Share

Bab 75 Menerobos Batas

Penulis: _PenaKaisar
last update Tanggal publikasi: 2026-06-19 11:41:38

‎Xiao Ren menyeringai. "Sekarang, saatnya mengakhiri semua ini," katanya sambil mengangkat pedangnya ketika Qi-nya melonjak, dan auranya yang berwarna perak mulai berputar di sekelilingnya seperti badai kecil. "Kau sudah membuatku cukup terhibur, Fan. Tapi permainan ini sudah berakhir."

‎Ia melesat ke depan dengan kecepatan yang lebih tinggi dari sebelumnya. Tebasannya mengarah ke bahu Xiao Fan, tapi Xiao Fan menangkisnya dengan pedangnya. Namun Xiao Ren tidak berhenti di situ. Ia memutar tub
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat   Bab 175

    Di istana Kekaisaran Xiyuan yang megah, Kaisar Xiyuan duduk di singgasananya dengan wajah yang semakin gelap. Di hadapannya, Jenderal Besar Shang berdiri dengan tubuh penuh luka dan baju zirah yang hancur. Laporan kekalahan telah disampaikan. Benteng Pasir Hitam telah jatuh. Lebih dari setengah total pasukan Xiyuan telah musnah.‎‎"Setengah pasukanku..." Suara Kaisar Xiyuan dingin seperti es. "Kau bilang benteng itu tidak akan jatuh. Kau bilang pasukanmu tidak akan kalah. Dan sekarang... SETENGAH PASUKANKU MUSNAH!"‎‎Shang menundukkan kepalanya lebih dalam. "Yang Mulia, aku sudah melakukan yang terbaik. Tapi Xiao Fan... bocah itu berbeda. Dia memiliki kekuatan yang tidak berasal dari dunia ini. Dia—"‎‎"CUKUP!" Kaisar Xiyuan menghantamkan tinjunya ke sandaran singgasana. "Aku tidak mau mendengar alasan! Yang kumau adalah solusi!"‎‎Perdana Menteri Zhao melangkah maju. "Yang Mulia, sisa pasukan kita tidak akan mampu bertahan jika perang berlanjut. Kita sudah kehilangan terlalu bany

  • Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat   Bab 174

    Sementara Wei Zheng dan Shang Wei bertarung seri di halaman utama, pertempuran di seluruh benteng telah dimenangkan oleh Tianyu.‎‎Xiao Fan dan Lei bergerak bersama menuju menara meriam. Satu per satu, meriam spiritual di atas tembok dihancurkan. Xiao Fan dengan Lengan Qilin-nya yang menghantam keras, Lei dengan petirnya yang menyambar dari langit. Dalam hitungan menit, seluruh meriam spiritual Xiyuan telah menjadi puing-puing yang tidak bisa digunakan lagi.‎‎"Meriam terakhir sudah hancur, Tuan!" teriak Lei dari atas.‎‎"Bagus. Sekarang kita bersihkan sisa-sisa pasukan mereka." Xiao Fan melompat turun dari tembok dan mendarat di tengah-tengah kelompok prajurit Xiyuan yang masih bertahan. Lengan Qilin-nya bersinar, dan dalam sekejap, lima prajurit terpental ke berbagai arah.‎‎Di bagian lain benteng, Xuan'er menciptakan ilusi-ilusi yang membuat pasukan Xiyuan bingung dan saling menyerang. Mo Cheng menghancurkan pos-pos penjagaan satu per satu. Wei Lian membekukan jalur-jalur kabur

  • Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat   Bab 173

    ‎"SIAPA PUN YANG INGIN MEMBUNUH SHANG WEI, MAJULAH! AKU AKAN MEMBAWA KALIAN BERSAMAKU KE NERAKA!"‎‎Suara itu menggema di seluruh benteng. Dan dari antara kerumunan prajurit yang sedang bertarung mati-matian, sesosok pria melangkah maju. Jubah birunya yang berkibar diterpa angin perang. Pedang panjangnya bersinar biru tua seperti pusaran samudra yang dalam. Wei Zheng.‎‎"Aku akan menerima tantanganmu, Shang Wei," katanya, suaranya tenang tapi penuh otoritas. "Sudah terlalu lama kita saling mendengar reputasi masing-masing. Sekarang saatnya membuktikannya.."‎‎Jenderal Besar Shang menoleh. Ia menatap Wei Zheng dengan ekspresi yang sulit diartikan..‎‎"Wei Zheng." Suara Shang berat dan dalam, seperti gemuruh guntur di kejauhan. "Aku sudah mendengar tentangmu sejak tiga puluh tahun lalu. Dan akhirnya kita bertemu juga."‎‎"Kita bertemu di medan perang, Shang Wei. Seperti yang selalu kita duga."‎‎"Seperti yang selalu kita duga." Shang mengangkat tombak hitamnya. "Kalau begitu, biar

  • Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat   Bab 172

    Tepat saat pasukan utama Tianyu menerjang gerbang depan dan seluruh pertahanan Xiyuan terfokus ke satu arah, Xiao Fan dan tim penyusupnya meledakkan sisi belakang benteng dengan serangan kejutan.‎‎"LEI! SEKARANG!"‎‎Lei yang sudah terbang rendah di atas menara pengawas belakang seketika melepaskan petir terbesarnya. Sambaran biru raksasa menghantam menara itu langsung. Suara ledakannya mengguncang seluruh benteng. Menara pengawas belakang runtuh dalam sekejap, batu-batu dan kayu beterbangan ke segala arah, dan para penjaga yang berada di dalamnya jatuh ke tanah bersama puing-puing.‎‎"RASAKAN PETIR MAHA DAHSYAT SANG QILIN PETIR INI KALIAN SEMUA!" teriak Lei dari atas.‎‎Sementara perhatian semua orang tertuju pada Lei, Xiao Fan melesat ke gerbang belakang dengan Lengan Qilin yang di aktifkan. Lengannya itu bersinar emas terang dengan kekuatan kekuatan Qilin Emas.‎‎"LENGAN QILIN: PUKULAN PENGHANCUR LANGIT!"‎‎BRAK!‎‎Gerbang belakang yang lebih tipis itu hancur berkeping-kepin

  • Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat   Bab 171

    Fajar menyingsing dengan warna merah darah di langit timur. Di sisi belakang benteng, tim penyusup masih menunggu dalam keheningan. Xiao Fan berdiri di balik sebuah batu besar ketika matanya terus menatap ke arah Benteng Pasir Hitam yang kini mulai terlihat jelas dalam cahaya fajar. Di sampingnya, Xuan'er, Lei, Mo Cheng, dan Wei Lian juga menunggu.‎‎"Meriamnya belum berbunyi," bisik Mo Cheng. "Jenderal Wei Zheng mungkin masih memobilisasi pasukan."‎‎"Ia akan segera menyerang," jawab Xiao Fan. "Kita hanya perlu bersabar sedikit lagi."‎‎Dan kemudian, suara itu datang.‎‎BOOM!‎‎Suara ledakan yang memekakkan telinga mengguncang seluruh lembah. Tanah di bawah kaki mereka bergetar. Burung-burung beterbangan dari sarang mereka. Dan di kejauhan, di sisi depan benteng, terlihat bola api raksasa berwarna merah menyala melesat ke arah pasukan Tianyu.‎‎"Itu meriam spiritual!" seru Xuan'er. "Jenderal Wei Zheng sudah mulai menyerang!"‎‎Xiao Fan mengangkat tangannya. "Bersiap! Kita berg

  • Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat   Bab 170

    Malam itu, setelah pembahasan strategi di tenda komando selesai, Xiao Fan berjalan keluar dan mulai memilih seratus kultivator terbaik dari divisinya. Ia memilih mereka satu per satu, Xiao Fan memilih bukan hanya berdasarkan level kultivasi, tapi juga berdasarkan keberanian, ketenangan, dan kemampuan untuk mengikuti perintah di bawah tekanan. Mayoritas dari mereka berada di Foundation Establishment Puncak dan veberapa di Inti Emas Awal. ‎‎Di bawah cahaya redup lentera, Xiao Fan berdiri di hadapan mereka. Seratus pasang mata menatapnya dengan campuran kecemasan dan tekad. Ia menatap mereka satu per satu, membiarkan keheningan menggantung di udara sebelum mulai berbicara.‎‎"Malam ini, kita akan melakukan misi yang sangat berbahaya." Suaranya tenang, tapi penuh otoritas. "Kita akan menyusup melalui jalur rahasia di Pegunungan Kabut, di selatan Benteng Pasir Hitam. Jalur ini sempit, licin, dan belum pernah dipetakan dengan baik. Beberapa dari kalian mungkin tidak akan kembali hidup-hi

  • Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat   Bab 8 Jurus Pedang Sembilan Langit

    Xiao Fan menutup matanya. Menarik napas dalam-dalam. Hening. Seluruh alun-alun seolah ikut menahan napas bersamanya. Ribuan pasang mata tertuju pada pemuda berjubah perak yang berdiri sendirian di atas panggung marmer putih itu. Angin pagi berembus pelan, menerbangkan ujung jubahnya, menciptakan

  • Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat   Bab 7: Panggung Keemasan

    Alun-Alun Tianyu hari itu adalah pemandangan yang tidak akan pernah dilupakan oleh siapa pun yang menyaksikannya. Lima bendera raksasa berkibar di tiang-tiang setinggi dua puluh meter—naga perak yang melambangkan Klan Xiao di tengah, dikelilingi oleh harimau hitam Klan Mo, burung merah Klan Lin,

  • Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat   Bab 6: Pagi Yang Menentukan

    Beberapa jam sebelumnya. Di dalam kamarnya, Xiao Fan berdiri di depan cermin perunggu, menatap bayangannya sendiri. Jubah perak warisan leluhur Klan Xiao telah ia kenakan—kain sutra berusia ratusan tahun yang hanya dikeluarkan untuk upacara-upacara terpenting. Sulaman benang emas berbentuk naga d

  • Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat   Bab 5: Senyuman yang Tak Pernah Terucap

    Latihan itu berlangsung hingga bulan bergeser ke barat. Xiao Fan akhirnya menyarungkan pedangnya, napasnya terengah-engah tapi matanya bersinar puas."Cukup," katanya pada diri sendiri. "Ini sudah cukup."Ia berjalan kembali ke anak tangga tempat Xuan'er duduk. Gadis itu telah tertidur, kepalanya b

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status