Beranda / Pendekar / Bangkitnya Pendekar Terbuang / Bab 55. Pedang Merah Dibalik Topeng

Share

Bab 55. Pedang Merah Dibalik Topeng

Penulis: RKamila
last update Tanggal publikasi: 2026-09-06 21:53:06

“Lalu?” tanya Jaya.

“Kadang waktu hanya menunggu kita untuk cukup kuat demi memahami kenapa sesuatu itu bisa terjadi,” kata Ratri.

Jaya tersenyum. “Kamu selalu punya jawaban Ratri,”

“Tidak!” Ratri menggeleng. “Aku hanya tidak ingin melihatmu terus menyalahkan dirimu sendiri,”

Jaya memandangnya. “Ratri.”

“Hmm?” gumam Ratri.

“Kalau semua ini selesai…,” tanya Jaya.

“Ya?” jawab Ratri.

“Aku ingin hidup sederhana,” kata Jaya.

Ratri pun tersenyum. “Seperti apa?”

“Rumah yang kecil,” kata Jaya.

“
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Bangkitnya Pendekar Terbuang   Bab 143. Luka yang Diwariskan

    Air mata mengalir di wajah Sekar. Ia tidak membantah, sebab di balik kemarahan makhluk itu tersimpan kebenaran yang tidak dapat ia hapus dengan alasan apa pun. Ia memang pernah mencintai anaknya, tetapi ketika kekuatan gelap mulai menguasai jiwa pemuda itu, ia memilih menyelamatkan dunia dengan mengorbankannya.“Aku tidak akan pernah berhenti untuk mencintaimu, Jatmika,” bisik Sekar. “Hah? Cinta?” Naga Langit tertawa pahit. “Kamu menyebutnya cinta? Ketika kamu membiarkan mereka merantai tubuhku, merenggut namaku, lalu mengubahku menjadi monster yang ditakuti anak cucuku sendiri?”Jaya menggenggam Pedang Hening semakin erat, ia mulai memahami bahwa kebencian Naga Langit bukan lah sekadar keinginan untuk menguasai dunia. Karena di balik kehancuran yang dibawanya, terdapat luka yang diwariskan oleh seseorang yang pernah ia percayai sepenuh hati. Namun, memahami penderitaan bukan berarti membenarkan kehancuran yang telah ditimbulkannya.“Kalau kamu memang anak Nenek,” ujar Jaya, “meng

  • Bangkitnya Pendekar Terbuang   Bab 142. Dosa yang Dilahirkan Seorang Ibu

    Jaya segera memandang kekasihnya dan di balik kain yang robek, terlihat lambang bunga yang dikelilingi oleh tiga bilah pedang. Lambang itu kini berubah menjadi merah, sementara garis-garis hitam merambat dari pusatnya menuju leher Ratri. Jaya akhirnya memahami bahwa Ki Jagat tidak sekadar menarik Ratri ke dunia lain, ia sedang menjadikan perempuan itu sebagai penghubung antara kehendak Jaya dan segel terdalam.Berharap keduanya akan membuka pintu yang selama ini tidak dapat ditembus oleh Naga Langit.Jaya melangkah mendekat, mengangkat Pedang Hening.Ratri menggeleng ketika melihat bilah itu diarahkan ke lambang di dadanya. “Jaya, jangan! Kalau kamu salah menghitung kekuatannya, aku bisa…,”“Aku tahu,” potong Jaya lembut. “Aku tahu risikonya!”“Kalau begitu, jangan lakukan sesuatu hanya karena kamu takut kehilangan aku,” pinta Ratri. Jaya menatapnya lama, dalam tatapan itu terkandung seluruh kesedihan yang tidak pernah mampu ia ungkapkan.Juga janji yang telah mereka buat, ketika m

  • Bangkitnya Pendekar Terbuang   Bab 141. Kekasih yang Ditarik ke Dunia Kematian

    Cahaya bening yang menyelimuti tubuh Jaya, mendadak bergetar ketika ia melihat Ratri Wulan perlahan menghilang di hadapannya. Jemari perempuan itu masih terulur ke arahnya, berusaha meraih tangan yang baru saja muncul dari balik gerbang, tetapi bayangan hitam telah membungkus tubuhnya hingga sebatas dada. Jaya menerjang tanpa ragu, mengayunkan Pedang Hening untuk memutus belenggu tersebut. Namun bilahnya justru menembus kegelapan tanpa meninggalkan goresan sedikit pun.“Ratri!” teriakan Jaya mengguncang lembah. Ia menjatuhkan diri, berusaha menangkap tangan kekasihnya sebelum cahaya terakhir di tubuh perempuan itu lenyap. Akan tetapi, jarak di antara mereka seolah berubah menjadi jurang yang tak berujung. Setiap kali Jaya mendekat, Ratri semakin jauh, sementara bayangan di sekelilingnya membentuk pintu yang perlahan menutup.“Jaya, jangan memaksakan diri!” Ratri berusaha tersenyum meski air matanya mengalir. “Aku masih di sini! Jangan biarkan mereka membuatmu kehilangan dirimu sen

