LOGINBara Nareswara POV
Aku tersenyum saat melihat Mikha siang ini menggunakan lingerie kostum kelinci di tengah ranjang tempat tidur kami. Sumpah, hal ini membuatku merasa tidak ikhlas jika harus meninggalkan dirinya begitu saja. Tapi apa boleh buat, hari ini kami sudah bercinta sebanyak tiga ronde. Sekali di kamar mandi sebelum aku mandi dan dua kali di atas ranjang t
Bara Nareswara POV Aku mencoba menunggu kepulangan Mikha dari rumah sakit karena dia tidak mengijinkan diriku untuk ikut menemaninya. Aku mencoba untuk mengerti dengan pilihannya itu. Terlebih karena ia akan bertemu dengan dokter Hans yang terkenal memiliki pasien yang cukup banyak. Demi tetap menyembunyikan pernikahan kami dari publik, aku lebih baik menyetujui permintaan Mikha untuk menunggunya di rumah saja.Aku menjadi berpikir apakah aku telah mengambil langkah yang tepat dengan mengikuti keinginan Mikha untuk mengijinkannya berangkat seorang diri ke rumah sakit tadi pagi? Karena sampai pukul empat sore ini, aku belum mendapatkan kabar darinya sama sekali. Mikha yang tidak kunjung pulang ke rumah membuatku sibuk mencari informasi kejadian laka
Mikhaila Ameera Violetta POVAku tersenyum puas saat mengingat aktivitasku dengan Bara selama dua hari ini. Bagaimana tidak, sejak aku membeli perlengkapan BDSM, kami tidak berhenti untuk mencobanya bersama. Meskipun yang selalu bertindak sebagai tawanan di sini tetaplah Bara. Yah, meskipun sedikit tidak sesuai dengan bayanganku bahwa aku yang akan disiksa oleh Bara, namun aku cukup menikmatinya.Gara-gara aktivitas kami itu pula, Bara sampai memiliki beberapa luka di kulitnya. Mulai dari luka goresan sampai lecet di kulitnya. Meskipun Bara mengatakan tidak mempermasalahkan hal itu selagi aku mendapatkan kepuasan, tapi aku tahu jika aku harus berhenti sampai di sini. Jangan sampai aku kebablasan. Rasanya sudah cukup mewujudkan semua imajinasiku. Jangan sampai ini menjadi sebuah kebiasaan.
Setelah bermain dua ronde di dalam kamar mandi dengan satu kali di luar bathtub dan satu kali di dalam bathtub, aku dan Mikha kini memilih berada di atas ranjang berdua dengan tubuh yang tidak tertutup sehelai benangpun. Aku duduk sambil menyelonjorkan kedua kakiku sedangkan Mikha menjadikan pahaku sebagai bantal tidurnya. Karena posisinya ini, aku menjadi memiliki akses memainkan gunung kembarnya dengan sangat leluasa. Aku memelintir bahkan aku meremasnya sepuas yang aku mau. Mikha yang dalam posisi terlentang dengan kedua kaki dilipat ini kini sedang menonton blue film. Andai saja bukan tema tentang BDSM, mungkin saja aku akan mau menemaninya menonton dengan penuh antusias. Sungguh, aku tidak akan bisa menikmati permainan jika harus menyiksa pasanganku dengan cambuk atau rantai seperti itu. Yang ada bukannya kenikmatan yang di dapat tetapi rasa sakit karena penyiksaan hebat selama acara memuja sama satu lai
Ceklek ...Aku membuka pintu kamar dan ternyata suasana kamar sore hari ini cukup sepi. Aku segera masuk ke dalam kamar dan aku memanggil Mikha karena aku dia sudah pulang ke rumah. Jangan berpikir jika aku ini cenayang. Aku bisa mengetahuinya dari mobil HRV putihnya yang terparkir di halaman rumah."Yang... Kamu di mana?"Tidak ada jawaban. Kini aku memilih menaruh dua paket belanjaan Mikha di atas meja dan aku berjalan menuju ke arah kamar mandi. Saat sampai di sana, aku buka pintu kamar mandi dan ternyata pemandangan pertama yang aku dapatkan kali ini membuatku tersenyum puas. Ada sosok Mikha yang sedang berendam di dalam bathtub dalam keadaan naked. Aku bisa melihat seluruh bentuk tubuh indahnya itu di bawah air.
Bara Nareswara POVAku cukup heran dengan pesan yang Mikha kirimkan kepadaku sekitar satu jam yang lalu. Kini bahkan ia sudah mengirimkan lagi notifikasi jika paket belanjaannya sudah sampai di pos satpam. Aku hanya bisa menghela napas panjang ketika dia sudah mengirimiku chat bertubi-tubi.Mikhaila : Bar, masih di rumah enggak?Mikhaila : Bar, paket aku sudah di terima pak Pur. Kalo masih di rumah tolong ambilin, ya?Mikhaila : jangan diintip apalagi dibuka lho paketnya.Aku mencoba menarik napas dalam-dalam dan pelan-pelan aku embuskan perlahan. Sumpah, tidak biasanya
Mikhaila Ameera Violetta POVSelesai sudah rangkaian acara resepsi pernikahanku dan Bara tiga hari lalu. Kini kami mulai disibukkan lagi dengan persiapan acara tasyakuran empat bulanan kandunganku. Sebenarnya aku dan Bara hanya ingin menggelar acara pengajian kecil-kecilan di rumah kami saja, namun kedua orangtuaku memaksa untuk melakukan semuanya di rumah mereka. Aku mencoba menolak beberapa kali namun yang terjadi justru Mama yang tidak terima dengan semua ini. Daripada terjadi konflik hanya karena masalah sepele seperti ini, Bara memintaku untuk mengalah saja kepada Mama. Jika bukan karena Bara yang memintaku mengalah, mungkin aku juga tidak akan mau mengalah kepada Mama, meskipun Mama adalah ibu kandungku. Lagipula bukankah seharusnya kami melakukan acara ini di rumah kami? Toh, kami sudah menikah dan memiliki tempat tinggal sendiri?







