak terlihat, jangankan bayangan, bau gadis itu pun tak lagi tercium hidup Panji Sanjaya."Tidak! Mayang!" teriak Panji Sanjaya dengan suara yang sangat keras.Panji mencari ke segala arah, tiap semak-semak Panji sibak, namun tetap tak ada tubuh gadis itu, seolah-olah gadis itu hilang ditelan ol
Seperti kata Ki Pamungkas, dalam tiga hari Panji pun menerima semua ramuan obat yang digodok Ki Pamungkas di telaga buatannya.Dan saat Panji membuka matanya, Panji kaget karena ia melayang di udara, dan Panji buru-buru lepaskan ilmu meringankan tubuh, dan melayang di udara.Dan saat ia sadari kalau ia dalam keadaan telanjang, Panji pun turun dan pakai semua pakaiannya."Ki Pamungkas!" panggil Panji."Kau sudah bangun, Sanjaya!"Panji tersenyum, dan berjalan ke arah Ki Pamungkas."Terima kasih, paman!" kata Panji dan berlutut pada Ki Pamungkas."Hei apa yang kau lakukan?""Aku sungguh berterima kasih karena paman sudah memberikan sesuatu yang sangat berharga untukku!" kata Panji."Aku melakukan ini untuk membalas budi padamu, Panji. Kau sudah membebaskan aku dari penjara bawah tanah perguruan kalajengking hitam!" kata Ki Pamungkas."Tapi paman juga sudah membantuku, jika tanpa bantuan dari paman, aku tak akan bisa bebaskan nenekku!" kata Panji."Sudahkah, aku anggap kita impas. Dan sa
Merasa tak dapatkan apa yang ia inginkan di lembah Seribu Batu, Panji Sanjaya putuskan untuk menuju gunung Halimun.Gunung itu satu arah dengan lembah seribu batu, hingga Panji perlu memutar arah hanya untuk menuju gunung itu."Aku harap dia akan katakan sesuatu yang berharga!" kata Panji Sanjaya.Kedatangan Panji ke gunung Halimun, untuk bertemu dengan Ki Pamungkas, sosok yang ia kenali di penjara bawah tanah perguruan kalajengking hitam.Ki Pamungkas juga salah satu orang yang membuat Panji berhasil selamatkan neneknya, nyai Samiya. Hal itulah, untuk mengucapkan terima kasih, Panji putuskan untuk datang ke gunung itu."Aku tak tahu yang mana gunung halimun? Negeri ini begitu banyak gunung!" ucap Panji.Namun, saat Panji berada di kaki salah satu Gunung, Panji merasakan kalau gunung itu memiliki aura Ki Pamungkas."Sepertinya ia sengaja melepaskan aura dan energinya, itu semua agar aku tahu keberadaan dirinya di gunung ini!" ucap Panji.Hupppp!!Panji melesat sangat cepat, dan melaya
Panji berusaha untuk terlihat kuat saat putri Kenanga datang, dan Ki Sarman paham akan hal itu."Kakek keluar sebentar!" kata Ki Sarman."Baik, kakek!" kata Panji.Putri Kenanga masuk, dan duduk di hadapan Panji. Gadis yang cantik itu menunjukkan betapa ia mampu membuat Panji tak terpana pada kecantikan gadis itu.Bau dari tubuh gadis itu menusuk hidung Panji, dan itu sungguh bau gadis yang selalu terjaga oleh dayang-dayang istana."Ada apa tuan putri?" tanya Panji."Tidak ada, apa aku salah untuk menjengukmu?""Bukan, bukan seperti itu tuan putri!" kata Panji."Asal kau tahu, istana ini adalah rumahku, jadi kau tak berhak bertanya untuk apa aku datang kemari!" kata gadis itu dengan suara melengking."Tuan putri, apa tuan putri tak bisa bicara pelan? Telingaku bisa rusak karena itu!" kata Panji."Aku datang karena kau masih memiliki hutang padaku!""Hutang?" tanya Panji."Iya, kau masih harus memberikan waktu untukku, dan kau akan jadi pengawal bagiku!" kata putri Kenanga."Dasar gadi