  • Bangkitnya Pendekar Terbuang   Bab 140. Wajah yang Berubah

    Namun, di balik setiap peristiwa, ada sosok samar yang berdiri tanpa bergerak, seolah menunggu semua orang menghancurkan diri mereka sendiri.Jaya mengepalkan tangan. “Siapa yang memulai semua kebohongan itu?”Lelaki berwajah serupa dirinya mengangkat pedang hitam, lalu menunjuk ke arah bayangan di ujung ruangan.“Orang yang paling kamu percayai,” jawab lelaki itu. Sebelum Jaya sempat bertanya, lantai hitam mendadak retak. Dari celahnya muncul puluhan tangan yang mencengkeram pergelangan kaki lelaki itu, menariknya perlahan menuju kegelapan. Ia tidak melawan, seolah telah lama menunggu saat tersebut, tetapi tatapannya tetap tertuju kepada Jaya.“Dengarkan aku baik-baik! Jangan percaya kepada siapa pun yang mengatakan bahwa salah satu dari kalian harus mati! Jika kamu ingin menghentikan siklus ini, temukan pedang yang tidak pernah digunakan untuk membunuh!” jelasnya. Jaya mengerutkan keningnya. “Pedang yang tidak digunakan untuk membunuh? Bagaimana mungkin pedang bisa menyelamatkan

  • Bangkitnya Pendekar Terbuang   Bab 139. Pewaris Ketiga Dari Kegelapan

    “Jadi, kamu pewaris yang berhasil mencapai tempat ini,” ujar lelaki bertopeng itu.Jaya menghunuskan pedangnya. “Siapa kamu?”Lelaki itu berdiri perlahan, lalu membuka topengnya. Wajah yang muncul membuat Jaya kehilangan seluruh kata-katanya.Lelaki itu memiliki wajah yang sama dengan dirinya, tetapi jauh lebih tua. Rambutnya telah memutih, terdapat bekas luka panjang di pipinya dan matanya menyimpan kesedihan yang seolah telah berlangsung selama ribuan tahun.“Aku adalah orang pertama yang mengikat darah keluarga Wiratama dengan gerbang ini,” katanya. “Namaku tidak lagi diingat oleh dunia manusia! Namun, sebelum kamu memanggilku leluhur, ketahuilah satu hal,”Ia mengangkat pedang hitam dari lantai.“Naga Langit bukanlah makhluk yang pertama kali kami penjarakan! Ia adalah penjaga yang gagal menghentikan sesuatu yang jauh lebih kejam!”Jaya merasakan hawa dingin menjalar di punggungnya. “Lalu apa yang kamu kurung selama ini?”Lelaki itu menatapnya dengan kesedihan yang mendalam. “Diri

  • Bangkitnya Pendekar Terbuang   Bab 138. Tiga Pewaris dan Rahasia Terlarang

    Tidak ada seorang pun yang bergerak, bahkan Naga Langit yang sebelumnya mengamuk kini berdiri kaku, menatap kedalaman penjara dengan ketakutan yang tidak mampu disembunyikannya.“Apa sebenarnya yang kamu sembunyikan dari kami, Ayah?” Jaya menoleh kepada Ardhan, suaranya bergetar menahan amarah dan kebingungan. “Mengapa suara itu mengenal nama keluarga kita dan mengapa tanda kami bertiga bereaksi terhadapnya?”Ardhan menundukkan kepalanya, rantai yang membelenggunya bergetar, seolah berusaha mencegahnya untuk mengucapkan rahasia yang telah terkubur selama beberapa generasi. Ia memandang Jaya, lalu Arya, sebelum akhirnya menatap Kala yang terkapar di dekat kaki Naga Langit. Ketiga putranya, meski Kala adalah adiknya, bukan anaknya. Kini terhubung oleh sebuah rahasia yang selama ini ia pikir dapat dikubur bersama dirinya.“Karena keluarga Wiratama bukan hanya penjaga gerbang,” jawab Ardhan lirih. “Kita adalah keturunan dari orang-orang yang membangun penjara it! Dan jauh sebelum Naga L

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status